Remuknya Sepak bola Ukraina Akibat Invasi Rusia

spot_img

Ketegangan Rusia dengan Ukraina sejatinya sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Percikan-percikan itu muncul ketika Parlemen Ukraina mencopot presiden Ukraina yang pro-Rusia, Viktor Yushchenko dari kursi kepemimpinan pada tahun 2014.

Praktis, setelah peristiwa itu, hubungan Rusia dengan Ukraina mulai memanas dan keadaan negara Ukraina terancam oleh rombongan militer Rusia yang berjaga di perbatasan antara Ukraina dan Rusia. Puncaknya, pada akhir Januari kemarin, hal-hal yang seperti kita lihat sekarang pun terjadi.

Invasi Rusia kepada Ukraina sangat berdampak pada berbagai sektor di dunia, tak terkecuali juga sektor olahraga sepak bola, terutama sepak bola Ukraina itu sendiri.

Tercatat sejak beberapa tahun lalu sepak bola Ukraina terusik akibat Invasi tersebut. Yang teranyar Liga Ukraina kini resmi dihentikan untuk sementara waktu, menyusul adanya kekhawatiran invasi skala penuh bakal dilancarkan oleh pihak Rusia.

Klub Pada Bangkrut

Tentu tak hanya itu. Sejak konflik tahun 2014, Liga Ukraina sempat berantakan karena keadaan finansial klub-klub Ukraina yang mulai bermasalah.

Situasi ekonomi Ukraina kian memburuk setelah memanasnya perang dingin tersebut. Para pemilik klub pun mulai kebingungan untuk membayar segala kerugian yang dialami klub. Bahkan di beberapa klub, pemain dipaksa untuk bermain selama berbulan-bulan tanpa dibayar.

Contoh saja yang dialami oleh klub FK Dnipro, klub yang sempat bermain di kasta tertinggi Liga Ukraina. Pada tahun 2016, Ihor Kolomoyskyi selaku pemilik klub sudah tak mau mendanai klub. 

Hal itu berakibat pemain hingga staf pelatih tidak menerima gaji, dan sebagai hukuman, Federasi Sepak Bola Ukraina mengurangi sembilan poin milik FK Dnipro. Dan Dnipro pun terdegradasi di akhir musim.

Pada tahun 2018, FIFA kembali membuat keputusan untuk menurunkan FK Dnipro ke divisi bawah liga Ukraina karena hutang yang tak kunjung dibayar oleh pemiliknya. Akhirnya FK Dnipro pun dinyatakan bubar pada tahun 2019 lalu.

Dengan bangkrutnya beberapa klub, mereka juga memutuskan untuk membubarkan diri dan bahkan pada musim 2016/2017 hingga musim 2019/2020 jumlah klub di Liga Ukraina hanya tersisa 12 klub saja. 

Pemasukan Penjualan Tiket Sangat Menurun

Selain itu, penjualan tiket pun jauh menurun. Bahkan penurunan jumlah penonton di Liga Ukraina sudah terjadi sebelum datangnya pandemi Covid 19. 

Tercatat selama musim 2019/20 saja, pertandingan Liga Ukraina memiliki rata-rata penonton yang hadir hanya di angka 3.000 penonton. Padahal sejak tahun 2000-an rata-rata penonton di Liga Ukraina mencapai 13.000 penonton.

Hal itu didukung dengan kota-kota besar Ukraina seperti Odessa, Kharkiv, Kryvyi Rih dan Mykolaiv yang sudah tidak lagi memiliki perwakilan klub di kasta tertinggi sepak bola Ukraina. Apalagi sekarang konflik semakin memanas, masyarakat setempat sudah tak ada waktu lagi untuk memikirkan sepak bola.

Klub Kehilangan Homebase

Konflik Rusia-Ukraina juga berdampak pada raksasa Ukraina, Shakhtar Donetsk. Sialnya Homebase dari klub langganan Liga Champions ini terletak di wilayah konflik dengan Rusia.

Konflik tersebut memiliki dampak yang jauh lebih besar dari sekedar politik. Dan telah menimbulkan keraguan di pihak Shakhtar Donetsk tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Klub tersebut berlokasi di kota Donetsk, yang mana merupakan salah satu dari dua wilayah timur Ukraina yang kini telah dikuasai oleh kelompok separatis pro-Rusia. Shakhtar bermarkas di Donbass Arena tetapi mereka tidak pernah lagi bermain di sana sejak Mei 2014.

Donbass Arena, sebuah stadion berkapasitas 52.000 penonton, yang pernah menjadi tuan rumah pertandingan EURO 2012, saat ini tidak digunakan oleh Shakhtar dan klub mana pun karena konflik berkepanjangan yang terjadi di Ukraina timur

Donbass Arena yang tadinya penuh gemuruh suporter Shakhtar Donetsk pun berubah menjadi stadion yang sunyi sepi, lantaran sang empunya dipaksa untuk meninggalkan markas yang sudah mereka tempati sejak.

Sejak Kota Donetsk dikuasai kelompok separatis pro-Rusia, Shakhtar Donetsk telah menjadi klub yang nomaden keliling Ukraina. Dari tahun 2014 hingga tahun 2016 mereka sempat bermain di Lviv lalu pindah ke Metalist Stadium yang merupakan kandang dari FC Metalist Kharkiv. 

Namun, mereka tak lama di Kharkiv, lantaran fasilitas stadion di Kharkiv mulai rusak dan tidak memungkinkan melakukan penerbangan di masa pandemi. Maka, mulai tahun 2020 Shakhtar Donetsk mau nggak mau harus menumpang di NSC Olimpiyskiy, yang terletak di Kota Kyiv, kandang dari rival abadi mereka, Dynamo Kiev. 

Kini Kyiv yang juga ibukota Ukraina menjadi pusat administratif klub dan menjadi lokasi di mana Shakhtar menggelar pemusatan latihan setelah terusir dari Donetsk.

Liga Ukraina Dihentikan

Teranyar, Liga Ukraina resmi ditunda untuk sementara waktu. Sejatinya setelah libur musim dingin, lanjutan Liga utama Ukraina bakal di lanjut pada tanggal 25 Februari kemarin. Namun, terpaksa harus dibatalkan.

Keputusan tersebut di konfirmasi langsung oleh operator Liga, mengingat presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, memberlakukan status darurat militer pada negara Ukraina. Liga Ukraina bakal diberhentikan sementara selama 30 hari dimulai dari tanggal 25 Februari kemarin.

Namun, apabila keadaan Ukraina kembali memburuk, maka bukan tidak mungkin jika Liga Ukraina akan dihentikan untuk waktu yang lebih lama.

Kabarnya, pemberlakuan status darurat itu memungkinkan pihak berwenang Ukraina melakukan pembatasan, memblokir aksi unjuk rasa serta melarang kegiatan partai dan organisasi politik apa pun termasuk segala kegiatan keolahragaan. 

Padahal Liga Ukraina sendiri baru digelar selama 18 pekan dan hanya menyisakan 12 laga dengan Shakhtar Donetsk masih memimpin klasemen sementara dengan perolehan 47 poin unggul 2 poin dari Dynamo Kyiv sebagai penghuni peringkat kedua dengan jumlah pertandingan yang sama. 

Dapat Pengecualian dari FIFA

Menyusul tindakan invasi Rusia kepada Ukraina, yang telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang berkelanjutan. Beberapa hari lalu, FIFA telah mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan kontrak pemain asing yang saat ini terikat dengan klub Ukraina dan Rusia untuk sisa musim 2021-22.

FIFA menyampaikan mengenai situasi di Ukraina, untuk memberikan pemain dan pelatih kesempatan untuk bekerja dan menerima gaji. Maka semua kontrak kerja pemain asing dan pelatih dari klub yang berlaga di Liga Ukraina akan ditangguhkan secara otomatis hingga akhir musim ini. Pernyataan ini dipublikasikan oleh FIFA melalui situs resmi mereka.

Penangguhan kontrak ini berarti bahwa pemain dan pelatih akan dianggap habis kontrak hingga 30 Juni 2022. Oleh karena itu, mereka bebas untuk menandatangani kontrak dengan klub lain di mana pun tanpa menghadapi konsekuensi dalam bentuk apa pun. 

FIFA juga menambahkan bahwa pemain harus mendaftar dengan klub baru sebelum 7 April. Mereka diizinkan pindah meski masa pendaftaran pemain baru untuk tim telah ditutup. Klub hanya berhak mendaftarkan maksimal dua pemain baru menggunakan pengecualian ini.

Sumber: FIFA, Goal, TheAtletic, Emerging Europe

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru