Bukan Hanya Uang! Inilah Rahasia Suksesnya Newcastle United

spot_img

Uang bukanlah segalanya. Begitulah ungkapan yang tepat bagi Newcastle United saat ini. Banyak yang beranggapan bahwa meningkatnya performa Newcastle akhir-akhir ini diraih berkat kucurkan dana melimpah dari pemilik mereka.

Tunggu dulu, memang benar Toon Army dikucurkan banyak uang. Namun kenyataannya mereka tak semena-mena dalam menggunakannya. Mereka tak sok-sok bergaya seenaknya asal comot banyak pemain bintang dengan harga selangit.

Peran manajemen dan jajaran pelatih tentu berpengaruh akan hal itu. Dari segi permainan pun, kini Newcastle jauh lebih enak untuk ditonton. Tak heran jika di tahun kedua kepemilikan Arab Saudi ini, The Magpies mulai menunjukkan dirinya sebagai calon klub besar.

Uang Bukanlah Jaminan Kesuksesan

Setahun sudah Newcastle merayakan suntikan duit dari Arab. Mereka banyak menikmati perubahan besar yang ada dalam tubuh klub. Dari mulai perencanaan, infrastruktur, maupun dari segi komersial.

Namun gelontoran uang yang tak terhingga jumlahnya dari sang pemilik itu, tidak selalu menjamin suatu kesuksesan. Itulah kata-kata yang keluar dari mulut pelatih Newcastle, Eddie Howe ketika menanggapi pernyataan pelatih Liverpool Jurgen Klopp baru-baru ini.

Klopp mengatakan bahwa Liverpool tak akan mampu bersaing dengan klub-klub yang dimiliki negara seperti PSG, City, maupun Newcastle. Murni karena suntikan finansial mereka yang tak terhingga.

Pernyataan Klopp itu sontak membuat publik Newcastle terbakar dan berusaha menunjukan bahwa mereka bisa sukses, meskipun tidak dengan uang semata. Kalau dikatakan Newcastle tampil apik karena suntikan finansial, ya itu benar tapi tidak sepenuhnya begitu.

Memang benar Newcastle belanja di bursa transfer dari uang Arab tersebut. Namun peran lain seperti kerja keras jajaran manajemen, pelatih, maupun pemain juga tak boleh dinihilkan.

Terbukti banyak juga klub yang hanya jor-joran menghamburkan uang untuk beli pemain dan performanya malah jeblok. Hal itu karena jajaran manajemen maupun pelatihnya tak bisa mengelolanya dengan baik.

Operasi Transfer Ashworth

Nah, Newcastle ini paling tidak hingga saat ini dapat dikatakan sebagai klub yang pandai mengelola uang yang dikeluarkan oleh sang pemilik. Peran pertama yang terpenting dalam hal ini sebenarnya adalah penunjukan Dan Ashworth. Seorang direktur teknik bekas direktur teknik Brighton. Ia mempunyai tugas penting untuk mengatur dan mengelola dana Arab itu di bursa transfer.

Perekrutan pemain pun malah cenderung dilakukan Ashworth dengan sederhana. Pemain yang didatangkan bukanlah nama-nama kelas wahid. Kombinasi analisis dan statistik dalam merekrut pemain dilakukan oleh Ashworth dan Howe. Hasilnya pun tepat dan sesuai dengan kebutuhan.

Di musim ini saja, Newcastle tak banyak mengeluarkan dana transfer yang tak penting. Toon Army hanya belanja pemain setengah dari pengeluaran Chelsea. Bahkan lebih sedikit dari yang dikeluarkan West Ham, Nottingham Forest, maupun Aston Villa.

Eddie Howe Dan Jason Tindall

Hasil positif yang diunduh Newcastle, selain dari kerja manajemen yang tepat, juga tentu berkat sentuhan langsung jajaran pelatihnya. Paket serasi Eddie Howe dan Jason Tindall di pinggir lapangan bagi Newcastle sangat berpengaruh. Paket yang dibawa dari Bournemouth ini memberi tuah bagi proses perkembangan Newcastle.

Di Bournemouth, mereka sudah dikenal menjadi paket pelatih dan asisten yang revolusioner dibanding para pelatih Britania Raya pada umumnya. Pendekatan permainan dengan sistem menyerang yang agresif menjadi gaya melatih mereka.

Di Newcastle, paket Howe dan Tindall ini membawa banyak perubahan taktik sesuai dengan pemain yang ada. Transformasi beberapa pemain pun banyak dilakukan. Seperti apa yang terjadi pada Joelington maupun Willock. Mereka yang awalnya biasa ditempatkan di posisi depan, di bawah Howe mereka diposisikan di tengah dengan menjadi seorang gelandang pada formasi 4-3-3 ala Howe.

Tiga Gelandang Progresif Newcastle

Tiga gelandang Howe itu juga salah satu kunci agresivitas Newcastle sejauh ini. Tiga gelandang tersebut biasa diisi Willock, Guimaraes, Joelinton, Sean Longstaff maupun Jonjo Shelvey.

Mereka bergantian mengatur sirkulasi bola di sektor tengah Newcastle. Tipe tiga gelandang milik Howe ini selalu mobile atau saling mengisi ruang kosong. Selain itu, mereka juga sangat intens dalam melakukan high pressing maupun duel one on one.

Uniknya, ketiga gelandang yang dipakai Howe tak banyak yang bertipikal bertahan. Semuanya punya fungsi yang sama dalam bertahan maupun menyerang. Mereka juga dituntut untuk tak banyak memegang bola terlalu lama.

Bahkan ketika kalah jumlah dengan gelandang lawan, biasanya tiga gelandang ini di skip perannya. Artinya, bola dari bek lebih banyak langsung mengarah ke tiga striker cepat mereka di depan yakni Almiron, Maximin, Wilson maupun Isak dengan umpan lambung jauh.

Cara itu terbukti ampuh ketika menghancurkan Spurs yang memakai pola 3-5-2. Howe lebih cerdik dengan menggunakan umpan lambung jauh yang akurat dari keempat beknya, terutama Trippier untuk langsung menuju area pertahanan Spurs.

Pola Pertahanan Dan Penyerangan Ala Newcastle

Dari segi pertahanan, dengan pola empat bek sejajar sejauh ini The Magpies terbukti solid. Koordinasi zona marking mereka dalam bertahan juga cukup ampuh. Selain peran bek dalam bertahan, seringkali tiga pemain tengah maupun dua winger mereka mampu track back jauh ke belakang dan terlibat dalam zona pertahanan ketika diserang lawan.

Hasilnya, kini sampai pekan ke 14 Liga Inggris mereka secara catatan hanya pernah kalah sekali. Kekalahan itu pun terjadi ketika melawan Liverpool yang golnya jatuh dari langit di menit 90 plus.

Dari segi kebobolan pun mereka kini tercatat sebagai klub dengan kebobolan paling sedikit di Liga Inggris yakni dengan 10 gol. Mereka juga mampu menciptakan 6 clean sheet dalam 13 pertandingan yang sudah dijalani. Selain peran empat bek mereka, peran kiper baru mereka Nick Pope juga jangan dilupakan.

Sedangkan dari segi penyerangan, selain tiga penyerang cepatnya di depan yang agresif, tiga pemain tengahnya pun juga sering silih berganti agresif terlibat dalam penyerangan. Termasuk juga bek kanan mereka Trippier yang sering overlap jauh ke depan untuk melakukan umpan crossing akurat.

Hasilnya memang sejauh ini terbukti. Total golnya sejauh ini yakni 24 gol. Total Expected Goals (xG) mereka tercatat sebesar 22,8. Yang artinya menjadi terbaik kedua di bawah Manchester City. Dengan hasil yang terus berkembang positif hingga sekarang, finish di zona Eropa menjadi sebuah mimpi dan harapan besar bagi publik Newcastle musim ini.

Sekali lagi, bahwa peran jajaran manajemen, jajaran pelatih, maupun pemain, menjadi bukti bahwa apa yang dikatakan Howe sebagai “uang bukanlah jaminan kesuksesan” adalah nyata adanya.

https://youtu.be/N-aGCYGhbHU

Sumber Referensi : theathletic, theathletic, chroniclelive, dailymail

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru