Andrey Arshavin: Cerita Indah Seorang Talenta Asal Russia

spot_img

Rusia menjadi salah satu negara terbesar di dunia. Mereka dikenal punya pemimpin ternama dan beberapa hal-hal unik seperti misalnya tidak boleh mengendarai mobil dalam keadaan kotor. Selain itu, mereka juga dikenal dengan sejumlah pesepakbola hebat, salah satunya adalah Andrey Arshavin. Semua pasti masih ingat bagaimana Arshavin ketika berlaga dengan seragam kebesaran tim beruang merah.

Arshavin yang merupakan tipe pemain dengan kecepatan luar biasa sukses menembus panggung dunia. Perawakannya yang tidak terlalu tinggi namun gesit membuat kemampuannya diminati oleh banyak orang.

Arshavin lahir di Leningrad, yang mana wilayah tersebut sekarang bernama Saint Petersburg. Ia pertama kali menghirup udara dunia pada tanggal 29 Mei 1981. Ia merupakan bocah yang sangat menyukai sepak bola. Hal tersebut terasa sangat wajar, karena memang sang ayah merupakan mantan pesepakbola amatir. Sedikit banyak ada pengaruh sang ayah bagi Arshavin dalam menentukan minat dan bakat.

Namun begitu, Arshavin tidak hanya dikenal sebagai pesepakbola saja, namun juga seorang pemain draughts. Arshavin kecil sudah menggeluti permainan draughts selain membiasakan diri untuk memainkan si kulit bundar.

Awalnya Arshavin sempat bimbang dalam menentukan jalan hidupnya. Pasalnya, ia begitu mencintai draughts dan sepak bola. Terlebih Saint Pettersburg memiliki klub kedua permainan tersebut. Lalu tak hanya sepak bola, draughts juga terdapat turnamen antar negara di dunia. Akan tetapi berkat saran sang ayah, Arshavin lalu memilih untuk memainkan si kulit bundar.

Arshavin mulai bermain sepakbola pada usia dini, dan pada usia tujuh tahun, ia terdaftar di akademi sepak bola Smena Zenit, klub kota kelahirannya.

Arshavin tergolong kedalam bocah yang sangat aktif dan sedikit nakal. Ia sering kabur dari pelajaran sekolah dan bahkan merobek jurnal kelasnya. Hal itulah yang pada akhirnya membuatnya diusir dari sekolah.

Hingga pada akhirnya tepat di tahun 2000, Arshavin resmi bergabung dengan skuat utama Zenit. Ia melakukan debut pertamanya dalam kemenangan tandang 3-0 atas tim Inggris, Bradford City, di Piala Intertoto. Kala itu, ia datang sebagai pemain pengganti di babak pertama menyusul ditariknya Andrey Kobelev.

Arshavin banyak meningkatkan performa disana. Talentanya sedikit demi sedikit terasah. Ia mulai dipercaya untuk tampil di tim utama dan mulai dilirik oleh pelatih tim nasional. Namun begitu tidak mudah baginya untuk bisa menembus skuat beruang merah. Di Piala Eropa 2004, Arshavin dinilai masih terlalu muda dan belum bisa bersaing dengan skuat lainnya. Lalu pada tahun 2006, ia sebenarnya mendapat kesempatan tampil di gelaran Piala Dunia 2006 di Jerman, namun sayang Rusia gagal berpartisipasi di turnamen besar tersebut.

Dua tahun berselang, kesempatan emas menghampirinya. Setelah tampil luar biasa bersama Zenith, Arshavin mampu lolos ke dalam daftar 23 pemain yang dibawa Rusia ke ajang tersebut. Bersama dengan nama seperti Roman Pavlyuchenko, Arshavin menjadi bintang di turnamen besar Eropa.

Ia tampil garang dan menciptakan duet luar biasa bersama rekan setimnya itu. Ia sukses membawa Rusia lolos hingga ke babak semifinal, meski pada akhirnya mereka harus takluk dari timnas Spanyol dengan skor 3-0.

Performa apiknya bersama timnas Rusia tentu tidak hadir begitu saja. Sebelumnya, ia sudah menjadi bagian dari Zenit yang memenangkan sejumlah piala bergengsi, seperti Liga Primer Rusia, Piala Super Rusia, Piala Europa hingga Piala Super Eropa. Capaian tersebut jelas tidaklah sembarangan. Hal itu muncul dari dedikasi luar biasanya diatas lapangan.

Setelah menjadi bintang di turnamen Piala Eropa tahun 2008, Arshavin diminati klub-klub besar Eropa. Kala itu, ia sempat mengucap kalau dirinya bermimpi untuk bisa membela FC Barcelona. Akan tetapi pada akhirnya, ia bergabung dengan Arsenal setelah sebelumnya dua tim Inggris lainnya, yakni Tottenham Hotspurs dan juga Portsmouth juga sangat meminatinya.

Arshavin bukan lah pemain sembarangan. Arsenal sangat beruntung bisa mendapatkannya. Talenta nya langka dan ia begitu luar biasa. Pada tahun 2008, ia bahkan berada di urutan keenam daftar penghargaan Ballon D’or, dibawah nama-nama seperti Cristiano Ronaldo, Iker Cassilas, hingga Lionel Messi.

Dirinya saat itu unggul dari pemain hebat macam Zlatan Ibrahimovic, Ricardo Kaka, hingga David Villa.

Perjalanannya bersama Arsenal sebenarnya berjalan cukup baik. Ia menjadi andalan dan tak jarang menjadi bintang dalam sebuah pertandingan. Namun sayang, tidak ada satu pun gelar yang berhasil ia sumbangkan.

Satu momen yang paling diingat oleh penggemar gudang peluru tentu empat golnya ke gawang Liverpool di stadion Anfield. Saat itu, ia menjadi pemain pertama yang mampu mencetak empat gol di Stadion Anfield setelah Denniss Westcott dari Wolverhampton Wanderers pada 1946.

Arshavin yang didatangkan Arsenal dengan nilai 262 milliar rupiah tengah dihujani kritik akibat performa buruknya kala itu. Namun di pertandingan melawan Liverpool, ia bisa sedikit membusungkan dada dan mengangkat kepala seraya berkata bahwa ia masih punya kualitas pertama.

Arshavin mencetak semua gol yang disarangkan The Gunners. Meski sempat menyangka akan berpesta ternyata Liverpool mampu menyamakan kedudukan lewat Benayoun, yang secara dramatis memaksa pertandingan harus berakhir imbang.

Setelah sekitar 10 tahun berlalu Arshavin kembali buka suara tentang satu momen luar biasanya bersama Arsenal. Namun begitu, ia mengaku tak terlalu menganggap spesial torehan empat gol yang ia cetak di Anfield pada tahun 2009 lalu. Menurutnya, masih ada penampilan yang lebih baik ketimbang performanya di Anfield.

“Bagiku, partai di Anfield merupakan pertandingan biasa yang tidak spesial. Aku tak memiliki firasat apapun sebelum pertandingan. Ketika aku melakukan pemanasan, satu hal yang ada di pikiranku adalah, kami tak boleh kalah,”

“Tentu saja aku tidak menyangka akan bisa mencetak empat gol. Jika dilihat dari statistiknya, pertandingan di Anfield memang penampilan terbaikku. Tapi, aku mampu tampil lebih baik lagi di beberapa pertandingan setelahnya,” ungkap Arshavin (via Sky Sports)

Namun sayang, penampilannya di Arsenal tak bertahan lama. Pada tahun 2012, ia dilepas ke Zenit dengan status pinjaman, sebelum akhirnya pergi secara permanen ke klub masa kecilnya itu. Masalah cedera dan faktor lain seperti ketatnya persaingan membuat Arshavin harus kehilangan tempat.

Kendati dilepas oleh Arsenal, Arshavin sama sekali tidak kehilangan kepopulerannya. Bukan tentang menyoal tentang sepak bola, namun hobi lain yang ia punya, yaitu bisnis busana.

Ya, Arshavin pernah tercatat sebagai mahasiswa desainer busana. Sebelum memiliki kontrak profesional, Arshavin memang memiliki ketertarikan dengan dunia busana. Selain kuliah di bidang busana, ia juga pernah mengikuti kursus menjahit. Hal itu lah yang pada akhirnya benar-benar ia kembangkan. Ia terus menggeluti hobi lainnya untuk tetap bertahan meski karir di lapangan sedang tidak karuan.

Dengan bekal 31 gol dari 141 pertandingan, Arshavin resmi kembali bermain di Rusia. Dua trofi Liga Primer Rusia berhasil ia dapatkan. Setelah itu, ia pergi ke meninggalkan Zenit dan bergabung dengan Kuban krasnondar.

Namun nahas, usianya yang sudah tak lagi muda harus memaksanya untuk mulai meninggalkan pakaian kebesaran. Ia yang sudah mulai tidak dimainkan di posisi aslinya karena masalah stamina akhirnya memilih mundur dari dunia sepak bola, setelah sebelumnya juga sempat pindah ke Kazakhstan dan bermain dengan Kairat.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru