Apa yang Sebenarnya Jadi Motivasi Lechia Gdańsk Rekrut Pemain Asal Indonesia?

  • Whatsapp
Apa yang Sebenarnya Jadi Motivasi Lechia Gdańsk Rekrut Pemain Asal Indonesia
Apa yang Sebenarnya Jadi Motivasi Lechia Gdańsk Rekrut Pemain Asal Indonesia

Tepat pada tahun 2018 lalu, harapan dunia sepakbola Indonesia melambung tinggi dengan berita kedatangan Egy Maulana Vikri ke salah satu klub kasta tertinggi Polandia, Lechia Gdańsk. Egy yang saat itu baru berusia 17 tahun merasa bangga sekaligus haru karena bisa berkarir di Eropa, meski sejatinya kompetisi dimana tempat dia bermain tak memiliki cukup pamor untuk unjuk gigi.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, pun sampai menyambut bangga berita tersebut. Dia mengatakan bila Egy telah membuat keputusan brilian dalam melanjutkan karir di Eropa.

“Egy Maulana Vikri adalah contoh hasil didikan Sekolah Khusus Olahraga Ragunan yang menjadi bukti keberhasilan kombinasi pendidikan dan olahraga. Pemerintah akan terus mendukung semua bakat-bakat terbaik bangsa untuk maju dan tampil di pentas dunia. Selamat ya Egy Maulana Vikri, Sukses terus di Polandia bersama klub Lechia Gdansk,”

Sayangnya, harapan yang telah terlanjur membumbung tiba-tiba dilalap oleh awan gelap. Egy merasa tidak bahagia disana. Dia merasa klub yang dibelanya tak memberi kepercayaan penuh, hingga membuatnya putuskan hengkang.

Sempat berbicara kepada manajemen klub, Egy mengungkapkan bila masalah menit bermain menjadi alasan utama mengapa pada akhirnya ia putuskan hengkang. Egy mengakhiri petualangannya bersama Lechia setelah 3 musim dengan tidak memperpanjang kontraknya yang habis per 30 Juni 2021. Selama memperkuat Lechia Gdansk, Egy hanya bermain dalam 10 pertandingan saja dengan total 133 menit. Malah, dia lebih sering tampil untuk tim Lechia Gdańsk II.

Merespon kepergian Egy dari Lechia, banyak yang menyebut kalau klub yang dibelanya selama tiga tahun itu tampak hanya menjadikan sang pemain sebagai bahan promosi.

Mulai menyebar ke permukaan, satu anggapan yang cukup ironis itu pun lantas menarik untuk dibahas. Setidaknya ada beberapa hal yang bisa digunakan sebagai dasar mengapa Egy hanya dianggap tampil sebagai wajah untuk menarik minat orang-orang akan klub Lechia Gdańsk.

Motivasi Licik Lechia Gdańsk Di Balik Perekrutan Egy

Motivasi licik Lechia Gdańsk dalam merekrut Egy mulai tersingkap kedoknya. Menurut Lechia.net seperti dilansir Superball id, kedatangan Egy ke Lechia Gdańsk memang hanya digunakan sebagai alat pemasaran, terutama melalui sosial media. Egy disebut sebagai alat bisnis Lechia Gdańsk untuk tingkatkan popularitas.

Strategi tersebut memang sangat berjalan lancar. Sejak kedatangan Egy, media sosial resmi Lechia Gdańsk langsung dibanjiri hingga ratusan ribu pengikut, yang tentunya mayoritas berasal dari Indonesia. Pengikut Lechia Gdańsk yang sebelumnya tak menyentuh angka 25 ribu, sejak kedatangan Egy langsung meningkat sampai 43 ribu.

Tak sampai disitu, pengikut klub tersebut terus meningkat seiring berjalannya waktu. Bahkan, sebelum ada kabar yang mengatakan bila kontrak Egy tak akan diperpanjang, pengikut Lechia Gdańsk mencapai lebih dari 300 ribu followers!

Orang-orang yang sebelumnya setia mengikuti laman sosial media Lechia Gdańsk itu pun akhirnya bubar secara bertahap setelah Egy putuskan hengkang dengan alasan yang tidak bisa mereka terima. Kini, followers Lechia Gdańsk turun hingga tak menyentuh angka 260 ribu, meski jumlah itu sejatinya masih cukup besar untuk mereka.

Dari segi bisnis untuk tingkatkan popularitas, strategi Lechia Gdańsk jelas berhasil. Namun seperti yang sudah dibahas, bagaimana ketika bicara tentang kontribusinya di atas lapangan? Hal ini tentu tak perlu dijelaskan. Egy terbilang minim kontribusi dalam membantu Lechia Gdańsk untuk mendapatkan sesuatu. Minimnya kesempatan yang diberikan pun membuat banyak media mengatakan kalau prestasi Egy di Lechia Gdańsk berada di angka nol besar.

Catatan tersebut benar-benar jauh dari harapan. Akibat dari kekecewaan besar yang dialami para penggemar asal Indonesia, salam perpisahan yang disampaikan klub kepada Egy di akun instagram resmi mereka pun mendapat banyak sekali respon negatif. Netizen asal Indonesia ramai-ramai menggaungkan slogan “unfollow” pada kolom komentar yang tersedia di akun Lechia Gdańsk.

Menanggapi hal tersebut, Lechia Gdańsk sempat merasa kecewa dan kaget. Namun mereka memahami apa yang dirasakan oleh kebanyakan penggemar asal Indonesia.

Beruntung, meski sempat dinilai bakal jadi pengangguran, nasib baik masih mau menghampiri Egy. Di tengah kekecewaan sang pemain termasuk para suporter dari Indonesia, FK Senica, datang memberi tawaran. Praktis, karir Egy di luar negeri pun berlanjut di klub penghuni level teratas kompetisi liga Slovakia.

Agen Egy, Dusan Bogdanovic, mengabarkan bila kesepakatan ini hanya akan membuat Egy bertahan sampai enam bulan ke depan di klub. Namun bila dirasa ada kecocokan yang terjalin, maka bukan tak mungkin opsi perpanjangan kontrak akan diaktifkan.

Siasat Lain Lechia Gdańsk Dalam Menarik Ulang Minat Suporter Indonesia

Kembali ke Lechia Gdańsk, ternyata klub tersebut masih belum mau menyerah untuk terus menggaet minat penggemar dari seluruh dunia, utamanya yang berasal dari Indonesia. Seolah belum kapok, setelah Egy, kini ada nama Witan Sulaeman yang dijadikan sebagai “bintang” baru di klub asal Polandia.

Ya, belum lama ini, Witan Sulaiman dilaporkan telah resmi menandatangani kontrak baru dengan Lechia Gdańsk. Di klub tersebut, dia tampil dengan nomor 80 dan disambut meriah oleh Lechia Gdańsk yang memberinya kontrak selama kurang lebih dua tahun.

Berselang empat hari sejak pengumuman kedatangannya ke Lechia Gdańsk, secara mengejutkan Witan langsung mendapat kesempatan debut. Pemain kelahiran Palu ini ikut beraksi dalam laga persahabatan kontra klub kasta keempat Polandia, Jeziorak Ilawa.

Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke 73, Witan cukup berkontribusi dengan ikut membantu serangan Lechia Gdańsk. Terlihat, mantan pemain FK Radnik Surdulica ini beberapa kali menciptakan peluang di area kotak penalti lawan. Bahkan, dia nyaris mencetak gol usai berhasil melepaskan diri dari jebakan offside. Sayangnya, upaya Witan gagal setelah kiper lawan bergerak lebih cepat untuk mengamankan bola.

Tampil brilian di laga debut, banyak yang mengatakan bila Witan telah berhasil mengesankan sang pelatih Lechia Gdańsk, Tomasz Kaczmarek.

Namun sekali lagi, belajar dari pengalaman Egy, kita semua diminta untuk tidak terburu-buru dalam memberi pujian. Apalagi sampai mengirim kalimat yang mengesankan kepada Lechia Gdańsk.

Pasalnya, bisa jadi ini menjadi siasat licik lainnya yang dilakukan Lechia Gdańsk untuk kembali menaikkan popularitas lewat wajah pemain asal Indonesia. Tidak bermaksud berburuk sangka, namun ada baiknya kita lebih waspada.

Lagipula, penggemar lokal klub disana juga meragukan “motivasi” Lechia Gdańsk dalam merekrut Witan. Seperti dilansir football5star, para penggemar asli disana mengatakan kalau perekrutan Witan telah menjadi salah satu strategi pemasaran bagi Lechia yang sebelumnya kehilangan Egy.

Banyak yang berani berujar bila Witan tidak akan menjadi pemain inti. Malah ada yang mengatakan kalau transfer yang dilakukan Lechia Gdańsk dengan merekrut Witan sangatlah tidak bisa dimengerti. Belum cukup disitu, ada juga penggemar yang sampai kecewa dengan langkah Lechia Gdańsk yang lebih memilih untuk merekrut pemain yang dianggap tidak diketahui darimana asalnya, ketimbang memberi kesempatan pada pemain muda sendiri.

Jadi, sekali lagi, tidak perlu lagi terburu-buru untuk menekan tombol “ikuti” pada akun media sosial resmi Lechia Gdańsk. Sambil terus mendoakan kesuksesan bagi sang pemain Ibu Pertiwi, cukup nikmati perjalanan karirnya terlebih dahulu, sekaligus jangan lupa amati, apakah yang selama ini terjadi pada Egy juga menimpa Witan.

Sumber referensi: Bola Okezone, Superball, Kompasiana, Football5Star

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *