“Kita butuh penyerang, namun harus tepat. Dia harus punya kualitas, bukan hanya menjadi beban tambahan bagi skuad. Kriteria di Manchester United sangat tinggi,” begitu respons Erik Ten Hag setelah melihat transfer Cody Gakpo ke Liverpool menjadi headline di seluruh media Inggris.
Transfer ini mengejutkan karena sebelumnya United erat dihubungkan dengan Gakpo. Meski selalu dikaitkan dengan MU, makin ke sini kok malah makin ke sana. Ten Hag justru memperlihatkan gestur kalau dirinya emang nggak ngebet-ngebet banget untuk mendatangkan Gakpo.
Fenomena tikung menikung yang melibatkan musuh bebuyutan ini nggak terjadi sekali dua kali. Mantan pemain PSV Eindhoven itu jadi pemain kesekian yang dirumorkan bakal merapat ke MU, tapi di akhir cerita justru teken kontrak dengan sang rival. Lantas siapa aja pemain yang berhasil ditikung Liverpool dari MU?
Daftar Isi
Harry Kewell
Jauh sebelum transfer Cody Gakpo, fenomena saling tikung antara Liverpool dan Manchester United sudah terjadi sejak lama. Mungkin yang paling terkenal adalah Harry Kewell pada tahun 2000-an.
Pada tahun 2003, ekonomi Leeds sedang berantakan. Mereka ingin menjual Kewell untuk menyeimbangkan neraca keuangan. Kewell sendiri memiliki peran vital saat Leeds mencapai semifinal Liga Champions 2000/01, jadi tak heran apabila Kewell menjadi target beberapa tim papan atas. Barcelona, AC Milan, Chelsea, Arsenal, tertarik pada pemain Australia itu. Namun, Manchester United jadi tim terdepan untuk mendapatkannya.
Awalnya tampak berjalan lancar, sampai semuanya berubah ketika Liverpool membuat manuver di menit-menit akhir. Kewell yang tak ingin melukai hati fans Leeds pun memilih bergabung Liverpool dengan mahar 5 juta pounds (Rp93 miliar).
Sayangnya, Kewell tak bisa menampilkan performa terbaiknya di Liverpool. Gangguan kebugaran jadi penyebab utama performa Kewell meredup. Menariknya, kegagalan United mendatangkan Kewell jadi berkah. Klub justru punya dana yang cukup untuk mengontrak bocah berusia 18 tahun dari Sporting CP. Bocah itulah yang kini kita kenal sebagai Cristiano Ronaldo.
Sadio Mane
Kepindahan Sadio Mane ke Liverpool juga jadi transfer yang mengejutkan fans United. Pasalnya, Mane mengaku bahwa kepindahannya ke MU hanya berjarak sekian inchi saja dari penandatanganan kontrak.
CONFIRMED: Sadio Mane joins Liverpool for £30 million #lfc #liverpool #epl pic.twitter.com/SnXXABNlUX
— Ghana Sports Fans (@ghanafans) June 28, 2016
Waktu itu, Sadio Mane masih berseragam Southampton. Bersama klub yang bermarkas di St Mary’s Stadium itu, Mane tampil sangat brilian. Ia menjadi pemain yang berperan besar mengantarkan Soton menembus enam besar Liga Inggris musim 2015/16.
Di akhir musim, Manchester United melakukan pergerakan untuk merekrutnya. Dilansir Mirror, Mane sempat mengungkapkan kalau negosiasi dengan MU sangat lancar. Ia bahkan sudah datang ke Carrington dan bertemu dengan pelatih United saat itu, Louis Van Gaal. Dalam pembicaraan dengan Van Gaal, United mengajukan tawaran yang tak menarik bagi Mane.
Sedangkan pada keesokan harinya, Liverpool juga mengajukan penawaran pada Mane. Jurgen Klopp bahkan meneleponnya langsung. Setelah mengobrol dengan Klopp, Mane merasa tertarik dengan proyek yang ditawarkan. Akhirnya, Mane berpaling dan memilih Liverpool sebagai klub barunya. Transfer Mane menghabiskan biaya 41 juta euro (Rp679 miliar)
Fabinho
Ketika Fabinho muncul sebagai gelandang yang berperan penting dalam kesuksesan AS Monaco di Liga Prancis musim 2016/17, ia langsung dikaitkan dengan Manchester United. Fabinho bahkan sempat mengatakan, ketertarikan United merupakan kesempatan yang menggiurkan baginya.
Target Transfer Manchester United yang gagal terealisasi:
❌ Fabinho
❌ Thiago Alcantara
❌ Darwin Nunez
❌ Cody Gakpopic.twitter.com/15V3ec3LzX— Berita Sepakbola Dunia (@gilabola_ina) December 27, 2022
Namun negosiasi antara United dengan Fabinho malah mandek. United cuma fafifu tanpa menyodorkan penawaran apa pun. “Saya tidak membantah ada beberapa percakapan tentang situasi saya dengan Monaco. Tetapi tidak pernah ada tawaran resmi dari pihak United,” tegas Fabinho kepada Four Four Two.
Tak ada kelanjutan dari United, Liverpool pun datang dengan kepastian. Dua hari setelah kekalahan di partai final Liga Champions dari Real Madrid, klub mengkonfirmasi telah merekrut pemain internasional Brazil itu. The Reds mendapatkan Fabinho dengan mahar 45 juta euro atau setara Rp746 miliar.
Sejak itu Fabinho membangun reputasi sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik di Inggris. Ia memenangkan gelar bergengsi di bawah asuhan Jurgen Klopp. Di sisi lain, United malah mengontrak Fred dari Shakhtar Donetsk.
Thiago Alcantara
Nama Thiago Alcantara sebetulnya sudah dikaitkan dengan Manchester United selama beberapa musim. Minat United pertama kali muncul pada tahun 2013, ketika sang gelandang masih berseragam klub Spanyol, Barcelona. Namun, United kalah cepat dengan Bayern Munchen yang berhasil mengamankan jasanya di tahun itu.
Setelah memenangkan berbagai gelar bersama Munchen, Thiago kembali dikaitkan dengan United pada tahun 2020. Namun kali ini MU tak sendirian, Liverpool juga menaruh minat pada gelandang Spanyol tersebut. Singkat cerita, Thiago pun menerima pinangan 22 juta euro (Rp364 miliar) dari Liverpool dan mengesampingkan ketertarikan dari Setan Merah.
Kepada Express, Thiago mengungkapkan alasan mengapa lebih pilih Liverpool. Menurutnya, Liverpool memiliki visi dan misi yang sama dengannya. Selain itu, ia merasa cara negosiasi The Reds lebih hangat, sehingga Thiago merasa ada suasana kekeluargaan yang baik apabila ia bergabung dengan klub yang bermarkas di Anfield tersebut.
Virgil Van Dijk
Perekrutan Virgil van Dijk merupakan salah satu faktor di balik keberhasilan Liverpool menjuarai Liga Champions dan Liga Inggris. Namun, The Reds mendapatkan bek asal Belanda itu boleh dari menikung Manchester United pada bursa transfer musim dingin tahun 2018.
— Virgil van Dijk (@VirgilvDijk) October 17, 2022
Setan Merah telah menunjukkan ketertarikan terhadap Van Dijk yang saat itu masih di Southampton. Namun, tampaknya The Reds bergerak lebih cepat karena seperti biasa, MU selalu banyak pertimbangan. Saat United ingin serius melakukan negosiasi, ternyata Liverpool sudah selangkah lebih maju. United harus menerima kalau Van Dijk akan segera tes medis di Merseyside.
Saat itu, Liverpool yang baru menjual Philippe Coutinho ke Barcelona berani menebus Virgil Van Dijk dengan harga fantastis. Mereka menjadikan Van Dijk sebagai bek termahal di dunia saat itu dengan mahar 84 juta euro (Rp1,3 triliun). United justru menebus Harry Maguire dengan harga yang lebih mahal semusim kemudian.
Darwin Nunez
Selanjutnya ada Darwin Nunez. Torehan 34 gol dari 41 pertandingan di semua kompetisi musim lalu membuat Manchester United langsung jatuh hati padanya. Media-media internasional pun bahkan memberitakan kalau Erik Ten Hag menjadikan pemain asal Uruguay itu target utama di musim panas lalu.
𝐃𝐄𝐀𝐋 𝐃𝐎𝐍𝐄: Liverpool have signed Darwin Núñez from Benfica for an initial £64m fee, with add-ons amounting to £21m.
The Uruguayan joins on a 6-year contract. 🇺🇾💰📝 #DarwinDaypic.twitter.com/SbFtZpsHlk
— Football Tweet ⚽ (@Football__Tweet) June 14, 2022
Namun, lagi-lagi Liverpool datang dan mengganggu negosiasi United dengan klub Portugal tersebut. Liverpool yang sat-set langsung menawari Nunez kontrak berdurasi enam tahun dan uang sebesar 80 juta euro atau setara Rp1,3 triliun yang tak bisa ditolak lagi oleh Benfica.
Kabarnya, gagalnya United untuk tampil di Liga Champions jadi pertimbangan Nunez menolak mereka. Sayangnya, di Anfield, Nunez belum bisa menemukan sentuhan terbaiknya seperti di Benfica. Makin sialnya lagi, ia jadi bahan olok-olok karena sering membuang peluang.
https://youtu.be/Oo29iIHnzqo
Sumber: The Football Faithfull, Mirror, FFT, Express, BRfootball


