Cristiano Ronaldo kembali membuat gempar. Setelah selebrasi “Peace of Mind” miliknya viral dan langsung ditiru oleh banyak atlet di seluruh dunia, kini hasil wawancara Cristiano Ronaldo dengan Piers Morgan yang baru-baru ini terungkap telah membuat pendukung Manchester United terpecah menjadi dua kubu.
Dalam wawancara yang diterbitkan oleh surat kabar The Sun dan tayang di acara Piers Morgan Uncensored tersebut, CR7 meradang dan berbicara blak-blakan dengan presenter kenamaan asal Inggris tersebut. Bintang timnas Portugal itu mengungkap segala keresahannya sejak kembali ke Old Trafford pada musim panas tahun lalu.
BREAKING NEWS: 🔥🔥🔥 pic.twitter.com/DQezRLdEQj
— Piers Morgan (@piersmorgan) November 13, 2022
Ronaldo Keluhkan Fasilitas Latihan di Carrington
Nyaris takada yang tidak ia komentari. Meski masih terikat kontrak, CR7 banyak melontarkan kritikan pedas kepada Manchester United. Salah satu yang Ronaldo keluhkan adalah fasilitas di kompleks latihan The Red Devils di Carrington yang dinilai tidak ada progress dan telah tertinggal jauh dengan klub lain.
“Tidak ada yang berubah. Tidak hanya kolam renang, jacuzzi, bahkan gym. Bahkan dapur, para koki yang saya hargai. Mereka berhenti. Saya pikir saya akan melihat hal-hal lain, teknologi, dan infrastruktur. Sayangnya, kami melihat banyak hal yang biasa saya lihat pada usia 21, 22, dan 23 tahun. Itu sangat mengejutkan saya. Sejak Ferguson pergi, saya belum melihat evolusi di klub. Kemajuannya nol,” kata Ronaldo dikutip dari Metro.
Sebetulnya, ini adalah kali kedua Cristiano Ronaldo mengeluhkan kondisi Carrington. Sebelum dengan Piers Morgan, sekitar bulan Mei lalu, Ronaldo bahkan pernah mengungkap kondisi Carrington yang memprihatinkan.
Dikutip dari DailyMail, Ronaldo kecewa dengan kondisi kolam renang di Carrington yang tidak berubah sedikit pun sejak terakhir kali ia pakai 2009 silam. Bahkan menurut penuturan Ronaldo, beberapa ubin di kolam renang Carrington kondisinya sudah rusak dan terkelupas. Kondisi tersebut tentu sangat berbahaya.
Menurut laporan Mirror, Cristiano Ronaldo enggan memakai kolam renang di Carrington sampai fasilitas tersebut diperbarui. Ronaldo lebih memilih memakai kolam renang pribadi di rumah sewaannya di Manchester.
Tak hanya itu, Ronaldo juga sempat mengunggah foto dirinya bersama anaknya ketika memakai fasilitas gym di daerah Knustford. Kabarnya, Ronaldo sampai bergabung dan mendaftarkan diri dengan gym ekskulif tersebut dengan biaya member sebesar 255 pounds perbulan.
Cristiano Ronaldo stuns local residents by reportedly joining a plush £255-a-week gym in Cheshire.
The Manchester United star has signed up for the exclusive Cpase Health Club in Knutsford. pic.twitter.com/M1Dt98VOQT— dalanews.co.ke (@LawrenceJeffr10) May 18, 2022
Saat itu, pemberitaannya tak semasif sekarang. Pasalnya, para pejabat di Manchester United langsung menanggapi serius komplain tersebut dan memerintahkan perbaikan di kolam renang di Carrington sebelum latihan pre-season pada pertengahan Juli kemarin.
Dengan adanya pengakuan perbaikan dari MU, lantas mengapa Cristiano Ronaldo masih mengeluhkan kondisi Carrington? Apa benar kompleks latihan Setan Merah tersebut sudah usang dan tertinggal dengan tempat latihan klub lain?
Minim Renovasi, Carrington Memang Sudah Usang
Trafford Training Center atau yang biasa disebut Carrington karena letaknya yang berada di desa Carrington, Greater Manchester adalah kompleks latihan dan markas akademi Manchester United. Dibangun pada tahun 1999 dan kemudian dibuka pada tahun 2000, Carrington menggantikan The Cliff, tempat latihan legendaris milik MU yang sudah dipakai sejak 1938.
Pada tahun 2013 atau setahun setelah Sir Alex Ferguson hengkang, Manchester United melakukan investasi besar di bidang medis dan sports science di Carrington. Investasi tersebut merupakan buah dari kerja sama MU dengan Toshiba Medical Systems. Perusahaan asal Jepang tersebut memasok peralatan medis canggih ke Carrington sebagai bagian dari kerja sama sponsorship berdurasi 5 tahun yang nilainya disebut mencapai 13 juta pounds.
Di tahun yang sama, salah satu sponsor mereka, Aon menandatangani kontrak berdurasi 8 tahun untuk membeli hak penamaan Carrington. Kesepakatan dengan perusahaan jasa keuangan tersebut kabarnya mencapai 15 juta pounds permusim dan membuat Trafford Training Center secara resmi berganti nama menjadi Aon Training Complex.
Kesepakatan tersebut selesai tahun lalu dan menghitung dari nominalnya, MU harusnya bisa mengantongi 120 juta pounds. Sayangnya, uang sebesar itu tak terdengar manfaatnya.
Jadi, jika berkaca dari catatan sejarah tadi, pernyataan Cristiano Ronaldo soal Carrington yang tak ada kemajuan sebetulnya kurang tepat. Namun, kritikan Ronaldo tersebut juga tidak sepenuhnya salah. Sebab, meski MU mengaku telah melakukan perubahan besar, nyatanya Ronaldo bukanlah orang pertama yang kecewa dengan progress fasilitas latihan di Carrington.
Manchester United fans protesting against the Glazers in front of Aon Training Complex, Carrington ✊🔥 #MUFC pic.twitter.com/7xjMp7JroH
— United Update (@UnitedsUpdate) April 22, 2021
Glazer Pelit! Carrington Sudah Ketinggalan Jaman
Adalah Gary Neville. Pada April lalu, Neville menyatakan kekecewaannya terhadap kondisi Carrington saat ini yang ia nilai sudah jauh tertinggal dengan tempat latihan klub lain.
“Mereka perlu membangun tempat latihan baru. Sekarang kami memiliki tempat latihan yang berada di belakang tempat latihan lain,” kata Gary Neville dikutip dari Mirror.
Tak hanya sekali. Pada Agustus kemarin, Gary Neville kembali melontarkan keluhannya soal kondisi Carrington. Tak hanya Carrington, Neville juga kesal dengan pemilik MU yang pelit dalam berinvestasi.
“Dalam 20 tahun, Manchester United belum berinvestasi di stadion, dan mereka tidak banyak berinvestasi di tempat latihan. Dan saya telah mengatakan dalam beberapa tahun terakhir bahwa satu-satunya hal yang saya pikir dapat mengubahnya sekarang adalah kepemilikan. Ada kebusukan yang tertanam di klub,” kata Gary Neville dikutip dari The Sun.
Manchester United sendiri sebetulnya sudah ada rencana untuk merenovasi Carrington. Rencana tersebut diajukan pihak klub ke Dewan Kota Trafford pada September tahun lalu. Beberapa fasilitas yang rencananya direnovasi antara lain kantor, gym, area katering, hingga membangun ruang ganti tambahan dan tribun penonton.
Ada isu pula yang mengatakan kalau Manchester United berencana membangun kompleks latihan baru senilai 200 juta pounds. Namun, semua itu hanyalah wacana belaka. Sebab, pada bulan Maret 2022 muncul kabar kalau semua rencana tersebut batal setelah para bos Manchester United mengetahui berapa banyak biaya yang dibutuhkan.
#MUFC have paid £209m in last 5 years to fund Glazers’ ownership structure: £120m interest plus £89m dividends. In fact, in last 10 years they spent an extraordinary £838m on financing: £488m interest, £251m debt repayments & £99m dividends. Took out £140m loan since year-end. pic.twitter.com/iUpefK70IX
— Swiss Ramble (@SwissRamble) September 14, 2020
Tak bisa dipungkiri kalau keluarga Glazer memang super pelit. Menurut penelitian dari sebuah akun twitter bernama Swiss Ramble, keluarga Glazer hanya menghabiskan 183 juta pounds untuk infrastruktur selama mereka menjadi pemilik MU. Tak hanya itu, Swiss Ramble juga mengungkap kalau ternyata selama periode 2014 hingga 2019 kemarin, Setan Merah justru membayar 209 juta pounds kepada keluarga Glazer. Sungguh ironis, bukan?
Jika yang kita bicarakan adalah klub medioker yang keuangannya pas-pasan, tentu tak jadi soal. Namun, ini adalah Manchester United yang selama bertahun-tahun selalu berada di 3 besar sebagai klub terkaya di dunia.
Miris tentu saja, apalagi jika membandingkannya dengan klub rival. Pemilik Liverpool mengeluarkan biaya 50 juta pounds untuk memindahkan kompleks latihan Liverpool dari Melwood ke Kirkby. Sementara pemilik Leicester City membangun kamp latihan mewah di daerah Seagrave usai menggelontorkan dana tak kurang dari 100 juta pounds.
Saran kami, jangan bandingkan dengan Manchester City. Pada 2014 lalu, sang tetangga berisik Manchester United tersebut membangan Etihad Campus dengan biaya 200 juta pounds. Tahun ini, The Cityzens juga tengah melakukan pengembangan area di sekitar Etihad Stadium yang menelan biaya 350 juta pounds. Dana tersebut belum termasuk rencana mereka menambah kapasitas Etihad Stadium.
Menilik dari pergerakan yang sudah dilakukan para rivalnya, Manchester United dalam hal infrastruktur jelas tertinggal. Sesuai dengan penyataan Gary Neville, ada kebusukan yang tertanam di dalam klub yang membuat MU tak berprogress.
Tak bisa dipungkiri kalau Carrington memang sudah usang dan ketinggalan jaman. Bahkan Old Trafford juga bisa dibilang demikian. Untuk urusan ini, bukan CR7 yang pantas dijadikan kambing hitam. Adalah The Glazers yang harusnya disalahkan dan jadi pihak yang paling bertanggung jawab.
Oleh karena itulah, terlepas dari keluhan dan kritikan pedas lainnya yang ia sampaikan kepada Piers Morgan, soal kondisi Carrington, Cristiano Ronaldo berdiri di pihak yang benar. Hanya saja, momen Ronaldo mengeluarkan pernyataan tersebut mungkin saja salah.
It’s true that Manchester United are prepared to instruct Cristiano Ronaldo not to return to Carrington after World Cup, this is the plan as things stand. 🚨🔴 #MUFC
This is one of the first steps after the interview — more will follow in the next days. pic.twitter.com/B4gwNUJ54c
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) November 18, 2022
Kini, akibat dari wawancara rahasianya dengan Piers Morgan, Manchester United dikabarkan telah mengambil sikap untuk menginstruksikan Cristiano Ronaldo untuk tidak kembali ke Carrington setelah Piala Dunia. Ini tentu jadi indikasi awal didepaknya CR7 dari Old Trafford.
Namun, agar berimbang, sudah seharusnya pihak Manchester United juga menanggapi keluhan Cristiano Ronaldo soal Carrington dengan melakukan renovasi besar-besaran. Ya, hanya saja, hal tersebut mungkin sulit terjadi mengingat saat ini The Glazers yang pelit masih berkuasa.
***
Referensi: Manchester Evening News, CNN, Metro, Mirror, The Sun, DailyMail, DailyMail, Si.


