Jika Milan Juara, Nama Rafael Leao Harus Jadi yang Pertama Diingat

spot_img

Hampir semua orang sepakat bahwa pekerjaan yang menyenangkan adalah pekerjaan yang membuat kita berbahagia. Begitulah yang dilakukan Rafael Leao pada sepakbola. Ia menjadi pemain, dibayar, dan ia tetap bersenang-senang dalam sepakbola.

Sepakbola, mungkin bagi seorang Rafael Leao bukanlah hal yang mesti dilombakan. Sebagai pemain, ia tidak peduli apakah gelar akan menghampirinya atau tidak. Yang dilakukan Leao adalah bermain sepakbola dengan bumbu kebahagiaan.

Ia punya kebiasaan yang boleh jadi tak dipunyai pesepakbola lain, sekalipun para bintang lapangan hijau. Leao punya kebiasaan tersenyum ketika sedang men-dribble bola.

Ya, kamu tidak perlu datang ke klinik THT. Karena kamu memang tidak salah dengar. Kebiasaan yang sedikit unik, jika tidak menyebutnya aneh itu, memang sering dilakukan Leao. Pemain yang memiliki daya ledak itu selalu menggiring bola dengan senyuman.

Orang mungkin akan melihat Leao seperti orang yang kurang waras. Atau lebih berbahaya lagi, bagi lawan hal itu bisa dianggap menghina. Leao bisa saja dianggap congkak. Itu bukan khayalan, karena kekhawatiran serupa juga muncul dari pelatihnya sendiri, Stefano Pioli.

Rafael Leao Si Jago Dribble

“Awalnya, saya sedikit khawatir. Tapi belakangan saya menyadari bahwa ini benar-benar sesuatu yang baru saja keluar saat dia bermain, persis seperti apa yang dilakukan wajahnya. Itu sangat indah,” kata Pioli ketika diwawancarai The Guardian soal Leao yang selalu tersenyum saat menggiring bola.

Pioli memaklumi apa yang dilakukan Leao. Baginya, sepakbola memang penuh keseriusan dan profesionalitas. Namun, sebagaimana seks, sepakbola tak bisa lepas dari gairah dan kenikmatan. Dan Leao adalah orang yang melepaskan gairah itu dengan senyuman.

Entah berkaitan maupun tidak, senyuman Leao saat dirinya menggiring bola senada dengan kualitas dribble-nya. Ia yang awalnya menjadi pemain tengah bergeser ke sisi sayap. Posisinya digantikan oleh Giroud maupun Ibrahimovic.

Nah, justru di situlah kesempatannya. Pergeseran posisi, justru membuat Leao seperti ketiban emas. Ia makin bisa melakukan dribble yang sungguh mendatangkan decak kagum. Dan benar saja, kemampuan dribble-nya mencair di lapangan.

Mengutip sebuah situs statistik Fbref, sejauh ini di musim ini, Leao sudah membuat 22 dribble yang berujung pada tembakan. Angka dribble Leao tersebut melesat lebih banyak dari yang ia lakukan di musim sebelumnya, yaitu hanya 9 dribble yang berujung tembakan.

Selain mencatatkan rekor dribble berujung gol miliknya sendiri, statistik itu juga menjadi yang tertinggi di Serie A musim 2021-2022.

Melebur dengan Strategi Pioli

Keberkahan seperti menghampiri ke kubu Rossoneri ketika mendapatkan Rafael Leao. Meski awalnya, keraguan terhadapnya juga turut mengiringi. Apa yang diharapkan Milan dari seorang pemain muda yang lebih sering inkonsisten?

Ya, selama berseragam klub Prancis, Lille, inkonsistensi menjadi nama tengah Leao. Walau sebelum dari sana, Leao tampil bersama Sporting CP, dan bakatnya memang terendus dari klub Portugal tersebut. Tampaknya, faktor itulah yang membikin Milan tetap mengontrak Leao.

Dengan biaya 30 juta euro (Rp462,8 miliar), AC Milan akhirnya mendapatkan servis Leao. Namun, kedatangannya pada 2019, sebagaimana ditulis Marini Anggitya di situs The Flanker, membuat manajemen AC Milan langsung dicap impulsif terhadap kedatangan Leao.

Akan tetapi, Pioli tampaknya sudah memagari dirinya dengan kesabaran. Ia punya kepercayaan penuh pada bocah Portugal tersebut. Leao yang justru ditempatkan di sisi sayap kiri, lantaran di tengah sudah ada Giroud maupun Ibrahimovic, mampu tampil energik.

Dalam tulisan di The Flanker tersebut, Leao tak berpengaruh apakah Pioli akan menerapkan skema 4-2-3-1 atau 4-3-3. Karena sudah tentu, Leao akan menjadi pilihan di sisi kiri. Leao selalu diplot sebagai sumber kreativitas serangan Milan, dan ia berhasil membuktikan bahwa ialah pemain yang dibutuhkan Pioli agar strateginya tidak mampet.

Menanggung Beban Milan

Tentu Leao tidak sendirian. Pioli tahu bahwa penetrasinya di sayap kiri sangat bagus. Eksplosivitas Leao sudah tidak perlu diragukan lagi. Pemain Portugal itu juga dituntut untuk menjadi pemain sayap modern. Di mana ia bukan hanya melebar, tapi juga harus mampu menusuk di antara celah pertahanan lawan atau cutting inside.

Leao sudah melakukan itu sejak musim lalu. Ingat bagaimana ia menciptakan gol cepat ke gawang Sassuolo? Iya, gol 6,76 detiknya membuat siapa pun bergidik ngeri. Itu gol tercepat di Serie A, bahkan di lima liga top Eropa.

Kemampuan Leao ini memang harus didukung pula oleh pemain lain. Apalagi pola serangan Pioli yang menitikberatkan di sisi sayap, menuntut peran ganda pemain di pos lain. Ia jelas membutuhkan sosok striker yang serba bisa, dan gelandang dengan segala macam pelayanan.

Untuk itulah, Sandro Tonali dan Ismael Bennacer ada di sana. Begitu pula sosok Giroud dan Ibrahimovic. Namun terkadang dua pemain gaek itu tak becus menciptakan gol. Nilai expected goal (xG) Ibrahimovic, pada musim ini hanya 6,8. Sedangkan Giroud lebih baik dengan nilai expected goal 9,4.

Meski sudah memiliki Olivier Giroud, pada kenyataannya keran gol Milan masih tak bisa lepas dari kaki Leao. Apalagi ketika Giroud mendadak mengalami paceklik gol. Maka, Leao yang mesti menjadi tulang punggung serangan Rossoneri.

Peran Ganda Leao

Belakangan ini, Stefano Pioli suka menempatkan Rafael Leao di posisi sayap kiri. Namun, itu hanya sekadar posisi. Faktanya, Leao bukan hanya memiliki satu peran, yaitu pemain sayap. Leao memiliki peran ganda dalam skema Pioli.

Leao bukan hanya melakukan dribble untuk membantu serangan, atau menyisir di sisi kiri dengan sesekali melakukan cutting inside. Lebih dari itu, Stefano Pioli mempercayakan Leao sebagai lumbung gol.

Pelatih berkepala plontos itu menaruh kepercayaan tinggi pada Leao. Ia mengatakan bahwa Leao harus menghindari menjadi “pemain sepele”. Dan Leao pelan-pelan melakukannya. Ia menjelma otak serangan Rossoneri.

Musim ini, Rafael Leao sudah membuat 56 operan yang mengarah pada percobaan tembakan. Leao di musim ini, juga sudah melakukan 93 aksi yang mengarahkan kepada terciptanya peluang. Entah itu dribble, tembakan, maupun operan sukses.

Pada musim ini, Leao sudah menciptakan 11 gol di Serie A. Jumlahnya mengungguli Olivier Giroud (9 gol) dan Zlatan Ibrahimovic (8 gol). Hebatnya lagi, semua gol Leao tercipta dalam situasi open play, bukan dari titik putih. Itu menandakan bahwa keran gol Milan memang berasal dari bocah yang satu ini.

Bukan hanya gol, catatan asis Leao juga mencengangkan. Sejauh ini ia sudah mengemas 7 asis. Jumlahnya menjadi yang terbanyak di skuad Milan. Dari 90 menit pertandingan, Leao mengambil 89 persennya untuk melahirkan tembakan. Ia bisa menciptakan 3 tembakan dalam 90 menit laga.

Dengan peran-perannya itu. Kualitas Leao yang begitu nyetel dengan skema Pioli, maka wajar saja kalau sang pelatih sering memainkan Leao. Tercatat ia sudah bermain sebanyak 33 kali bersama Milan di musim ini, dan 30 di antaranya menjadi starter.

Oleh karena itu, kelak jika scudetto benar-benar berada di tangan Rossoneri, nama Rafael Leao, yang tenggelam di antara pemain top seperti Ibra dan Giroud, justru lebih layak menjadi nama pertama yang wajib diingat. Bravo Leao!

https://youtu.be/iqOhCEiRtw8

Sumber referensi: TheGuardian, Sempremilan, Rossoneriblog, Milanreports

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru