Tidak hanya jago bersaing memperebutkan gelar juara, Benfica juga dikenal kerap menghasilkan pemain-pemain yang memiliki prospek cerah. Penampilan mereka biasanya mampu membuat klub-klub top Eropa tergoda untuk menebusnya dengan harga yang tak masuk akal. Teranyar ada Enzo Fernandez yang tampil mengesankan di Piala Dunia 2022.
Tak tanggung-tanggung, As Aguias mematok 120 juta euro jika ada klub yang serius menginginkan Enzo. Anyway, Benfica memang jago urusan menjual pemain, sebelumnya sudah banyak nama-nama yang berhasil dijual Benfica dengan harga triliunan rupiah. Siapa saja mereka?
Daftar Isi
Nelson Semedo
Yang pertama ada Nelson Semedo. Bek kanan asal Portugal ini merupakan produk asli dari akademi Benfica, jadi mereka tak mengeluarkan uang sepeser pun untuk mendapatkan talentanya. Sudah bergabung dengan tim muda Benfica sejak tahun 2012, Semedo baru menembus skuad utama di tahun 2015 saat usianya 21 tahun.
Nélson Semedo | SL BENFICA pic.twitter.com/0zYKBwNgPb
— RT Your Fav Player⚽ (@fav_player) December 30, 2016
Pemain yang seangkatan dengan Victor Lindelof dan Renato Sanches ini hanya bertahan dua musim di skuad utama. Selama dua musim, Semedo membuktikan diri sebagai salah satu bek kanan terbaik di Portugal. Performanya bahkan membuat tim sekelas Barcelona kepincut untuk mendatangkannya.
Pada awal musim 2017, 35,7 juta euro (Rp596 miliar) jadi mahar yang harus ditebus Barcelona untuk memboyong Semedo. Di Barca, Semedo memainkan 124 laga dalam kurun waktu tiga musim. Namun, manajemen El Barca tampaknya kurang puas dengan performanya. Posisinya tergantikan dengan Sergi Roberto dan Semedo pun dilepas ke Wolves tahun 2020 lalu.
Victor Lindelof
Selanjutnya ada pemain yang kini juga bermain di Liga Inggris, Victor Lindelof. Sama halnya dengan Nelson Semedo, Lindelof juga sempat menimba ilmu di tim muda Benfica sejak tahun 2012 silam. Ia bergabung dari klub lokal Swedia, Vasteras SK dengan biaya sekitar 3 juta euro atau setara Rp50 miliar.
Usai menimba ilmu selama tiga tahun di akademi Benfica, Lindelof baru menembus skuad utama As Aguias di tahun 2015. Tak butuh waktu lama, Lindelof berhasil mengukuhkan diri sebagai pilihan utama di sektor pertahanan Benfica era Rui Vitoria. Dua musim menampilkan performa yang solid, membuat Manchester United pun jatuh hati.
Benfica pun mematok harga Lindelof di angka 35 juta euro atau sekitar Rp584 miliar dan itu bukan masalah yang berarti bagi klub sekaya Manchester united. Bek asal Swedia itu pun bergabung dengan Setan Merah pada tahun 2017. Hingga kini, Lindelof sudah mencatatkan 209 penampilan untuk United di semua ajang.
Axel Witsel
Beda dengan nama-nama sebelumnya, Axel Witsel bukan produk asli Benfica. Meski masanya di Benfica terbilang singkat, klub Portugal tersebut berhasil membuat nama Axel Witsel naik daun. Dibeli murah dengan harga 9 juta euro (Rp149 miliar) pada tahun 2011 dari Standard Liege, Witsel memainkan sepakbola yang menawan.
Peran vitalnya di lini tengah mengantarkan Benfica meraih trofi Piala Liga musim 2011/12 Sayangnya, Witsel tak mampu mengantarkan Benfica menjuarai Liga Portugal. Mereka hanya terpaut enam poin dari Porto yang menjuarai liga dengan mengumpulkan 75 poin.
Meski demikian, kegagalan Witsel tak menutup rasa minat dari Zenit St Petersburg untuk merekrutnya di akhir musim. Klub raksasa asal Rusia itu bahkan berani menebus sang pemain dengan mahar 40 juta euro (Rp666 miliar). Ini angka yang fantastis, mengingat Benfica mendapat untung empat kali lipat hanya dalam satu musim saja.
Ederson
Ederson merupakan penjaga gawang hasil didikan akademi Benfica. Kiper asal Brazil ini dulu satu angkatan dengan Jan Oblak yang kini memperkuat Atletico Madrid. Ederson jadi penjualan Benfica paling menguntungkan lainnya, karena The Eagles menghasilkan 40 juta euro atau setara Rp666 miliar dari Manchester City tahun 2017 lalu.
Official: Benfica konfirmasi telah sepakat dengan Man City untuk kiper Ederson dengan nilai transfer €40jt. pic.twitter.com/UbWVcMMB4s
— Siaran Bola Live (@SiaranBolaLivee) June 2, 2017
Bersama Benfica, Ederson muncul sebagai kiper muda berbakat yang memiliki skill olah bola di atas rata-rata. Kiper penggemar tato itu piawai dalam urusan distribusi bola dan menjadi tolok ukur penjaga gawang di era sepakbola modern seperti sekarang.
Sejauh ini, Ederson mempunyai karir yang sukses bersama Manchester City. Kiper asal Brazil tersebut sudah memenangkan 11 gelar termasuk empat trofi Liga Inggris selama bermain di Etihad Stadium. Mantan pemain Rio Ave tersebut sudah mencatatkan 263 penampilan untuk The Citizens.
Ruben Dias
Selanjutnya ada Ruben Dias yang kini juga bermain untuk sang juara bertahan Liga Inggris, Manchester City. Meski sudah bergabung dengan Benfica sejak 2008 Dias baru dipercaya mentas di tim utama Benfica pada tahun 2017. Dengan cepat Dias menjadi salah satu bagian penting dari pertahanan The Eagles.
Benfica are the kings of transfer sales.
They sold Joao Felix, Ruben Dias, Darwin Nunez, Ederson, Axel Witsel & Angel Di Maria for a massive amount.
Enzo Fernandez joined this year and already has a £120 million price tag😂
No one does the transfer window like them. 👏🇵🇹 pic.twitter.com/u2eAt053bv
— Stef_andre (@petermurano) January 9, 2023
Dia memenangkan dua trofi selama waktunya di Benfica, Primeira Liga pada 2018/19 dan Supertaca Candido de Oliveira pada 2019. Dias menjadi salah satu bek termahal dunia ketika ia pindah ke Manchester City dengan mahar 71 juta euro (Rp1,1 triliun) pada 2020 kemarin.
Penampilan Dias bersama Manchester City sejauh ini menuai banyak pujian. Permainan lugas dan kuat membuat punggawa Timnas Portugal itu membangun reputasi Manchester City sebagai salah satu tim dengan pertahanan terbaik di Liga Inggris. Tiga musim bersama The Sky Blue, ia sudah memainkan 109 penampilan di semua kompetisi dengan mencetak empat gol.
Darwin Nunez
Jangan kaget jangan risau, Darwin Nunez memang masuk dalam daftar penjualan termahal Benfica. Tak tanggung-tanggung, Liverpool jadi tim yang rela menebus sang pemain dengan mahar 80 juta euro atau setara dengan Rp1,3 triliun awal musim 2022/23 kemarin. Itu penjualan yang luar biasa karena Benfica hanya menebus Nunez seharga 34 juta euro (Rp565 miliar) dari Almeria.
Darwin Nunez bergabung dengan Benfica pada tahun 2020 dan memiliki awal yang luar biasa di Portugal. Mantan punggawa Penarol itu juga membuktikan kemampuannya bersama The Eagles musim 2021/22, dengan mencetak 34 gol dari 41 pertandingan di semua kompetisi.
Pemain internasional Uruguay ini telah bersinar di Primeira Liga dan Liga Champions dengan rekor golnya yang brilian untuk Benfica. Jadi tak heran pada bursa transfer musim panas lalu, Nunez jadi komoditas panas. Bahkan rival abadi Liverpool, yakni Manchester United juga menginginkannya untuk menjadi juru gedor di lini depan. Namun, di menit-menit akhir, Nunez lebih memilih Liverpool ketimbang MU.
Joao Felix
Nama terakhir lagi-lagi merupakan jebolan akademi Benfica, Joao Felix. Ia menjalani awal karir profesionalnya dengan luar biasa. Sedemikian rupa sehingga ia menjadi penjualan termahal Benfica pada tahun 2019 ketika Atletico Madrid mengeluarkan biaya 127 juta euro atau sekitar Rp2,1 miliar untuk meminangnya.
Felix langsung menjadi pemain andalan setelah mendapat promosi ke tim utama Benfica pada musim 2018/2019. Di usianya yang belum genap 20 tahun, Felix berhasil mencetak 20 gol dan 11 assist dari 43 penampilan pada musim itu. Bahkan transfer ini membuat Felix menjadi pesepakbola termahal ketiga sepanjang masa, setelah Neymar dan Kylian Mbappe.
Sumber: Transfermarkt, Goal, Football Faithfull, Football Transfer, Marca


