Pelatih lokal berjaya di EURO! Mau percaya atau tidak, karena memang begitulah sejarahnya. Sejak ajang ini bergulir tahun 1960, jarang ada pelatih asing yang bisa meraih mahkota Henry Delaunay tersebut. Bahkan tembus final saja jarang.
Namun ada satu fenomena langka yang terjadi di EURO 2004. EURO tersebut adalah satu-satunya yang menciptakan beberapa sejarah, termasuk hegemoni dua pelatih asing di laga final.
17/50 – Trainers die de EK-finale haalden met een ander land dan hun geboorteland:
2004: Otto Rehhagel 🇩🇪 met 🇬🇷
2004: Luiz Felipe Scolari 🇧🇷 met 🇵🇹 pic.twitter.com/wLdM6RVdNt— David Merken (@DMerken) May 9, 2020
Mau tau kisah selengkapnya? Tapi sebelumnya kalian subscribe dan nyalakan loncengnya dulu ya.. agar tak ketinggalan sajian menarik dari Starting Eleven.
Daftar Isi
Sejarah Final EURO
Final EURO sejak tahun 1960 antara Uni Soviet dan Yugoslavia sudah menjadi panggung bagi pelatih lokal yang melatih negaranya masing-masing. Bahkan sampai EURO 2020, duel pelatih lokal di final EURO pun masih terjadi.
Memang ada faktor karena kebanyakan negara-negara kuat di EURO, sering memakai jasa pelatih lokal. Namun jangan salah, di beberapa ajang EURO, negara kuat seperti Portugal maupun Inggris sempat menunjuk pelatih asing demi gengsi meraih trofi.
#OTD in 2001
Sven-Goran Eriksson was officially announced as the next England manager
So sad to hear his news yesterday. Everyone at @80s90sfootball sends their best wishes pic.twitter.com/0S4j0LCYoe
— 80s&90sFootball ⚽ (@80s90sfootball) January 12, 2024
Sebut saja Sven-Goran Eriksson di Timnas Inggris (EURO 2004) maupun Luiz Felipe Scolari (EURO 2004) dan Roberto Martinez (EURO 2024) di Timnas Portugal. Namun menariknya, jarang ada negara-negara besar tersebut yang sukses jadi juara dengan pelatih asing.
Sementara itu, tim-tim menengah yang pernah jadi juara EURO, maupun yang pernah mencapai final seperti Denmark yang jadi juara EURO 1992, Ceko di Final 1996, maupun Belgia di Final 1980, semuanya menggunakan pelatih lokal.
Trener reprezentacji Danii,Richard Møller Nielsen, gdy zostali powołani na Euro 1992: “Przed turniejem miałem zająć się remontem kuchni, ale nagle dostaliśmy informację o konflikcie zbrojnym na Jugosławii i o tym, że gramy w Szwecji.” #EURO2020 #Euro2021 pic.twitter.com/Wlddadll2Z
— Mikołaj (@Diegom3011) June 11, 2021
Fenomena 2004
Namun dari semua fakta tersebut, ternyata terdapat satu fakta langka yang terjadi di EURO 2004. EURO tersebut menyimpan beberapa keajaiban yang belum pernah terjadi.
Ya, EURO 2004 yang digelar di Portugal adalah salah satu ajang yang mengejutkan dunia. Di mana tim seperti Yunani keluar menjadi kampiun untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Perjuangan heroik negeri dewa-dewi tersebut mampu menumbangkan sang tuan rumah Portugal.
Greece Celebrates 20th Anniversary of Historic Euro 2004 Triumph https://t.co/Yb1YGca0XG pic.twitter.com/GZbHasAJkq
— Greek City Times (@greekcitytimes) June 14, 2024
Menariknya, pelatih yang membawa Yunani juara bukan pelatih lokal, melainkan pelatih asal Jerman bernama Otto Rehhagel. Rehhagel di final berduel dengan Portugal besutan Luiz Felipe Scolari yang notabene juga pelatih asing asal Brasil. Ya, hal tersebut menjadi fenomena EURO yang belum lagi terulang hingga EURO 2020.
Portugal Ingin Sukses Seperti Brasil
Lalu bagaimana ceritanya, sehingga dua pelatih asing tersebut bisa berduel di laga puncak? Jelang EURO 2004, Portugal sebagai tuan rumah bersolek. Selain mempersiapkan dengan paripurna ajang terbesar Eropa empat tahunan itu, Portugal juga menyiapkan timnya dengan matang.
Pasca kegagalan di Piala Dunia 2002, Selecao Das Aquinas merombak jajaran kepelatihan yang dipimpin Antonio Oliveira. Oliveira kontraknya diputus setelah penampilan buruknya bersama Portugal di Korea-Jepang.
In their final match of the 2002 World Cup group stage, Portugal manager António Oliveira took onions and crosses to the dugout for good luck, he urged his players to “take no prisoners,”and he forbade his staff from disclosing the result of the other game to his players. pic.twitter.com/LicthgySpP
— Zach Lowy (@ZachLowy) March 18, 2024
Portugal sempat pusing mencari siapa pelatih baru yang bisa membawa Luis Figo dan kawan-kawan berjaya di kandang sendiri pada EURO 2024. Federasi sepakbola Portugal kemudian coba mengikuti arah pemikiran menunjuk pelatih asing yang diterapkan Timnas Inggris. Federasi Portugal melihat ada perkembangan positif yang ada di Timnas Inggris saat menunjuk pelatih asing asal Swedia, Sven-Goran Eriksson.
Lalu muncullah nama Luiz Felipe Scolari, pelatih yang membawa Brasil juara dunia 2002. Tak tanggung-tanggung Scolari pada November 2002 menerima gaji tertinggi sebagai pelatih timnas saat itu. Federasi Portugal menunjuk pelatih berjuluk “Big Phil’ tersebut, juga karena ingin sukses seperti Brasil.
Luiz Felipe Scolari a annoncé mettre un terme à sa carrière d’entraîneur. Sélectionneur de la Seleção de 2002 à 2008, il aura emmené le Portugal jusqu’en finale de l’Euro 2004 et en demi-finale de la CDM 2006. Merci à Felipão de nous avoir fait tant aimé cette sélection ! pic.twitter.com/hvPGa4DME0
— Golaço🎙 (@Golaco_TV) November 14, 2022
Scolari dianggap federasi sepakbola Portugal sebagai pelatih yang bisa menangani ego pemain bintang dalam tim. Maklum Portugal saat itu banyak diisi bintang seperti Figo maupun Rui Costa.
Kontroversi Scolari
Namun, pemilihan Scolari sebagai pelatih baru sempat menimbulkan kontroversi. Pasalnya di Timnas Portugal menunjuk pelatih asing dianggap sebagai hal yang tak biasa. FYI aja, Scolari adalah pelatih asing kedua di Timnas Portugal sepanjang sejarah, setelah Otto Gloria, pelatih asal Brasil yang menangani Portugal tahun 1917.
Portugal sendiri sebenarnya tak kekurangan pelatih terbaik. Ada beberapa nama pelatih hebat seperti Jose Mourinho maupun Carlos Queiroz. Selain itu, keputusannya meminta untuk menaturalisasi gelandang Porto berdarah Brasil, Deco juga menimbulkan kontroversi. Scolari dianggap mengutamakan aroma Samba di skuad Portugal.
Outstanding @FourFourTwo feature on Deco. “O Mágico” candidly answers reader’s questions http://t.co/U9qK9D9oV1 pic.twitter.com/6SAqzvr67F
— Tom Kundert (@PortuGoal1) March 13, 2015
Bintang Portugal seperti Figo dan Rui Costa sempat mengkritik kebijakan Scolari tersebut. Namun, Scolari tegas sikapnya. Ia berdalih butuh wajah baru bagi skuad Portugal. Menurutnya, performa Deco saat itu juga sedang gacor-gacornya bersama Porto.
Sikap tegas Scolari tersebut akhirnya berbuah hasil. Pemain yang awalnya berseberangan dengan idenya, akhirnya kompak dan bisa merendam egonya masing-masing di EURO 2004. Meski kalah di laga pertama melawan Yunani, Portugal terus melaju hingga babak final. Scolari hampir menorehkan sejarah sebagai pelatih asing pertama yang bisa jadi juara EURO.
Siapa Otto Rehhagel?
Namun Scolari dihadang oleh sesama pelatih asing yang menukangi Yunani, Otto Rehhagel. Bapak-bapak asal Jerman yang satu ini, secara mengejutkan membawa Yunani melenggang hingga babak final.
Padahal, siapa sangka Rehhagel sebelum menukangi timnas Yunani, belum pernah sekalipun melatih timnas. Maka dari itu, tak sedikit publik Yunani yang meragukan Rehhagel. Rehhagel ditunjuk Federasi Sepakbola Yunani pada tahun 2001. Sebagai pelatih, track record-nya hanya malang-melintang di kancah Bundesliga bersama tim seperti Werder Bremen, Bayern Munchen, maupun Kaiserslautern.
Otto Rehhagel was born #OnThisDay in 1938. A Bundesliga stalwart – he played & managed more than 1000 games in the league, guiding Werder Bremen & Kaiserslautern to the title. He also led Greece to their shock Euro 2004 triumph. pic.twitter.com/IfUO85Vdd8
— The Culture of Football Classics (@CFclassics) August 10, 2019
Namun Federasi Sepakbola Yunani percaya pengalaman Rehhagel di level klub tersebut, cukup untuk bisa membawa Timnas Yunani mencapai target lolos ke EURO 2004. Pasalnya Yunani sejak tahun 1984 belum pernah lolos lagi ke EURO.
Selain pengalaman, Federasi Sepakbola Yunani percaya bahwa Rehhagel yang dikenal dengan “motivasinya” dalam menangani tim, diyakini bisa membuat skuad medioker seperti Yunani bisa bersaing.
Kepercayaan penuh kepada Rehhagel tersebut akhirnya mampu dibuktikannya dengan dengan meloloskan Yunani ke EURO 2004. Pencapaian tersebut lantas membuat seluruh rakyat Yunani yang tadinya ragu, jadi makin percaya dengannya.
Keajaiban Otto Rehhagel
Tepat di tahun 2004, Yunani datang seperti anak baru di ajang EURO. Seperti biasa, Otto Rehhagel berharap anak-anaknya tampil dengan penuh semangat, apapun itu hasilnya.
Yunani tergabung di grup berat yang diisi Spanyol, Portugal, dan Rusia. Namun Rehhagel tak gentar. Ia menyerukan pada anak asuhnya untuk tidak takut pada nama besar lawan. Rehhagel sesekali menatap tajam anak asuhnya dan memberi motivasi yang merobek semangat para serdadunya.
🇬🇷 Unforgettable EURO 2004 moment for Otto Rehhagel & Greece! #HBD https://t.co/1AtdfsT1z1 pic.twitter.com/kcvG0pShTA
— UEFA EURO 2024 (@EURO2024) August 9, 2021
Cara Rehhagel tersebut ternyata sukses membuat performa Yunani membara. Yunani berhasil lolos dengan menghancurkan semua lawan-lawannya. Perjuangan Yunani dibawah asuhan Otto Rehhagel benar-benar mengesankan. Pasalnya, sebelumnya mereka hanya mampu mentok di fase grup saat tampil di putaran final Piala Eropa 1980.
Meski sama sekali tak diunggulkan sebagai juara, pada akhirnya, Yunani yang cuma bermodal kedisiplinan dan semangat motivasi, mampu diubah Rehhagel jadi bak skuat yang diisi sekumpulan para raja. Ya, EURO 2004 Portugal adalah keajaiban bagi Rehhagel dan Yunani. Timnas Yunani mampu mengangkat mahkota Henry Delaunay, sedangkan Rehhagel jadi pelatih asing pertama yang bisa menjuarai EURO.
Fun fact: Bare én utenlandsk trener har vunnet fotball-EM. Tyske Otto Rehhagel (t.h.) gjorde det med Hellas i 2004. I samme finale tok brasilianske Luiz Felipe Scolari (t.v.) sølv med Portugal. Verken før eller siden har utenlandske trenere medvirket i en EM-finale. pic.twitter.com/e1M0qolrnm
— Tobias Storruste Dahle (@TobiasSD) April 5, 2024
Sumber Referensi : bbc, theguardian, transfermarkt, si.com, irishtime, uefa.com, transfermarkt


