Bayern Munchen telah melakukan keputusan yang mengejutkan. Pada tanggal 24 pagi hari muncul kabar kalau pelatih the bavarian saat ini, Julian Nagelsmann telah dipecat dari kursi kepelatihan. Posisinya akan segera digantikan oleh Thomas Tuchel.
Ini adalah berita yang membuat kaget banyak orang. Bayern mungkin memang masih duduk di peringkat kedua di Bundesliga. Tapi di tingkat Eropa beda cerita. Nagelsmann masih membawa Munchen mendominasi Liga Champions. Jadi sebenarnya apa yang terjadi dibalik pemecatan Nagelsmann ini?
Tak Mampu Pertahankan Dominasi Bundesliga
Dilansir dari Metro, kabar pemecatan ini sampai di telinga Nagelsmann ketika dirinya sedang liburan di Austria. Itu cara yang kejam untuk memberikan kabar buruk kepada seseorang. Tapi mau bagaimana lagi, Bayern Munchen memang sudah sering memecat pelatihnya secara tiba-tiba. Jika ada indikasi bahwa seorang pelatih tidak punya visi di masa depan, maka ia akan hengkang dari Allianz. Itulah yang terjadi pada Carlo Ancelotti dan Niko Kovac beberapa tahun yang lalu.
Akan masuk akal jika pelatih berusia 35 tahun itu dipecat setelah Bayern kalah dari PSG di Champions League kemarin. Tapi Bayern berhasil menyelesaikan laga di babak 16 besar dengan sangat baik. Mereka mengalahkan PSG tanpa kebobolan baik di laga tandang maupun kandang. Terlebih lagi, Bayern masih tidak terkalahkan di kompetisi tertinggi sepak bola Eropa ini. Justru menyapu bersih semua pertandingan dengan kemenangan.
Tapi mungkin target Bayern Munchen musim ini bukanlah sekedar Champions League. Tapi bagaimana mereka bisa mempertahankan dominasinya di liga domestik. Untuk poin yang satu ini, Nagelsmann dinilai tidak bisa meraihnya.
Bayern musim lalu telah meraih gelar Bundesliga ke-10 mereka secara berturut-turut. Itu juga prestasi Nagelsmann di musim lalu. Jadi aman untuk berspekulasi kalau para petinggi klub tidak sudi dominasi itu runtuh. Apalagi musim ini gelar Bundesliga terancam direbut oleh Borussia Dortmund yang merupakan musuh bebuyutan mereka.
Banyak kejutan di Bundesliga. Selain Dortmund yang sedang memimpin klasemen, muncul juga tim kuda hitam seperti Union Berlin dan Freiburg. Bayern masih berusaha mengejar Dortmund dengan selisih satu poin. Tapi Union Berlin juga sedang mendekat di posisi ketiga dengan selisih empat poin.
Sangat mungkin terjadi kalau sewaktu-waktu bukannya menyusul Dortmund, Bayern malah tersalip oleh Berlin. Apalagi kalau kita melihat bagaimana die bayern kalah melawan Leverkusen pada akhir pekan lalu. Berkunjung ke BayArena, anak asuh Nagelsmann saat itu dipaksa tunduk dengan skor 2-1 oleh pasukan Xabi Alonso.
Ada Bau Pengkhianatan?
Itu mungkin alasan yang paling masuk akal atas pemecatan Nagelsmann. Bayern saat ini dalam performa naik turun di liga domestik. Ditambah dengan banyaknya kejutan yang hadir di Bundesliga musim ini, jika diteruskan situasi Munchen tidaklah aman.
Jika alasan dari tidak konsistennya Bayern di Liga musim adalah ketidak becusan Nagelsmann meramu taktik, itu bisa diterima. Tapi bagaimana kalau ada faktor lain? Yaitu hubungan antara sang pelatih dengan para pemain yang makin memanas.
Ada banyak berita yang mengabarkan kalau hubungan Nagelsmann. Salah satunya adalah dengan kiper andalan dan kapten klub, Manuel Neuer. Nagelsmann dan Neuer sempat terlibat pertengkaran setelah Nagelsmann memecat pelatih kiper, Toni Tapalovic pada bulan Februari lalu. Neuer mengaku sakit hati dengan keputusan Nagelsmann tersebut.
Alasan kenapa Nagelsmann memecat pelatih kiper itu adalah ia merasa kalau Tapalovic terlalu fokus untuk melatih Neuer saja. Padahal Bayern sudah membeli kiper baru, Yann Sommer. Padahal Yann Sommer akhir-akhir ini jadi kiper reguler menggantikan Neuer yang sedang cedera.
Tapi itu bukan satu-satunya alasan. Ketika ia merekrut Michael Rechner sebagai pelatih kiper baru, Nagelsmann berkata kalau banyak “hiu” yang siap “menyantapnya” di klub. Maka dari itu Rechner sekaligus bertugas sebagai mata Nagelsmann untuk mengawasi para “hiu” itu. Tidak dijelaskan siapa yang ia maksud. Tapi ini mengisyaratkan kalau Nagelsmann sadar ada banyak orang dalam yang tidak suka keberadaannya di klub.
Loncat satu bulan setelahnya, tepatnya pada tanggal 18 Maret kembali muncul berita kalau Nagelsmann merasa ada pengkhianat di dalam skuad. Ia berkata kalau ada orang di ruang ganti yang menyebarkan taktik dan strateginya ke media. Sampai sekarang ia dipecat, nampaknya ia masih belum menemukan orang itu.
Bayern Ternyata Sudah Naksir Tuchel
Pengkhianatan memang sudah jadi cerita yang melekat dalam citra Bayern Munchen. Kita bisa menilik lagi bagaimana Bayern memperlakukan Carlo Ancelotti. Serupa dengan Nagelsmann, Ancelotti juga dipecat pada setengah musim setelah ia memenangkan Bundesliga.
Tapi untuk kasus Don Carlo, saat itu banyak pemain yang memang mengungkapkan ketidaksukaannya kepada pelatih asal italia itu. Para pemain senior seperti Arjen Robben, Franck Ribery, Thomas Muller dan lainnya mengkritik pelatihnya sendiri secara pedas di depan media.
Sedangkan berbeda dengan kasus Nagelsmann ini. Kecurigaan atas pengkhianatan memang ada. Tapi itu masih dari kecurigaan Nagelsmann sendiri tanpa ada konfirmasi jelas lebih lanjut.
Dilansir dari media Jerman, Bild keputusan cepat untuk memecat Nagelsmann adalah Bayern takut kehilangan Tuchel yang kini sedang menganggur. Klub merasa 10 poin yang hilang dari Bayern di tahun 2023 ini adalah sepenuhnya kesalahan dari Nagelsmann. Untuk itu, mereka memang sudah ingin memecatnya. Tapi Bayern takut, jika mereka menunggu sampai akhir musim atau sampai jeda internasional berakhir Tuchel akan pergi ke klub lain. Dirumorkan kalau Real Madrid dan Tottenham juga mengincar Tuchel sebagai pelatih baru mereka. Itulah mengapa Munchen tidak ingin lama-lama membiarkan Tuchel bergerak di pasar bebas.
Ini keputusan yang mengejutkan dan tiba-tiba. Bahkan bagi jajaran klub itu sendiri. Presiden klub Herbert Hainer beberapa hari lalu tercatat sudah memberikan dukungan kepada Nagelsmann untuk laga lawan Manchester City di babak perempat final Liga Champions nanti. Jadi keputusan ini memang langkah mendadak yang diambil oleh klub.
Bayern tampaknya sangat percaya dengan kemampuan Tuchel. Mereka juga sebenarnya sudah menginginkan tanda tangan pelatih berusia 49 tahun itu sejak tahun 2018. Tapi PSG sudah mencopotnya duluan. Kini setelah lima tahun, mereka akhirnya berjodoh juga.
Mulai hari Senin besok, Thomas Tuchel akan memimpin jalannya latihan Bayern Munchen. Kemampuan Tuchel akan diuji pada bulan April nanti. Ia akan langsung menjumpai lawan berat, yaitu Borussia Dortmund. Disini ia harus membuktikan kalau dirinya layak dengan merebut kembali posisi puncak Bundesliga.
Kemudian dilanjutkan dengan pertandingan melawan Freiburg di babak perempat final DFB Pokal. Bayern masih mengincar treble musim ini, jadi kemenangan di piala liga juga tidak bisa ditawar. Setelah itu, Tuchel bersama pasukannya akan berangkat ke Manchester untuk menghadapi citizen di perempat final UCL. Tuchel tentu tidak mau rekor kemenangan 100% Bayern di Champions League musim ini putus di tangannya.


