Viral! Jersey Timnas Indonesia yang baru banyak menuai polemik. Pro dan kontra jersey buatan lokal tersebut terus merebak di dunia maya. Namun tahu nggak sih, kalau bukan kali ini saja Timnas Indonesia memakai jersey dari apparel lokal?
Namun, sebelum ke pembahasan, subscribe dulu ya dan jangan lupa nyalakan loncengnya agar tak ketinggalan sajian menarik dari Starting Eleven Story.
🔴 | Statement Erspo
— United About (@utdabout) March 31, 2024
Erspo mengklarifikasi kalau semua kewajiban kepada Ernanda dan Makna Group sudah dibayarkan. Selain itu, kerja sama antara kedua belah pihak sudah selesai.
Karena kita diremehkan dan akhirnya memutuskan untuk ambil tindakan dengan tagar #BoikotErspo yang… pic.twitter.com/4VJ6e9DnGs
Daftar Isi
Era Kemerdekaan
Sejarah seragam perang timnas di era awal pasca kemerdekaan belum ada yang menggunakan apparel tertentu. Yang dicatat pada masa itu hanyalah dominasi warna kebanggaan merah putih. Pemilihan warna tersebut ada andil dari bapak proklamator kita, Soekarno.
Saat hendak bertanding dalam laga persahabatan kontra Cekoslovakia pada 1954, Presiden Soekarno juga memerintahkan Timnas Indonesia untuk menyematkan lambang Garuda Pancasila di jersey demi menambah kobaran semangat dan daya juang.
Era 80an Hingga 90an
Baru di era 80an, Timnas Indonesia mulai menggunakan jersey dari brand macam Adidas, Diadora, Nike, Asics, maupun Mikasa.
Timnas Indonesia pra piala dunia 1986 menggunakan jersey hijau untuk pertama kali melawan Korea Selatan pic.twitter.com/UfmBnIQUWG
— MineHasABlueWings (@yourbluefoot) January 30, 2014
Timnas pernah pertama kali menggunakan jersey berwarna hijau di ajang Pra Piala Dunia 1986 dengan logo Adidas. Lalu ketika timnas meraih emas di Sea Games 1991 juga masih menggunakan jersey berlogo Adidas.
Yang unik, di tahun 1996 empat kali timnas mengeluarkan jersey dengan tiga logo apparel berbeda, yakni Adidas, Diadora, dan Asics. Masih ingat saat Widodo Cahyono Putro mencetak gol salto indahnya di Piala Asia 1996? Saat itu jersey timnas memakai logo dari apparel Asics dengan kerah lebar berwarna putih.
Timnas Indonesia di Piala Asia 1996 (Uni Emirat Arab), debut dan laga perdana bermain imbang 2-2 lawan Kuwait #TimnasIndonesia #MemoriTimnas pic.twitter.com/J57Xi6cks8
— PSSI (@PSSI) January 13, 2017
Namun yang perlu digarisbawahi dari perjalanan timnas memakai logo apparel asing tersebut adalah tidak adanya kesepakatan bisnis jangka panjang. PSSI hanya sebatas membeli lisensi dan desain dari mereka saja. Maklum, saat itu apparel-apparel ternama tersebut belum menghitung Timnas Indonesia sebagai mitra bisnis yang menguntungkan.
Selebihnya, soal produksi dilakukan oleh perusahaan garmen lokal. Ya… namanya saja buatan lokal, pasti kualitasnya kalah bagus dari buatan luar. Sampai-sampai sempat ada pemain timnas seperti Sudirman, Patar Tambunan, maupun Bambang Nurdiansah mengeluh dan malu soal kualitas jersey produksi lokal tersebut.
Timnas Indonesia SEA Games 1991 di Manila, saat itu Ferril Raymond Hattu dkk sukses meraih emas #TimnasIndonesia #MemoriTimnas #DokBola pic.twitter.com/nilmJQrbdp
— PSSI (@PSSI) January 19, 2017
Era 2000an awal
Lalu mulai awal tahun 2000-an, perusahan apparel seperti Nike sudah mulai buka mata untuk berbisnis jangka panjang di Indonesia. Nike mulai menjajaki bisnis kerjasama untuk menjadi apparel timnas dari tahun 2000 hingga 2003.
Namun, saat itu kerjasama awal PSSI dengan Nike masih sekadar pasokan jersey. PSSI hanya mendapat pasokan jersey buatan Nike untuk dipakai para punggawa timnas. PSSI tidak mendapat dana segar dari pihak Nike dalam kesepakatan kerjasama ini.
Jersey Nike tersebut sempat menjadi saksi nasib mengenaskan timnas di Piala Tiger 2002. Ketika itu Bejo Sugiantoro dan kawan-kawan kalah dramatis adu penalti di GBK oleh Thailand.
Apparel Lokal Pertama
Setelah lepas dari kerjasama Nike di tahun 2004, timnas malah mencoba menggunakan produk apparel lokal. Ceritanya jelang Pra Piala Dunia 2006, asisten manajer timnas, Muhammad Ghazali melakukan sebuah terobosan untuk mensponsori jersey timnas. Kebetulan, Ghazali punya brand pakaian sendiri yakni Ghazali Sports.
Namun pada awal peluncurannya, desain milik apparel Ghazali Sports itu banjir kritikan.
Jersey timnas dianggap norak dengan lambang Garuda yang terlalu besar menempel di dada. Ghazali sempat sedih tahu jersey buatannya dicaci maki publik tanah air. Padahal sebenarnya para pemain timnas seperti Ponaryo Astaman, tak terlalu mempersoalkan kualitas maupun desain jersey tersebut.
Adidas 2004
Lalu jelang Piala Tiger 2004, apparel timnas berganti lagi. Tak lagi memakai Ghazali Sports yang dicaci itu, melainkan Adidas. Ya, Piala Tiger 2004 jadi ajang pertama kalinya PSSI membangun kerjasama bisnis jersey jangka panjang yang menggiurkan.
Di akhir tahun 2004, awal 2005 ada Tiger Cup 2004. Timnas Indonesia dgn jersey dari Adiddas kali ini pic.twitter.com/5tY6otIc
— Arief Rakhman (@A_Rakhman) November 14, 2012
Secara kualitas dan desain pun termasuk keren. Selain dominasi warna merah-putih yang masih dipertahankan, sentuhan garis-garis di bagian lengan khas apparel dari Jerman itu juga membuat desainnya makin bagus.
Oh iya, selain mensponsori timnas, Adidas juga mensponsori secara pribadi tiga pilar timnas di ajang Piala Tiger 2004, yakni Boaz Solossa, Ilham Jayakesuma, dan Ortizan Solossa. Jersey Adidas di Piala Tiger 2004 tersebut, benar-benar laku keras di gerai-gerai Adidas. Bahkan nih, pecinta bola tanah air sampai rela merogoh kocek hingga 500 ribu rupiah untuk bisa mempunyai jersey tersebut.
Nike 2007
Kesuksesan Adidas dicermati pesaing utamanya, Nike. Begitu kontrak antara PSSI dengan Adidas habis pasca Piala AFF 2007, Nike langsung menyodorkan kontrak jangka panjang dengan PSSI dengan nilai yang juga cukup menggiurkan.
Kita mundur lagi, ada event Piala Asia 2007. Dan Nike memberikan jersey dgn disain ini buat Timnas Indonesia pic.twitter.com/S0G59nfZ
— Arief Rakhman (@A_Rakhman) November 14, 2012
Perusahaan asal Amerika Serikat itu berani menggelontorkan dana hingga 10 miliar rupiah per tahun untuk kerjasama bisnis dengan PSSI. Ajang Piala Asia 2007 yang dihelat di Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Malaysia, dipakai Nike untuk menggaet pasar di kawasan Asia Tenggara.
Di Indonesia, Nike promosi gede-gedean dengan jargon “Ini Kandang Kita”. Mereka juga menjadikan Bambang Pamungkas, Elie Aiboy, dan Budi Sudarsono sebagai duta produk mereka. Tidak hanya itu, Nike juga melibatkan PSSI untuk mendesain jersey.
Yang jadi spesial dari produk jersey timnas buatan Nike di Piala Asia 2007 adalah, menghidupkan kembali sentuhan warna hijau yang terlihat di jersey tandang timnas. Sentuhan warna hijau pernah jadi warna khas timnas di era 80-an. Bahkan jersey dengan corak warna hijau tersebut beberapa kali terus dipakai Nike di jersey timnas hingga tahun 2018. Kerja sama antara PSSI dengan Nike sendiri berlangsung hingga tahun 2019.
https://t.co/xAgc5kIlJ3 – Piala AFF 2016, Timnas Indonesia Pakai Jersey Lama pic.twitter.com/qMVpcc3Qx8
— Bola (@Bolanet) July 27, 2016
Mills 2020
Lepas dari Nike, tahun 2020 PSSI kembali menggaet apparel lokal, yakni Mills. Jersey buatan Mills ini mempunyai desain yang minimalis dan elegan. Kombinasi warnanya pun terkesan eksklusif. Lalu dari segi kualitas produk, bahannya juga menurut sebagian besar pecinta bola tanah air, tak kalah saing dengan apparel luar.
Dari dekat, jersey Timnas Indonesia 2020 dari apparel Mills_ pic.twitter.com/XdKY9JJFqH
— Pencinta Kain Ligina (Follow IG: @pjli_id) (@JerseyLigina) April 18, 2020
Ketum PSSI saat itu, Iwan Bule mengatakan pemilihan Mills sebagai apparel Timnas Indonesia telah melalui pertimbangan yang matang. Salah satunya demi mengangkat produk lokal ke kancah dunia.
Namun penunjukkan Mills sebagai apparel resmi timnas saat itu juga sempat memicu kontroversi. Pasalnya, PSSI sebelumnya sempat menggunakan apparel Thailand, Warrix.
Bahkan jersey Warrix tersebut telah dikenakan Timnas U-19 waktu pemusatan latihan tahun 2020.
Iwan Bule berdalih, waktu itu Warrix hanya sebagai pertimbangan. Pada akhirnya Mills yang menjadi apparel Timnas Indonesia. Bahkan saat apparel Mills ini, Timnas Indonesia menciptakan rekor-rekor hebat, termasuk untuk pertama kalinya lolos ke 16 besar Piala Asia.
Erspo 2024
Pasca Mills yang tak menjadi sponsor jersey timnas karena kontraknya habis Februari 2024, PSSI menjalin kerjasama dengan Erigo Sports. Saat pengumuman kerjasama antara Erigo dan PSSI, produk Erspo diluncurkan. Jadi alih-alih Erigo, logo Erspo yang terpampang di jersey sebagai apparel timnas.
🚨 | Berikut adalah rangkuman thread 'Misteri Apparel Timnas' dari @PartaiSocmed:
— United About (@utdabout) April 1, 2024
– Kuncinya ada di Ranggaz Ananta Laksmana
– Erigo adalah brand milik PT. Idea Solusi Indonesia yang sahamnya hampir sepenuhnya dipegang oleh Sadad
– Erspo mendaftarkan mereknya pada tanggal 13… https://t.co/CsI4tNHhiz pic.twitter.com/0ZDRlVC8kz
Perusahaan milik Muhammad Sadad ini diikat kontrak oleh PSSI hingga 2026 nanti. Namun celakanya, desain dan kualitas jersey yang diluncurkan Erspo tersebut memuaskan mayoritas pecinta bola tanah air. Selain harganya yang kemahalan, desain perisai dari lambang Garuda di jersey yang asal tempel menghilangkan kesan eksklusif.
ada komen dari Konsumen yang membeli jersey Erspo Timnas yang player issue tapi setelah dicuci logo nya kayak jadi merah merah gitu🫣
— YBBA (@BolaBolaAja) March 30, 2024
bener dong kata @CoachJustinL kalau Logo nya kayak cuman ditempel aja,lebih bagus logo waktu Mills jauh🫣
woy Ernanda gimana ini @ernandaputra pic.twitter.com/lhV0ZNP2JT
Banyak netizen menganggap bahwa jersey timnas era Mills lebih baik dari Erspo sekarang. Seorang pundit ternama Indonesia, Justinus Lhaksana juga sempat mengkritik jersey buatan Erspo. Alhasil untuk mengurangi kegaduhan perdebatan ini, pihak apparel sudah beritikad baik untuk mengganti desain jersey timnas pada pertengah 2024 nanti. Semoga saja jersey Timnas Indonesia bisa lebih baik lagi.
Kegaduhan seputar jersey timnas Indonesia berujung pada kesepakatan untuk merombak seragam yang baru saja dirilis tersebut 😲
— GOAL Indonesia (@GOAL_ID) April 2, 2024
Menyusul pertemuan dengan Marsal Mashita yang mewakili PSSI dan pemilik Erspo Muhammad Sadad, komentator sepakbola Coach Justin mengungkapkan kostum… pic.twitter.com/wLbWHmcZIG
Sumber Referensi : detiksport, bola.com, kompas.com, bola.okezone, bola.com, suara.com, jawapos.com


