Akhir Tragis Karier Internasional Hakim Ziyech di Timnas Maroko

spot_img

Timnas Maroko gagal berbicara banyak di gelaran Piala Afrika 2021. Meski telah banyak memanggil diaspora ke dalam skuadnya, langkah tim berjuluk The Atlas Lions itu terhenti di babak perempat final usai tunduk dari Mesir yang akhirnya keluar sebagai runner-up.

Hasil tersebut tentu sangat mengecewakan bagi publik Maroko. Namun, jika menilik lebih dalam, hasil yang mereka raih di gelaran Piala Afrika 2021 tersebut dapat dipahami. Pasalnya, sang pelatih, Vahid Halilhodžić tak memanggil susunan pemain terbaiknya.

Ada satu pemain bintang timnas Maroko yang absen di Piala Afrika kemarin. Dia adalah Hakim Ziyech, penggawa klub Liga Inggris Chelsea. Absennya Ziyech tentu jadi hal yang sangat mengejutkan. Pasalnya, selain Ziyech, seluruh bintang Premier League yang berasal dari benua Afrika turut ambil bagian di turnamen terakbar benua Afrika itu.

Usut punya usut, nama Hakim Ziyech memang tak disertakan Vahid Halilhodžić ke dalam skuad Piala Afrika 2021. Bahkan jika kita tarik mundur ke belakang, nama Ziyech sudah tak pernah menghiasi skuad The Atlas Lions sejak terakhir kali tampil di laga uji coba melawan Burkina Faso pada 12 Juni 2021.

Tak Dipanggil Vahid Halilhodžić, Hakim Ziyech Nyatakan Pensiun dari Timnas Maroko

Tak lama setelah gelaran Piala Afrika 2021, Hakim Ziyech mengeluarkan sebuah pernyataan kontroversial. Di depan media, ia dengan tegas menyatakan pensiun dari laga internasional dan enggan membela Timnas Maroko di masa mendatang.

“Saya mengerti mereka, tetapi saya tidak akan kembali ke tim nasional Maroko dan ini adalah keputusan akhir saya. Sudah jelas bagi saya bagaimana keadaan di sana. Saya fokus pada apa yang saya lakukan, dan saat ini adalah klub saya,” kata Ziyech kepada ADSportsTV, dikutip dari Goal.

Keputusan Ziyech untuk pensiun dari timnas Maroko memang begitu mengejutkan. Bagaimana tidak, saat ini, usia winger Chelsea itu baru 28 tahun. Secara teori, Ziyech masih berada dalam usia emasnya dan masih sangat bisa berbicara banyak, baik di level klub maupun di level internasional.

Akan tetapi, seperti yang ia katakan, keputusannya untuk mundur dari timnas Maroko sudah bulat. Lalu, bagaimana duduk perkara masalah tersebut hingga Hakim Ziyech memutuskan pensiun dari Timnas Maroko?

Hakim Ziyech vs Vahid Halilhodžić

Penyebab Hakim Ziyech pensiun dari timnas Maroko bukan sekadar karena dirinya dicoret dari daftar pemain yang dibawa ke Piala Afrika 2021. Namun, inti dari perkara yang menyebabkan Ziyech mundur dari timnas Maroko adalah karena dirinya punya masalah dengan sang pelatih, Vahid Halilhodžić. Ziyech dan Halilhodžić diketahui sudah beberapa kali terlibat cekcok.

Kekisruhan antara Hakim Ziyech dan Vahid Halilhodžić pertama kali mencuat tak lama setelah laga uji coba Maroko melawan Burkina Faso pada bulan Juni 2021. Setelah laga tersebut, Halilhodžić merasa kecewa dengan perilaku Ziyech yang disebutnya tak pantas jadi panutan di timnas Maroko.

“Perilakunya dalam dua pertandingan terakhir, terutama yang terakhir, bukanlah seorang pemain tim nasional yang, sebagai pemimpin dalam tim, harus menjadi panutan yang positif. Dia datang terlambat dan setelah itu, dia bahkan menolak untuk bekerja. Tidak ada gunanya mendiskusikan masalah itu,” kata Halilhodžić dikutip dari Goal.

Selain itu, pelatih timnas Maroko itu juga menuding Ziyech pura-pura cedera untuk menghindari tampil di laga uji coba. Sikap buruk tersebut akhirnya berujung pencoretan nama Hakim Ziyech dari skuad timnas Maroko sejak September 2021.

“Untuk pertama kalinya dalam karier kepelatihan saya, saya melihat seorang pemain tim nasional yang tidak mau berlatih dan mengaku cedera, meskipun tes menunjukkan dia bisa bermain. Saya tidak akan mentolerirnya,” terang Halilhodžić dikutip dari TheChelseaChronicle.

Akan tetapi, di sisi lain, Hakim Ziyech menaggap pernyataan pelatihnya tersebut bohong. Mengutip dari TheChelseaChronicle.com, sebuah sumber dari orang dalam Chelsea malah mengklaim bahwa ketika Ziyech pertama kali tiba di Stamford Bridge, penampilannya dalam pelatihan patut dicontoh.

Entah sumber mana yang benar, tetapi yang pasti sejak dikeluarkan dari skuad timnas Maroko, Hakim Ziyech sudah tak pernah dipanggil Vahid Halilhodžić. Puncaknya, ketika namanya kembali tak disertakan di Piala Afrika 2021, Ziyech yang kecewa berat kemudian memutuskan pensiun dari timnas Maroko.

“Tentu saja, siapa yang tidak kecewa meninggalkan tim nasional. Tapi pada akhirnya itu keputusan yang dia buat dan Anda harus menghormatinya, tapi kalau kebohongan-kebohongan menyertainya, itu jelas buat saya. Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya tak akan kembali ke tim nasional. Saya paham ini kabar buruk bagi orang-orang Maroko, saya meminta maaf, tapi itulah situasinya saat ini,” ujar Hakim Ziyech dikutip dari Detik.

Tak lama setelah Piala Afrika 2021, Vahid Halilhodžić kembali ditanya soal keputusannya yang mencoret Hakim Ziyech dari skuad timnas Maroko. Dengan tegas, pelatih 69 tahun itu mengatakan sudah tak sudi memanggil mantan bintang Ajax tersebut.

“Saya tidak memilih pemain yang bisa membuat tim tidak seimbang. Bahkan jika dia adalah Lionel messi. Tingkah laku Ziyech tidak sesuai dengan standar kami. Dia tidak mau berlatih, tidak mau bermain. Ia tidak mau menganggapnya serius, saya tidak akan memohon padanya untuk kembali,” terang Vahid Halilhodžić dikutip dari Goal.

Akhir Tragis Karier Hakim Ziyech di Timnas Maroko

Pensiunnya Hakim Ziyech dari level internasional tentu sangat merugikan timnas Maroko dan tentu sangat menyakitkan bagi Ziyech sendiri. Apalagi perjuangan Maroko untuk mendapat jasa Hakim Ziyech tidaklah mudah.

Ziyech lahir dan tumbuh besar di Belanda. Ia adalah produk asli akademi SC Heerenveen. Kariernya kemudian meledak bersama FC Twente sebelum akhirnya makin bersinar tatkala bergabung ke Ajax Amsterdam.

Hakim Ziyech adalah salah satu pemain muda paling berbakat di Belanda saat itu. Itulah mengapa ia selalu jadi langganan tim muda Belanda, mulai dari U-19 hingga U-21. Ziyech menerima panggilan pertamanya ke skuad senior Belanda pada bulan Mei 2015 untuk menghadapi laga uji coba melawan Amerika Serikat dan Latvia. Namun, kala itu, cedera menghalangi dirinya mendapat caps pertamanya di timnas Belanda.

Besar dan tumbuh di Belanda, bahkan nyaris membela timnas Belanda membuat langkah timnas Maroko untuk menggaet Hakim Ziyech tidaklah mudah. Ziyech punya opsi membela The Atlas Lions karena darah dari kedua orang tuanya yang merupakan imigran asal Maroko.

Setelah melewati serangkaian proses yang tidak mudah, akhirnya Maroko berhasil membujuk Ziyech. Pada bulan September 2015, Ziyech bersedia membela negara leluhurnya.

Keputusan Hakim Ziyech untuk lebih memilih membela tim nasional Maroko punya konsekuensi yang mahal. Ia musti menghadapi cacian publik Belanda yang terlanjur menaruh harap kepadanya. Beberapa orang bahkan menyebut Ziyech bodoh dan tak tahu terima kasih karena lebih memilih Maroko ketimbang Belanda yang sudah membesarkannya.

Pada akhirnya, Ziyech mampu membuktikan diri bersama timnas Maroko. Ia jadi salah satu pemain yang sangat berjasa ketika mampu membawa Maroko lolos ke Piala Dunia 2018.

Total Hakim Ziyech telah mencetak 17 gol dalam 40 capsnya bersama timnas Maroko. Sayangnya, catatan tersebut sepertinya tidak akan bertambah seiring dengan keputusan Ziyech yang memutuskan mundur dari tim nasional.

Belum diketahui apakah keputusan Hakim Ziyech ini hanya akan berlaku selama Vahid Halilhodžić menjabat sebagai pelatih timnas Maroko atau tidak. Namun yang pasti, itu merupakan sebuah keputusan yang menyakitkan bagi kedua belah pihak. Dan bagi Hakim Ziyech ini adalah sebuah akhir yang tragis bagi karier internasionalnya.

https://youtu.be/7C9Dg9zcgbs
***
Sumber Referensi: Goal, Detik, The Chelsea Chronicle, Besoccer, Punditarena, Goal.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru