Masalah yang Dihadapi Big Six Jelang Premier League Musim 2024/25

spot_img

Kick off Premier League tinggal hitungan hari. Liga yang paling disorot oleh publik tersebut akan kembali mengisi akhir pekan para penontonnya hingga akhir musim semi tahun depan. Seperti yang dikabarkan oleh situs resmi Premier League, pada laga pembuka akan disajikan pertandingan antara Manchester United melawan Fulham pada Jumat, 16 Agustus 2024 waktu setempat.

Namun, jelang kick off yang makin dekat, beberapa klub masih memiliki lubangnya masing-masing yang perlu diperhatikan betul. Terlebih, bursa transfer masih terbuka hingga akhir bulan Agustus. Lantas, apa saja masalah yang masih dihadapi Big Six jelang dimulainya Premier League?

 

Arsenal

Setelah mengikat David Raya secara permanen dari Brentford dan mendapatkan hot item bursa transfer kali ini, Riccardo Calafiori, The Gunners bukan tanpa masalah. Jurnalis The Athletic, Jordan Campbell, menyebutkan bahwa sisi kiri Arsenal masih menjadi masalah bagi The Gunners sejauh ini.

Sisi kiri adalah masalah Arsenal sejak musim lalu. Mikel Arteta tidak memiliki rencana permanen pada posisi tersebut tiap minggunya. Terutama di posisi bek kiri. Oleksandr Zinchenko, Jakub Kiwior, dan Takehiro Tomiyasu menjadi eksperimen di bagian belakang.

Sebenarnya, masih ada nama Jurrien Timber di posisi bek kiri. Sialnya, seperti yang dilansir dari The Guardian, pemain yang didatangkan dari Ajax Amsterdam tersebut harus menepi cukup lama karena tendon achillesnya sobek pada pekan pertama musim lalu, saat Arsenal bertanding melawan Nottingham Forest.

Meskipun lebih dikenal sebagai seorang bek tengah, Riccardo Calafiori sepertinya akan ditunjuk oleh Arteta untuk mencoba mengatasi permasalahan mereka di sisi bek kiri. Sebab, Calafiori memang bisa bermain sebagai bek kiri. Calafiori memang memiliki kemampuan memegang bola yang bagus dan ini adalah modalnya untuk mengisi posisi bek kiri Arsenal.

Sebab, jika menilik dari musim lalu, bek kiri Arsenal tidak ditugaskan untuk overlap jauh seperti Ben White di kanan, bek kiri lebih ditugaskan untuk masuk ke tengah membantu Declan Rice. Kemampuan pegang bola Calafiori sepertinya sangat diharapkan oleh Arteta untuk mengatasi masalahnya di bek kiri. 

 

Chelsea

Hasil pramusim yang amburadul total meski kembali tampil royal di bursa transfer tentu membuat hati para penggemar Chelsea terguncang. Setidaknya ada 7 pemain baru yang kini berstatus sebagai penggawa The Blues. Semua dilakukan demi menyukseskan skema yang ingin dimainkan oleh pelatih anyarnya, Enzo Maresca.

Hasil dari laga pramusim memang tidak bisa dijadikan patokan pasti apakah suatu tim akan bermain luar biasa, atau bakal hancur-lebur selama satu musim. Namun, setidaknya dari hasil-hasil tersebut, bisa dilihat bibit-bibit masalah yang mungkin terjadi. Buruknya performa Chelsea di pramusim bisa saja dikarenakan belum terbiasanya para pemain dengan skema baru pelatih mereka.

Selain itu, dilansir dari Goal, menurut mantan pemain Chelsea, William Gallas, strategi transfernya yang ngawur bisa membuat karir Maresca berakhir di Chelsea bahkan sebelum Natal 2024.

“Ini memang baru pramusim, tapi saya mencemaskan Chelsea dan saya cemas ketika melihat skuad mereka. Setelah menggelontorkan uang sebanyak itu, skuad mereka masih belum cukup bagus untuk lolos ke Liga Champions. Pemain mereka banyak sekali tapi masih membutuhkan kualitas tambahan,” ujar Gallas via Goal.

Selain itu, masalah kestabilan ruang ganti juga bisa menjadi api dalam sekam. Kasus rasisme Enzo Fernandez jelas bisa menjadi masalah apabila Maresca tak bisa menanganinya dengan baik. Terlebih Chelsea memiliki pemain berkulit hitam dengan jumlah yang tak sedikit.

 

Liverpool

Menurut jurnalis The Athletic, James Pearce, problem yang dimiliki Liverpool adalah permainan mereka yang telat panas. Dari total 38 laga Premier League musim lalu, 16 laga di antaranya The Reds terbobol lebih dulu. Bahkan 8 laga di antaranya pada 15 menit pertama. Sebuah catatan yang sangat mengkhawatirkan bagi klub unggulan.

Ini adalah tugas Arne Slot untuk membuat para pemain berani untuk mengambil inisiatif terlebih dahulu, alih-alih membiarkan tim lawan menguasai bola dan mendikte permainan. Selain itu, hingga minggu pertama Agustus, Liverpool belum mendatangkan seorang pun untuk menjadi pemain barunya. Untuk masalah ini, Arne Slot mengaku tetap akan memantau bursa transfer, namun dirinya mengaku cukup puas dengan skuadnya sekarang.

 

Manchester City

Masalah terbesar Manchester City adalah ketergantungan mereka terhadap Rodri. Pep Guardiola mencoba mengatasinya dengan mencoba menggunakan double pivot, namun The Citizens masih mengalami 3 kekalahan dari 4 laganya tanpa Rodri musim lalu. Sebenarnya, Declan Rice adalah jawaban yang sudah mereka temukan musim lalu. Sayangnya, Arsenal membajak saga transfernya.

Jurnalis The Athletic, Sam Lee, menuliskan bahwa Bruno Guimaraes bisa menjadi alternatif solusi buat The Citizens. Namun, harga yang dipasang oleh Newcastle United dianggap terlalu tinggi. Terlebih The Blue Moon juga menghadapi isu terkait kepindahan pemain yang pastinya harus dicari juga penggantinya. Tinggal kita lihat bagaimana manajemen prioritas yang akan dilakukan oleh The Citizen untuk mengatasi masalah-masalahnya musim ini.

 

Manchester United

Problem terbesar yang masih menghantui Manchester United adalah lini tengah. Masalah di lini tengah Setan Merah adalah dampak dari strategi yang kurang efisien dari Erik ten Hag. High press yang tidak efektif dari United ditambah dengan bek yang tetap bertahan di belakang membuat sebuah jarak yang menganga di lini tengah.

The Athletic menuliskan sebuah analisis terkait hal ini pada akhir musim 2023/24. Ketika tim lawan bermain menggunakan dua pemain nomor 6, pemain tengah Manchester United akan menggunakan kedua pemain tengahnya untuk menekan dua pemain nomor 6 lawan. Alhasil, pemain nomor 10 lawan bebas tak terkawal karena bek United memilih tetap di posisinya.

Hal tersebut membuat tim lawan mudah melakukan serangan balik jika mereka berhasil merebut bola. Sialnya, United malah kelabakan mengatasi serangan balik lawan. Erik ten Hag jelas perlu melakukan perbaikan taktikal apabila hal-hal seperti ini tidak ingin terulang kembali.

 

Tottenham Hotspur

Ange Postecoglou memang berhasil mengubah Spurs menjadi tim yang sangat menghibur musim lalu. Selain itu, 77 gol berhasil mereka ciptakan di Premier League musim lalu. Angka yang cukup lumayan meski banyak fans masih merengek untuk mendatangkan seseorang yang lebih oke dari Richarlison.

Namun, masalah terbesar mereka tidak terletak pada Richarlison atau penyerangan secara keseluruhan, melainkan pada pertahanan. Sebagai klub yang finis di posisi 5, terbobol 61 kali jelas bukan catatan yang oke. Angka tersebut jauh di bawah Everton, tim yang finis di posisi 15 yang cuma terbobol 51 kali.

Apalagi jika dibandingkan dengan Manchester City, Arsenal, dan Liverpool, jarak kemasukan mereka lebih sedikit 20-an gol ketimbang Spurs. Catatan ini tentu harus diperhatikan dengan baik oleh Ange Postecoglou. Sebab, kata Sir Alex Ferguson, “Penyerangan membuatmu menang, tapi pertahanan akan memberimu gelar.”

https://youtu.be/0Cp5ZU3DEec

Sumber: Premier League, The Athletic, The Guardian, dan Goal

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru