Duo Gavi-Pedri Reinkarnasi Iniesta-Xavi?

spot_img

Dalam sebuah klub diperlukan apa yang namanya regenerasi. Sebuah proses regenerasi itu penting dilakukan sebuah klub untuk tujuan membangun tim dalam jangka panjang yang jelas.

Regenerasi inilah yang kali ini mulai coba dibangun Barcelona di bawah komando Xavi. Terutama lini tengah sepeninggal Xavi dan Iniesta. Blaugrana belum lagi memiliki penerusnya.

Akan tetapi, kini penerus itu mulai terlihat. Ya, Blaugrana sekarang akan menatap masa depan yang terbilang cerah berkat adanya dua pemuda belia Spanyol yang diproyeksikan sebagai the nextxaviesta”.

Pedri dan Debutnya

Yang pertama adalah Pedro Gonzalez Lopez atau yang sering dipanggil Pedri. Pemain muda yang dibeli Barcelona dari klub Segunda Las Palmas pada musim 2020/2021. Ketika itu ia masih berumur 17 tahun.

Kedatangan Pedri di Barcelona dibilang sangat minim pengalaman. Meskipun dirinya ternyata sudah punya background menit bermain yang cukup di klub sebelumnya Las Palmas dengan 37 kali penampilan dan mencetak 4 gol.

Pedri melakukan debutnya di Barcelona pada musim pertamanya di tim senior. Ia pada 27 September 2020 di bawah asuhan Ronald Koeman melakoni debut pertamanya. Ketika itu ia menggantikan Coutinho pada laga yang dimenangkan Barcelona atas Villarreal 4-0.

Pedri sejak debutnya yang mengesankan, ia mulai sering dipercaya Koeman masuk dalam starting eleven Barca. Ia hingga akhir musim 2020/2021 mampu tampil 52 kali pertandingan di semua kompetisi dan menciptakan 4 gol untuk Barcelona.

Di klubnya Barcelona, Pedri hanya mampu mengantarkan Blaugrana finish di posisi 3 klasemen dan mendapat trophy Copa del Rey.

Berbeda dengan musim 2021/2022. Kini sejak debutnya bersama Xavi, Pedri sedikit mengalami perubahan. Xavi memanfaatkan Pedri sebagai pengatur di lini tengah bersama dua koleganya, Sergio Busquets dan Frankie de Jong. Terbukti, berkat perannya itu, Pedri turut serta mengambalikan Barca ke tren positif, setidaknya sampai penghujung Maret 2022.

Gavi dan Debutnya

Sementara, Pablo Martin Paez Gavira atau sering dipanggil Gavi merupakan produk akademi muda Barcelona. Ia bergabung ke Barcelona sejak 2015 di usianya yang masih 11 tahun, dan mengawali karirnya dari U-16, U-19 hingga sampai ke tim senior Barca.

Pada 29 Agustus 2021, ia memainkan pertandingan resmi pertamanya untuk tim senior Barcelona melawan Getafe di La Liga setelah menggantikan Sergi Roberto. Pada tanggal 18 Desember 2021, ia mencetak gol dan assist pertamanya untuk klub dalam kemenangan kandang 3-2 atas Elche di bawah pelatih baru Xavi Hernandez.

Permainan Pedri Dan Gavi Dibawah Xavi

Xavi acap kali mengandalkan duo Pedri dan Gavi di lini tengah. Hal itu makin oke karena sejak pulih dari cedera, Pedri sendiri sudah mulai menunjukkan tanda kalau performanya kembali.

Ditemani Busquets dan De Jong, Pedri bertransformasi sebagai gelandang yang kreatif. Ia difungsikan oleh Xavi sebagai pengatur serangan sekaligus penjelajah lini tengah Barca. Kemampuannya untuk melakukan penetrasi ke kotak penalti, dan penguasaan bola yang baik membuatnya seolah seperti Xavi ketika masih bermain.

Namun, tentu saja ia masih terlampau jauh kualitasnya dari Xavi, mengingat ia masih 19 tahun. Pedri harus berjuang lebih keras jika ingin menjadi penerus Xavi, terutama mental dan harus menjadi dirinya sendiri.

Pedri dan Xavi sangat berbeda jauh dari segi kualitas individu maupun teknik. Akan tetapi, dengan pelatih dan strategi yang tepat serta dapat memanfaatkan kapasitas yang dimiliki bukan tidak mungkin Pedri akan berprestasi layaknya Xavi di masa depan.

Beda dengan Gavi. Gavi akhir-akhir ini mungkin masih kalah bersaing dengan posisi Aubameyang, Depay maupun Ferran Torres. Hal itu karena ia menempati posisi baru yang diinstruksikan Xavi.

Gavi sejatinya berposisi sebagai gelandang. Hanya saja keberadaan De Jong dan Busquets membuatnya harus berpindah posisi. Xavi menyulap Gavi justru ke posisi penyerang sayap palsu di sebelah kiri lini penyerangan Barcelona.

Ia ditugaskan untuk merangsek ke daerah half space lawan dan menarik bek kanan lawan sehingga ruangnya bisa dimanfaatkan Jordi Alba untuk naik jauh kedepan. Peran itu mirip seperti yang pernah dilakukan Andres Iniesta beberapa musim di Barca. Ketika itu Iniesta sering berada di posisi Gavi tersebut.

Gavi dengan kemampuannya membaca ruang, passing akurat serta fisik yang lincah dimanfaatkan Xavi untuk berperan menyerupai Iniesta ketika masih bermain. Gavi sendiri tentu berbeda jauh jika disandingkan dengan Iniesta. Secara kualitas individu Gavi masih harus belajar.

Kesempatan bermain harus juga sering diberikan Xavi kepada Gavi. Karena menit bermain penting buat mental pemain di lapangan. Gavi sekarang masih menunggu antrian, ketika masih moncernya Pedri, Ferran Torres, maupun Auba. Mengingat ia masih 17 tahun dan masih sangat lama perjalanan karirnya.

Sampai akhir Maret 2022 setelah cedera lama yang dialaminya Pedri sudah mencatatkan 18 penampilannya di semua kompetisi dengan 3 gol dan 1 assist. Sementara Gavi sudah mencatatkan 36 pertandingan di semua kompetisi dengan 2 gol dan 5 assist.

Regenerasi Lini Tengah Barcelona

Sejak trio keemasan lini tengah Barcelona, Busquets, Xavi dan Iniesta, Barcelona harus menunggu lama pewaris tahta lini tengahnya muncul kembali. Pembelian amburadul Barca di bawah Bartomeu seperti Andre Gomes, Vidal, Pjanic, bahkan Paulinho, hanya merusak regenerasi lini tengah Barca.

Tentu Barcelona tidak mengharapkan pemain yang sama persis dengan trio Busquets Xavi dan Iniesta itu untuk lahir, tetapi lebih kepada cara bermain, dan pembinaan yang berhasil seperti era La Masia dapat tercapai kembali dengan proyek regenerasi yang dilakukan.

Fenomena kelahiran duo Pedri dan Gavi menunjukan indikasi regenerasi yang dilakukan Barcelona ataupun Spanyol telah berjalan. Pedri dan Gavi akan cocok sebagai duo masa depan bagi kesuksesan Barcelona dan Spanyol.

Mereka sama-sama bertipe gelandang tengah yang bertubuh kecil dan mempunyai retensi bola yang smooth dan kecepatan berpikir (reaction ball) yang tinggi. Hal itulah yang menjadi basic seniornya Xavi dan Iniesta dalam konsep bermainnya. Paling tidak, kini Pedri dan Gavi mampu untuk meniru dan memainkan konsep itu.

Sumber Referensi : mundodeportivo,101greatgoals, espn, theanalyst, transfermarket

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru