Sebuah momen tak terduga terjadi pada lanjutan La Liga Spanyol pekan ke-24 antara Barcelona melawan Elche di Stadion Camp Nou. Adalah Lionel Messi yang meminta kostum penjaga gawang tim lawan, Edgar Badia. Atas hal ini, Badia menjadi orang ketiga yang jerseynya diminta oleh Messi, setelah sebelumnya ia meminta jersey pada pemain Real Madrid, Zinedine Zidane, dan bek Chelsea Antonio Rudiger.
Seperti kita ketahui, Barcelona sukses mengalahkan Elche 3-0 pekan lalu. Di mana ketiga gol El Barca dicetak pada babak kedua, masing-masing oleh Lionel Messi yang memborong dua gol dan satu dari Jordi Alba.
Kiper Elche, Edgar Badia dibuat tak berdaya oleh para pemain Blaugrana, ia hanya mampu mementahkan dua dari total lima tembakan tepat sasaran Barcelona. Kendati demikian, Badia lah yang menjadi pusat perhatian selepas laga.
Bukan karena aksinya di atas lapangan, melainkan karena pertukaran kostumnya dengan Messi. Yang menjadikan momen itu menarik adalah ekspresi kaget Badia ketika kostumnya diminta oleh mega bintang Barca tersebut. Badia tidak menyangka peraih 6 kali Ballon D’or itu meminta kostum dirinya.
Awalnya, Badia yang menginginkan kostum Barcelona milik Messi. La Pulga kemudian melepaskan seragamnya dan memberikan kepada Badia. Setelah berjabat tangan dan berpelukan, Messi juga meminta Badia memberikan bajunya.
Lantas siapa sebenarnya Edgar Badia?
Edgar Badia memiliki nama panjang Edgar Badia Guardiola. Ia dilahirkan di Barcelona pada 12 Februari 1992. Karir penjaga gawang bertinggi 181 cm ini dimulai dari klub lokal Cornela, hingga kemudian masuk akademi Espanyol pada usia 14 tahun.
Setelah melewati jenjang di tim akademi dan bermain di tim Espanyol B, ia akhirnya melakukan debut bersama tim utama Espanyol pada 12 Januari 2012, bermain selama 90 menit penuh dalam kemenangan kandang 4-2 melawan Córdoba di ajang Copa Del Rey.
Sosok Badia telah menjadi pusat perhatian sejak masih muda, di mana ia merupakan kiper Tim Nasional Spanyol kelompok umur. Pada 2009, ia mencatatkan 13 penampilan bersama timnas Spanyol U17. Lalu, dua tahun kemudian, ia menjadi pahlawan timnas Spanyol U19 di piala eropa. Pada turnamen tersebut, ia menjadi kiper utama Spanyol. Tampil apik pada ajang tersebut, Badia sukses membawa tim matador untuk kelima kalinya menjuarai Euro U-19.
Pada 22 Juli 2013, Badia kemudian hengkang ke Granada B. Di sana, pria yang kini berusia 29 tahun ini dipercaya mengawal mistar gawang selama kurang dari satu tahun. Selanjutnya pada tahun 2014 sampai dengan 2018, ia dipinang oleh tim Reus Deportiu, dan berhasil mencatatkan total 190 penampilan dalam kurun waktu tersebut.
Meski berhasil tampil reguler, tapi Badia pernah mengalami masa-masa tak mengenakan selama berkostum Reus Deportiu. Gajinya di klub tersebut tidak dibayarkan dalam jangka waktu yang cukup lama. Kasus ini sampai viral lantaran klub lawan dari Reus Deportiu memberikan dukungan untuk Badia dan kawan-kawan. Kejadian tersebut dilaporkan oleh media Spanyol, AS, pada 9 Desember 2018.
Dapat dukungan dari berbagai arah, Badia dan rekan-rekan akhirnya melakukan protes pada menit pertama laga melawan Alcorcon di pekan ke-17 Segunda Division alias kasta kedua Liga Spanyol di Stadion Santo Domingo.
Bermain di hadapan 3.236 fans yang menghadiri markasnya, para pemain Alarcon tidak mau menciptakan gol pada momen tersebut. Tim Alcorcon yang dilatih Cristobal Parralo mendukung aksi Badia dkk yang memilih diam pada menit pertama sebagai bentuk protes karena tak digaji selama tiga bulan. Pemain Alarcon hanya memegang bola di wilayah permainan mereka sendiri. Laga itu akhirnya dimenangi Reus Deportiu dengan skor 1-0.
Akibat tindakan terhadap para pemainnya, Reus Deportiu dikeluarkan dari kompetisi setelah paruh musim 2018/19 berakhir karena tidak mampu membayar gaji pemain. Badia pun memutuskan hengkang ke klub lain. Setelah bermain di tim semenjana itu hampir sekitar 5 tahun, di awal tahun 2019 ia memutuskan pindah ke Elche dengan sisa gaji beberapa bulan yang belum dibayarkan oleh manajemen tim. Ia bergabung ke Elche dengan status free transfer.
Bersama Elche, Badia tampil cukup menjanjikan. Ia dikenal sebagai kiper yang jago membuat operan. Pada musim 2020/21 saja, menurut Who Scored, Badia mempunyai akurasi operan mencapai 74 persen dari 23 pertandingan La Liga. Artinya, ia rata-rata mengirimkan 34,7 operan per pertandingan.
Itulah profil Edgar Badia, kiper Elche yang bertukar jersey dengan Lionel Messi.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=OOUvK1Arz74[/embedyt]


