Setelah sebelumnya sempat diberhentikan karena gagal membawa Juve berjaya di Eropa, Massimiliano Allegri akhirnya resmi kembali ke Turin untuk tangani Juventus pada musim depan. Dalam hal ini, pelatih 53 tahun itu gantikan peran Andrea Pirlo yang dianggap gagal melatih Juventus. Meski dapatkan sejumlah gelar, Pirlo menjadi pelatih pertama dalam nyaris sepuluh tahun lamanya yang gagal membawa Juve rajai Serie A.
Juve bahkan nyaris tidak lolos ke kompetisi Liga Champions Eropa setelah terlempar dari perburuan gelar juara.
Back to work 💪
[📸: @juventusfcen]#SerieA #Calcio #Football #ItalianFootball #Soccer #Futbol #Italia #Italy #Juventus #Training #Juve #Allegri pic.twitter.com/x6d3Sfa23F
— 6ixSide Calcio (@6ixSideCalcio) July 17, 2021
Dalam membawa Allegri kembali pulang, Juventus telah menyiapkan dana sebesar 9 juta euro atau setara 153 miliar rupiah per tahun, untuk membayar sang pelatih. Selain itu, Allegri juga mendapatkan kontrak jangka panjang, yaitu selama empat tahun atau sampai 2025 mendatang.
Pernah Sukses Melatih Juventus
Seperti yang sudah dijelaskan, ini bukan menjadi periode pertama Allegri melatih Juventus. Eks allenatore AC Milan ini sebelumnya pernah bekerja sebagai pelatih Si Nyonya Tua di tahun 2014 sampai 2019.
Selama melatih Juventus, rekam jejak sang pelatih juga sama sekali tak bisa dipandang sebelah mata. Meski gagal dalam dua final Liga Champions Eropa, Allegri berhasil persembahkan sebanyak lima gelar Serie A secara beruntun, empat gelar Coppa Italia, dan dua Piala Super Italia.
Allegri-Juve, missione scudetto in 5 mosse: ecco quali – https://t.co/mAuswhK2Bf pic.twitter.com/fvgSvwVhUN
— JuventusNews24.com (@junews24com) July 14, 2021
Lebih dari itu, Allegri juga berhasil ciptakan rekor ketika masih menangani Juventus di periode pertama. Tercatat, Allegri sukses membawa Juventus memenangi 26 laga kandang pada musim 2016/17, dimana itu jadi yang tertinggi, yang dicatatkan oleh klub dalam satu musim sejak 1930. Selanjutnya pada musim 2017/18 ketika Juventus berhasil mencetak 112 gol, tim asuhannya mampu membukukan sebanyak 18 kemenangan tandang, yang terbanyak dalam semusim sejak 1930.
Selain itu, Allegri juga berhasil membukukan persentase kemenangan sebesar 74,74, dimana nilai itu berada di atas Antonio Conte yang bukukan 72,81%.
#Juventus confirm manager Max #Allegri will leave the club this summer.
Max Allegri’s Serie A record as Juventus manager:
Games: 188
Wins: 142
Draws: 27
Losses: 19
Win Ratio: 75%
Trophies:
Serie A 🏆🏆🏆🏆🏆 5
Coppa Italia 🏆🏆🏆🏆 4
Supercoppa Italiana 🏆🏆 2#يوفنتوس #MNA pic.twitter.com/fMN01xPCOI— M N A (@mnaEN) May 17, 2019
Yang tak kalah mentereng, selama lima musim membesut Juventus, Allegri hanya menderita sebanyak 20 kekalahan di liga, mencetak 380 gol, kebobolan sebanyak 125 kali, dan mampu meraih 2,39 poin per pertandingan.
Pergerakan Transfer Juventus Di bawah Allegri
Kedatangan Massimiliano Allegri ke Juventus langsung disambut oleh direktur Juventus, Federico Cherubini, guna membahas rencana transfer nya musim panas ini. Dilaporkan, Allegri ingin memperpanjang kontrak dua bek veteran asal Italia, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini. Allegri yang memang sudah pernah bekerja sama dengan dua pemain andalan tersebut ingin memperpanjang masa bakti nya selama setahun lagi.
Tuttosport apre con Chiellini e Bonucci: “Pasta Italia per la Juve” https://t.co/1Q7vnUl5jN pic.twitter.com/aVwQQQt6Of
— ParmaLive (@ParmaLiveTweet) July 18, 2021
Sang pelatih masih begitu terkesan dengan penampilan dua bek tersebut meski usianya sudah terbilang tua. Apalagi bila melihat penampilan keduanya di ajang Piala Eropa 2020 kemarin. Duet Bonucci dan Chiellini berhasil membuat lini pertahanan Italia kokoh hingga berhasil meraih gelar juara. Khusus Chiellini, bek berusia 36 tahun itu telah resmi berstatus sebagai pemain tanpa klub usai kontraknya habis dengan Juventus pada awal Juli lalu.
Rencana berikutnya adalah Allegri ingin membawa pulang Miralem Pjanic. Dia merasa sangat nyaman ketika mempercayakan lini tengah Juventus kepada Pjanic. Namun karena masalah kontrak, Juve dilaporkan hanya bisa membawa Pjanic ke Turin melalui transfer pinjaman.
🚨 #juve #juventus | According to football italia, Allegri reportedly hopes to bring Miralem Pjanic back to Juventus on a free transfer from Barcelona. pic.twitter.com/fsNXLZX7ZE
— Daily Footy (@daiIyfooty) July 20, 2021
Bila gagal, sang pelatih bakal terus melanjutkan kontak dengan salah satu gelandang muda berbakat Italia, Manuel Locatelli. Seperti yang dilaporkan banyak media, Juventus kini memang tengah mengincar jasa sang pemain untuk memperkuat lini tengah Juventus di musim depan.
Selain nama Locatelli, Juventus juga terus arahkan pandangan kepada sosok Jorginho. Menurut laporan goal, raksasa Italia itu telah memberikan tawaran resmi kepada sang gelandang untuk bisa bergabung dengan klub.
Salah satu prioritas Allegri lainnya adalah mempertahankan posisi Paulo Dybala. Sejak kepergian sang pelatih, situasi Dybala di Turin jadi tidak menentu. Maka, Allegri yang mengetahui betul bakat Dybala tidak akan melepas sang pemain begitu saja. Dia ingin mempertahankan dan mengandalkannya kembali di atas lapangan.
🇮🇹 Paulo Dybala’s Juventus record in Serie A under Max Allegri (club rank):
Goals – 57 (🥇)
Assists – 25 (🥇)
Shots – 375 (🥇)
Key Passes – 235 (🥇)
Dribbles – 302 (🥇)
Big chances created – 30 (🥇)
Accurate through balls – 19 (🥇) pic.twitter.com/us7Lkpnq91— WhoScored.com (@WhoScored) July 20, 2021
Dengan keinginan Allegri yang meminta klub untuk mempertahankan Dybala, nama Cristiano Ronaldo masih belum bisa dipastikan masa depannya, mengingat Allegri sempat berujar bahwa klub harus mendepak Ronaldo demi mengembalikan keseimbangan tim.
Kontrak CR7 bersama Juventus bakal berakhir pada tahun 2022 mendatang, dan sampai saat ini belum ada kepastian tentang perpanjangan kontrak sang pemain.
🗣: “No, I don’t think so. But let’s say If Ronaldo were to leave, Max would certainly not go mad.” [Giovanni Galeone – on Allegri thinking about a Juve without Ronaldo] pic.twitter.com/xiTM4c5Tfe
— Bianconeri Zone (@BianconeriZone) June 5, 2021
Sementara itu di posisi penjaga gawang, Allegri dilaporkan bakal mempertahankan jasa Wojciech Szczesny. Meski klub sempat meminati jasa Gianluigi Donnarumma, Allegri menjadi pihak yang menahan itu semua. Dia masih mempercayai jasa kiper asal asal Polandia untuk jadi andalan musim depan.
Untuk pemain yang didatangkan sendiri, Juventus masih belum mengumumkan nama besar. Hanya ada nama Weston McKennie yang kontraknya resmi dipermanenkan oleh klub tersebut. Seperti yang telah dilaporkan, Juventus resmi membeli Weston McKennie dari Schalke seharga 18,5 juta euro atau setara 319 miliar rupiah. Weston McKennie sendiri bakal bertahan di Turin sampai tahun 2025 mendatang.
Prediksi Line Up Juventus Musim Depan 2021/22
Setelah melihat rencana transfer yang dilakukan Juventus, begini kira-kira prediksi line up untuk musim depan.
Di posisi penjaga gawang, seperti yang sudah dijelaskan, Wojciech Szczesny masih menjadi andalan. Dalam hal ini, kepergian Gianluigi Buffon dari klub juga semakin menguatkan posisi Wojciech Szczesny sebagai kiper utama. Pengalamannya di kompetisi Serie A sudah cukup banyak. Selain itu dia juga terus menjadi andalan di tim utama.
Maka, keputusan Allegri untuk tidak melanjutkan kontak dengan Donnarumma bisa terbilang tepat.
Di posisi bek sayap, nama Danilo dan Alex Sandro diprediksi masih menjadi andalan. Dua bintang Brasil itu meski sempat dilaporkan bakal hengkang, disebut sebagai solusi jangka panjang klub bila diberi kesempatan. Untuk dua bek yang berdiri di depan penjaga gawang, Allegri dipercaya bakal mengandalkan Leonardo Bonucci yang sangat berpengalaman plus pemain muda Belanda, Matthijs de Ligt.
(☀️) Matthijs de Ligt 🇳🇱 has a release clause in his contract with Juve [around €150m]. But it’s gonna be valid only starting from July 2022, as Haaland 🇳🇴 clause with BVB. Juventus want to keep de Ligt this summer, he’s considered as key player. [@FabrizioRomano] #Juventus pic.twitter.com/szREKrbBvB
— RouteOneFootball (@Route1futbol) April 5, 2021
Allegri memang ingin Chiellini bertahan, namun mengandalkan Matthijs de Ligt di tim utama akan menjadi keuntungan besar baginya bila sang pemain berhasil tunjukkan performa gemilang.
Di posisi gelandang, bukan sebuah hal mustahil bila Allegri bakal menduetkan Miralem Pjanic dan juga Manuel Locatelli. Perpaduan pemain muda dan pemain berpengalaman mungkin bisa dicoba untuk kian tingkatkan kreativitas. Bila salah satu dari mereka tampil kurang maksimal atau mungkin gagal didatangkan, maka penandatanganan Jorginho bakal jadi sangat krusial.
Locatelli day! Juventus will meet Sassuolo to discuss about Manuel Locatelli today, as multiple sources reported. 🚨🔥 #JFC pic.twitter.com/2gOYsJk7At
— Max Statman (@emaxstatman) July 15, 2021
Akan tetapi, bila tiga nama pemain itu juga gagal didaratkan, maka Juve tak perlu khawatir karena mereka masih punya Arthur dan juga Aaron Ramsey untuk diduetkan di lini tengah.
Selanjutnya ada nama Weston McKennie yang bisa diandalkan sebagai gelandang kanan. Bila rencana itu dirasa kurang maksimal, Allegri juga masih punya nama Dejan Kulusevski yang bisa beroperasi di sisi kanan.
Sementara di sisi seberang, siapa lagi kalau bukan nama Federico Chiesa yang bisa diandalkan. Eks bintang Fiorentina yang tampil luar biasa di gelaran Piala Eropa 2020 tentu berpotensi meneruskan kejayaan bersama Juventus di musim depan.
Maju lebih ke depan, Allegri bisa mengandalkan Paulo Dybala untuk menyokong peran Alvaro Morata. Rencana itu kemungkinan bakal terealisasi bila nama Ronaldo memang benar-benar tidak diinginkan oleh sang pelatih.
🗣: “Dybala has to stay at Juve, he is a top player who can still continue to grow. The same goes for Morata.” @LucianoMoggi to @TransferMarketW pic.twitter.com/S1SaHWJYdq
— JuveFC (@juvefcdotcom) May 31, 2021
Dengan skema tersebut, mampukah Juve kembali berjaya di Serie A, atau bahkan mampu tunjukkan kekuatan sebagai raja Eropa?
Sumber referensi: football italia, bola, 90min, blackwhite


