Luis Enrique, Pochettino, Atau Gallardo, Siapa Cocok Latih Atletico Madrid?

spot_img

Sudah 12 tahun Diego “El Cholo” Simeone menukangi Atletico Madrid. Dari yang awalnya klub yang biasa-biasa saja, menjadi klub yang disegani di kancah Eropa. Berbagai prestasi telah ditorehkan “El Cholo” selama mengarsiteki Los Rojiblancos. Namun, tampaknya kini kejenuhan demi kejenuhan mulai melanda. Riak-riak retaknya hubungan Simeone dengan pemilik pun mulai kentara.

Sebagai seorang pelatih muda, Simeone termasuk salah satu pelatih terlama yang ada di La Liga. “Legacy”-nya yang dibangun di Atletico juga tak sembarangan, sangat khas gaya permainannya.

Dengan kontrak yang tersisa hingga 2024, tiba-tiba muncul kabar dari media El Chiringuito TV, bahwa tak akan lama lagi Simeone tinggal bersama Atletico. Musim ini adalah akhir dari pengabdiannya. Simeone sendiri yang telah memberi tahu CEO Atletico Madrid, Miguel Ángel Gil Marín bahwa dia akan pergi pada musim panas ini.

Nah untuk itu, manajemen Atletico Madrid perlu bergerak cepat untuk mencari figur yang pantas menjadi penerus Simeone. Untuk itu, Andrea Berta selaku Direktur Olahraga Atletico Madrid mulai bekerja ekstra keras guna menemukan sosok yang pas sebagai suksesor “El Cholo”.

Menurut Fichajes, ada tiga calon terkuat yang muncul ke permukaan dan sudah sampai ke meja pemilik. Mereka adalah Luis Enrique, Mauricio Pochettino, dan Marcelo Gallardo. Ketiganya dianggap memenuhi kriteria dan daya tawarnya masing-masing di hadapan pemilik maupun publik Atletico. Jadi, siapa yang paling sesuai?

Mauricio Pochettino

Mari kita memberdahnya satu per satu. Yang pertama ada Mauricio Pochettino. Kesamaan dari asal negara Simeone, Argentina adalah modal awal baginya untuk paling tidak berharap akan sukses seperti Simeone. Ia juga tak asing lagi jika kembali ke La Liga, karena dulu ia sempat menukangi Espanyol.

Dari segi gelar, ia memborong tiga gelar domestik di PSG. Mulai dari Ligue 1, Piala Prancis, dan Piala Super Prancis. Namun, yang paling mengesankan tentu saja ketika ia melatih Tottenham Hotspur. Ia membawa Spurs menjadi runner up Liga Inggris musim 2016/17. Tidak hanya di Liga Inggris, Pochettino juga berhasil membawa Spurs jadi runner up Liga Champions.

Kalau dihadapkan dengan mental Atletico dalam meraih gelar, Pochettino sangat dimungkinkan sebagai harapan baru. Apalagi ia bisa membawa Spurs ke final Liga Champions yang notabene materinya tak jauh beda dari Atletico yang sekarang. Kita tahu, Atletico di bawah Simeone juga pernah dua kali melangkah ke final Liga Champions.

Dari segi permainan, Pochettino adalah penganut sepakbola menyerang yang atraktif, dan senang menggunakan talenta muda. Dengan itu, apakah dirinya akan berbenturan dengan apa yang ada selama ini di Atletico? Selama ini Atletico era Simeone dikenal sebagai tim yang jago bertahan.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini, Simeone mulai bergerak membangun Atletico dengan lebih berani memainkan dan menguasai bola. Itu terbukti seperti musim 2021/22 ketika baru menjadi juara La Liga. Atletico tak lagi bertahan total, mereka sering mencoba menguasai permainan dengan banyak materi pemain yang bernaluri menyerang macam Griezmann, Suarez, Matheus Cunha, Carrascao, Lemar, Felix, maupun Correa.

Hal ini yang dimungkinkan cocok untuk transisi Pochettino nantinya di Atletico. Gaya permainannya yang menyerang akan membawa Atletico ke era yang baru. Meskipun materi pemainnya kini sudah banyak yang berubah.

Marcelo Gallardo

Tak jauh beda dengan orang Argentina yang satu lagi, yakni Marcelo Gallardo. Nama yang kurang akrab di telinga sepakbola Eropa. Calon kuat penerus Simeone ini, dulunya pernah sukses memegang klub besar di Argentina, River Plate.

Dari segi gelar, delapan tahun mengarsiteki River Plate, Gallardo sudah mengoleksi 14 gelar. Dua diantaranya cukup bergengsi, yakni memenangkan trofi Copa Libertadores di tahun 2015 dan 2018. Dengan gelar itu, tak pelak melambungkan pamor pelatih berjulukan “Napoleon” tersebut di kancah dunia.

Nah, kalau diaplikasikan ke Atletico, soal mental juara, Gallardo sudah punya dan teruji. Meskipun itu baru di Amerika Latin, bukan Eropa. Tapi itu tak masalah. Ingat kalau Simeone juga berasal dari Amerika Latin? Sebelum melatih Atletico Madrid, “El Cholo” adalah pelatih Racing Klub, salah satu klub di Liga Argentina. Soal gelar di Argentina, sebetulnya Gallardo masih lebih baik dari Simeone.

Namun, berbeda jauh jika melihat gaya permainannya. Gallardo sangat menyenangi permainan menyerang. Dalam urusan melatih, Gallardo banyak mengambil ilmu dari pelatih legendaris Argentina, Marcelo Bielsa. Gallardo pernah berada di bawah asuhan Bielsa saat bersama timnas Argentina di awal 2000-an. Tidak heran jika ia dijuluki “murid alaminya Bielsa” karena permainan yang diterapkan memiliki kemiripan dengan Bielsa.

Soal gaya bermain, sebetulnya Gallardo dan Pochettino punya kesamaan. Hanya saja, bagaimana mereka memanfaatkan materi pemain yang ada, itu yang jadi pertanyaan. Namun, soal pembibitan pemain muda, jika Atletico merekrut Gallardo itu sangat diuntungkan. Banyak anak muda yang bersinar di bawah asuhannya. Julian Alvarez dan Enzo Fernandez adalah contohnya.

Luis Enrique

Selain dua orang Argentina macam Pochettino dan Gallardo yang kebetulan masih menganggur, ada satu nama lagi pengangguran dari Spanyol yang berpotensi kuat menjadi calon yang dipilih sebagai suksesor Simeone. Ia adalah mantan pelatih timnas Spanyol, Luis Enrique.

Melihat gerak-gerik para petinggi Atletico Madrid, khususnya CEO Miguel Angel Gil Marin, Enrique adalah calon yang sering disebut-sebut dalam beberapa pernyataannya ketika dikaitkan dengan masa depan pelatih Atletico.

Dalam sebuah wawancara dengan Mundo Deportivo, Gil mengaku menyukai Luis Enrique secara pribadi maupun profesional. Baginya, Luis Enrique memiliki bakat untuk melatih tim mana pun di La Liga.

Di luar pujian petinggi Atletico, dari segi pengalaman dan prestasi juga tak usah diragukan lagi. Sebelum melatih timnas, Luis Enrique terbukti berhasil ketika di Barcelona dengan meraih treble winners pada musim 2014/15.

Tapi itu dulu ketika di Barcelona dengan materi melimpah macam trio MSN. Karena sebelum di Barca, ia pernah kurang sukses melatih tim macam AS Roma dan Celta Vigo. Sementara itu, kiprah Enrique di Timnas Spanyol juga biasa-biasa saja. Tidak ada gelar yang mampir ke lemari La Roja semasa ditukangi Enrique.

Soal gaya bermain, Luis Enrique menjamin permainan atraktif. Tinggal apakah strateginya itu didukung materi pemain Atletico atau tidak. Dan bagaimana ia bisa menerapkan itu di Atletico Madrid.

Dari ketiga calon kuat yang akan diproyeksikan menjadi suksesor Simeone, ketiganya berpeluang sama besarnya. Ketiganya tipe pelatih yang menyerang. Atletico siap-siap akan berevolusi menjadi tim yang lebih atraktif, andai salah satu dari pelatih itu benar-benar jadi datang musim depan. Kalau menurut Football Lovers siapa nih yang lebih pantas?

Sumber Referensi : footballespana, fichajes, en.as, bbc, mundodeportivo, twitter

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru