Seorang kiper pada umumnya hanya menjadi pemain yang ditugaskan untuk menjaga gawang agar tetap aman. Namun begitu, dalam situasi tertentu, tidak sedikit kiper yang membantu serangan guna menyelamatkan tim dari kekalahan. Bahkan, banyak dari mereka yang sampai berhasil mencetak gol di menit-menit akhir pertandingan.
Seperti pada bahasan kali ini, starting eleven akan merangkum deretan kiper yang berhasil cetak gol secara dramatis di menit akhir pertandingan.
Daftar Isi
Alisson Becker
Penjaga gawang Liverpool, Alisson Becker, baru saja mengukir sejarah. Dia menjadi kiper pertama dalam sejarah klub yang berhasil mencetak gol. Alisson secara mengejutkan sukses mengukir rekor tersebut di laga Liverpool melawan West Brom, di kompetisi Liga Primer Inggris.
Momen tersebut kian dramatis setelah kiper asal Brasil tersebut menjebol gawang West Brom di detik-detik akhir pertandingan. Ketika pertandingan masih berjalan imbang 1-1, Liverpool mendapat kesempatan tendangan penjuru di masa injury time. Dari situ, Alisson yang turut maju ke kotak penalti lawan sukses menyambut umpan lambung yang dilepaskan Trent Alexander-Arnold dengan sebuah tandukan mematikan.
Berkat gol kemenangan tersebut, Liverpool terus menempel ketat Chelsea dari peringkat kelima dengan selisih satu poin. Seperti diketahui, gol Alisson membuat Liverpool menang dengan skor 2-1 atas West Brom dan membuat mereka kini mengumpulkan sebanyak 63 poin dalam 36 pertandingan.
UNBELIEVABLE 🔥🔥🔥🔥🔥
All or nothing for @lfc and goalkeeper Alisson #Becker scores the winning goal with a header in the last seconds of the extra time, 2-1.Keeps Liverpool in the race for #UCL qualification. SENSATIONAL!!! pic.twitter.com/2X2hhRsxbX
— Henk likes ❤ (or not) (@HenkPrivate) May 16, 2021
Yassine Bounou
Dalam lanjutan La Liga pekan ke-28 di stadion Jose Zorrilla, Sevilla muncul sebagai tamu penantang Real Valladolid. Pertandingan tersebut berakhir sangat dramatis meski tidak memunculkan pemenang.
Ya, kedua tim harus berbagi angka setelah skor akhir menunjukkan hasil 1-1. Namun ada satu momen yang begitu luar biasa, setelah gol penyama Sevilla diciptakan pada masa injury time, atau tepat pada menit ke 94. Lebih gilanya lagi, gol tersebut dicetak oleh kiper mereka, Yassine Bounou!
Di akhir pertandingan, Yassine Bounou sengaja maju ke kotak penalti lawan guna memanfaatkan situasi bola mati. Di momen menegangkan tersebut, para pemain Real Valladolid gagal menyapu bola saat tendangan sudut kembali ke kotak penalti mereka. Ujungnya, setelah terjadi kemelut, bola jatuh ke kaki sang kiper sebelum akhirnya mampu dikirimkan ke gawang Roberto.
Bounou yang tampak tidak percaya usai berhasil mencetak gol pun langsung berlari ke pinggir lapangan dan merayakannya bersama dengan staf sekaligus pemain lain.
Goalkeeper Yassine Bounou scores to rescue point for Sevilla against Real Valladolid. Normally the other side boot the ball up the pitch & score in a open goal, but not on this occasion. https://t.co/w4hQOInVfw
— phil (@ppjkis) March 21, 2021
Alberto Brignoli
Pada tahun 2017 silam, AC Milan harus mengalami nasib sial setelah mereka gagal memetik kemenangan melawan tim promosi, Benevento. Mirisnya lagi, pada pertandingan tersebut, gawang AC Milan harus terbobol oleh seorang kiper di menit-menit akhir pertandingan.
Pertandingan tersebut sejatinya tampak bakal memunculkan Milan sebagai pemenang. Sayangnya, seperti yang sudah dijelaskan, kemenangan 2-1 Milan buyar usai kiper Benevento, Alberto Brignoli sukses merobek jala Donnarumma melalui tandukan pada masa injury time.
Brignoli lantas menjadi kiper pertama di Serie A yang berhasil mencetak gol setelah Massimo Taibi pada 16 tahun sebelumnya.
Usai berhasil mencetak gol di laga itu, Brignoli sekaligus pemain Benevento bersorak kegirangan. Pasalnya, hasil imbang tersebut membuat mereka sukses meraih poin perdana di kompetisi Serie A.
Alberto Brignoli: After Brignoli’s late goal against AC Milan on Sunday, the Benevento shotstopper became the 3rd goalkeeper to have a direct hand in a goal in Europe’s top 5 leagues this term
Alberto Brignoli ⚽️ vs AC Milan
Joe Hart 🅰️ vs Burnley
Jonas Lossl 🅰️ vs Man Utd pic.twitter.com/hIWmXkm4zt— WhoScored.com (@WhoScored) December 4, 2017
Jens Lehmann
Jens Lehmann menjadi salah satu kiper legendaris asal Jerman. Sepanjang karirnya, kiper yang begitu akrab dengan Arsenal ini pernah membela Schalke di awal perjalanannya sebagai seorang pesepakbola profesional.
Ketika itu, tepat di tahun 1997, Lehmann yang membela Schalke masuk ke dalam daftar pemain yang ambil bagian dalam sebuah pertandingan bertajuk derby lembah ruhr melawan Borussia Dortmund. Pada pertandingan yang digelar pada 19 Desember 1997 itu, Schalke mulanya tertinggal 1-2 sampai pertandingan nyaris selesai.
Akan tetapi, ketika Schalke mendapat kesempatan tendangan sudut, Lehmann berinisiatif untuk membantu serangan. Dia yang maju sampai ke kotak penalti lawan kemudian berhasil mencetak gol di menit akhir, usai memanfaatkan bola yang sebelumnya disepak oleh pemain Schalke.
Melalui sebuah sundulan keras, Lehmann berhasil menyelamatkan timnya dari kekalahan.
Most of you got this one. It was of course @jenslehmann! Did the goals give it away? 😅 pic.twitter.com/aK3sO8Zwkg
— Germany (@DFB_Team_EN) May 16, 2017
Marco Amelia
Pada musim 2006/07 silam, tim Serie A, Livorno, harus berhadapan dengan Partizan Beograd di ajang Piala Europa. Pada pertandingan tersebut, setelah kalah pada partai perdananya di kandang sendiri, Livorno dituntut untuk meraih hasil positif pada laga tandangnya. Namun bukan hal mudah bagi mereka untuk bisa meraih poin.
Mereka harus tertinggal lebih dulu ketika pertandingan memasuki menit ke 70. Setelah itu, Livorno terus melancarkan serangan namun gagal temui sasaran. Hingga pada akhirnya, keberuntungan mereka datang dari seorang kiper bernama Marco Amelia. Pada pertandingan tersebut, Amelia memilih untuk maju ke kotak penalti lawan untuk membantu serangan.
Hasilnya, Amelia berhasil mencetak gol melalui tandukan setelah berhasil menyambut tendangan bebas Dario Passoni. Sontak, dirinya langsung lari ke pinggir lapangan untuk merayakan gol bersama seluruh rekan setimnya.
Anyone remember current #CFC goalkeeper Marco Amelia’s equaliser v Partizan Belgrade for Livorno in 2006? pic.twitter.com/ozKkfzBhQq
— ForzaItalianFootball (@SerieAFFC) February 9, 2016
Andres Palop
Kisah tentang Andres Palop yang berhasil mencetak gol masih terus diingat oleh para pecinta sepakbola. Ketika itu, Palop yang membela Sevilla harus berhadapan dengan Shakhtar Donetsk di leg kedua babak 16 besar Liga Europa.
Di pertandingan yang berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Sevilla itu memunculkan Palop sebagai salah satu pencetak golnya. Ketika laga bertahan 2-1 untuk kemenangan Shakhtar, Palop memutuskan untuk maju ke kotak penalti lawan. Ketika menit pertandingan sudah menunjukkan angka 94, Palop merasa percaya diri untuk meninggalkan sarangnya.
Beruntung, perjuangannya itu sama sekali tidak sia-sia. Palop berhasil mencetak gol melalui tandukan ke pojok gawang lawan. Sontak, dirinya langsung berlari kegirangan sebagai tanda dari perayaan gol yang dicetak.
Karena skor agregat masih imbang, pertandingan lalu berlanjut ke babak tambahan.
Di babak tambahan, Sevilla berhasil menambah satu gol lewat aksi Chevanton. Dia sukses mencetak gol di menit ke 105 sekaligus mengantar Sevilla lolos ke babak selanjutnya. Berkat perjuangan yang juga dilakukan Palop pada laga itu, Sevilla terus melaju hingga ke partai final, dan berhasil mengukuhkan diri sebagai sang juara, setelah mampu mengalahkan Espanyol melalui drama adu penalti.
Former Sevilla goalkeeper Andrés Palop on THAT goal against Shakhtar in 2007: https://t.co/XOxzGjePUM #UEL pic.twitter.com/hZNklJH8I3
— UEFA Europa League (@EuropaLeague) April 22, 2016


