Pemain Hebat yang Karirnya Rusak di Tangan Jose Mourinho

spot_img

Meski sudah jarang memenangkan trofi, Jose Mourinho tetap dianggap salah satu pelatih yang jeli dalam mencari talenta-talenta berbakat. Banyak pemain-pemain hebat yang lahir dari polesan tangan dinginnya. Sebut saja seperti Didier Drogba di Chelsea, Tammy Abraham di AS Roma dan masih banyak lagi.

Namun, di balik kesuksesannya, ada banyak pemain potensial yang jadi korban dari gaya melatihnya yang terkesan unik, tegas, dan malas berbasa-basi. Pemain yang datang dengan status pemain top atau pemain potensial di klub sebelumnya, justru bapuk ketika berada di bawah tanggung jawabnya. Kira-kira siapa saja pemain itu?

Andriy Shevchenko

Pemain hebat pertama yang gagal di tangan Jose Mourinho adalah Andriy Shevchenko. Sebelum terbang ke London untuk bergabung dengan Chelsea asuhan Mourinho pada tahun 2006, Shevchenko dikenal sebagai salah satu anugerah yang dimiliki oleh masyarakat Ukraina. Kehebatannya telah membawa harum nama Ukraina di kancah sepakbola Eropa.

Puncak karirnya terjadi saat Shevchenko bermain untuk AC Milan. Tujuh tahun berseragam Rossoneri, pemain yang pernah membela Dynamo Kyiv itu hampir konsisten mencetak dua digit gol setiap musimnya. Ia bahkan memenangkan beberapa gelar baik secara tim maupun individu bersama Milan. Yang paling diingat pasti trofi Liga Champions musim 2002/03 dan gelar Ballon d’Or tahun 2004.

Namun ketika ia pindah ke Chelsea asuhan Mourinho, semuanya berubah. Namanya mulai jarang dibicarakan dan gol-golnya mulai surut. Ia kalah saing dengan Didier Drogba yang menjadi favorit Mourinho setiap musimnya. Sempat kembali dipinjamkan ke Milan, tapi semua itu dirasa terlambat. Shevchenko sudah habis dan akhirnya pulang kampung ke Ukraina pada tahun 2009.

Ricardo Quaresma

Setelah menangani Chelsea, tahun 2008 Jose Mourinho terbang ke Italia untuk melatih Inter Milan. Diberi dana segar untuk belanja pemain, Mourinho membawa Ricardo Quaresma ke Inter. Mou merasa pemain yang bersinar bersama Porto itu akan berguna di skema permainannya. 

Perlu diketahui, Quaresma dikenal dengan skill olah bola dalam membongkar lini bertahan lawan. Pemain asal Portugal itu juga memiliki special movement yang bernama trivela. Mungkin tak ada pemain sejago Quaresma dalam melakukan trik itu. Namun, semua itu tak terlihat di Inter Milan karena dirinya memang benar-benar jarang dimainkan. 

Hingga saat ini, Quaresma belum tahu arah jalan pikiran Mourinho saat itu. Dilansir Football Italia, Quaresma bingung. Mourinho menginginkan keberadaannya, tapi kok jarang dimainkan. Ia sempat mengatakan kalau bergabung Inter adalah penyesalan terbesar dalam hidupnya. Praktis, setelah kegagalannya di Inter, nama Quaresma tak pernah seharum dulu. Ia hanya bermain untuk tim-tim diluar lima liga top Eropa

Mohamed Salah

Pemain selanjutnya adalah Mohamed Salah. Pada saat itu Salah belum sebagus sekarang, tapi talentanya telah disia-siakan oleh Jose Mourinho. Tepat sekali kalau pelatih asal Portugal itulah yang membawa Pangeran Mesir ke Chelsea pada tahun 2014 silam. Namun, Mou benar-benar tak menghargai bakat Salah.

Setelah didatangkan, Salah dinilai tak mampu memberikan kesan positif ke Mourinho. Mourinho merasa ia tidak cukup baik untuk masuk skuad utama Chelsea. Pemain Liverpool itu akhirnya tak mendapat kesempatan bermain. Oleh Mourinho, Salah justru lebih sering dipinjamkan.

Kala itu, Fiorentina dan AS Roma jadi dua klub yang pernah merasakan service Salah. Di dua klub tersebut pula, Salah mengalami lonjakan performa yang cukup signifikan. Kini, sang pemain menikmati puncak performa bersama Liverpool. Jika melihat apa yang sudah dilakukan oleh Salah di Anfield, Mourinho patut menyesali keputusannya yang tak memberikan kepercayaan lebih padanya.

Kevin De Bruyne

Yang kurang lebih nasibnya sama dengan Mo salah adalah Kevin De Bruyne. Bedanya, yang mendatangkan De Bruyne ke Chelsea bukan Jose Mourinho, melainkan rekan senegaranya, Andre Villas Boas. Kala itu, De Bruyne diangkut dari salah satu klub Belgia bernama Genk pada tahun 2012.

Tak langsung menembus skuad utama, De Bruyne lebih dulu dipinjamkan ke Genk lagi dan Werder Bremen sebelum akhirnya dipulangkan oleh Jose Mourinho yang kembali ditunjuk untuk menukangi Chelsea pada tahun 2013. Pelatih yang kini menangani AS Roma itu berusaha meyakinkan sang pemain untuk tetap tinggal di London dengan iming-iming menit bermain yang lebih.

Tapi lagi-lagi Mourinho tak menepati janjinya. De Bruyne dianggap tak mampu membuatnya terkesan. Frustrasi dengan kurangnya waktu bermain, De Bruyne yang kadung sebel akhirnya mengajukan permohonan untuk dijual. Untungnya, De Bruyne menemukan sentuhan terbaiknya bersama Wolfsburg dan akhirnya matang di Manchester City.

Paul Pogba

Barangkali cuma orang yang nggak ngerti sepakbola aja yang nggak setuju kalau Paul Pogba versi Juventus periode pertama adalah Pogba versi terbaik. Tak ada gelandang yang memiliki postur tinggi namun lincah dan lengket mengolah si kulit bundar sepertinya. Apalagi ia dibekali kualitas umpan dan shooting yang teramat baik.

Pogba adalah salah satu anugerah yang dimiliki oleh persepakbolaan Prancis kala itu. Namun, kegemilangannya di Juve seketika sirna kala dirinya dipulangkan Jose Mourinho ke Manchester United pada tahun 2016. Kala itu, Mourinho ngebet buat datengin si Pogba. Ia bahkan sampai memecahkan rekor pemain termahal di dunia untuk pemain Prancis itu.

Tapi hasilnya tak sesuai dengan 105 juta euro yang dikeluarkan United. Pogba performanya tidak konsisten. Kadang bagus banget, tapi kalau udah jelek ya jelek banget. Terlebih Pogba kedapatan sering terlibat adu mulut dengan Mourinho. Video perselisihan mereka pun sempat viral di media sosial. Setelah dari United, karir Pogba tidak menjadi lebih baik. Ia kini dijatuhi hukuman larangan main karena positif doping.

Luke Shaw

Dalam beberapa musim terakhir, Manchester United sangat bergantung pada Luke Shaw di sisi kiri pertahanan. Namun, sebelum akhirnya bangkit dan menjadi salah satu bek kiri terbaik di Inggris, mental dan harga diri Shaw pernah dihancurkan oleh Jose Mourinho.

Mental bermain Shaw benar-benar diuji ketika Jose Mourinho dengan terbuka mengkritiknya di hadapan media. Menurut Mourinho, Shaw memang memiliki kualitas teknis yang baik. Tapi dia dianggap tak cukup pintar untuk masuk dalam skema permainan. Setelah terus digempur dengan kritik, performa Shaw mulai menurun dan akhirnya terpinggirkan.

Mourinho barangkali jadi satu-satunya pelatih MU yang tak bisa memanfaatkan kehebatan Shaw. Di bawah asuhan Mou, Shaw tak tersorot. Ia bahkan lebih sering cedera dan jarang dimainkan karena Mourinho lebih gemar memaksa Ashley Young untuk bermain sebagai bek kiri. Well, jika melihat kondisi sekarang, Mou seharusnya menarik kata-katanya itu.

Alexis Sanchez

Masih dari masa jabatan Jose Mourinho di Manchester United, Alexis Sanchez juga bernasib sama. Ia gagal total ketika diboyong Mourinho dari Arsenal. Padahal Sanchez datang sebagai salah satu penandatanganan terbaik Arsenal. Pemain asal Chile itu bermain sangat apik di bawah asuhan Arsene Wenger.

Mourinho mendatangkannya pada musim dingin tahun 2018, sedangkan Mou dipecat MU pada bulan Desember 2018. Nah, dalam kurun waktu hampir satu tahun itu, Mourinho tak bisa mengeluarkan potensi maksimal dari mantan pemain Udinese tersebut. 

Kepada BBC, Sanchez pernah mengeluhkan beberapa keputusan Mourinho yang dianggap tak berpihak padanya. Sanchez bersaksi kalau dirinya jarang dimainkan dan tak mendapat porsi yang sesuai dengan apa yang dijanjikan di awal. Itu membuat kepercayaan dirinya runtuh dan akhirnya menyebabkan penurunan performa.

Sumber: Football Italia, Planet Football, Football London

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru