Ricardo Calafiori, Paolo Maldini Baru Timnas Italia yang Nyaris Pensiun Dini

spot_img

Gaya rambut gondrong, lugas, berposisi sebagai bek, itulah ciri-ciri Ricardo Calafiori yang sepintas mengingatkan kita pada bek-bek Italia era 90-an seperti Alessandro Nesta maupun Paolo Maldini.

Performa Calafiori di EURO 2024 bersama Gli Azzurri telah banyak menyita perhatian. Namun siapa sangka, untuk mencapai titik ini Calafiori sempat berada pada titik untuk mengakhiri karier sepakbolanya di usia belia.

Sebelum membahas perjalanan berliku Calafiori, baiknya football lovers subscribe dan nyalakan loncengnya dulu agar nggak ketinggalan konten menarik dari Starting Eleven Story.

AS Roma Sejak Kecil

Riccardo Calafiori merupakan anak kelahiran Roma, 19 Mei 2002. Sejak usia 9 tahun, ia sudah berstatus pemain akademi AS Roma. Sama seperti impian teman-temanya waktu kecil, Calafiori sudah punya mimpi bisa jadi pemain profesional Giallorossi. Calafiori kecil juga sudah punya cita-cita meraih gelar bersama klub tanah kelahirannya itu.

Saat menginjak usia 16 tahun, Calafiori makin dipandang sebagai salah satu prospek bek muda terbaik di Italia. Calafiori sudah mulai menunjukkan potensinya di AS Roma U-17 pada musim 2017/18. Saat itu Calafiori jadi kunci pertahanan AS Roma U-17 membawa pulang gelar Supercoppa Italiana U-17 dan Italian Youth Champions U-17.

Cedera

Berkat performanya tersebut, ia dipromosikan ke tim AS Roma U-19 musim berikutnya. Namun nahas, saat baru membela AS Roma U-19, kejadian yang tak pernah ia duga, menghampirinya.

Saat melakoni penampilan keduanya untuk Roma U-19 melawan Viktoria Plzen di UEFA Youth League, Oktober 2018, Calafiori jadi korban terjangan sepatu pemain Plzen, Vaclav Svoboda. Lutut kanan Calafiori terhantam keras oleh sepatu Svoboda.

Seluruh otot ligamen di persendian Calafiori sobek. Ketika melihat kondisinya, dokter menyatakan bahwa itu adalah cedera yang jarang terjadi. Bahkan menurut dokter yang menangani Calafiori saat itu, tipe cedera yang dialaminya lebih mirip cedera pembalap motor.

Lalu Calafiori pun diberitahu oleh dokter bahwa, jenis cedera tersebut bisa mengakhiri kariernya sebagai pesepakbola. Dokter bahkan menyuruh Calafiori untuk berhenti bermain bola lagi. Bagi pemuda yang pesimistis, kabar buruk tersebut pasti jadi pukulan mental. Perkataan dokter tersebut bisa saja membuat pemuda manapun menyerah pada keadaan.

Namun Calafiori tidak. Meski ia sadar akan absen cukup lama untuk masa pemulihan, namun keinginannya untuk kembali merumput tak pernah sirna. Ia masih punya banyak mimpi yang belum terwujud di dunia si kulit bundar.

Maka dari itu, selama mendekam di ranjang rumah sakit, ia selalu menanamkan rasa optimisme untuk bisa menang melawan cederanya tersebut. Calafiori absen hampir 300-an hari. Ia bahkan sempat dilarikan ke rumah sakit Amerika Serikat agar penanganannya lebih optimal. Setelah berbulan-bulan menjalani pengobatan dan segala macam operasi di AS, ia akhirnya bisa sembuh total.

Dicampakan Mourinho

Perjalanan karier Calafiori di lapangan hijau pun kembali dimulai di musim 2019/20. Calafiori yang sudah berusia 18 tahun, lalu dipanggil oleh pelatih Roma saat itu Paulo Fonseca untuk masuk dalam skuad senior. Saat itu, Fonseca mengaku ingin lebih melibatkan banyak pemain muda dalam skuadnya.

Fonseca pun memberinya debut Calafiori di Serie A saat melawan Juventus pada Agustus 2020. Hasilnya terbilang oke bagi seorang yang telah lama cedera. Calafiori mampu membantu Giallorossi meraih kemenangan. Pemain yang saat itu bernomor punggung 61 itu, turut andil atas terjadinya penalti bagi AS Roma yang dieksekusi dengan baik oleh Diego Perotti.

Sayangnya bagi Calafiori, Fonseca tak lagi melatih AS Roma pada musim 2021/22. Fonseca digantikan oleh Jose Mourinho. Seorang pelatih yang terkenal jarang memberikan menit bermain pada talenta muda. Tak heran jika pemain muda seperti Calafiori tak lagi mendapat tempat di skuad The Special One.

Calafiori pun memilih pergi. Pada Januari 2022, Ia dipinjamkan ke Genoa. Namun nasib bagi Calafiori. Saat ingin dapat kesempatan bermain lebih di Genoa, ia malah jarang dimainkan. Calafiori hanya tampil satu kali saja sebagai starter dan dua kali sebagai pemain pengganti. Calafiori pun menyesal. Ia lalu bimbang menentukan masa depannya.

Ke Swiss

Lantas, Calafiori pun dengan terpaksa menjajal peruntungan karier di luar Italia. Musim 2022/23 Calafiori ditawari kontrak oleh klub Swiss, FC Basel. Pelatih Basel saat itu Alexander Frei, ternyata sudah melirik potensi Calafiori sejak di AS Roma.

Calafiori pun langsung menerimanya. Ia percaya pada proyek FC Basel yang banyak mengandalkan bakat-bakat muda untuk berkembang. Benar saja, Calafiori di Basel diberikan banyak menit bermain. Tercatat, Calafiori bermain sebanyak 34 kali. Sebagai bek sayap, Calafiori menorehkan satu gol dan tiga assist bagi Basel.

Tak lupa, Calafiori juga jadi bagian penting yang mengantarkan Basel melaju hingga babak semifinal UEFA Conference League. Berkat performa apiknya yang telah kembali, lalu Calafiori pun mendapat tawaran untuk pulang kampung. Bologna yang dilatih Thiago Motta kesengsem padanya. Rossoblu tak ragu membayar mahar 4 juta EURO ke Basel untuk bawa pulang Calafiori ke Italia.

Pulang Kampung

Bergabung di bawah arahan Thiago Motta pada akhirnya jadi pilihan tepat bagi Calafiori. Bersama Motta, karier Calafiori tambah melejit. Bakatnya dipoles dengan baik oleh Motta. Termasuk peran Motta menggeser Calafiori dari bek sayap ke bek tengah.

Calafiori tak masalah dengan posisi barunya tersebut di Bologna. Ia percaya penuh pada apa yang diyakini oleh Motta. Motta yakin pada kemampuan Calafiori. Sebagai tipe bek modern, ia dianggap bisa versatile.

Benar saja, sejak digeser sebagai bek tengah, performa Calafiori malah tambah meyakinkan. Tak hanya baik dalam hal duel dan menghalau bola, kemampuan build up-nya juga tak kalah baik. Hal tersebut cocok dengan taktik Motta yang menuntut beknya juga bisa aktif bantu serangan. Sebagai bukti, torehan lima assist-nya dalam semusim, tak bisa disamai oleh bek mana pun di Serie A.

Musim 2023/24, adalah musim yang menjanjikan bagi Bologna maupun Calafiori. Bologna sukses masuk UCL, sementara Calafiori makin dikenal sebagai bek muda potensial yang dilirik banyak klub besar.

EURO 2024

Berkat penampilannya yang memukau di Bologna, pelatih Italia Luciano Spalletti pun memasukkannya dalam skuad timnas Italia di EURO 2024. Ketidakhadiran Acerbi dan Scalvini karena cedera, jadi berkah bagi Calafiori. Ia pun dipilih sebagai bek tengah utama menemani Bastoni.

Kesempatan pertama berlaga di EURO tak disia-siakan pria 22 tahun tersebut. Melawan Albania, ia tampil trengginas. Sampai-sampai ia dijuluki titisan Paolo Maldini. Di laga tersebut, Calafiori mencatatkan satu tekel, tiga intersep, dan tiga duel udara yang dimenangkan.

Gol Bunuh Diri dan Assist Penyelamat

Namun saat dipuji setinggi langit, Calafiori kembali mengalami nasib apes. Di laga kedua melawan Spanyol, sosok Calafiori yang tadinya jadi sorotan, berbalik menjadi pesakitan. Ia menciptakan gol bunuh diri yang membuat Gli Azzurri kalah dan harus berjuang hidup mati di laga terakhir melawan Kroasia.

Menurut 90min, Calafiori jadi pemain Italia pertama yang mencetak gol bunuh diri sepanjang keikutsertaan Italia di EURO. Calafiori pun terpukul akan hal tersebut. Ia merasa berhutang besar pada negaranya. Namun yang bisa Calafiori lakukan hanya mengangkat moralnya kembali agar bisa bangkit melawan Kroasia.

Keajaiban pun terjadi. Keberanian Calafiori merangsek naik ke lini depan, mampu membuahkan assist yang disambut gol oleh Mattia Zaccagni. Gol tersebut meloloskan Italia ke babak 16 besar.

Dengan diiringi kata-kata puitis komentator Peter Drury di layar kaca, air mata pun menetes dari mata Calafiori pasca gol tersebut. Air mata bahagia Calafiori itu juga turut mewakili perasaan seluruh publik sepakbola Italia.

Calafiori memang tak bisa lepas dari air mata. Kisah perjalanan kariernya penuh dengan air mata. Dari cedera parah yang nyaris membuatnya pensiun dini, hingga dicampakan berkali-kali. Namun Calafiori orangnya kuat. Ia tetap bisa bangkit dan terbukti bisa sukses seperti sekarang ini. Forza Calafiori!

https://youtu.be/Y13P_9goqRM

Sumber Referensi : goal.com, onefootball, goal.com, footballitalia, forbes, romapress

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru