Dari Kasta Kedua Inggris, Tak Disangka Mereka Bisa Jadi Juara Liga Champions

spot_img

Bagi para pemain, meraih trof UCL itu tak gampang. Banyak pemain bintang sekalipun yang hingga kini belum juga meraihnya. Tengok saja nasib Buffon atau Ibrahimovic. Namun menarik jika ternyata ada pemain yang dulunya hanya bermain di liga kasta kedua Inggris, tapi malahan sudah bisa raih gelar UCL. Lantas, siapa saja pemain tersebut?

Sebelum mengetahui siapa saja para pemain tersebut, alangkah baiknya subscribe dulu dan nyalakan loncengnya agar tak ketinggalan konten menarik dari Starting Eleven Story.

Gareth Bale

Gareth Bale dulunya sempat berkiprah di Championship. Ya, sebelum moncer di Spurs, ia mengawalinya dulu di Southampton yang masih berlaga di Championship.

Bale debut di tim utama Soton saat usia 16 tahun. Ia menjadi pemain termuda Soton kedua setelah Theo Walcott. Salah satu yang mengesankan dari musim debut Bale di Soton adalah gol tendangan bebas yang indah ketika melawan Derby County pada Agustus 2006.

Sebagai bek kiri, Bale termasuk bek yang produktif. Total 5 gol dan 12 assist sudah ia cetak bersama Soton di Championship. Oh iya, musim 2006/07 sekaligus menjadi musim yang menggembirakan bagi The Saints karena mereka mampu promosi ke Liga Inggris lewat jalur playoff.

Namun sayang, Bale tak setia mengikuti jejak Soton ke Liga Inggris. Ia lebih memilih gabung Spurs. Enam tahun lamanya di White Hart Lane, Bale berkembang pesat dan bertransformasi sebagai penyerang sayap terbaik. Bale akhirnya mampu menuju klub raksasa Spanyol, Real Madrid dengan nilai transfer yang fantastis. Menariknya tuah kedatangan Bale ke Bernabeu, di akhir musim langsung diganjar dengan gelar UCL.

Tak hanya jadi pelengkap saja di El Real, namun sumbangsih Bale sangat nyata di Final UCL melawan Atletico Madrid. Bale menciptakan gol yang membuat gelar “La Decima” Los Blancos terwujud.

John Terry

Legenda kapten Chelsea, John Terry bukanlah pemain yang ujuk-ujuk menjadi bek ternama dunia. Ia sempat meniti kariernya di Championship. Pemain kelahiran Barking, Inggris ini, sempat dipinjamkan Chelsea ke klub Championship Nottingham Forest pada tahun 2000. Ia belum dipercaya penuh pelatih Chelsea saat itu, Gianluca Vialli, yang lebih memilih bek senior Desailly maupun Leboeuf.

Namun justru penampilan Terry selama masa peminjamannya di City Ground, banyak menuai pujian. Termasuk oleh pelatih Forest saat itu, David Platt. Meski hanya enam laga yang Terry jalani, Platt sudah merasa kagum. Dari enam laga tersebut, Forest empat kali meraih clean sheet.

Kepada FourFourTwo, Platt sudah percaya bahwa Terry akan jadi bek hebat. “Dia berani dan dominan di udara. Pembacaan permainannya juga baik. Dia lebih baik daripada bek tengah lain yang kami gunakan musim itu,” kata Platt.

Berkat penampilannya yang berkesan bersama Forest, Chelsea sebagai pemilik mengambilnya lagi di musim 2001/02. Di titik itulah kemudian Terry mulai menjadi bek inti Chelsea. Dan tepat prediksi David Platt. Terry benar-benar menjadi bek hebat sekaligus legenda bagi The Blues selama 17 tahun lamanya.

Yang menjadi kenangan indah bagi Terry selama pengabdiannya di Stamford Bridge ialah gelar UCL 2011/12. Meskipun Terry tak bermain di laga final melawan Munchen karena kartu merahnya di laga semifinal melawan Barca.

Pasca pensiun, selain berterima kasih kepada Chelsea, Terry juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Nottingham Forest. Karena berkat masa peminjamannya yang berkesan selama semusim di Championship, ia akhirnya kembali dipercaya oleh Chelsea.

Gary Cahill

Bek pengganti John Terry di Final UCL 2011/12, yakni Gary Cahill, juga bukanlah bek mewah. Ia dulu hanyalah bek medioker biasa. Cahill bahkan sempat dua musim bermain di Championship dengan dua klub berbeda.

Cahill yang berstatus sebagai pemain Aston Villa, pada musim 2004/05 dipinjamkan ke Burnley. Lalu semusim setelahnya, dipinjamkan ke Sheffield United. Gary Cahill mengakui bahwa dia akan selalu berhutang budi pada masa pinjamannya di Burnley maupun Sheffield.

Pasalnya banyak kesempatan yang diberikan dua klub Championship tersebut, untuk ia bisa mengembangkan bakatnya. Cahill meraih beberapa penghargaan pemain terbaik selama masa peminjaman di Burnley maupun Sheffield. Hal tersebut menjadi pengalaman yang tak bisa dilupakan oleh Cahill.

Terbukti, setelah masa peminjamannya yang berkesan di Burnley dan Sheffield, di tahun 2008 ia mampu menuju Liga Inggris saat menerima tawaran Bolton Wanderers. Cahill sangat beruntung, di saat membela Bolton itulah talentanya dilihat oleh klub-klub besar.

Bahkan di 2009, Cahill sudah sempat dipanggil oleh Timnas Inggris. Chelsea akhirnya beruntung bisa mendapatkan tanda-tangannya di paruh musim 2011/12. Menariknya, setelah Cahill pindah ke Stamford Bridge, ia langsung mendapatkan gelar UCL.

Ashley Cole

Selain Terry dan Cahill, bek Chelsea lainnya Ashley Cole ternyata dulu juga sempat berseragam Crystal Palace selama semusim di Championship. Bek kiri kelahiran London ini dipinjam Palace dari Arsenal pada tahun 2000.

Pelatih The Eagles saat itu Steve Coppell sangat menginginkan bakat Cole untuk membantu klubnya yang sedang dilanda kehancuran. Palace saat itu sedang berjuang menghindari degradasi Championship.

Selama semusim, Cole telah membuat 14 penampilan bagi The Eagles. Menariknya, ia sempat sekali mencetak gol indah dalam dalam kemenangan krusial atas Blackburn Rovers.
Kualitas luar biasa Ashley Cole sebagai bek kiri sudah terlihat sejak itu. Penampilannya yang memukau di Selhurst Park tersebut, akhirnya membuat Wenger memilih membawanya pulang ke Highbury.

Keputusan Wenger tepat. Selama berseragam The Gunners, Cole berkembang sangat pesat menjadi salah satu bek kiri terbaik dunia. Namun kehebohan sempat terjadi ketika Cole dibajak oleh Chelsea di tahun 2006. Cole bahkan sempat dicap sebagai pengkhianat oleh Gooners.

Namun keputusan Cole pindah ke Chelsea tepat. Di musim 2011/12, ia mendapatkan yang tidak bisa ia dapatkan di Arsenal, yakni gelar UCL. Cole bahkan menjadi bagian penting skuad Di Matteo saat melawan Munchen di final. Ia juga turut menciptakan gol di babak adu penalti yang mengantarkan gelar pertama UCL bagi The Blues.

Andy Cole

Gelar treble winner MU di tahun 1999 tak bisa lepas dari peran strikernya, Andy Cole. Namun Andy Cole sejatinya adalah striker biasa yang meniti kariernya dari bawah. Sebelum moncer di Newcastle dan akhirnya diboyong Fergie ke Old Trafford, ia lebih dulu membela klub Championship, Fulham dan Bristol City.

Ada cerita yang tak bisa dilupakan oleh Andy Cole selama berada di dua klub tersebut. Berlaga di Championship bersama Fulham di tahun 1992, Cole yang saat itu masih berusia belasan tahun, sempat bercerita tak mengira sudah bisa mengemas 4 gol dan 8 assist.

Semusim berikutnya, ia kembali bermain di Championship bersama Bristol City. Dikutip website resmi MU, Andy Cole sampai mengatakan bahwa ia tidak akan pernah bisa menjadi legenda MU, tanpa adanya masa pertumbuhannya di Fulham dan Bristol City.

Tak sampai musim kelar berseragam Bristol City, Andy Cole sudah dicaplok Newcastle di paruh musim 1992/93. Di titik itulah, Andy Cole mulai dikenal sebagai calon striker hebat Inggris masa depan.

Eidur Gudjohnsen

Di sini siapa yang masih ingat pemain Islandia, Eidur Gudjohnsen? Ya, mantan pemain Barca tersebut nyatanya dulu hanyalah pemain Bolton yang berlaga di Divisi Championship.

Penampilannya yang mengesankan bersama Bolton, bahkan sempat mengantarkan klubnya itu ke final playoff promosi Liga Inggris musim 1999/00. Gudjohnsen saat itu sudah mampu menjadi top skor tim dengan koleksi 21 golnya.

Talenta menawan pria Islandia tersebut akhirnya diendus oleh Chelsea. Ia akhirnya mau bergabung dengan skuad The Blues di tahun 2000. Selama di Stamford Bridge, talentanya makin matang sebagai seorang striker hebat.

Tak ada yang menyangka, kematangan Gudjohnsen itu akhirnya bisa membawanya ke Barcelona tahun 2007. Saat itu pelatih Barca Frank Rijkaard, ingin ada striker pelapis bagi Samuel Eto’o.

Gudjohnsen menghabiskan tiga tahunnya di Camp Nou. Sekalipun sering dihina sebagai cadangan abadi di skuat Barca, pemain kelahiran Reykjavik Islandia itu tetap tercatat sebagai bagian dari tim yang meraih gelar UCL 2008/09.

https://youtu.be/G_kLiBiqOUw 

Sumber Referensi : sportsmole, fourfourtwo, bussines.live, palacedavetalkfootball, manutd.com, bwfc.co, planetfootball

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru