Amunisi Baru Pemain Keturunan Demi Memperkuat Timnas Indonesia

spot_img

Shin Tae-yong tampaknya belum puas dengan materi pemainnya saat ini. Makanya proyek naturalisasi dari PSSI masih terus berlanjut. Untuk saat ini setidaknya ada tiga pemain yang proses naturalisasinya sedang diproses oleh Erick Thohir dan kolega.

Pemain-pemain itu adalah Jay Idzes yang kini bermain di Venezia, Justin Hubner yang tergabung dalam Wolves U-21, dan Ragnar Oratmangoen yang berstatus sebagai pemain Fortuna Sittard. Meski begitu, PSSI dan Coach Shin masih berambisi menambah pemain-pemain naturalisasi lagi. Kira-kira siapa saja pemain yang bakal memperkuat Timnas Indonesia itu?

Cyrus Margono

Untuk menambah kekuatan di lini bertahan, Indonesia butuh suntikan tenaga di sektor penjaga gawang. Sebetulnya Indonesia kaya akan talenta kiper, tapi pasca kehilangan Kurnia Meiga belum ada penjaga gawang yang performanya sebagus dia. Maka dari itu Cyrus Margono bisa jadi opsi yang menarik.

Kenapa bukan Emil Audero? Bisa-bisa aja sih, tapi sang pemain mau apa engga? PSSI sudah beberapa kali mencoba membujuknya tapi hasilnya nihil. Nah, kalau Margono ini memiliki potensi yang cukup besar untuk membela Timnas Indonesia. Selain karena ia telah menunjukan minat, pemain berusia 22 tahun itu sudah memiliki hak kewarganegaraan Indonesia sejak lahir.

Menurut Hamdan Hamedan, sesuai dengan PP No 21 Tahun 2022 pemain Panathinaikos itu hanya perlu mendapatkan kembali status WNI-nya. Jadi, prosesnya tak akan lama seperti Marc Klok atau Jordi Amat. Pengajuan proses naturalisasi tinggal menunggu persetujuan Shin Tae-yong saja.

Ryan Flamingo

Naik ke sektor bek ada Ryan Flamingo. Ya, Coach Shin memang gemar mengumpulkan pemain-pemain belakang jempolan. Setelah mengantongi nama-nama macam Sandy Walsh, Jordi Amat, dan Shayne Pattynama, kini PSSI tengah memantau Ryan yang sedang berkarir di Belanda bersama FC Utrecht.

Ryan sendiri diketahui berdarah Belanda-Suriname yang juga mempunyai garis keturunan Indonesia. Meski baru berusia 20 tahun, Ryan terbilang memiliki pengalaman yang luar biasa di Eredivisie. Selama dua musim ini, ia selalu jadi andalan di tim utama. Musim ini bersama FC Utrecht dan musim lalu bersama Vitesse. Total Ryan sudah mengantongi 43 penampilan di kasta tertinggi Liga Belanda itu.

Meski berposisi sebagai bek tengah, Ryan bisa bermain di posisi gelandang bertahan. Selain itu, Ryan juga dikenal sebagai bek yang produktif. Dari 10 pertandingan bersama Utrecht musim ini, ia sudah mencetak dua gol. Musim terbaiknya terjadi di Sassuolo saat ia mencetak 14 gol dari 32 penampilan musim 2021/22. Ryan bisa jadi alternatif serangan apabila Indonesia mendapat peluang melalui bola mati.

Nathan Tjoe-A-On

Masih dari sektor bertahan ada pemain Swansea, Nathan Tjoe-A-On. Berbeda dengan Ryan Flamingo yang berposisi sebagai bek tengah, Nathan bermain di posisi bek kiri. Dilansir Bola.com, pemain kelahiran Rotterdam, Belanda, ini juga sudah mengisyaratkan ketertarikannya untuk menjalani proses naturalisasi.

Meski lahir di Belanda, Nathan masih memiliki darah Indonesia dari garis keturunan kakeknya. Jika melihat rekam jejaknya, pemain yang satu ini tumbuh di persepakbolaan Belanda, Excelsior Rotterdam. Musim 2022/23, ia bahkan telah mencatatkan 29 pertandingan dengan catatan satu gol dan satu assist di Eredivisie.

Sayangnya, di musim 2023/24 ini Nathan belum mendapat kesempatan bermain di Swansea. Ia kalah saing dengan bek kiri lain yang dinilai lebih berpengalaman ketimbang dirinya. Meski begitu, Nathan dianggap akan menjadi tambahan kekuatan yang menarik di sektor kiri pertahanan Timnas Indonesia. Kabarnya, proses naturalisasi sang pemain sudah memasuki tahap awal.

Thom Haye

Pemain selanjutnya ada gelandang Heerenveen, Thom Haye. Belakangan ini, namanya diisukan sedang diincar oleh Shin Tae-yong dan PSSI untuk masuk proyek naturalisasi selanjutnya. Dari berbagai nama, mungkin Haye jadi pemain yang paling dibutuhkan oleh Timnas Indonesia. Mengapa demikian?

Karena pemain yang memiliki darah Indonesia dari kakeknya yang berasal dari Sulawesi Utara itu merupakan gelandang serba bisa. Ia bisa dimainkan di seluruh sektor tengah, baik sebagai gelandang bertahan maupun serang. Kreativitas dan sepakan jarak jauh jadi atribut utama pemain berusia 28 tahun ini. Ia bahkan dijuluki sebagai De Professor berkat kecerdasannya.

Itu jadi sangat penting karena akan terlalu naif kalau kita terus mengandalkan supply bola kepada kaks Ricky Kambuaya. Didukung dengan mobilitasnya yang tinggi, piawai berperan sebagai penghubung antar lini. Umpan-umpan tak terduga juga kerap mewarnai gaya bermainnya. Jika naturalisasinya terealisasi, ia diperkirakan bakal melengkapi trio lini tengah bersama Marc Klok dan Ricky Kambuaya.

Joey Pelupessy

Masih di sektor tengah, PSSI juga telah mengantongi satu nama lagi yakni Joey Pelupessy. Dari nama saja sudah keliatan Indonesianya. Joey merupakan pemain kelahiran Belanda yang memiliki darah indonesia dari kakek dan neneknya yang berasal dari Saparua, Maluku Utara. 

Jika melihat usianya yang sudah 30 tahun, Joey tergolong sebagai pemain yang berpengalaman. Tercatat ia sudah pernah bermain di Twente, Sheffield Wednesday, Heracles Almelo, hingga pernah bermain di Liga Turki bersama Giresunspor. Berbekal pengalamannya, musim lalu ia menjabat kapten di klubnya sekarang, yakni Groningen.

Sayangnya, usia 30 tahun akan menjadi pertimbangan lebih lanjut karena Shin Tae-yong ingin memangkas generasi tua di skuad tim nasional Indonesia. Tapi, jika PSSI tetap mendatangkannya tak masalah. Joey yang juga berposisi sebagai gelandang bertahan bisa menjadi pesaing bagi Marc Klok yang kualitasnya masih perlu dipertanyakan. Jika kualitas Joey dinilai lebih baik kenapa enggak?

Ilias Alhaft

Sejauh ini, di lini serang Timnas Indonesia Shin Tae-yong baru memiliki Rafael Struick sebagai pemain naturalisasi. Jadi, Ilias Alhaft diperkirakan bakal jadi tambahan amunisi yang bagus selain Ragnar Oratmangoen. Meski lahir di Belanda, Alhaft memiliki darah Indonesia dari sang ayah. Maka dari itu Alhaft menyatakan siap membela tim nasional leluhurnya. 

Pemain kelahiran Rotterdam, Belanda ini memiliki posisi asli sebagai sayap kanan. Namun, Alhaft juga mampu ditugaskan sebagai winger kiri atau gelandang serang. Meski kini bermain di Liga Armenia bersama FC Noah, Alhaft cukup berpengalaman di persepakbolaan Belanda. Setidaknya, ia pernah tujuh tahun berkarir di sana bersama Sparta Rotterdam dan Almere City.

Di FC Noa, performanya musim ini cukup apik. Alhaft sudah tampil di 15 pertandingan dan mencetak lima gol dan empat assist di Liga Armenia. Posisi sayap di Timnas Indonesia memang sudah melimpah, tapi Alhaft bisa meningkatkan standar pemain lokal agar mereka bisa berusaha lebih keras untuk masuk ke skuad inti Timnas Indonesia.

Delano Ladan

Terakhir ada posisi penyerang, yakni Delano Ladan. Meski lahir di Leiderdorp, Belanda, Delano memiliki darah Indonesia dari sang kakek yang dikabarkan orang Jawa asli. Delano memulai karir sepakbolanya di akademi Feyenoord pada tahun 2006. Setelah itu, ia pernah bermain untuk Haaglandia dan ADO Den Haag.

Sempat tak ada klub, kini pemain bertinggi 177 cm ini bermain untuk TOP Oss di Eerste Divisie atau divisi dua Liga Belanda. Posisinya sebagai striker sangat dibutuhkan untuk menambah ketajaman Timnas Indonesia. Mengingat untuk saat ini belum ada striker lokal jempolan yang memuaskan hasrat Shin Tae-yong.

Posisi striker jadi sektor yang sangat vital di Timnas Indonesia. Di tengah munculnya nama-nama striker lokal potensial macam Ramadhan Sananta hingga Arkhan Kaka, PSSI harus memilih pemain dengan kualitas terbaik untuk dinaturalisasi. Tentu kita semua tak mau muncul Jhonny Van Beukering yang lain di era kepelatihan Coach Shin.

Sumber: Unews, Bolatimes, Inews, Tribun News

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru