Strategi Licik Untuk Menjatuhkan Mental Lawan di Ruang Ganti

  • Whatsapp

Setiap klub sepak bola pasti punya strategi-strategi khusus untuk mendapatkan kemenangan di setiap pertandingan. Secara umum, strategi yang dipakai adalah soal teknik bermain di atas lapangan.

Namun, di balik layar, klub sepak bola juga punya strategi lain untuk paling tidak menjatuhkan mental pemain lawan. Salah satunya adalah dengan mendesain ruang ganti pemain lawan di stadion dengan desain yang membuat lawan merasa tidak nyaman.

Bacaan Lainnya

Berikut ini adalah metode atau strategi licik yang diterapkan tim tuan rumah untuk menjatuhkan mental pemain tamu.

Stamford Bridge (Chelsea)

Sebagai salah satu klub terbesar di Inggris, Chelsea punya cara jitu untuk merendahkan bahkan menjatuhkan mental pemain lawan yang bertandang ke markas mereka, Stadion Stamford Bridge.

Di dalam stadion berkapasitas 41 ribu penonton tersebut, Chelsea sengaja mendesain ruang ganti pemain tamu dengan memasang papan gantungan baju lebih tinggi daripada standarnya

Hal itu tentu akan membuat pemain lawan mau tidak mau berjinjit saat akan meraih gantungan. Dengan berjinjit, engkel, lengan atau hamstring pemain lawan ini akan menjadi lebih tegang. Dan kalau sudah tegang, bermain pun bisa tidak maksimal.

Estádio Da Luz (Benfica)

Klub Portugal, Benfica, punya cara tersendiri untuk membuat pemain lawan down sebelum bertanding.

Selain dengan memberikan fasilitas yang kurang memadai, Benfica sengaja memajang foto-foto suporter mereka yang sedang mengenakan kostum dan syal kebanggaan dalam ruang ganti. Tentu saja, cara ini dilakukan untuk memberikan tekanan mental pada tim lawan. 

Anfield (Liverpool)

Keangkeran Stadion Anfield bagi tim tamu Liverpool tidak hanya dirasakan dari tanda “This Is Anfield” yang ada di lorong menuju lapangan. Suasana “dingin” juga dirasakan tim tamu sejak dari locker room pemain. 

Di Anfield, kamar ganti tim tamu didesain lebih luas dari ruang ganti para pemain Liverpool. Sengaja didesain sedemikian rupa agar instruksi yang diberikan manajer tim tamu jadi kurang maksimal, karena jarak antara manajer dan pemain cukup jauh.

La Bombonera (Boca Juniors)

Ruang ganti milik klub Argentina, Boca Juniors memiliki desain yang unik. Tempat ini pun menjadi tempat kelahiran untuk para legenda sepak bola seperti Carlos Tevez, Martin Palermo, Juan Roman Riquelme, Gabriel Batistuta, bahkan Diego Maradona. 

Namun disisi lain, ruang ganti di stadion La Bombonera justru menjadi tempat yang kurang nyaman untuk tim lawan. Pasalnya, ruang ganti tim tamu ditempatkan persis  di bawah tribun basis suporter Boca, “La Doce”. Basis suporter yang fanatismenya sudah tidak perlu ditanyakan lagi.

Dengan begitu, para pemain lawan akan mendengar dengan jelas suara dentuman kaki dan riuh suporter Boca di atas ruangan mereka. Selain itu, fasilitasnya juga biasa saja. Bahkan toiletnya tidak dikasih pintu.

Plough Lane (Wimbledon)

Wimbledon FC pernah menjadi salah satu tim tangguh di persepakbolaan Inggris. Dan itu dimulai dari ruang ganti di stadion Plough Lane. Ketika pemain lawan menghuni ruang ganti stadion tersebut, suasana tidak nyaman akan menyelimuti mereka.

Wimbledon akan mengecilkan pemanas ruangan (jadi lebih dingin). Selain itu juga Wimbledon akan memutar musik dengan volume suara yang sangat keras. Kedua hal tersebut dimaksudkan untuk mengintimidasi lawan mereka, dan tentu saja membuat ciut nyali kubu lawan.

Saturn Stadium (Anzhi Makhachkala)

Tottenham Hotspur mendapatkan pengalaman hebat saat melawat ke Rusia, saat menghadapi Anzhi Makhachkala di ajang Liga Europa pada tahun 2013. Azhi memang tidak diizinkan bermain di wilayah Dagesta, yang merupakan kandang mereka dengan alasan keamanan. Saturn Stadium yang biasa dipakai oleh klub FC Saturn Ramenskoye akhirnya menjadi tempat pertandingan antara Anzhi kontra Spurs.

Di ruang ganti pemain Spurs, pihak tuan rumah menyediakan sofa yang cukup nyaman bagi para pemain tim tamu. Harapannya, pemain Spurs akan bersantai dan malas-malasan karena kelamaan duduk disitu. Namun cara ini gagal, sebab The Lilywhites berhasil menang 2-0 di stadion yang hanya mampu menampung 16,700 penonton tersebut.

Stadion Emirates (Arsenal)

Klub raksasa London, Arsenal punya cara tersendiri untuk membuat lawannya tidak nyaman. Hal itu dilakukan dengan cara memperlakukan pemain lawan di ruang ganti stadion Emirates.

The Gunners memasang satu meja besar di tengah ruangan. Meja itu dibuat dengan perhitungan khusus, dimana kalau tim lawan menaruh makanan atau minuman diatas meja itu, maka para pemain yang duduk di satu sisi, tidak bisa melihat ke orang di seberangnya.

Metode itu bisa saja mempengaruhi komunikasi antar pemain yang tidak bisa melihat satu sama lain dengan jelas. Selain itu, ruang ganti pemain tamu lebih kecil bahkan lebih sempit dibanding tata ruang ganti pemain Arsenal.

Arsenal bilang “ini cara kami meneror tim tamu”. Kadang kami buat air hidup mati, bahkan lampu tiba-tiba mati.”

Bagaimana menurut kamu Football Lovers? Strategi manakah yang menurutmu paling licik dan merugikan?

Sumber Referensi : Instagram, Idntimes, Dreamteamfc

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *