Ada Peran Pescara dan Sampdoria dalam Kesuksesan Italia di Euro 2020

  • Whatsapp
Ada Peran Pescara dan Sampdoria dalam Kesuksesan Italia di Euro 2020
Ada Peran Pescara dan Sampdoria dalam Kesuksesan Italia di Euro 2020

Sampdoria hanyalah tim medioker di Serie A Italia. Musim lalu, mereka hanya menempati peringkat 9 klasemen. Klub berjuluk I Blucerchiati itu bahkan sudah lama tak merasakan gelar juara. Namun jangan salah sangka. Sampdoria sekarang sangat berbeda dengan Sampdoria di masa lalu. Dulu, mereka adalah kesebelasan yang berjaya di era 80an dan 90an.

Gelar prestisius terakhir yang Sampdoria raih adalah trofi Serie A musim 1990/1991. Itu adalah pencapaian tertinggi mereka di kancah domestik. Meski sudah begitu lama, tetapi masih banyak yang mengingat memori itu. Bagaimana tidak, kala itu, Sampdoria mampu mempecundangi klub besar yang tengah berjaya seperti AC Milan dan Inter Milan.

Bacaan Lainnya

Kesuksesan di kancah domestik bahkan berlanjut di Piala Champions. Mereka melaju hingga final sebelum kandas dari Barcelona. Tak disangka, 3 dekade setelah itu, beberapa pemain yang jadi bagian skuad juara Sampdoria 1991 jadi bagian penting dalam kesuksesan Italia di Euro 2020.

Ada Sampdoria Connection dalam Staff Pelatih Timnas Italia

Ya, juaranya Italia di Euro 2020 tak bisa dilepaskan dari peran Sampdoria connection. Terdapat 7 staff kepelatihan dalam tim Italia yang merupakan alumni Sampdoria dan keberadaan mereka di skuad Gli Azzurri bermula dari penunjukan Roberto Mancini.

Mancini ditunjuk Federasi Sepak Bola Italia sebagai pelatih anyar Gli Azzurri pada 14 Mei 2018. Misi awalnya sederhana. Ia hanya dikontrak hingga 2020 dan secara otomatis akan diperpanjang hingga 2022 jika lolos ke Euro 2020.

Untuk mewujudkan misi tersebut, Mancini membentuk tim kepelatihannya dengan menunjuk Attilio Lombardo, Giulio Nuciari, Alberico Evani, dan Fausto Salsano sebagai asistennya, serta Massimo Battara sebagai pelatih kiper.

Aroma Sampdoria makin kental terasa saat Gianluca Vialli bergabung pada bulan Oktober 2019 sebagai Kepala Delegasi Timnas Italia. Ketujuh orang itu punya koneksi kental sebagai mantan pemain Sampdoria era 90an.

Mancini, Vialli, Lombardo, dan Nuciari adalah bagian dari skuad The Dream Team Sampdoria asuhan pelatih Vujadin Boskov yang meraih scudetto 1991 dan jadi finalis Piala Champions 1992.

Saat itu, Nuciari adalah kiper kedua Sampdoria, sementara Vialli, Mancini, dan Lombardo adalah tulang punggung lini serang Sampdoria. Vialli jadi top skor Serie A dengan 19 gol, Mancini menyusul dengan 12 gol, dan Lombardo dengan 3 gol.

Karena saking tajamnya, duet Mancini dan Vialli sampai dijuluki “Goal Twins” alias “Gol Kembar”. Duet keduanya sukses mengantar Sampdoria menjuarai Coppa Italia 1988 dan 1989, Piala Winners 1990, Supercoppa 1991, dan scudetto 1991.

Sementara 2 asisten Mancini lainnya di timnas Italia yakni Alberigo Evani dan Fausto Salsano juga merupakan alumni Sampdoria. Meski bukan bagian dari The Dream Team, Evani adalah rekan Mancini saat keduanya memenangi Coppa Italia 1994. Sementara Salsano adalah senior Mancini saat Sampdoria memenangi Coppa Italia 1989 dan 1994, serta Piala Winners 1990.

Bila di total, terdapat 7 mantan pemain Sampdoria di era 90an yang berada di dalam staff kepelatihan Timnas Italia saat ini. Selain Mancini sebagai pelatih kepala, Lombardo, Nuciari, Evani, dan Salsano sebagai asisten pelatih, Vialli sebagai kepala delegasi, ada Massimo Battara sebagai pelatih kiper. Battara pernah berseragam Sampdoria di musim 1983/1984.

Maka wajar bila staf pelatih Italia saat ini terlihat begitu dekat satu sama lain dan sudah seperti keluarga sendiri. Bahkan, persabahatan dan kebersamaan ketujuh alumni Sampdoria itu juga ditularkan kepada para anak asuhnya di timnas Italia.

Buktinya, timnas Italia di Euro 2020 sangatlah kompak. Takada rumor miring hingga akhirnya para alumni Sampdoria itu sukses mengantar timnas Italia menjadi juara Euro 2020. Tak tanggung-tanggung, mereka membayar tuntas kegagalan lolos ke Piala Dunia 2018 dengan rekor manis.

Hingga menjadi kampiun Piala Eropa 2020, Italia tak terkalahkan dalam 34 laga terakhirnya. Penampilan dan performa Gli Azzurri di ajang 4 tahunan itu memang sungguh luar biasa.

Trio Pescara dalam Skuad Timnas Italia di Euro 2020

Kesuksesan Italia di Euro 2020 juga tak bisa dilepaskan dari peran tim medioker Italia lainnya, yakni Delfino Pescara. Sama seperti Sampdoria, Pescara hanyalah tim medioker di Italia. Nasib mereka bahkan lebih parah ketimbang Sampdoria.

Musim lalu, Pescara yang berkompetisi di Serie B atau liga kasta kedua Italia hanya mampu menempati peringkat ke-19 dari 20 tim peserta. Hasil itu jelas mengantar mereka turun kasta ke Serie C atau liga kasta ketiga Italia.

Namun, beberapa tahun yang lalu, Pescara pernah mengguncang Italia dengan pencapaian manis. Di musim 2011/2012, Pescara berhasil menjadi kampiun Serie B. Masalahnya, mereka memenangi Serie B dengan raihan impresif.

Pescara berhasil mengumpulkan 83 poin hasil dari 26 kemenangan dan 5 hasil imbang. Jumlah poin mereka sama dengan Torino di peringkat 2. Namun, Pescara berhak atas posisi pertama berkat 90 gol yang mereka cetak dalam 42 pertandingan. Jumlah gol itu jauh meninggalkan Torino yang hanya mencetak 57 gol atau berjarak lebih dari 30 gol dengan Pescara.

Gaya main Pescara kala itu memang sangat menyerang. Itu semua gara-gara pelatih mereka, Zdenek Zeman yang memang terkenal dengan taktik menyerang nan atraktif. Dalam kisah luar biasa itu, Zeman mengorbitkan 3 pemain muda berbakat yang kelak jadi tulang punggung timnas Italia.

3 pemain itu adalah Ciro Immobile, Lorenzo Insigne, dan Marco Verratti. Immobile dan Insigne jadi duet maut di lini depan. Immobile jadi bintang utamanya. Immobile yang kala itu masih berusia 21 tahun jadi top skor liga berkat torehan 28 gol.

Insigne yang saat itu masih berusia 20 tahun mencuri perhatian dengan sumbangan 18 gol dan 14 asisnya. Sementara Verratti yang masih berusia 18 tahun dan merupakan produk asli akademi Pescara punya peran vital sebagai dirigen lini tengah tim. Zeman mengubah posisi Verratti dari nomor 10 alias trequartista menjadi seorang regista.

Nyaris sedekade setelah itu, 3 bintang muda Pescara kala itu kini jadi bagian skuad Roberto Mancini di Euro 2020. Ketiganya bahkan merupakan pemain andalan dan nyaris selalu jadi starter. Immobile dan Insigne menempati 2 posisi dalam trisula maut Italia, sementara Verratti dipercaya sebagai pengatur lini tengah.

Hasilnya, Immobile dan Insigne sama-sama mencetak 2, sementara Verratti menyumbang 2 asis selama Euro 2020. Immobile, Insigne, dan Verratti memang terlihat sangat kompak di Timnas Italia. Ketiganya juga terlihat sering menghabiskan waktu bersama selama Euro 2020 berlangsung.

Kekompakan dan kebersamaan staff dan pemain dalam skuad timnas Italia memang jadi salah satu kunci keberhasilan mereka di Euro 2020. Tak hanya suasana kekeluargaan saja yang membuat timnas Italia mulus hingga jadi kampiun Piala Eropa. Namun, ada peran para legenda yang turut ambil bagian dalam skuad Italia.

Terdapat ada 2 juara dunia dalam staff pelatih Roberto Mancini. Yang pertama adalah sang manajer tim, Gabriele Orialli yang merupakan juara Piala Dunia 1982 dan yang kedua Daniele De Rossi, juara Piala Dunia 2006 yang jadi asisten pelatih.

Keberadaan mereka sangat membantu tim nasional Italia di Euro 2020 yang punya rata-rata usia 27,8 tahun. Pengalaman keduanya di laga final terbukti sangat krusial saat Italia harus melakoni babak adu penalti melawan tuan rumah Inggris. Hingga akhirnya Italia jadi juara dan mengakhiri penantian 53 tahun mereka untuk jadi merengkuh trofi Piala Eropa setelah edisi 1968.

***
Sumber Referensi: The Guardian, UEFA, Football-Italia, CultKits, SportsStars

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *