Perkasanya Dortmund ke Semifinal UCL dengan Pemain Muda Dan Buangan

spot_img

Perkasanya Bayer Leverkusen ciptakan sejarah di Bundesliga, telah membius publik sepakbola dunia. Namun selain Leverkusen, jangan lupa ada kejutan menarik dari Borussia Dortmund. Meski awalnya disepelekan, Die Borussen bisa tembus hingga semifinal UCL musim ini. Padahal jika melihat materi pemainnya, tergolong hanya diisi pemain muda dan buangan. Bagaimana bisa Dortmund melakukannya?

Sebelum mengetahui lebih jauh tentang keperkasaan Dortmund di UCL musim ini, alangkah baiknya subscribe dan nyalakan loncengnya agar nggak ketinggalan sajian menarik dari Starting Eleven Story.

Ditinggal Pergi Pemain Andalan

Musim lalu Dortmund yang masih diperkuat Jude Bellingham hampir saja juara Bundesliga di detik-detik terakhir. Namun itu adalah masa lalu. Pasukan Edin Terzic sudah move on dari kenangan pahit tersebut.

Tapi celakanya, mereka musim ini malah kehilangan para pemain andalannya. Mereka satu persatu meninggalkan Signal Iduna Park. Sudah menjadi kebiasaan Dortmund, tiap musimnya selalu menjual para bintang andalannya. Dulu ada Ousmane Dembele, Jadon Sancho, Erling Haaland hingga musim lalu Jude Bellingham.

Namun kali ini Dortmund tak hanya kehilangan Bellingham saja. Pemain andalan lain seperti bek kiri Raphael Guerreiro bahkan memilih menyebrang ke klub rival, Bayern Munchen. Lalu ada gelandang bertahan andalan musim lalu, Mahmoud Dahoud yang lebih memilih bergabung dengan pasukan De Zerbi di Brighton. Belum lagi pemain seperti Thomas Meunier, Giovanny Reyna, maupun Thorgan Hazard yang juga ikut-ikutan hengkang.

Kebijakan Klub

Hilangnya beberapa andalan Dortmund tersebut tak bisa dibendung oleh direktur olahraga mereka Sebastian Kehl. Menurut Kehl, itu sudah menjadi kebijakan dari klub. Kehl mengaku kini ia harus bekerja lebih keras dalam membeli pemain di bursa transfer.

Nggak gampang mencari pemain yang langsung nyetel dengan strategi pelatih. Namun Kehl percaya bahwa kerjasama yang dibangun bersama dengan pelatih Edin Terzic mampu mengatasi masalah tersebut.

Dalam membeli pemain, Kehl selalu berkonsultasi dahulu dengan Terzic. Apakah nama-nama pemain yang ada di daftar list Kehl tersebut, cocok tidak dengan gaya main Terzic? Selain itu, Kehl juga punya sikap efektif dalam hal transfer. Meski dapat rejeki nomplok 100 juta euro lebih dari penjualan Bellingham, ia tak gegabah dalam membelanjakannya.

Pemain Buangan dan Pemain Muda

Ketika ada peluang memanfaatkan pemain buangan maupun gratisan, Kehl pun juga tak sungkan untuk ikut dalam perburuan. Musim ini Dortmund banyak mendapat pemain buangan yang tak terpakai dari klub lain.

Marcel Sabitzer yang tak terpakai di Munchen, dibeli hanya dengan 19 juta euro. Jadon Sancho yang punya konflik dengan Ten Hag di MU, diangkut dengan status pinjaman. Ketika krisis di bek kiri setelah ditinggal Guerreiro, mereka mendapat pemain yang tak terpakai di Chelsea, Ian Maatsen, serta Ramy Bensebaini dari Monchengladbach secara gratis.

Selain dihuni beberapa pemain buangan tersebut, Dortmund musim ini juga banyak dihuni pemain muda. Edin Terzic suka memberikan menit bermain kepada para talenta muda. Hal tersebut menjadi salah satu faktor mengapa Dortmund musim ini banyak diisi punggawa muda seperti Moukoko, Adeyemi, hingga Jamie Bynoe-Gittens.

Oh iya, jangan lupakan juga pembelian pemain muda seperti Felix Nmecha. Mantan pemain Manchester City tersebut berani dibeli dari Wolfsburg dengan harga 30 juta euro. Nmecha bahkan jadi pembelian termahal Die Borussen musim ini.

Performa Para Pemain Tersebut Di UCL

Dengan operasi transfer tersebut, awalnya Dortmund disepelekan. Pasalnya secara materi, mereka tergolong sederhana dan pas-pasan. Tak ada nama yang mentereng lagi seperti Bellingham di skuad Terzic musim ini.

Namun hasilnya ternyata justru mengejutkan. Pemain muda maupun buangan yang dimiliki Dortmund tersebut mampu berpengaruh. Terutama di UCL. Di laga melawan Newcastle di Saint James Park, Dortmund meraih poin penuh lewat gol pemain muda baru mereka Felix Nmecha. Lalu ketika menghempaskan AC Milan di San Siro, pemain muda seperti Adeyemi maupun Jamie Bynoe-Gittens mampu mencetak gol.

Di babak 16 besar ketika menghadapi PSV Eindhoven, giliran pemain buangan MU, Jadon Sancho yang jadi aktor kemenangan. Sancho sumbang satu gol di leg kedua yang membuat Die Borussen lolos ke perempatfinal dengan agregat 3-1.

Di babak perempatfinal, giliran pemain buangan Munchen, Marcel Sabitzer yang menjadi aktor kemenangan bagi Die Borussen. Menghadapi Atletico Madrid, pemain Austria tersebut mampu mencetak gol penentu di laga leg kedua yang membuat Dortmund lolos ke semifinal dengan agregat 5-4.

Sosok Pemimpin

Pemain muda dan para pemain buangan tersebut tampil apik musim ini bukan tanpa sebab. Mereka juga dibimbing dengan baik oleh beberapa senior yang berpengaruh dalam tim.
Di Dortmund masih ada sosok seperti Mats Hummels yang bisa jadi pemimpin yang mengkoordinir lini belakang.

Di lini tengah, mereka juga punya sosok seperti Emre Can. Begitupun di lini depan, mereka punya sosok seperti Marco Reus. Mereka semua dapat menjadi role model bagi para pemain muda yang ada. Arahan yang diberikan mereka di dalam maupun luar lapangan membuat para pemain muda Dortmund makin berkembang.

Oh iya, jangan lupakan juga peran Edin Terzic sebagai pemimpin Dortmund di pinggir lapangan. Strategi sepakbola menyerang dengan pola 4-2-3-1 yang diracik oleh pelatih 41 tahun tersebut terbukti sukses diterapkan dengan materi pemain yang ada. Intensitas pressing ala Jerman, bola-bola direct, maupun serangan balik cepat adalah beberapa gaya khas permainan Dortmund musim ini dibawah Terzic.

Penantian dan Dendam Dortmund

Pencapaian Die Borussen ke semifinal UCL musim ini bukan cuma bisa dibanggakan publik Signal Iduna Park. Akan tetapi juga mampu menguntungkan klub. Dortmund untung besar musim ini.

Menurut data Transfermarkt, mereka musim ini mengumpulkan untung hingga 113 juta euro. Cerdas memang Dortmund ini. Menjual pemain dengan harga mahal, membeli pemain dengan harga murah, namun tetap bisa berprestasi dan dapat cuan tambahan.

Selain itu, pencapain Dortmund ke semifinal UCL musim ini seperti rindu yang akhirnya terobati. Publik Signal Iduna Park sudah menanti selama 11 tahun untuk kembali tampil di semifinal UCL. Terakhir mereka merasakannya di tahun 2013. Bak dejavu, tahun 2013 lalu mereka melaju ke semifinal UCL juga setelah mengalahkan wakil Spanyol, Malaga.

Saat itu tim asuhan Jurgen Klopp mampu melaju hingga ke partai puncak yang dihelat di Wembley. Namun sayang, di final mereka digagalkan oleh Bayern Munchen. Musim ini, Dortmund ingin kembali menggapai final.

Mereka ingin meraih gelar UCL yang di tahun 2013 lalu luput dari genggaman. Kalau nantinya Dortmund ketemu Munchen lagi di final, itu akan menjadi suatu momen yang tepat untuk pembalasan dendam. Ya, sangat menarik untuk ditunggu jika terjadi.

Terlepas dari itu semua, yang jelas dengan pencapain Dortmund sekarang ini harus diacungi sepuluh jempol. Menggunakan pemain muda maupun buangan, namun mereka tetap bisa berprestasi dan juga cuan. Salut. Allez Dortmund Allez!

https://youtu.be/837sEBKYrnw 

Sumber Referensi : theathletic, dailymail, sportingnews, goal.com, transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru