Antonio Conte Mau Balik Ke Premier League? Coba Pikirkan Hal Ini

spot_img

Desas desus kepergian Antonio Conte dari Giuseppe Meazza semakin mencuat, pasalnya baru saja muncul berita jika mantan pelatih Chelsea tersebut belum mau membahas perpanjangan kontraknya bersama Inter Milan yang akan berakhir pada musim panas tahun depan. Jika kita masih ingin untuk berpositif thinking, anggap saja Conte belum mau membahas tentang kelanjutan masa baktinya karena sedang fokus mengantarkan Romelu Lukaku dan kawan-kawannya meraih Scudetto, setelah lebih dari sedekade silam cuma numpang lewat. Ini amat mungkin mengingat Juventus dan AC Milan sebagai pesaing terdekat mereka belum mau mengendurkan semangatnya menyabet juara tertinggi Liga Italia.

Tapi yang namanya media kan perlu lah ya ada sesuatu yang bisa digoreng biar berubah menjadi cuan, spekulasi terkait kepulangan Conte ke Premier League pun ikut diseret-seret oleh mereka. Meskipun pihak klub belum memberikan pernyataan resmi terkait bagaimana nasib Conte nanti, namun mari kita usut tuntas sambil menghalu ria berbagai kemungkinan yang nantinya akan terjadi apabila Antonio Conte benar-benar ingin menginjakkan kaki di tanah Britania Raya.

Jika dilansir dari Tuttosport, kepergian Conte dikarenakan konflik dengan manajemen perihal transfer pemain. Jajaran petinggi di Inter Milan tidak bisa menjamin akan mendatangkan pemain pilihan sang pelatih, meskipun mereka mengakhiri musim sebagai juara. Ini yang bikin Conte agak kesel juga mengingat Inter selalu saja pasif di bursa transfer. Eh sebentar, bukannya Conte lumayan aktif juga ya bund dengan mungutin pemain Premier League dan ngebangun skuad PL Reborn bersama Inter?

Dilihat dari nilai kontraknya, terpantau sulit juga apabila Conte tetap bertahan di Serie-A. Angka 12 juta euro, atau setara dengan 205 miliar rupiah dinilai cukup mahal untuk sekelas klub Italia. Liga yang paling realistis bisa memberikan Conte kontrak setara dengan nilai diatas adalah Premier League. Terpantau sudah ada dua klub yang akhir-akhir ini digosipkan berminat untuk merekrut Antonio Conte. Yaitu ada Tottenham Hotspur dan Manchester United.

Antonio Conte Bisa Gantikan Jose Mourinho di Tottenham Hotspurs

Pertama adalah Tottenham Hotspurs, berita tersebut dilansir dari Daily Express, salah satu media di Inggris yang kredibilitasnya agak meragukan. Tapi untuk kasus Conte ini cukup relate apabila dia nantinya akan kembali ke London, mengingat Jose Mourinho, pelatih Tottenham saat ini sedang ada dibawah tekanan yang serius karena gagal di berbagai kompetisi yang dia ikuti bersama The Lilywhite. Kesempatan untuk menggantikan posisi Mou di kursi manajerial Tottenham diyakini akan diisi oleh sosok Conte.

Jika Tottenham merekrut Antonio Conte sebagai pengganti Jose Mourinho, sejatinya tidak akan berbeda jauh dari segi permainan, mengingat keduanya juga cukup sering menggunakan formasi parkir bus, bukan sosok pelatih yang mendewakan permainan cantik nan menyerang. Maklum gaes, bagaimanapun juga Conte adalah orang Italia, timnas yang sudah sangat kental dengan DNA pertahanan mereka yang mumpuni. Bagaikan perjudian jika mereka mau mendatangkan pelatih berusia 51 tahun tersebut, karena perlu diingat lagi jika Conte bukanlah Pochettino yang kalaupun kalah masih bisa menyuguhkan permainan cantiknya.

Meskipun begitu, urusan memoles pemain tidak perlu diragukan lagi bagaimana kemampuan Conte ini. Kalaulah kalian lupa mari saya ingatkan, jika Nerrazurri berhasil menjadi pemuncak klasemen Serie-A sejauh ini tak lain dan tak bukan adalah berkat segerombolan pemain tak terpakai, atau istilah kasarnya buangan Liga Inggris. Romelu Lukaku, Alexis Sanchez, Matteo Darmian, Ashley Young, adalah deretan nama yang tersingkir dari kejamnya kompetisi sepak bola Negeri Ratu Elizabeth. Belum ditambah dengan mantan pemain Tottenham sendiri yaitu Christian Eriksen, meskipun kepindahannya disebabkan karena kontraknya yang mau habis. Tapi nama-nama diatas, yang di Liga Inggris sudah jarang diperhitungkan bisa disulap menjadi pesaing juara bersama Conte. Bisa dibayangkan jika Conte melatih Tottenham, dimana komposisi skuad Tottenham jika kita lihat diatas kertas jauh lebih unggul karena diisi cukup banyak pemain berlabel bintang, kalo Harry Kane nggak pindah ya gaes.

Mental juara yang disalurkan oleh Conte juga bukan main-main, terakhir Inter Milan juara Serie-A adalah pada tahun 2010 silam saat ditangani oleh Jose Mourinho, bongkar pasang skuad untuk bersaing selalu gagal dan ternyata jodohnya adalah musim ini bersama Conte. Barangkali Tottenham ingin mengikuti jejak Inter dengan menggantikan posisi Mou dengan kehadiran Conte, karena sudah lebih dari dua tahun ini mereka bersama sang pelatih asal Portugal namun belum juga mendapatkan hasil yang baik.

Kemungkinan Conte berlabuh ke Tottenham juga sebenarnya masih bisa ditepis, iya kalau saja nanti Mourinho mampu membawa Tottenham juara Carabao Cup. Kompetisi kaleng-kaleng sih, tapi itu trofi agaknya lumayan juga untuk seukuran klub yang belasan tahun sudah puasa gelar, barangkali trofi kaleng itu bisa menjadi penyelamat karir Mourinho di Tottenham nanti.

Rumor Selanjutnya Antonio Conte Ke Manchester United

Selanjutnya adalah Manchester United, kedatangan Conte ke Old Trafford kalau kita ingat-ingat pertama mencuat juga saat MU masih dilatih Jose Mourinho. Kabarnya juga Conte memang ingin melatih klub Manchester merah tersebut, kalau itu mah nggak usah dijelasin juga udah kelihatan lah ya cuy, pemain bekasan MU aja dia pungutin dan bikin dream team sendiri di klubnya yang sekarang, dan gokilnya lagi bisa sukses pula. Ole yang udah dikasih modal gede di MU apakabar? hahaha…

Permasalahannya sama dengan Tottenham, yaitu kinerja manager saat ini yang dinilai kurang memuaskan, kaya media ya weh. Ole sejak pertamakali tanda tangan kontrak menjadi manager Setan Merah masih belum juga memberikan trofi, padahal gelontoran dana lumayan besar sudah dikeluarkan MU untuk membangun kembali komposisi skuad agar bisa menjadi pesaing juara. Terhitung dari nama Bruno Fernandes, Van De Beek, Harry Maguire, dan Aaron Wan-Bisaaka yang didatangkan dengan harga sangat tidak murah.

Masih abu-abu memang terkait hal ini, tapi Manchester United adalah salah satu klub yang sangat realistis bisa menggaji Conte di angka kontraknya yang tinggi itu. Mengingat meskipun sedang berada di kondisi pandemi seperti sekarang, manajemen MU masih terbilang cukup mumpuni untuk mengatur keuangan mereka sehingga tidak sampai kolaps seperti beberapa klub lainnya. Hanya saja apakah MU siap menerima beberapa konsekuensinya jika mereka benar-benar akan merekrut Conte sebagai pengganti Ole?

Keuntungan Manchester United Jika Diasuh Oleh Conte

Memang jika kita lihat sekilas seharusnya Conte bisa lebih sukses andaikata beneran ngelatih MU yang original, deretan pemain tidak terpakai milik MU aja bisa dia jadikan winning team di Inter Milan yekan, apalagi jika hanya menangani pemain MU sesungguhnya yang sudah memiliki skillful. Ikatan tidak langsung ini memang menguntungkan bagi MU maupun Conte.

Bersama Antonio Conte di Inter Milan, Romelu Lukaku bertransformasi menjadi Lukaku yang kita kenal kala di Everton dulu. Striker buas nan mematikan setiap mendapatkan bola, padahal bersama Solskjaer di MU dirinya harus ikhlas dan sabar menjadi pilihan kesekian, terhalang oleh deretan nama pemain muda seperti Marcus Rashford, Anthony Martial, bahkan Mason Greenwood. Tapi lihat sekarang, berkat Conte, Lukaku yang dulu akhirnya bisa kembali lagi, dengan statistik dan catatan gol yang jauh lebih baik dari ketiga nama diatas.

Kerugian Jika Antonio Conte Menangani Manchester United

Itu beberapa keuntungan jika MU serius ingin mendatangkan Antonio Conte, adakah kerugiannya? Tentu saja ada. Dari segi permainan pun juga jelas terlihat jika Conte tak lebih cantik dari Ole Gunnar Solskjaer. Ini bertolak belakang dengan fans MU yang selalu menuntut timnya untuk bermain menyerang nan indah apapun hasilnya, attack attack attack begitu bahasa kerennya kata mereka. Bisa dibayangkan apakah kalian fans MU sudah pada siap melihat parkir bus jilid dua di Old Trafford nanti? Berngantuk ngantuk ria kala menonton tim kesayangan sedang bertanding? Coba pikirkan lagi.

Yang kedua adalah sifat temperamental Conte yang amat berbanding terbalik dengan sifat pendiam seperti Ole. Conte bukanlah sosok penurut yang iya iya doang dengan segala keputusan manajemen klub, dirinya cukup vokal dan berani jika dirasa itu merugikan tim. Mengkritik pemain pun juga tak sungkan untuk Conte lakukan. Nah seperti yang kita ketahui pula, ruang ganti Manchester United baru saja harmonis dan jauh dari kata boiling room saat ditangani Ole, apakah manajemen MU akan siap untuk menerima Antonio Conte yang mempunyai sisi bersebrangan dengan klub?

Terakhir adalah soal urusan mendatangkan pemain, tidak jauh juga dengan Mourinho, Conte adalah tipikal pelatih yang hobi mendatangkan pemain yang sudah matang dan siap langsung bertarung di lapangan. Bukan pemain muda dengan segala janji potensi dan embel-embel ‘The Next,’ maka seharusnya tidak heran jika Conte seringkali mendatangkan pemain berusia lebih dari 30 tahun. Ini pun sangat berbeda dengan filosofi MU yang lebih suka membangun skuad dengan regenerasi pemain muda, entah itu mereka ambil dari akademi sendiri atau membeli dari klub lain, pokoknya harus pemain muda. Jikalau ada pemain yang sudah senior, harganya lebih sering mencari yang diskonan. Tradisi itu pula yang menyebabkan MU sempat berkonflik dengan Mourinho, saat itu Mou ingin mendatangkan Ivan Perisic dari Inter Milan dengan menyertakan Anthony Martial dalam kesepakatan, tapi ditolak mentah-mentah karena manajemen MU menilai jika Martial mempunyai bakat terpendam dan kelak akan menjadi pemain brilian. Wrong direction.

Tantangan Antonio Conte Jika Kembali Ke Premier League

Track record Conte di Premier League jika kita kembali lihat tentu tak bisa dibilang buruk, di musim perdananya menjadi pelatih Chelsea dirinya mampu membawa The Blues menjuarai Premier League, disusul dengan FA Cup sebelum kontraknya berakhir. Tapi tekanan saat ini jelas akan berbeda dengan beberapa tahun saat Conte pertama datang ke Premier League, Tottenham yang sudah mulai menuntut juara, MU yang selalu mendapat sorotan dari berbagai media, tentu akan menjadi tantangan lebih berat jika Conte tetap memilih bergabung di Premier League. Lagipula membangun skuad juara di Inggris atau minimal bisa bersaing di posisi 6 jelas membutuhkan dana yang lebih besar, keajaiban Leicester City yang juara dengan skuad seadanya hanya terjadi dalam rentang waktu seabad sekali mungkin.

Jadi bagaimana Antonio? Take it, or leave it?

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru