Antonio Conte ke Napoli: Berjalan Harmonis atau Berakhir Tragis?

spot_img

Antonio Conte adalah sosok pelatih yang berapi-api dan punya ego tinggi. Saat timnya berhasil mencetak gol, Conte kerap ikut merayakannya dengan selebrasi yang terkadang cukup berlebihan. Bahkan dalam beberapa kesempatan terlihat seperti “psywar”.

Oleh karena itu, ia tak jarang terlibat friksi dengan pelatih lainnya. Yang masih segar di ingatan kita adalah saat Conte terlibat keributan dengan Thomas Tuchel pada pertandingan pekan kedua Liga Inggris musim 2022/2023.

Conte memang sosok yang cukup temperamental. Selain itu, ia juga merupakan pelatih yang dikenal bermulut tajam. Ketika berbicara di depan awak media, mulut Conte seperti tak ada rem, terutama saat membicarakan hal-hal yang tidak ia sepakati. Conte juga bisa tantrum apabila keinginannya tak dipenuhi.

Misalnya saja saat memutuskan untuk hengkang dari Inter Milan usai memenangi Scudetto pada musim 2021. Kala itu, Conte diberitakan tidak sepakat dengan dewan direksi Inter terkait transfer musim berikutnya. Karena kondisi keuangan yang tak baik, Inter berniat menjual beberapa bintangnya yang mana hal tersebut bertentangan dengan keinginan Conte yang menginginkan dukungan finansial yang lebih banyak.

Jauh sebelumnya, Conte kabarnya meninggalkan kursi pelatih Juventus, 3 hari sebelum latihan pramusim 2014/2015, gara-gara Si Nyonya Tua gagal memenuhi permintaan transfernya. Sementara saat di Tottenham Hotspur, Conte melontarkan omelan yang mencengangkan tentang para pemain Spurs yang ia sebut tak mau bermain di bawah tekanan dan sejarah klub yang tidak pernah menang.

Antonio Conte sebenarnya adalah perwujudan dari orang Italia yang mendewakan hasil. Hasil adalah segalanya, maka Conte juga bakal melakukan segalanya untuk meraih tujuannya. Maka dari itu, ia kerap menuntut kepada manajemen tim untuk menuruti kemauannya. Intinya, tak mungkin menunjuk Antonio Conte sebagai pelatih tanpa ada risiko di belakangnya.

Kontroversi Aurelio De Laurentiis

Sementara itu, Aurelio De Laurentiis merupakan sosok yang penuh dengan kontroversi. Meski ia adalah figur yang amat berjasa kepada Napoli; menyelamatkan Il Partenopei dari kebangkrutan, memenangkan 3 trofi Coppa Italia, serta meraih Scudetto di musim 2023; tetapi faktanya ADL merupakan seorang presiden sekaligus pemilik klub yang kurang dicintai oleh publik Kota Naples.

Saat Napoli akan memastikan menjadi juara Serie A tahun lalu, ia pernah berselisih dengan fans karena harga tiket yang dianggap terlalu mahal. Massimiliano Gallo dalam web Il Napolista pernah menulis, “De Laurentiis adalah orang asing di kota ini, yang sering disebut sebagai orang Romawi.”

Lebih dari Conte, ADL memang jauh lebih blak-blakan di depan awak media. Sudah begitu banyak quote kontroversial yang keluar dari pria 75 tahun tersebut.

Pada Februari lalu, ADL pernah berkata kalau sepak bola saat ini sedang sakit karena ekonominya juga sakit. Pada kesempatan yang sama, Ia juga menyebut kalau agen pemain adalah kanker bagi sepak bola.

ADL juga merupakan salah satu sosok yang paling kritis menyuarakan kondisi sepak bola Italia. Dua tahun lalu, ia pernah menjadi sosok yang paling vokal menentang rencana investor asing berinvestasi dalam bisnis media Serie A.

Mulut ADL memang beracun dan siapa saja bisa jadi sasarannya. Pada 2011 silam, ia pernah menyebut Lionel Messi dengan idiom “cretin” yang berarti orang bodoh. Sementara pada tahun 2022 lalu, ia pernah berujar kalau tak akan mengontrak lagi pemain dari Afrika karena gangguan yang ditimbulkan oleh jadwal Piala Afrika.

Sementara itu, pada Februari lalu, agen dari Thiago Motta pernah berkata begini kepada TuttoMercatoWeb. “Akan sulit bagi Napoli untuk menemukan pelatih hebat, tidak ada yang mau pergi ke sana. Saya tidak berpikir seseorang seperti Conte akan menerima kepindahan itu.”

Bisakah Conte Bekerjasama Dengan ADL?

ADL memang punya rekam jejak buruk bersama beberapa mantan pelatih mereka. Sekelas Carlo Ancelotti saja dipecat olehnya. Sementara Luciano Spalletti memilih mundur setelah membawa Napoli meraih scudetto. Sudah menjadi rahasia umum pula kalau ada beberapa pelatih yang enggan melatih Napoli karena ogah berurusan dengan tingkah laku ADL.

Keputusan ADL juga kerap di luar kotak. Misalnya saat memilih Rudi Garcia di awal musim kemarin, lalu CLBK dengan Walter Mazzari yang sudah habis era kejayaanya, kemudian menunjuk Francesco Calzona di sisa akhir musim. Sebuah pilihan pelatih yang sulit dimengerti yang berimbas pada rekor buruk Napoli sebagai juara bertahan Serie A terburuk di era modern.

Akan tetapi, coba tebak apa yang terjadi akhir-akhir ini. Aurelio De Laurentiis resmi mengumumkan Antonio Conte sebagai pelatih baru Napoli. Sebuah pengumuman gila yang telah sukses mengguncang jagad Serie A.

Bagaimana tidak mengguncang, Conte dan De Laurentiis ibarat seperti orang berkepribadian alpha dengan alpha atau bisa pula diibaratkan seperti kutub positif bertemu dengan kutub positif. Sudah bukan lagi sulit untuk dipersatukan, tetapi secara teori memang tidak akan bersatu.

Namun, kesepakatan tersebut sebetulnya tidak se-mengejutkan itu. Pasalnya, jauh sebelum dirumorkan dengan AC Milan atau Juventus, Conte lebih dulu jadi incaran Napoli. Bahkan, nama Antonio Conte sudah dikaitkan dengan Napoli sejak mereka berpisah dengan Luciano Spalletti. Pada 7 Januari lalu, Conte juga sudah terlihat menyaksikan langsung pertandingan Napoli melawan Torino di giornata 19 Serie A.

Meski sudah lama menjadi rumor, tetapi publik dan fans Serie A mungkin tak siap dengan berita ini. Jangankan untuk meraih gelar juara, hubungan Conte dengan ADL dapat berlangsung harmonis di Napoli saja rasanya sudah sangat memuaskan.

Jadi pertanyaannya adalah, bisakah Antonio Conte berkerjasama dengan Aurelio De Laurentiis? Jikalau mampu, akan bertahan berapa lama hubungan keduanya?

Jika ada satu aspek yang menyatukan kedua figur bermulut tajam tersebut, maka ego keduanya yang tak suka kalah dan punya ambisi untuk kembali menjadi juara mungkin bisa jadi pemersatunya. Kini, pertanyaan berikutnya adalah, bisakah Napoli kembali ke jalur scudetto bersama Antonio Conte?

Peluang Juara Napoli Bersama Conte

Melihat detail kontraknya, ADL nampak sangat serius untuk mendukung Conte. Kabarnya, Conte diikat sampai Juni 2027 dan bakal menerima gaji 6 juta euro pertahun plus bonus 1 juta euro apabila dapat mempersembahkan scudetto. Dalam konferensi pers pertamanya, Conte juga berkata, “Saya bisa menjanjikan satu hal: saya akan melakukan yang terbaik untuk perkembangan tim dan klub. Komitmen saya, bersama dengan staf saya, akan sangat total.”

Melihat sepak terjang Conte sebagai pelatih, para pemain Napoli harus siap tahan banting dan tidak boleh manja. Conte tak segan memarahi pemainnya jika tak melakukan tugas sesuai dengan instruksinya. Bukan rahasia lagi jika Conte memiliki menu latihan, baik fisik maupun taktik, yang cukup berat dan menuntut kerja keras tinggi dari para pemainnya.

Conte juga tipikal pelatih yang menerapkan kedisiplinan tinggi di berbagai aspek. Saat di Chelsea, ia menerapkan pendekatan yang sangat ketat terkait diet dan menerapkan jam malam sebelum pertandingan.

Kepemimpinan dan mentalitas juara Conte memang sangat tinggi. Ia benci kalah dan seorang “serial winner”. Di hampir tiap klub yang ia tangani, Conte selalu sukses menghadirkan trofi. Kesimpulannya, kehadiran Antonio Conte sebagai allenatore mungkin bisa mengembalikan aura juara Napoli yang sirna tak berbekas di musim lalu.

Namun, Napoli dan para pendukungnya mesti sabar. Menilik pengalamannya dalam membangun ulang Juventus dan Inter Milan, Conte membutuhkan waktu.

Conte sendiri sudah dihadapkan dengan PR di musim panas ini. Selama ditukangi Spalletti hingga akhir musim kemarin, Napoli selalu memakai skema 4 bek dan tidak familiar dengan skema 3 bek yang kerap jadi ciri khas Conte.

Conte jelas harus mencari bek anyar. Kepergian Kim Min-jae nyatanya masih meninggalkan lubang yang begitu besar. Conte juga harus mencari gelandang baru untuk menambal kepergian Piotr Zielinski. Bukan sebuah kejutan apabila Napoli bakal belanja besar di musim panas ini dan sudah pasti Aurelio De Laurentiis harus mau menurunkan egonya dan bersedia memenuhi permintaan tersebut.

Maka dari itu, apabila Antonio Conte dan Aurelio De Laurentiis dapat bekerja sama dalam harmoni, scudetto keempat bagi Napoli rasanya bukan sebuah hal yang mustahil. Namun, jika yang terjadi sebaliknya, yakni Conte dan ADL tak bisa bekerja sama dan saling serang dengan mulut tajamnya, maka bencana yang lebih kacau daripada musim lalu akan jadi akhir yang tragis bagi Napoli.

https://youtu.be/djJHZJADk_8
***
Referensi: Off The Pitch, Mozzart Sport, Football Italia, Forbes.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru