8 Wasit Wanita Yang Kualitasnya Gak Kalah Sama Wasit Pria

spot_img

Dunia sepakbola memang begitu identik dengan para pria. Namun seiring dengan berjalannya waktu, olahraga ini juga mulai menarik minat para kaum hawa. Sejarah sepak bola wanita sendiri sudah ada sejak beberapa dekade terakhir. Perlahan tapi pasti, sepak bola wanita, dengan segala pasang surutnya, berhasil mendulang popularitas yang baik di kalangan masyarakat hingga saat ini, meski ada perbedaan yang signifikan dalam hal jumlah penonton dengan pertandingan sepak bola pria.

Selain para pemain, para wanita juga sudah mulai percaya diri dalam melakoni pekerjaan yang lain, yaitu sebagai seorang wasit. Dalam pertandingan sepakbola, bahkan yang dijalani oleh para pria sekalipun, wasit wanita kerap ditunjuk sebagai pemimpinnya.

Hal tersebut mulai dianggap lumrah dengan beberapa fakta kalau pertandingan-pertandingan besar sempat dipimpin oleh wasit wanita.

Pada kesempatan kali ini, Starting Eleven akan coba merangkum deretan wasit wanita yang kualitasnya tidak kalah hebat dengan wasit pria.

 

Stephanie Frappart

Sebuah terobosan dilakukan UEFA. Kali ini mereka menggunakan wasit perempuan guna memimpin laga Liga Champions antara Juventus vs Dynamo Kiev. Wasit perempuan asal Prancis, Stephanie Frappart ditunjuk memimpin laga yang dimainkan di Juventus Stadium.

Stephanie Frappart lahir di Prancis, 14 Desember 1983. Kariernya sebagai pengadil sepak bola dimulai dari bawah hingga menjelma menjadi salah satu wasit perempuan elite Eropa. Sejak 2011, Frappart mulai memimpin sejumlah laga di Championnat National, kompetisi Divisi III sepak bola pria di Prancis. Lalu pada 2014, ia menjadi wasit perempuan pertama yang memimpin laga Ligue 2.

Pada 2 Agustus 2019 Frappart diumumkan menjadi wasit untuk laga Piala Super Eropa yang mempertemukan Liverpool melawan Chelsea, 14 Agustus 2019 di Vodafone Park, Istanbul, Turki. Ketika itu, Liverpool memenangi laga melalui penalti 5-4 setelah kedua tim bermain sama kuat 2-2 di waktu normal.

Berkat perjalanan karir luar biasanya, banyak media khususnya Prancis turut memberikan apresiasi.

 

Bibiana Steinhaus

Piala Super Jerman 2020 yang menyajikan laga Bayern vs Dortmund terasa spesial dan berbeda dibandingkan edisi-edisi tahun sebelumnya. Laga yang berakhir 3-2 untuk kemenangan Die Roten itu dipimpin oleh wasit bernama Bibiana Steinhaus.

Steinhaus, yang merupakan seorang perempuan, berdiri dengan anggun di antara 22 lelaki tegap. Namun jangan pandang sebelah mata, ketegasannya membuat laga di Allianz Arena tersebut berjalan lancar.

Perlu diketahui bahwa ini bukan kali pertama Steinhaus memimpin laga sepak bola laki-laki. Sebelumnya, wasit 41 tahun ini telah 23 kali memimpin laga Bundesliga. Justru, laga Piala Super Jerman ini adalah laga terakhir dalam karier wasit profesional Steinhaus. Ya, wasit kelahiran Bad Lauterberg itu pensiun setelah laga ini.

Sepanjang kariernya sebagai wasit, Steinhaus kerap memimpin laga-laga bergengsi sepak bola wanita. Mulai dari Piala Dunia, Piala Eropa, hingga Liga Champions.

 

Rita Gani

Sejarah baru tercipta di sepak bola Malaysia pada tahun ini. Sebuah gebrakan baru diputuskan Komite Wasit Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Untuk kali pertama, Malaysia memasukkan dua nama wasit wanita untuk memimpin pertandingan di Liga Super Malaysia dan Liga Primer Malaysia, dimana salah satunya adalah Rita Gani.

Dalam dunia perwasitan wanita, nama Rita Gani tidak bisa dipandang remeh. Dia layak disebut sebagai sosok berpengaruh dan layak dibilang sebagai wanita yang mengharumkan nama negaranya di kancah dunia.

Rita Gani merupakan wasit wanita terbaik yang dimiliki Malaysia saat ini. Wasit 43 tahun itu pernah dinobatkan sebagai Wasit Wanita Terbaik Asia pada 2014. Selain itu, Rita juga pernah terlibat di gelaran Piala Dunia Wanita 2015 di Kanada dan Olimpiade Brasil pada 2016.

 

Sian Massey-Ellis

Ada momen dimana Sergio Aguero kedapatan meremas bahu hakim garis perempuan di laga Manchester City vs Arsenal. Penyerang asal Argentina itu kedapatan ‘mengganggu’ seorang wasit bernama Sian Massey-Ellis.

Sian Massey-Ellis yang lahir pada 5 Oktober 1985 di Coventry, Inggris, sebenarnya adalah sosok yang sudah tidak asing lagi karena ia kerap malang melintang, di pinggir lapangan sepak bola Inggris. Pada 2019 lalu, dia pernah ditunjuk jadi asisten wasit di laga Liverpool vs Manchester City dalam ajang Community Shield.

Dia juga sering menjadi asisten wasit di beberapa kompetisi Liga Inggris seperti Piala FA wanita dan Liga Primer Inggris wanita. Uniknya, wasit merupakan pekerjaan sampingannya, karena ia punya pekerjaan utama sebagai guru.

 

Claudia Umpiérrez

Claudia Inés Umpiérrez Rodríguez adalah seorang wasit sepakbola sekaligus pengacara asal Uruguay. Dia telah bekerja di kompetisi internasional FIFA sejak 2010. Pada September 2016, dia menjadi wanita pertama dalam sejarah sepak bola Uruguay yang menjadi wasit pertandingan di Divisi Pertama.

Karena punya kualitas yang dianggap setara dengan wasit pria, dia kemudian dimasukkan ke dalam daftar tahunan wasit terbaik di dunia oleh Federasi Internasional Sejarah & Statistik Sepak Bola (IFFHS).

 

Wendy Toms

Wendy Toms merupakan wasit perempuan pertama yang terdaftar di liga pertandingan sepakbola dan asisten wasit pertama di Premier League.

Toms terlibat dalam banyak pertandingan di liga Inggris, salah satunya pada musim 1994/95. Perempuan yang kini berusia 58 tahun itu juga sempat menjadi wasit saat laga perempat final Piala UEFA (Liga Champions) Perempuan pada 2003 dan UEFA Women’s Championship di Inggris pada 2005.

Nama Wendy Toms sudah dikenal oleh banyak orang dan disebut sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah FIFA. Meski memiliki pekerjaan utama sebagai pegawai pos, dia tetap profesional dan selalu menunjukkan performa luar biasa dalam menjadi seorang asisten wasit.

 

Amy Fearn

Amy Fearn mencatatkan rekor sebagai wanita pertama yang memimpin pertandingan di Piala FA. Debutnya adalah memimpin pertandingan antara tim Southern League Corby Town versus Dover Athletic pada 9 November 2013.

Fearn lahir dan besar di Staffordshire. Cintanya pada sepakbola tumbuh berkat ajakan kakak-kakak cowoknya. Dia sempat frustasi lantaran fasilitas bermain bola untuk anak-anak perempuan sangat minim. Pada usia 13 tahun, ayahnya mengikuti short course untuk menjadi wasit. Fearn kecil pun tertarik. Dari situ karirnya pun mulai melesat.

Prestasi Fearn hingga bisa memimpin laga penting patut diapresiasi. Itu adalah buah perjuangan selama sembilan tahun, tepatnya sejak memperoleh lisensi FIFA pada 2004.

Karir nya juga terbilang tak langsung mulus. Pada 2007, namanya justru mencuat bukan karena prestasi. Tapi lantaran komentar pelatih Luton Town Mike Newell yang lagi-lagi seksis. Namun hal tersebut tidak membuat langkahnya melambat, dan justru membuatnya semakin jauh berkembang.

 

Jawahir Roble

Wanita bernama Jawahir Roble ini menjadi wasit berhijab pertama di Inggris. Jawahir Roble atau yang lebih dikenal sebagai JJ sebelumnya kerap ditolak kehadirannya karena sepakbola dianggap sebagai permainan kaum pria.

Jawahir berharap wanita muslimah lainnya bisa menjadi seperti dirinya. Menurutnya olahraga sepak bola adalah hak siapapun. Memulai tugasnya sebagai pemimpin laga amatir, Roble mengaku bahwa kemunculannya sebagai wasit menimbulkan keterkejutan oleh orang-orang yang ada di sekelilingnya. Bukan hanya karena ia wanita, tetapi juga karena ia datang mengenakan kerudung.

Roble juga mengakui bahwa di lapangan terkadang ia mendapat protes dari pemain. Namun bila mendapatkan pelecehan, Roble menegaskan ia tak segan melawan dan membela diri.

Dalam hal ini, meski belum punya prestasi gemilang, nama Jawahir Roble dianggap sebagai sosok pemberani dan pembawa perubahan. Dia menjadi sosok inspiratif yang bukan tak mungkin jejaknya akan diikuti oleh banyak wanita.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=zY8_I00ebK0[/embedyt]

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru