Perkasanya Bayer Leverkusen ciptakan sejarah di Bundesliga, telah membius publik sepakbola dunia. Namun selain Leverkusen, jangan lupa ada kejutan menarik dari Borussia Dortmund. Meski awalnya disepelekan, Die Borussen bisa tembus hingga semifinal UCL musim ini. Padahal jika melihat materi pemainnya, tergolong hanya diisi pemain muda dan buangan. Bagaimana bisa Dortmund melakukannya?
“This is what the Champions League does to you!” 🥹@Carra23 reflects on the scenes in Germany as Borussia Dortmund secure their first #UCL semifinal in 11 years 💛 pic.twitter.com/BZFj4ZitoV
— CBS Sports Golazo ⚽️ (@CBSSportsGolazo) April 16, 2024
Sebelum mengetahui lebih jauh tentang keperkasaan Dortmund di UCL musim ini, alangkah baiknya subscribe dan nyalakan loncengnya agar nggak ketinggalan sajian menarik dari Starting Eleven Story.
Daftar Isi
Ditinggal Pergi Pemain Andalan
Musim lalu Dortmund yang masih diperkuat Jude Bellingham hampir saja juara Bundesliga di detik-detik terakhir. Namun itu adalah masa lalu. Pasukan Edin Terzic sudah move on dari kenangan pahit tersebut.
Tapi celakanya, mereka musim ini malah kehilangan para pemain andalannya. Mereka satu persatu meninggalkan Signal Iduna Park. Sudah menjadi kebiasaan Dortmund, tiap musimnya selalu menjual para bintang andalannya. Dulu ada Ousmane Dembele, Jadon Sancho, Erling Haaland hingga musim lalu Jude Bellingham.
🚨 Jude Bellingham to Real Madrid, here we go! Agreement in place with Borussia Dortmund. It’s done deal.
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) June 7, 2023
Fee: €100m plus add-ons.
Bellingham will sign six year deal valid until June 2029 agreed in April.
Medical tests already booked as Madrid wanted to get it done this week. pic.twitter.com/0HFT9CUs15
Namun kali ini Dortmund tak hanya kehilangan Bellingham saja. Pemain andalan lain seperti bek kiri Raphael Guerreiro bahkan memilih menyebrang ke klub rival, Bayern Munchen. Lalu ada gelandang bertahan andalan musim lalu, Mahmoud Dahoud yang lebih memilih bergabung dengan pasukan De Zerbi di Brighton. Belum lagi pemain seperti Thomas Meunier, Giovanny Reyna, maupun Thorgan Hazard yang juga ikut-ikutan hengkang.
Kebijakan Klub
Hilangnya beberapa andalan Dortmund tersebut tak bisa dibendung oleh direktur olahraga mereka Sebastian Kehl. Menurut Kehl, itu sudah menjadi kebijakan dari klub. Kehl mengaku kini ia harus bekerja lebih keras dalam membeli pemain di bursa transfer.
Nggak gampang mencari pemain yang langsung nyetel dengan strategi pelatih. Namun Kehl percaya bahwa kerjasama yang dibangun bersama dengan pelatih Edin Terzic mampu mengatasi masalah tersebut.
Per @RUHR24Dortmund, Sebastian Kehl talking about Dortmund’s transfer strategy, “Nevertheless, we stick to our philosophy of investing in young players, developing them and selectively also collecting transfer proceeds, some of which we can invest in the squad. This has been our… pic.twitter.com/6j3FtqHX1z
— BVB Central (@TheBVBCentral) September 13, 2023
Dalam membeli pemain, Kehl selalu berkonsultasi dahulu dengan Terzic. Apakah nama-nama pemain yang ada di daftar list Kehl tersebut, cocok tidak dengan gaya main Terzic? Selain itu, Kehl juga punya sikap efektif dalam hal transfer. Meski dapat rejeki nomplok 100 juta euro lebih dari penjualan Bellingham, ia tak gegabah dalam membelanjakannya.
Pemain Buangan dan Pemain Muda
Ketika ada peluang memanfaatkan pemain buangan maupun gratisan, Kehl pun juga tak sungkan untuk ikut dalam perburuan. Musim ini Dortmund banyak mendapat pemain buangan yang tak terpakai dari klub lain.
Last season, Jadon Sancho and Marcel Sabitzer were playing for Man United in the Europa League. Now, they’re set to feature in a UCL semifinal with Borussia Dortmund after a disappointing stint in Manchester.
— ESPN FC (@ESPNFC) April 17, 2024
United haven’t played in a UCL semifinal since the 2010-2011 season 😬 pic.twitter.com/Mci0mQR9mf
Marcel Sabitzer yang tak terpakai di Munchen, dibeli hanya dengan 19 juta euro. Jadon Sancho yang punya konflik dengan Ten Hag di MU, diangkut dengan status pinjaman. Ketika krisis di bek kiri setelah ditinggal Guerreiro, mereka mendapat pemain yang tak terpakai di Chelsea, Ian Maatsen, serta Ramy Bensebaini dari Monchengladbach secara gratis.
Selain dihuni beberapa pemain buangan tersebut, Dortmund musim ini juga banyak dihuni pemain muda. Edin Terzic suka memberikan menit bermain kepada para talenta muda. Hal tersebut menjadi salah satu faktor mengapa Dortmund musim ini banyak diisi punggawa muda seperti Moukoko, Adeyemi, hingga Jamie Bynoe-Gittens.
Youssoufa Moukoko on Karim Adeyemi’s absence from the national team: “You just have to accept that he didn’t come because he wants to work hard in Dortmund. There is a reason why he is not here. And we respect that. He has incredible potential, an incredible player.”
— ari (@aritrabvb1909) November 22, 2023
Moukoko on… pic.twitter.com/Bks4w5tjM2
Oh iya, jangan lupakan juga pembelian pemain muda seperti Felix Nmecha. Mantan pemain Manchester City tersebut berani dibeli dari Wolfsburg dengan harga 30 juta euro. Nmecha bahkan jadi pembelian termahal Die Borussen musim ini.
Performa Para Pemain Tersebut Di UCL
Dengan operasi transfer tersebut, awalnya Dortmund disepelekan. Pasalnya secara materi, mereka tergolong sederhana dan pas-pasan. Tak ada nama yang mentereng lagi seperti Bellingham di skuad Terzic musim ini.
Namun hasilnya ternyata justru mengejutkan. Pemain muda maupun buangan yang dimiliki Dortmund tersebut mampu berpengaruh. Terutama di UCL. Di laga melawan Newcastle di Saint James Park, Dortmund meraih poin penuh lewat gol pemain muda baru mereka Felix Nmecha. Lalu ketika menghempaskan AC Milan di San Siro, pemain muda seperti Adeyemi maupun Jamie Bynoe-Gittens mampu mencetak gol.
2-1 Borussia Dortmund.
— 𝐀𝐅𝐂 𝐀𝐉𝐀𝐗 💎 (@TheEuropeanLad) November 28, 2023
JAMIE BYNOE-GITTENS GIVES THEM THE LEAD VS AC MILAN AGAIN !!!!!!! pic.twitter.com/Xko2UcxvUv
Di babak 16 besar ketika menghadapi PSV Eindhoven, giliran pemain buangan MU, Jadon Sancho yang jadi aktor kemenangan. Sancho sumbang satu gol di leg kedua yang membuat Die Borussen lolos ke perempatfinal dengan agregat 3-1.
Di babak perempatfinal, giliran pemain buangan Munchen, Marcel Sabitzer yang menjadi aktor kemenangan bagi Die Borussen. Menghadapi Atletico Madrid, pemain Austria tersebut mampu mencetak gol penentu di laga leg kedua yang membuat Dortmund lolos ke semifinal dengan agregat 5-4.
Borussia Dortmund shows Athletico Madrid its real colours. Sabitzer makes it 4! Dortmund 4-2 Atletico Madrid #ChampionsLeague pic.twitter.com/ypBMzwBSUe
— Stephen Mutoro (@smutoro) April 16, 2024
Sosok Pemimpin
Pemain muda dan para pemain buangan tersebut tampil apik musim ini bukan tanpa sebab. Mereka juga dibimbing dengan baik oleh beberapa senior yang berpengaruh dalam tim.
Di Dortmund masih ada sosok seperti Mats Hummels yang bisa jadi pemimpin yang mengkoordinir lini belakang.
Di lini tengah, mereka juga punya sosok seperti Emre Can. Begitupun di lini depan, mereka punya sosok seperti Marco Reus. Mereka semua dapat menjadi role model bagi para pemain muda yang ada. Arahan yang diberikan mereka di dalam maupun luar lapangan membuat para pemain muda Dortmund makin berkembang.
🔙2012/13: Borussia Dortmund a semifinales de la Champions. Marco Reus titular. Mats Hummels suplente.
— VarskySports (@VarskySports) April 16, 2024
🆕2023/24: Borussia Dortmund a semifinales de la Champions. Mats Hummels titular. Marco Reus suplente (ingresó sobre el cierre).
Pasaron 11 años. Y sus nombres se repiten. pic.twitter.com/wrBlwlUxdj
Oh iya, jangan lupakan juga peran Edin Terzic sebagai pemimpin Dortmund di pinggir lapangan. Strategi sepakbola menyerang dengan pola 4-2-3-1 yang diracik oleh pelatih 41 tahun tersebut terbukti sukses diterapkan dengan materi pemain yang ada. Intensitas pressing ala Jerman, bola-bola direct, maupun serangan balik cepat adalah beberapa gaya khas permainan Dortmund musim ini dibawah Terzic.
Penantian dan Dendam Dortmund
Pencapaian Die Borussen ke semifinal UCL musim ini bukan cuma bisa dibanggakan publik Signal Iduna Park. Akan tetapi juga mampu menguntungkan klub. Dortmund untung besar musim ini.
Menurut data Transfermarkt, mereka musim ini mengumpulkan untung hingga 113 juta euro. Cerdas memang Dortmund ini. Menjual pemain dengan harga mahal, membeli pemain dengan harga murah, namun tetap bisa berprestasi dan dapat cuan tambahan.
Selain itu, pencapain Dortmund ke semifinal UCL musim ini seperti rindu yang akhirnya terobati. Publik Signal Iduna Park sudah menanti selama 11 tahun untuk kembali tampil di semifinal UCL. Terakhir mereka merasakannya di tahun 2013. Bak dejavu, tahun 2013 lalu mereka melaju ke semifinal UCL juga setelah mengalahkan wakil Spanyol, Malaga.
Dortmund vs Malaga 2013, UCL Quarter Final.
— Oisín Doherty (@oisindoherty03) April 15, 2020
One of the best UCL comebacks. pic.twitter.com/PWOcdOgdE2
Saat itu tim asuhan Jurgen Klopp mampu melaju hingga ke partai puncak yang dihelat di Wembley. Namun sayang, di final mereka digagalkan oleh Bayern Munchen. Musim ini, Dortmund ingin kembali menggapai final.
Mereka ingin meraih gelar UCL yang di tahun 2013 lalu luput dari genggaman. Kalau nantinya Dortmund ketemu Munchen lagi di final, itu akan menjadi suatu momen yang tepat untuk pembalasan dendam. Ya, sangat menarik untuk ditunggu jika terjadi.
Bayern Munich’s last Champions League final appearance came back in 2013 vs. Dortmund.
— B/R Football (@brfootball) August 23, 2020
That night, they won the treble 🏆🏆🏆 pic.twitter.com/MqdaEQlPuk
Terlepas dari itu semua, yang jelas dengan pencapain Dortmund sekarang ini harus diacungi sepuluh jempol. Menggunakan pemain muda maupun buangan, namun mereka tetap bisa berprestasi dan juga cuan. Salut. Allez Dortmund Allez!
Sumber Referensi : theathletic, dailymail, sportingnews, goal.com, transfermarkt


