Final EURO 2004: Ketika Dua Pelatih Asing Bertemu

spot_img

Pelatih lokal berjaya di EURO! Mau percaya atau tidak, karena memang begitulah sejarahnya. Sejak ajang ini bergulir tahun 1960, jarang ada pelatih asing yang bisa meraih mahkota Henry Delaunay tersebut. Bahkan tembus final saja jarang.

Namun ada satu fenomena langka yang terjadi di EURO 2004. EURO tersebut adalah satu-satunya yang menciptakan beberapa sejarah, termasuk hegemoni dua pelatih asing di laga final.

Mau tau kisah selengkapnya? Tapi sebelumnya kalian subscribe dan nyalakan loncengnya dulu ya.. agar tak ketinggalan sajian menarik dari Starting Eleven.

Sejarah Final EURO

Final EURO sejak tahun 1960 antara Uni Soviet dan Yugoslavia sudah menjadi panggung bagi pelatih lokal yang melatih negaranya masing-masing. Bahkan sampai EURO 2020, duel pelatih lokal di final EURO pun masih terjadi.

Memang ada faktor karena kebanyakan negara-negara kuat di EURO, sering memakai jasa pelatih lokal. Namun jangan salah, di beberapa ajang EURO, negara kuat seperti Portugal maupun Inggris sempat menunjuk pelatih asing demi gengsi meraih trofi.

Sebut saja Sven-Goran Eriksson di Timnas Inggris (EURO 2004) maupun Luiz Felipe Scolari (EURO 2004) dan Roberto Martinez (EURO 2024) di Timnas Portugal. Namun menariknya, jarang ada negara-negara besar tersebut yang sukses jadi juara dengan pelatih asing.

Sementara itu, tim-tim menengah yang pernah jadi juara EURO, maupun yang pernah mencapai final seperti Denmark yang jadi juara EURO 1992, Ceko di Final 1996, maupun Belgia di Final 1980, semuanya menggunakan pelatih lokal.

Fenomena 2004

Namun dari semua fakta tersebut, ternyata terdapat satu fakta langka yang terjadi di EURO 2004. EURO tersebut menyimpan beberapa keajaiban yang belum pernah terjadi.

Ya, EURO 2004 yang digelar di Portugal adalah salah satu ajang yang mengejutkan dunia. Di mana tim seperti Yunani keluar menjadi kampiun untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Perjuangan heroik negeri dewa-dewi tersebut mampu menumbangkan sang tuan rumah Portugal.

Menariknya, pelatih yang membawa Yunani juara bukan pelatih lokal, melainkan pelatih asal Jerman bernama Otto Rehhagel. Rehhagel di final berduel dengan Portugal besutan Luiz Felipe Scolari yang notabene juga pelatih asing asal Brasil. Ya, hal tersebut menjadi fenomena EURO yang belum lagi terulang hingga EURO 2020.

Portugal Ingin Sukses Seperti Brasil

Lalu bagaimana ceritanya, sehingga dua pelatih asing tersebut bisa berduel di laga puncak? Jelang EURO 2004, Portugal sebagai tuan rumah bersolek. Selain mempersiapkan dengan paripurna ajang terbesar Eropa empat tahunan itu, Portugal juga menyiapkan timnya dengan matang.

Pasca kegagalan di Piala Dunia 2002, Selecao Das Aquinas merombak jajaran kepelatihan yang dipimpin Antonio Oliveira. Oliveira kontraknya diputus setelah penampilan buruknya bersama Portugal di Korea-Jepang.

Portugal sempat pusing mencari siapa pelatih baru yang bisa membawa Luis Figo dan kawan-kawan berjaya di kandang sendiri pada EURO 2024. Federasi sepakbola Portugal kemudian coba mengikuti arah pemikiran menunjuk pelatih asing yang diterapkan Timnas Inggris. Federasi Portugal melihat ada perkembangan positif yang ada di Timnas Inggris saat menunjuk pelatih asing asal Swedia, Sven-Goran Eriksson.

Lalu muncullah nama Luiz Felipe Scolari, pelatih yang membawa Brasil juara dunia 2002. Tak tanggung-tanggung Scolari pada November 2002 menerima gaji tertinggi sebagai pelatih timnas saat itu. Federasi Portugal menunjuk pelatih berjuluk “Big Phil’ tersebut, juga karena ingin sukses seperti Brasil.

Scolari dianggap federasi sepakbola Portugal sebagai pelatih yang bisa menangani ego pemain bintang dalam tim. Maklum Portugal saat itu banyak diisi bintang seperti Figo maupun Rui Costa.

Kontroversi Scolari

Namun, pemilihan Scolari sebagai pelatih baru sempat menimbulkan kontroversi. Pasalnya di Timnas Portugal menunjuk pelatih asing dianggap sebagai hal yang tak biasa. FYI aja, Scolari adalah pelatih asing kedua di Timnas Portugal sepanjang sejarah, setelah Otto Gloria, pelatih asal Brasil yang menangani Portugal tahun 1917.

Portugal sendiri sebenarnya tak kekurangan pelatih terbaik. Ada beberapa nama pelatih hebat seperti Jose Mourinho maupun Carlos Queiroz. Selain itu, keputusannya meminta untuk menaturalisasi gelandang Porto berdarah Brasil, Deco juga menimbulkan kontroversi. Scolari dianggap mengutamakan aroma Samba di skuad Portugal.

Bintang Portugal seperti Figo dan Rui Costa sempat mengkritik kebijakan Scolari tersebut. Namun, Scolari tegas sikapnya. Ia berdalih butuh wajah baru bagi skuad Portugal. Menurutnya, performa Deco saat itu juga sedang gacor-gacornya bersama Porto.

Sikap tegas Scolari tersebut akhirnya berbuah hasil. Pemain yang awalnya berseberangan dengan idenya, akhirnya kompak dan bisa merendam egonya masing-masing di EURO 2004. Meski kalah di laga pertama melawan Yunani, Portugal terus melaju hingga babak final. Scolari hampir menorehkan sejarah sebagai pelatih asing pertama yang bisa jadi juara EURO.

Siapa Otto Rehhagel?

Namun Scolari dihadang oleh sesama pelatih asing yang menukangi Yunani, Otto Rehhagel. Bapak-bapak asal Jerman yang satu ini, secara mengejutkan membawa Yunani melenggang hingga babak final.

Padahal, siapa sangka Rehhagel sebelum menukangi timnas Yunani, belum pernah sekalipun melatih timnas. Maka dari itu, tak sedikit publik Yunani yang meragukan Rehhagel. Rehhagel ditunjuk Federasi Sepakbola Yunani pada tahun 2001. Sebagai pelatih, track record-nya hanya malang-melintang di kancah Bundesliga bersama tim seperti Werder Bremen, Bayern Munchen, maupun Kaiserslautern.

Namun Federasi Sepakbola Yunani percaya pengalaman Rehhagel di level klub tersebut, cukup untuk bisa membawa Timnas Yunani mencapai target lolos ke EURO 2004. Pasalnya Yunani sejak tahun 1984 belum pernah lolos lagi ke EURO.

Selain pengalaman, Federasi Sepakbola Yunani percaya bahwa Rehhagel yang dikenal dengan “motivasinya” dalam menangani tim, diyakini bisa membuat skuad medioker seperti Yunani bisa bersaing.

Kepercayaan penuh kepada Rehhagel tersebut akhirnya mampu dibuktikannya dengan dengan meloloskan Yunani ke EURO 2004. Pencapaian tersebut lantas membuat seluruh rakyat Yunani yang tadinya ragu, jadi makin percaya dengannya.

Keajaiban Otto Rehhagel

Tepat di tahun 2004, Yunani datang seperti anak baru di ajang EURO. Seperti biasa, Otto Rehhagel berharap anak-anaknya tampil dengan penuh semangat, apapun itu hasilnya.

Yunani tergabung di grup berat yang diisi Spanyol, Portugal, dan Rusia. Namun Rehhagel tak gentar. Ia menyerukan pada anak asuhnya untuk tidak takut pada nama besar lawan. Rehhagel sesekali menatap tajam anak asuhnya dan memberi motivasi yang merobek semangat para serdadunya.

Cara Rehhagel tersebut ternyata sukses membuat performa Yunani membara. Yunani berhasil lolos dengan menghancurkan semua lawan-lawannya. Perjuangan Yunani dibawah asuhan Otto Rehhagel benar-benar mengesankan. Pasalnya, sebelumnya mereka hanya mampu mentok di fase grup saat tampil di putaran final Piala Eropa 1980.

Meski sama sekali tak diunggulkan sebagai juara, pada akhirnya, Yunani yang cuma bermodal kedisiplinan dan semangat motivasi, mampu diubah Rehhagel jadi bak skuat yang diisi sekumpulan para raja. Ya, EURO 2004 Portugal adalah keajaiban bagi Rehhagel dan Yunani. Timnas Yunani mampu mengangkat mahkota Henry Delaunay, sedangkan Rehhagel jadi pelatih asing pertama yang bisa menjuarai EURO.

Sumber Referensi : bbc, theguardian, transfermarkt, si.com, irishtime, uefa.com, transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru