Setelah gagal lolos Piala Dunia 2022, Timnas Italia kemudian kehilangan salah satu pelatih tersuksesnya, Roberto Mancini jelang Euro 2024. Bagaimanapun memori ketidaklolosan Gli Azzurri di Qatar lalu masih menjadi luka bagi seluruh publik Italia. Dengan keadaan seperti itu, apa jadinya kalau nanti sang juara bertahan itu tak ambil bagian di Euro 2024?
Italy are heading to Euro 2024 to defend their title 🇮🇹 pic.twitter.com/Xj0XwfuvzX
— B/R Football (@brfootball) November 20, 2023
Daftar Isi
Mundurnya Roberto Mancini
Italia di bawah komando Roberto Mancini menuai banyak masalah sejak absen di Qatar 2022. Pelatih yang mampu membawa Italia juara Euro 2020 itu mulai dipertanyakan masa depannya. Namun Mancini masih selamat dari pemecatan.
Pasca gagalnya negeri Pizza itu lolos ke Qatar, Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) Gabriele Gravina justru mengatakan bahwa Mancini tetap akan melatih timnas hingga kontraknya habis 2026 nanti. Mancini juga ditarget untuk bisa membawa Gli Azzurri mempertahankan gelar juara Euro di Jerman 2024 nanti.
Seiring bertahannya Mancini, masalah mulai terjadi di internal Timnas Italia. Mancini mulai tak suka dengan penunjukkan staf kepelatihan yang dilakukan sepihak oleh Gabriele Gravina.
Di saat Mancini mulai gusar, muncul juga kabar bahwa ia digoda uang menggiurkan untuk melatih Timnas Arab Saudi. Ya, beberapa akumulasi itulah yang menyebabkan Mancini akhirnya mengundurkan diri dari Timnas Italia pada bulan Agustus 2023.
Breaking: 🚨
— Thesoccersalon (@thesoccersalon) August 13, 2023
Roberto Mancini is no longer the head coach of the Italian national team.
Earlier today, Mancini decided to resign from his position as technical commissioner of Italy, reports Sky Sport.
• Mancini took over in 2018, leading the Azzurri to a historic win of the EU pic.twitter.com/jDjwK1CWQj
Kenapa Luciano Spalletti?
Di saat kehilangan Roberto Mancini, Federasi Sepakbola Italia (FIGC) langsung bergerak cepat untuk menunjuk arsitek baru. Pilihannya ada banyak waktu itu, seperti Antonio Conte, Luciano Spalletti, Fabio Cannavaro, Gennaro Gattuso, hingga Massimiliano Allegri.
Namun waktu itu yang posisinya masih melatih hanya Allegri. Sisanya adalah pelatih yang belum mempunyai klub. Dua calon kemudian menguat di internal federasi, yakni antara Conte atau Spalletti. Sampai kemudian terpilihlah Spalletti, mantan pelatih yang mengantarkan Napoli juara Serie A musim lalu. Spalletti teken kontrak pada 1 September 2023. Kontraknya berdurasi hingga Piala Dunia 2026.
🚨 𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐈𝐍𝐆: Luciano Spalletti has been appointed as new Italy national team coach 🔵🇮🇹
— Football Transfer News (@FootballTrfNews) August 19, 2023
Former Napoli manager signs until 2026 to replace Roberto Mancini who has decided to resign last week 🤝🏻 pic.twitter.com/iesGICb8Hp
Terpilihnya Spalletti bukan tanpa alasan. Ketua Federasi Sepakbola Italia (FIGC) Gabriele Gravina mengatakan bahwa Spalletti adalah pilihan yang aman. Mengingat gaya sepakbola pria plontos itu ketika di Napoli terbukti mengesankan. Gravina berharap Spalletti bisa melanjutkan kerja Mancini yang sudah bagus, dan bisa memaksimalkan skuad Gli Azzurri yang ada sekarang.
Dilansir Football Italia, legenda sepakbola Italia, Arrigo Sacchi pun ikut angkat bicara atas penunjukan Spalletti. Menurutnya, pelatih plontos itu sangat ideal bagi kondisi Italia pasca Mancini. Mereka sama-sama pelatih berpendekatan menyerang. Hal itu membuat Italia tak butuh banyak perubahan dari segi pendekatan permainan.
Apa yang Berubah dari Era Mancini?
Spalletti tak banyak mengubah kerangka yang sudah diterapkan Mancini. Dalam konferensi pers pertamanya setelah ditunjuk jadi pelatih, Spalletti menjamin akan menggunakan format 4-3-3 yang juga sering dipakai Mancini.
Luciano Spalletti reiterates the importance of Italy qualifying for EURO 2024, especially as the tournament is in Germany. ‘We won the last European Championship and we must defend the title.’ https://t.co/yAw3zBk8H6 #Azzurri #UKRITA #EURO2024 #Euro2024Qualifiers
— Football Italia (@footballitalia) November 20, 2023
Bedanya ia lebih menitikberatkan pada fleksibilitas dan memungkinkan satu pemain tengah bergerak lebih maju sebagai pemain “nomor 10”. Formatnya bisa sewaktu-waktu berubah di lapangan jadi 4-2-3-1 kalau diperlukan.
Gaya permainan ala Napoli yang agresif dan menyerang juga akan menjadi ciri khas baru Timnas Italia di bawah komandonya. Spalletti akan beradaptasi secepat mungkin dengan kondisi skuad yang ada di Timnas Italia sekarang.
Gerbong Napoli
Tak hanya sentuhan permainan yang berubah di Timnas Italia tapi juga beberapa staf kepelatihan. Tak ada lagi nama asisten maupun staf kepelatihan peninggalan Mancini. Spalletti banyak membawa asisten dan staf kepelatihan dari Napoli.
Seperti asistennya, Marco Domenichini. Ia adalah asisten yang sudah mengekor Spalletti sejak masih menukangi Venezia 1999 silam. Selain itu dua pelatih teknik juga diambil dari Napoli.
Il vice di Spalletti Marco Domenichini: "Possiamo crescere ancora" – https://t.co/Ygu1NFrm2B pic.twitter.com/DRE2e0W7Z2
— Il Napoli Online (@ilnapolionline) October 29, 2021
Mereka adalah Daniele Baldini dan Salvatore Russo. Sementara itu untuk menggembleng fisik, Spalletti memanggil pelatih fisik Napoli musim lalu Francesco Sinatti. Tak ayal jika Timnas Italia hari ini sangat beraroma Napoli.
PR Regenerasi
Tak cukup mengandalkan aroma Napoli saja, Spalletti juga memperhatikan berbagai aspek lain untuk membangun Gli Azzurri jadi lebih baik. Salah satunya adalah soal regenerasi. Spalletti diharapkan berani memanggil banyak pemain muda yang fresh. Penyegaran tak dipungkiri dibutuhkan Gli Azzurri di berbagai lini.
Di lini belakang misalnya, apakah Italia masih akan mengandalkan pemain kawakan seperti Bonucci maupun Acerbi lagi? Tentu tidak kan? Keberanian Spalletti soal regenerasi perlahan ditunjukan ketika membawa banyak bek muda di babak Kualifikasi Euro 2024.
Buongiorno battling away! 🤼♂️
— Italy ⭐️⭐️⭐️⭐️ (@Azzurri_En) November 20, 2023
KEEP FIGHTING, LADS! 🇮🇹#UKRITA #Azzurri #VivoAzzurro pic.twitter.com/nvNve5rMK2
Seperti misalnya Gatti, Udogie, Bastoni, Mancini, Scalvini, maupun Buongiorno. Di lini tengah juga sebenarnya harus mulai menyiapkan penerus Jorginho maupun Tonali yang bermasalah. Mulai munculnya duet Inter Milan, Frattesi dan Barella mampu membawa angin segar bagi lini tengah Italia.
Davide Frattesi is Italy's top scorer under Spalletti 🇮🇹
— Italian Football TV (@IFTVofficial) October 14, 2023
👕 2 Games
⚽ 3 Goals pic.twitter.com/GiaBJudEGv
Di lini depan juga banyak PR. Ujung tombak Italia kini tak ada lagi yang buas seperti dulu. Immobile yang diandalkan di Euro 2020 lalu juga mulai meredup. Spalletti pun terus bereksperimen mengasah ujung tombak muda andalan Gli Azzurri. Nama-nama seperti Scamacca, Raspadori, Moise Kean, Mateo Retegui, maupun Orsolini mulai dicoba.
Lolos Kualifikasi Euro 2024
Eksperimen dan tanggung jawab regenerasi Spalletti tersebut harus mulai dibuktikan hasilnya di babak Kualifikasi Euro 2024. Bagaimanapun babak Kualifikasi Euro 2024 adalah pembuktian bagi Spalletti sebagai pelatih timnas. Italia di target lolos dari Grup C Kualifikasi Euro 2024 yang berisi Inggris, Ukraina, Makedonia Utara, dan Malta.
Sebelum Spalletti datang, Italia di bawah Mancini hanya meraih sekali kemenangan yakni ketika melawan Malta dan sekali kalah ketika melawan Inggris. Dari hasil dua laga yang dijalani Gli Azzurri dibawah Mancini tersebut membuat Italia sementara hanya mengumpulkan tiga poin.
Namun sejak Spalletti datang, Italia mampu meraih tiga kali kemenangan lagi plus dua hasil seri, dan hanya sekali kalah. Berkat hasil tersebut, Italia mampu dibawa Spalletti lolos ke Euro 2024 sebagai runner up C di bawah Inggris dengan koleksi 14 poin dari 8 laga.
ITALY HAVE QUALIFIED FOR EURO 2024 🇮🇹
— Italian Football TV (@IFTVofficial) November 20, 2023
With their draw vs Ukraine they have officially booked their ticket to the Euros ✈️ pic.twitter.com/mqSt8ZZsP7
Kemenangan besar atas Malta 4-0 dan Makedonia 5-2 menjadi modal penting bagi mental anak asuh Spalletti untuk melaju. Sudah lama Italia tak menang lagi dengan mencetak 4 atau 5 gol. Terakhir terjadi di tahun 2021 melawan Lithuania. Ya, tampaknya Italia di bawah Spalletti kini sudah mulai mirip dengan Napoli musim lalu yang produktif mencetak gol.
Kekuatan dan Kelemahan Italia Di Bawah Spalletti
“Italia rasa Napoli” ini juga dijadikan pedoman bagi Spalletti ketika membangun kekuatan timnya. Kekuatan Timnas Italia selama dipegang Spalletti terletak pada sisi penyerangannya yang fleksibel. Baik melalui sayap, bek sayap, serta para gelandangnya yang agresif.
Dengan menempatkan banyak pemain di pertahanan lawan, membuat Italia asuhan Spalletti mudah menciptakan banyak peluang dan gol. Contohnya ketika menang besar melawan Malta dan Makedonia Utara.
🇮🇹 Reigning European Champions Italy are officially qualified to #Euro2024. pic.twitter.com/3P43YieC2Q
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) November 20, 2023
Namun ada juga beberapa PR dari racikan Spalletti. Seperti ketika dikalahkan Inggris 3-1 dan ditahan imbang Ukraina 0-0 di laga terakhir Kualifikasi Euro 2024. Lini serang Gli Azzurri kembali tumpul dalam mencetak gol meski banyak peluang. Lini pertahanan yang terlalu menyerang di laga melawan Inggris juga tampak keteteran dan mudah dihukum lewat serangan balik cepat.
Well, dari kelebihan dan kelemahan tersebut yang jelas Spalletti perlu terus menyempurnakan Gli Azzurri sebelum bertempur di Euro 2024. Termasuk yang terpenting menyiapkan regenerasi yang unggul dan mematangkan skuad yang ada. Jika itu mulus terwujud, bukan tidak mungkin “Italia rasa Napoli” ini bisa saja mempertahankan gelar Piala Eropa-nya di Jerman nanti.
Luciano Spalletti notes that while he was brought in during an emergency situation to make sure Italy qualified for EURO 2024, ‘now I have the opportunity to really start getting to work.’ https://t.co/ic4sTMF3sC #Azzurri #UKRITA #EURO2024 #Euro2024Qualifiers
— Football Italia (@footballitalia) November 20, 2023
Sumber Referensi : theathletic, dailymail, fifa, reuters, footballitalia, transfermarkt


