Pasangan Ayah dan Anak Ini Pernah Membela Klub yang Sama

spot_img

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Mungkin pepatah ini yang bisa menggambarkan hubungan ayah dan anak yang sama-sama menjadi pesepakbola profesional. Contohnya Rachmat Irianto yang merupakan anak dari legenda sepakbola Indonesia era Primavera, Bejo Sugiantoro.

Yang membuat hubungan mereka kian menarik adalah, keduanya pernah membela klub yang sama, yaitu Persebaya Surabaya. Itu di Indonesia, bagaimana dengan sepakbola Eropa? Apakah ada ayah dan anak yang pernah membela klub yang sama? Tentu ada, berikut daftarnya.

Keluarga Schmeichel di Manchester City

Peter Schmeichel merupakan salah satu kiper terbaik yang pernah bermain di Inggris. Peter terkenal ketika masih menjadi kiper Manchester United era Sir Alex Ferguson. Di mana ia telah memenangkan lima gelar Liga Inggris dan trofi Liga Champions yang fenomenal musim 1998/1999.

Menariknya, Peter Schmeichel pernah membelot ke Manchester City di era awal 2000-an. Kepindahannya ke Manchester Biru menimbulkan kontroversi bahkan sedikit kebencian di sisi Manchester Merah. Meski melegenda bersama United, Peter justru memasukan anaknya, Kasper Schmeichel ke akademi City.

Kasper juga berposisi sebagai penjaga gawang. Ia menimba ilmu di akademi Manchester City hingga usianya 18 tahun. Bermula dari tim U-18 City, Kasper mampu menembus skuad utama The Citizen pada tahun 2004 silam. Namun, ia memutuskan untuk bergabung ke Notts County pada tahun 2009 dan kini bermain untuk Leicester City.

Bermain di bawah nama besar ayahnya tak membuat Kasper ciut. Ia melakukannya dengan baik. Kasper bahkan memenangkan trofi Liga Inggris dan Piala FA bersama Leicester. 

Keluarga Haaland di Manchester City

Jauh setelah keluarga Schmeichel, kini kisah itu kembali terulang pada diri Erling Haaland. Kendati demikian, petualangan Haaland baru akan dimulai awal musim depan lantaran ia baru didatangkan City dari Borussia Dortmund awal Juni kemarin.

Haaland memilih Manchester City sebagai klub barunya lantaran City memiliki hubungan yang baik dengan sang ayah, Alf-Inge Haaland. Ayah Haaland pernah membela City pada awal 2000-an. Ia didatangkan dari Leeds United pada musim 2000/2001 dan menjadi saksi perjalanan rollercoaster City di sepakbola Inggris.

Kini Erling Haaland melanjutkan trah keluarga “Haaland” di Manchester City. Setelah City mendatangkannya, mereka sesekali melakukan bincang-bincang santai dengan pasangan anak dan ayah ini sebagai bentuk pendekatan kepada fans melalui media sosial.   

Keluarga Maldini di Milan

Mendengar nama Maldini, pasti semua orang akan mengaitkannya dengan klub raksasa Serie A, AC Milan. Keluarga ini terlihat sangat mencintai klub asal Kota Milan tersebut. Hal ini karena nama mereka selalu ada dalam daftar tim yang sudah memegang lima kali juara Liga Champions tersebut.

Cesare Maldini menjadi kepala dari gerbong keluarga yang menjadi legenda hidup klub tersebut. Pria asal Italia ini merupakan sweeper yang andal, kehebatannya membuat barisan belakang Milan sulit ditembus para penyerang lawan.

Selepas pensiun, nama Paolo Maldini yang merupakan anak dari Cesare Maldini, merangkak naik dan sukses menjadi legenda AC Milan. Hal tersebut bukan semata-mata karena memiliki darah Maldini, melainkan Paolo Maldini memang bek yang bagusnya bukan main. Bek kharismatik itu membela AC Milan sejak 1985 hingga 2009.

Trah Maldini tak berhenti di situ. Kini nama Daniel Maldini muncul sebagai penerima tongkat estafet keluarga Maldini di Milan. Namun, Maldini yang satu ini sedikit berbeda. Ia tak bermain sebagai pemain belakang, melainkan ia seorang pemain yang bernaluri menyerang. Ia bermain di posisi gelandang serang dan sayap.

Ketiga Maldini ini terbilang sukses di Milan. Dari Cesare hingga Daniel, mereka sukses menghadirkan belasan trofi untuk Milan. Teranyar Daniel Maldini juga tergabung dalam skuad Milan yang meraih scudetto musim lalu.

Keluarga Kluivert di Ajax

Patrick Kluivert merupakan pemain hebat pada masanya. Ia sukses menjadi legenda di Timnas Belanda, sekaligus mengingatkan supremasi akademi Ajax yang kerap melahirkan pemain jempolan dan menjadi legenda di sana.

Bersama Ajax, Patrick Kluivert mampu memenangi banyak gelar termasuk Liga Champions tahun 1995. Kemahirannya dalam mengolah si kulit bundar ternyata menurun ke anaknya, Justin Kluivert. Justin merupakan sayap lincah dengan masa depan cerah. Sama seperti sang ayah, karirnya dimulai dari akademi Ajax dan promosi ke skuad utama tahun 2017.

Nama Justin kian melambung saat berhasil membawa Ajax melaju ke babak final Europa League 2016/2017, sayang Ajax gagal meraih gelar setelah dipaksa tunduk oleh Manchester United dengan skor 2-0. 

Kehebatannya dalam mengolah bola membuatnya merantau ke Italia bersama AS Roma pada musim 2018/2019. Di Roma penampilannya kurang maksimal sehingga ia hanya menghabiskan masa-masanya di Italia sebagai pemain pinjaman. Beda halnya dengan sang ayah, dalam karir sepakbolanya Justin belum merasakan gelar juara sama sekali.

Keluarga Blind di Ajax

Selain keluarga Kluivert, ada Danny Blind dan Daley Blind. Mungkin kalian lebih akrab dengan nama Daley Blind ketimbang Danny Blind. Namun, Danny Blind bisa dibilang sebagai salah satu legenda yang dimiliki sepakbola Belanda. 

Dia adalah pemain penting bagi Ajax. Bermain di era 80-an hingga akhir 90-an ia menghabiskan 13 tahun di Ajax dan meraih belasan trofi bergengsi, termasuk lima gelar Eredivisie, Liga Champions dan Piala Super UEFA.

Sedangkan sang anak, Daley Blind mulai dikenal ketika menembus skuad utama Ajax pada tahun 2009. Bek serba bisa itu menjadi andalan dalam beberapa tahun, sebelum akhirnya bergabung dengan Manchester United pada musim 2014/2015. Namun, minimnya menit bermain membuat Daley Blind kembali ke Ajax musim 2018/2019.

Di periode keduanya bersama Ajax, Daley Blind kembali memberikan beberapa trofi bergengsi untuk Ajax. Hingga saat ini ia sudah memberikan sebelas trofi termasuk 7 gelar Eredivisie untuk Ajax.

Keluarga Zidane di Real Madrid

Jika Zinedine Zidane dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik sepanjang sejarah, sang anak yaitu Luca Zidane justru memilih kiper sebagai posisi bermainnya. Luca pernah dilatih sang ayah saat ia berkostum Real Madrid. 

Sayangnya, Luca hanya merasakan tampil di skuad utama sebanyak dua kali saja sebelum akhirnya ia dijual ke Rayo Vallecano pada tahun 2020. Hal itu tentu berbanding terbalik dengan sang ayah saat masih berkostum Los Blancos. 

Madrid menjadikan Zinedine Zidane pemain termahal dunia ketika didatangkan dari Juventus tahun 2001. Ia kemudian membantu Real Madrid menjuarai Liga Champions pada musim 2001/2002 dan La Liga musim berikutnya.

Keluarga Savage di Manchester United

Yang terakhir ada keluarga Savage di Manchester United. Setan Merah memang dikenal sebagai klub yang kerap menghasilkan bakat-bakat muda melalui akademinya. Charlie Savage, anak dari Robbie Savage, jadi pemain akademi kesekian yang merasakan debut di skuad utama United. 

Charlie memainkan debutnya di Liga Champions kala United menghadapi Young Boys Desember lalu. Yang menarik adalah saat Charlie melakukan debutnya, sang ayah menjadi komentator dalam pertandingan tersebut. Dengan bangga, Robbie memperkenalkan nama putra sulungnya itu kepada dunia saat Charlie masuk sebagai pengganti Juan Mata.

Sama seperti ayahnya, Charlie Savage juga berposisi sebagai gelandang tengah. Namun Robbie Savage yang membela MU pertengahan 90-an lebih berkarakter bertahan dan agresif di lapangan. Sementara Charlie, adalah gelandang tengah kreatif yang memiliki naluri menyerang cukup baik.

https://youtu.be/n_zLZcIol1s

Sumber: Sportskeeda, Intersport, Khelnow, Idntimes, Transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru