Sejak kepindahannya dari Qatar ke Barcelona, Xavi Hernandez diharapkan sebagai juru selamat bagi menurunnya performa Barcelona di bawah Ronald Koeman. Meskipun pada awalnya ketika datang langkah Xavi tidaklah berjalan mulus. Ia masih berproses membenahi struktur yang sudah kadung amburadul di Barcelona ketika itu.
Perlahan Xavi mengevaluasi dengan caranya sendiri, apa yang harus segera dibenahi di jangka pendek. Hasil positif Blaugrana akhir-akhir ini menunjukan beberapa indikator kebangkitan Barca di bawah Xavi.
Transfer Pemain Yang Tepat
Salah satu indikator bangkitnya kembali performa Barcelona yakni perekrutan pemain baru yang tepat. Evaluasi Xavi dalam memperhatikan pos mana saja yang perlu dibenahi berjalan baik. Perekrutan pada bursa transfer Januari 2022 dimanfaatkan Barca demi menambal sektor yang dianggap rapuh.
Proses bursa transfer Barca sempat terhalang oleh limitnya biaya transfer akibat utang yang menggunung dari Barca yang ditinggalkan presiden sebelumnya, Bartomeu. Xavi dan Barca harus memutar otak supaya mendapatkan transfer dengan harga yang tepat. Dengan berbagai dana pinjaman yang diusahakan presiden baru Laporta, Barca akhirnya sukses mendatangkan beberapa pemain baru.
Barca mendapatkan Ferran Torres dari Manchester City. Kedatangan Ferran mampu menambal lini serang bagi Barca yang ditinggal Messi dan Griezmann. Kemudian kedatangan kembali Dani Alves dengan gaji rendah, yang mampu diposisikan sebagai bek kanan, lini yang kerap rapuh sepeninggalnya dari Barca. Lalu di akhir bursa transfer Januari 2022, Barca mendapatkan Aubameyang dari Arsenal dan Adama Traore dari Wolves. Keduanya menambah variasi lini serang Barca sepeninggal Messi yang kerap tumpul.
Beberapa transfer Barca tersebut terlihat efektif karena sebagian besar tidak memakan biaya terlalu banyak praktis hanya Ferran Torres yang memakan biaya 55 juta euro atau sekitar (Rp883 miliar). Lainnya seperti Aubameyang, Alves dan Traore datang dengan tanpa biaya, baik pinjaman maupun gratis.
Sampai sekarang para pemain baru itu membawa efek nyata secara hasil paling tidak sampai kemenangan atas Elche di La Liga. Adama Traore sampai sekarang sudah memberikan 4 assist dalam 5 pertandingan, sedangkan Pierre-Emerick Aubameyang sudah mencetak 5 gol. Ferran Torres dengan 2 gol dan 3 assist sejak debutnya dengan seragam Blaugrana. Adapun Dani Alves, mencetak satu gol dan 3 assist.
Barcelona’s January transfers:
🔹Dani Alves:
(5 games, 1 goal, 3 assists)🔺Ferran Torres:
(7 games, 2 goals, 2 assists)🔹Adama Traore:
(4 games, 2 assists)🔺Auba:
(4 games, 3 goals)Thoughts?🤔 pic.twitter.com/bOuDHV6gMB
— BRGoals (@BRGoals) February 21, 2022
Keberhasilan Barca mendatangkan beberapa amunisi tambahan membuat Xavi tidak ambil pusing dalam menentukan pemain. Opsi yang tersedia makin banyak, ditambah keberadaan pemain-pemain lamanya mampu dipertahankan.
Rotasi Dan Kedalaman Skuad
Dengan banyaknya opsi pemain, Xavi menjadikannya sebagai suatu kekuatan tersendiri. Ketika satu pemain kurang perform akan mudah diganti dengan pemain lainnya yang cenderung sepadan secara kualitas. Kedalaman skuat Barca dibawah Xavi sekarang selama ini membuahkan hasil.
Di pos lini serang dengan komposisi tiga penyerangnya, secara bergantian para pemain seperti Aubameyang, Ferran Torres, Memphis Depay, Traore, maupun Luuk De Jong silih berganti mengisi pos itu. Tatkala deadlock dalam mencari gol, mereka saling bisa mengisi kebuntuan gol Blaugrana.
Opsi kedalaman skuad di tengah dengan tiga gelandangnya secara bergantian para pemain seperti Busquets, Pedri, Gavi, Nico, dan Frankie De Jong silih berganti menjadi pilihan Xavi dalam menguasai lini tengah permainan.
Di posisi lini pertahanan, posisi bek kanan kini bertambah dari yang dulu hanya Sergiño Dest dan Sergi Roberto sekarang ketambahan Dani Alves. Di bek tengah opsi seperti Araujo, Pique, Umtiti, Mingueza maupun Eric Garcia tersedia sebagai. Di bek kiri praktis hanya Jordi Alba yang sering dirotasi oleh Xavi.
Dengan kedalaman skuad dan rotasi yang dilakukan Xavi, tampaknya tidak cukup tanpa apa yang direncanakan oleh Xavi secara garis besar permainannya.
Xavi is doing very good as Barca’s coach, whether in terms of rotation, tactics, pressing, style, training and man management. But, with Xavi his brother and assistant coach Oscar Hernandez deserves a part of the credit too. Hopefully the brother duo bring more to club. pic.twitter.com/ryuc5gs8fC
— Blaugrana Times (@blaugranatimez) March 6, 2022
Xavi Ball
Garis besar permainan Barca di bawah Xavi tetap mengadopsi filosofi menyerang Barca dengan menyerang dan possesion football. Akan tetapi tidak hanya itu, Xavi mampu menciptakan sendiri gaya permainannya dengan menyesuaikan kondisi yang ada di skuadnya maupun kondisi era sepak bola modern. Gaya permainan itu sering disebut banyak orang Xavi Ball.
Xavi dan dua asistennya Oscar Hernandez dan Sergio Alegre mengubah pola latihan Barca dengan mengeksplorasi aspek spesifik dari pertahanan, lini tengah, hingga serangan yang sangat bervariasi. Tak jarang di lapangan mereka menerapkannya dengan tidak hanya melakukan umpan-umpan pendek, tapi juga dikombinasikan dengan sesekali long ball yang akurat.
Xavi dalam mewujudkan gaya permainannya sengaja merekrut beberapa staf yang kompeten yang sesuai kebutuhan. Ambil contoh Ivan Torres yang baru ditunjuk sebagai kepala kebugaran fisik Barca, agar supaya fisik para pemain tidak lagi sering cedera seperti yang dialami Ousmane Dembele.
Kemudian analis pertandingan di bawah komando Sergio Garcia, David Prats, dan Toni Lobo. Mereka adalah yang menganalisis pertandingan dan menyampaikannya ke Xavi sebagai poin evaluasi baik data maupun perkembangan tim agar Xavi Ball berjalan sesuai rencana.
Secara permainan, Xavi Ball lebih mengandalkan serangan lewat tiga penyerang depannya, Traore atau Dembele yang sering menyisir lini kanan lawan, sedangkan di kiri Gavi atau Ferran Torres sering bergerak ke tengah mengincar sisi half space lawan. Hal itu membuat Jordi Alba sebagai bek kiri leluasa untuk naik jauh di sisi kiri pertahanan lawan.
Striker tengah baik Aubameyang, Depay maupun Luuk De Jong lebih sering bergerak mobile dengan memanfaatkan ruang yang ditinggalkan bek lawan. Di tengah, kunci Xavi Ball terletak pada kombinasi trio Busquets, Pedri, dan Frankie De Jong. Mereka perlahan menemukan kekompakan sesuai arahan gaya Xavi.
These are Xavi’s three most used midfielders 🧐
🇪🇸 Sergio Busquets
🇳🇱 @DeJongFrenkie21
🇪🇸 @Pedri #BeSoccer #Xavi #Barcelona #Busquets #DeJong #Pedri https://t.co/KDUiVv2a2u pic.twitter.com/UAwhDhn7A0— BeSoccer (@besoccer_com) March 8, 2022
Pedri dan Frankie De Jong lebih berfungsi pada penguasaan bola dan sesekali masuk kotak penalti lawan, sedangkan Busquets dengan kedalamannya serta umpan akuratnya. Salah satu yang terbaru adalah transformasi peran seorang Dani Alves di posisi bek kanan yang difungsikan Xavi sebagai inverted fullback. Dani Alves sering bergerak ke tengah berdampingan dengan Busquets guna membackup kedalaman barca serta melakukan umpan terukurnya dari tengah.
Interesting – Dani Alves taking up this kind of position when Barça have the ball. pic.twitter.com/dKutxUvsWH
— The Spanish Football Podcast (@tsf_podcast) February 6, 2022
Xavi Ball dengan perlahan menghinggapi cara bermain skuad Barca sekarang. Alhasil, Barca tidak terkalahkan dari akhir Januari sampai awal Maret 2022 di semua kompetisi. Barca dengan Xavi Ball-nya mampu menang enam kali dan seri sekali dengan melesakkan 20 gol dan kemasukan hanya 7 gol dalam 7 pertandingan.
Pencapaian ini bukan tidak mungkin akan terus berlanjut. Paling tidak Barca di bawah Xavi sedang berproses agar musim ini bisa finis di empat besar. Mengingat kans juara La Liga sudah jauh tertinggal dari Real Madrid. Hal realistis Xavi sekarang tampaknya sudah berbuah nyata. Dengan mengembalikan Barca ke posisi 3 klasemen sementara hingga pekan ke 27 La Liga.
CLASIFICACIÓN | ¡El @realmadrid es 𝙈𝘼́𝙎 𝙇𝙄́𝘿𝙀𝙍 de #LaLigaSantander! 🤍🔝🤍#TheFansGame pic.twitter.com/wvXUYWrLY9
— LaLiga (@LaLiga) March 7, 2022
https://youtu.be/eKGHJ9777Vk
Sumber Referensi : dailymail, forbes, sport.es, allfreesports


