Andres Iniesta Akhiri Petualangannya di Jepang dengan Janji yang Belum Lunas

spot_img

Kisah petualangan Andres Iniesta di Jepang telah tiba di halaman terakhir. Ia menutup jejak kariernya di Negeri Matahari Terbit usai memutuskan berpisah dengan klub J1 League, Vissel Kobe. Klub yang sudah dibelanya sejak tahun 2018. Pemain yang hampir saja memasuki usia kepala empat itu tak memperpanjang kontraknya di Vissel Kobe.

Banyak spekulasi soal pensiunnya Andres Iniesta. Entah beneran pensiun atau tidak, Iniesta mengakhiri karier di Vissel Kobe dengan cara yang kurang istimewa. Bahkan pemain yang pernah memperkuat Timnas Spanyol ini pergi dari Vissel Kobe saat janjinya pada klub tersebut belum lunas. Janji apakah gerangan?

Kedatangan Iniesta ke Vissel Kobe

Andres Iniesta sebelumnya datang ke Vissel Kobe pada tahun 2018. Pemain yang merengkuh kesuksesan bersama Barcelona itu pada saat bergabung dengan Kobe masih masuk dalam skuat Spanyol arahan Julen Lopetegui untuk Piala Dunia 2018. Waktu itu usianya juga sudah banyak, yaitu 34 tahun. Meski ya, umur segitu nggak tua-tua banget sebenarnya.

Maka dari itu, ketika pindah ke Vissel Kobe, Iniesta masih punya sisa-sisa kekuatan yang bisa ditularkan ke klub Jepang tersebut. Walaupun Iniesta sudah tidak berada di puncak kariernya. Dilaporkan Bleacher Report, Iniesta menandatangani kontrak tiga tahun, setiap tahun ia mendapatkan 30 juta dolar atau Rp453,6 miliar.

Iniesta menjadi penandatanganan spektakuler Vissel Kobe. Ia seketika menjadi sorotan tatkala menginjakkan kakinya di Jepang. Malah Iniesta juga disambut bak dewa yang datang di masa-masa kegelapan. Dilaporkan media Spanyol, Marca, sekurang-kurangnya 8 ribu orang menyambut Iniesta di rumah barunya, Stadion Noevir, markasnya Vissel Kobe.

Bos Vissel Kobe waktu itu, Hiroshi Mikitani, dilansir Independent memuji Iniesta sebagai “pesepakbola paling dihormati di dunia”. Mikitani percaya Iniesta bisa membawa perubahan. Bukan hanya untuk tim, tapi meningkatkan sepak bola tempat kelahiran Akamaru secara keseluruhan.

“Iniesta pesepakbola top. Kita semua pasti ingat gol mencengangkan Iniesta di final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan yang membawa Spanyol meraih gelar pertama di turnamen itu,” demikian komentar Hiroshi Mikitani.

Janji Iniesta

Di hadapan para penggemar Vissel Kobe yang menyambutnya, Iniesta lantang berpidato. Terima kasih adalah ucapan pertama yang keluar dari mulutnya. Setelah itu, mantan partner lini tengah Xavi Hernandez ini memberikan semacam janji untuk Vissel Kobe dan para penggemarnya.

“Saya datang dengan semangat tinggi untuk bekerja sekaligus belajar, membantu Vissel Kobe berkembang, menjadi juara J1 League dan juara AFC,” kata Iniesta di hadapan pendukung Vissel Kobe.

Para pendukung menyambut hangat maksud adiluhung Iniesta tersebut. Paling tidak, ia telah menghidupkan kembali api harapan penggemar Vissel Kobe. Apalagi tim dari Prefektur Hyogo ini belum pernah menjadi juara liga. Belum pernah juga menjadi juara di tingkat Asia. AFC Cup atau kasta kedua sekalipun.

Peran Iniesta

Kehadiran sosok gelandang legendaris memberi pengaruh luar biasa untuk Vissel Kobe dan sepak bola Jepang secara keseluruhan. Iniesta memberi dampak dengan mencetak gol-gol bagus, asis, operan, dan penampilan yang serba bisa. Dalam sekejap Iniesta menaikkan level permainan Vissel Kobe. Tahun 2018, Iniesta mengemas tiga gol dan tiga asis dalam 14 laga di J1 League.

Sayangnya Vissel Kobe hanya bisa mengakhiri musim di posisi ke-10. Akan tetapi, alih-alih menurun performanya, Iniesta justru meningkatkan koleksi gol dan asisnya di musim berikutnya. Tahun 2019 ia mencetak enam gol dan enam asis dalam 23 laga di J1 League.

Vissel Kobe juga finis lebih baik di peringkat delapan. Bukan cuma itu, Iniesta juga membantu Vissel Kobe meraih gelar Piala Kaisar untuk pertama kalinya pada tahun 2019. Trofi itu juga menjadi trofi pertama Vissel Kobe di era reformasi sepak bola Jepang. Di tahun berikutnya, Iniesta juga menyumbangkan trofi Japan Super Cup. Trofi yang juga untuk pertama kalinya diraih Vissel Kobe.

Kontribusi Iniesta tidak berhenti pada trofi. Sejak diperkuat Iniesta, Vissel Kobe menjadi daya tarik sepak bola Jepang. Berkat Iniesta pula tiket pertandingan Vissel Kobe, baik itu ketika bertanding di markasnya sendiri maupun tidak, selalu ludes terjual. Andai tidak ada pandemi Covid-19, efek Iniesta pasti akan bertahan lebih lama lagi.

Membantu Kyogo Furuhashi

Iniesta juga mengambil peran penting dalam perkembangan bakat-bakat muda di Liga Jepang. Ia membantu sejumlah anak muda dalam perjalanan mereka. Salah satu yang menerima manfaat itu adalah bintang Celtic, Kyogo Furuhashi. Sebelum berangkat ke Skotlandia, pemain yang satu ini satu tim dengan Iniesta di Vissel Kobe.

Usai memperoleh penghargaan pemain terbaik Liga Skotlandia musim 2022/23, menjadi top skor Liga Skotlandia musim itu, plus meraih beberapa trofi bersama Ange Postecoglou, Kyogo bercerita bagaimana ia belajar banyak dari Andres Iniesta.

“Bermain bersamanya di lapangan benar-benar membantu saya mengembangkan kualitas saya. Dia mendorong saya untuk bermain sebagai diri saya sendiri,” kata Kyogo saat mengenang masa-masa bermain bersama Iniesta di Vissel Kobe.

Sebagai pribadi, Kyogo menghormati Iniesta. Baginya Iniesta adalah sosok gelandang luar biasa. Ia bahkan tidak pernah menyangka bakal menerima umpan-umpan dari Iniesta selama berseragam Vissel Kobe. Puncak campur tangan Iniesta dalam karier Kyogo adalah ketika juara Liga Champions itu mendorong Kyogo untuk menerima pinangan Celtic.

Janji yang Belum Lunas

Kini Iniesta berpisah dengan Vissel Kobe. Perpisahan yang tidak istimewa. Sebab janji Iniesta membawa Kobe juara J1 League dan menjadi tim kuat di Asia belum dilunasinya. Selama kurang lebih enam musim keberadaan Iniesta, Vissel Kobe bukanlah tim penantang gelar.

Kehadiran rekan-rekan Eropanya seperti Thomas Vermaelen, Lukas Podolski, sampai David Villa di Vissel Kobe pun belum cukup memenuhi ambisinya. Hanya dua kali Vissel Kobe berada di peringkat tiga tertinggi. Satu-satunya kemenangan paling istimewa adalah Piala Kaisar 2019. Kemenangan yang diraih di hadapan 60 ribu penonton di Tokyo.

Selebihnya Vissel Kobe tak ubahnya seperti sebelum tahun 2018, atau sebelum Iniesta hadir. Tim medioker. Klub J1 League yang hanya berkutat di papan tengah. Ironisnya, jelang tutup buku dengan Vissel Kobe, Iniesta justru jarang dimainkan. Dalam 17 pertandingan di musim 2023, Iniesta hanya bermain selama 38 menit.

Jika ditotal, pemain kelahiran Fuentealbilla, Spanyol itu hanya bermain di enam pertandingan selama tahun 2023. Iniesta belakangan ini malah hanya sering menjadi penghangat bangku cadangan.

Suatu hari nanti, Iniesta pasti akan mengenang masa-masa terakhirnya di Jepang bukan sebagai pahlawan Vissel Kobe, melainkan cadangan mati yang hanya bisa menyaksikan timnya berjuang meraih poin. “Saya memiliki keinginan untuk pensiun dan menutup karier saya saat bermain di lapangan, dan saya mengambil langkah selanjutnya sesuai dengan emosi itu,” tutup Andres Iniesta.

Sumber: TheGuardian, BR, Marca, Independent, PlanetFootball, DailyRecord

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru