Mumetnya Tite Meracik Lini Serang Timnas Brazil

spot_img

Jika Southgate dibuat puyeng menentukan bek kanan Timnas Inggris, Adenor Leonardo Bacchi pusing memilih siapa yang akan mengisi pos lini serang Timnas Brazil. Pelatih Selecao yang akrab disapa Tite itu pusing karena banyak opsi di lini depan.

Kalau banyak opsi, tapi ada satu-dua yang bapuk sih tidak pusing-pusing amat. Masalahnya lini depan Brazil tidak ada yang buruk. Semua menunjukkan performa yang apik. Misal Neymar yang performanya tengah menanjak bersama PSG. Belum Gabriel Jesus, Antony, sampai Raphinha. Jadi, siapa yang akan dipakai Tite di Piala Dunia nanti?

Stok Lini Depan Brazil Menumpuk

Dengan materi pemain yang oke, Timnas Brazil berada di urutan teratas sebagai negara yang memiliki peluang paling besar untuk menjuarai Piala Dunia akhir November nanti. 

Kedalaman skuat mereka sangat baik, bahkan itu bisa dilihat dari posisi penjaga gawang. Brazil memiliki dua penjaga gawang top yang kini bermain di Liga Inggris, Ederson dan Alisson. Tak hanya itu, setiap lini juga memiliki kedalaman skuat yang baik.

Namun sektor yang paling mewah adalah lini serang. Hingga jeda internasional kemarin, setidaknya Tite memiliki 9 nama penyerang yang terbagi dalam tiga posisi yakni penyerang tengah, sayap kanan, dan sayap kiri. 

Semua orang tahu, siapa pun pemain yang masuk dalam daftar line up Tite, Neymar akan tetap menjadi pilihan utama. Tapi pertanyaannya, siapa saja pemain yang akan menjadi pendamping bintang Paris Saint-Germain itu?

Selain Neymar, Tite memiliki nama-nama seperti Antony di Manchester United, Raphinha di Barcelona, dan si Tuan Muda, Vinicius Jr di Real Madrid. Brazil juga masih memiliki dua Gabriel: Gabriel Martinelli dan Gabriel Jesus yang kian moncer bersama Arsenal. Lalu ada Richarlison di Spurs, atau striker dermawan Roberto Firmino. Belum lagi masih ada Pedro Dos Santos yang bermain di liga lokal Brazil bersama Flamengo.

Persaingan Penyerang Tengah

Beberapa nama itu akan bersaing untuk memperebutkan tempat utama di Timnas Brazil. Dengan 121 caps dan 75 gol, Neymar yang sudah berusia 29 tahun sudah pasti akan dipakai Tite. Ia merupakan harapan publik Brazil untuk kembali membawa pulang trofi Piala Dunia ke Negeri Samba.

Tinggal siapa yang akan bermain dengan Neymar. Pemain enerjik Real Madrid, Vinicius Junior tak bisa tidak menjadi pilihan Tite. Beberapa tahun terakhir, Vini telah menunjukan penampilan luar biasa bersama Los Merengues. Penyerang 22 tahun itu berperan vital dalam membantu klub menyegel gelar La Liga dan Liga Champions musim lalu.

Vinicius bisa dibilang jadi pemain dengan gaya bermain paling mirip dengan Neymar. Mereka sama-sama memiliki dribbling cepat, visi bermain yang bagus, skill olah bola yang ciamik dan memiliki naluri mencetak gol yang sangat baik. Sayangnya, catatan golnya di timnas tak sebaik Neymar. Vini hanya mencetak satu gol dari 15 pertandingan bersama Brazil.

Banyak yang beranggapan bahwa Tite tak akan menggunakan pemain bernomor 9 lantaran ia memiliki stok pemain sayap melimpah. Namun dalam dua laga uji coba melawan Tunisia dan Ghana, Tite mencoba Richarlison sebagai striker murni. Dan hasilnya sangat memuaskan, ia mencetak 3 gol dalam 2 pertandingan.

Richarlison tak jago dribbling macam Vinicius. Ia paham betul tugasnya adalah menjebol gawang lawan, bukan melewati dua atau tiga pemain agar mendapat tepuk tangan dari penonton. Sepanjang tahun 2022, rata-rata kemampuan mencetak gol Richarlison berada di angka 1,82 gol per 90 menit. Sedangkan dengan jumlah laga yang sama, Vini belum mencetak satu gol pun untuk Selecao.

Sedangkan dalam hal supply bola, Roberto Firmino unggul apabila dibandingkan dengan pemain lain. Selama bertahun-tahun kita bisa melihat kecemerlangan Firmino ketika menjadi pelayan bagi Sadio Mane dan Mo Salah di Liverpool. Tak ada false nine secerdas dan sedermawan Firmino di dalam skuad Timnas Brazil.

Raphinha vs Antony di Sayap Kanan

Nah untuk mengisi pos sayap kanan, persaingan ketat akan tersaji antara Raphinha dan Antony. Sama-sama berkaki kidal dan memiliki skill olah bola di atas rata-rata, mereka akan menjadi senjata mematikan di sektor kanan lini serang Selecao.

Dilansir Goal, Tite tampaknya lebih condong ke Raphinha ketimbang Antony. Pasalnya, Antony tak piawai dalam membantu pertahanan. Beda halnya dengan Raphinha yang rajin membantu pertahanan apabila tim berada keadaan tertekan.

Berbekal statistik 17,66 tekanan per 90 menit dengan tingkat kesuksesan berada di angka 67%, itu membuktikan bahwa Raphinha lebih rajin menjaga area bertahannya ketika tim tengah kehilangan bola. Meski demikian, Antony masih memiliki waktu setidaknya satu bulan untuk membuktikan kepada Tite bahwa ia layak berada di pesawat menuju Qatar.

Sosok yang Tak Diinginkan Tite?

Sebetulnya, yang akan menjadi pesaing kuat bagi Vinicius dan Richarlison adalah Gabriel Martinelli dan Gabriel Jesus. Namun dua nama ini tak masuk rencana Tite di agenda uji coba akhir September lalu jelang Piala Dunia Qatar.

Dilansir ESPN, keputusan Tite ini dinilai kontroversial. Terutama ketika sang juru taktik lebih memilih Pedro dan Matheus Cunha untuk jadi pelapis Richarlison dan Vini ketimbang Gabriel Jesus. Usut punya usut, Tite tak memanggil Gabjes karena melihat kegagalan sang pemain di Piala Dunia 2018.

Selain itu, Tite juga merasa bahwa ketajaman Gabriel Jesus di timnas sudah menurun. Gol kompetitif terakhirnya saja terjadi tiga tahun lalu. Tercatat hingga kini ia menghabiskan 19 pertandingan Internasional tanpa mencetak sebiji gol pun.

Racikan Paling Oke

Apa pun itu Tite telah mengantongi seabrek pemain top.Tapi ia tidak bisa membawa semuanya ke Qatar karena setiap tim diizinkan membawa 23 pemain saja. Jadi, nggak bisa tuh 9 penyerang dibawa Tite semuanya ke Brazil.

Dengan formasi 4-2-3-1 dan 4-3-3 yang paling sering digunakan Tite, komposisi yang mungkin adalah menurunkan Neymar sebagai pemain nomor 10 dan bermain di belakang striker. Skema ini sudah pernah dipakai Tite kala Brazil mengalahkan Tunisia dengan skor 5-1.

Jadi, Tite akan lebih leluasa dalam membongkar pasang tiga penyerang depan Timnas Brazil. Di sisi kiri, barangkali Tite bisa mempercayakannya pada Vini, karena ia bisa menarik perhatian bek lawan. Selain itu, satu-satunya pencetak gol di final Liga Champions kemarin itu mampu membongkar pertahanan lawan mengandalkan dribbling cepatnya.

Sedangkan di sisi kanan, Tite bisa mengandalkan Raphinha. Sebab tak hanya kemampuan olah bola, Raphinha juga tak malas mengejar bola. Namun, jika Tite ingin melakukan penyegaran, ia bisa membuat Raphinha berbagi menit bermain dengan Antony.

Sedangkan untuk penyerang tengah, Richarlison kemungkinan bakal jadi pilihan utama Tite. Sebagai penyerang sejati ia kuat dalam melakukan duel darat maupun udara. Hal itu terbukti ketika ia mencetak brace melawan Ghana. 

Selain itu, Richarlison juga piawai memainkan peran sebagai target man atau sebatas hanya memantulkan bola kepada rekan-rekan setimnya yang berdiri bebas tanpa penjagaan. Dengan skuad super mewah ini, mampukah Brazil menggenggam trofi Piala Dunia keenam kalinya?

https://youtu.be/TMxuPMJy0Mw

Sumber: ESPN, Goal, Daily Mail, Marca, Fbref

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru