Para bintang lapangan hijau yang sudah pensiun, terkadang memilih untuk membeli klub sepak bola agar tetap berkecimpung di sana. Bahkan mungkin hanya untuk mengobati rasa rindu akan sepak bola.
Nah, berikut ini Starting Eleven sajikan pemain-pemain sepak bola yang memiliki klub sepak bola. Siapa saja mereka?
Daftar Isi
Gerard Pique – FC Andorra
Yang pertama ada Gerard Pique. Ia membeli FC Andorra melalui perusahan Kosmos Holding Group pada tahun 2018 lalu. Kosmos merupakan perusahaan yang dimiliki oleh Pique.
Tentu, Pique tak sendirian. Dia mendirikan grup investasi olahraga dan media itu bersama Hiroshi Mikitani, yang mana ia merupakan bos dari perusahaan asal jepang yang juga mensponsori Barca, Rakuten.
📰 — Gerard Piqué proposed a 45% pay cut to the FC Andorra players, the club he bought in 2018.
Ferran Vilaseca (FC Andorra president) “Piqué is on top of the club. He understands the footballers and thanks them for the effort they are going to make.” [el mundo] pic.twitter.com/KMp1jCmMzZ
— Barça Universal (@BarcaUniversal) April 1, 2020
Menurut BBC, Pique membeli FC Andorra lantaran wilayah Andorra sendiri adalah tempat tumbuh kembang sang bek Blaugrana itu. Semua mimpi-mimpi Pique berawal dari desa kecil bernama Andorra itu.
Ketika Gerard Pique mengambil alih FC Andorra, mereka masih berlaga di Divisi Kelima Liga Spanyol. FC Andorra juga sedang berjuang dengan utang yang menggunung. Perlahan namun pasti, Andorra pun bangkit. Kini mereka telah naik kasta ke divisi tiga dan bertengger di peringkat 3 klasemen Primera Division.
Ronaldo Nazario – Real Valladolid dan Cruzeiro
Selanjutnya ada Ronaldo yang memiliki saham di klub Real Valladolid. Ronaldo yang kita bahas kali ini bukan Ronaldo yang satu itu ya. Saat ini El Fenomeno berstatus sebagai pemilik dan presiden klub Segunda División Real Valladolid, setelah membeli 82% saham Valladolid.
🤗💜 @Ronaldo presenció el entrenamiento del primer equipo y comprobó de primera mano el estado de las obras del Estadio José Zorrilla#pucela #RealValladolid pic.twitter.com/ra8eH9qJ4Q
— Real Valladolid C.F. (@realvalladolid) September 14, 2019
Ronaldo memilih Real Valladolid lantaran mereka memiliki basis suporter yang luar biasa. Terlebih, Stadion José Zorrilla kandang dari Valladolid berkapasitas 26.500 kursi penonton. Tentu dilihat dari penjualan tiket saja ini sebuah bisnis yang menguntungkan bagi Ronaldo.
Pemenang Piala Dunia 2002 itu memang hobi dan mencintai dunia sepak bola. Valladolid bukanlah klub pertama yang ia beli sahamnya, sebelum ini ia pernah membeli klub Brazil, Cruzeiro pada akhir Desember 2021.
Cruzeiro sudah mendekam di Divisi kedua Brazil selama tiga tahun lebih. Sedangkan klub tersebut merupakan klub masa muda Ronaldo, tentu tujuannya membeli Cruzeiro untuk membantu mereka kembali ke kasta tertinggi sepak bola Brazil.
Class of 92 – Salford City
Selanjutnya ada Salford City yang dimiliki oleh para legenda Manchester United, Class of 92. Hal ini terjadi ketika Gary Neville, Ryan Giggs, Paul Scholes, Nicky Butt dan Phil Neville, anggota generasi emas Manchester United berkumpul pada tahun 2014 dan memutuskan untuk mengambil alih tim non-liga Salford City.
Who will win the @TalkTalk Goal of the Month for March 2022?
It’s up to you! Here are the contenders…@Mattylund21 @mattjpsmith @stephenkelly_50 pic.twitter.com/vwTSUmqnu3
— Salford City FC (@SalfordCityFC) April 1, 2022
Sekumpulan bapak-bapak ini membeli Salford City sebagai investasi jangka panjang. Mereka juga berambisi untuk membawa Salford berlaga di Liga Nasional. Sejak pengambilalihan tersebut mereka menjual 50% saham mereka kepada Peter Lim yang juga bos dari Valencia.
Tak mau ketinggalan, David Beckham pun membeli 10% saham Salford City pada tahun 2019 lalu agar ia bisa bergabung dengan rekan-rekan Class of 92.
Dengan hadirnya Class of 92, mereka memberikan dampak besar pada klub, salah satunya adalah secara kontroversial mereka mengubah warna klub dari orange menjadi merah.
Walaupun begitu, Salford perlahan bangkit. Hingga pada 2019 lalu dapat promosi ke League Two. Salford sendiri memiliki target besar dengan mencapai Championship Division pada 2029 mendatang.
Didier Drogba – Phoenix Rising FC
Selanjutnya ada Didier Drogba yang mengakuisisi klub Phoenix Rising FC. Dalam prosesnya ada yang unik ketika Drogba mengakuisisi klub tersebut. Phoenix sendiri merupakan klub sepak bola asal Amerika Serikat. Mereka bermain di divisi dua Amerika Serikat, USL.
Sebagian besar pesepakbola membeli saham klub saat pemain tersebut sudah memasuki masa pensiun. Namun, hal tersebut tidak berlaku pada Drogba, ia membeli saham Phoenix Rising saat ia masih bermain di klub tersebut.
Pada April 2017 Phoenix mendatangkan Drogba dengan status bebas transfer. Saat teken kontrak, Drogba sekalian membeli saham klub yang berbasis di Arizona tersebut. Fenomena ini menjadikan Drogba sebagai pemilik klub sekaligus pemain, pertama dalam sejarah sepak bola.
Hebatnya lagi, saat masih bermain, Drogba membawa klubnya meraih gelar USL pada 2019 lalu. Saat ini, Drogba telah pensiun dan lebih fokus pada manajemen agar bisa membawa Phoenix tampil di MLS dalam waktu dekat.
David Beckham – Inter Miami
Selepas pensiun di tahun 2013, Beckham berusaha mendirikan klub sepak bola sendiri dari nol. Kecintaan terhadap sepak bola, membuat Beckham tak ingin cepat-cepat mentas dari kolam yang membesarkan namanya itu.
Selain memiliki 10% saham di Salford City, ia juga berambisi membangun kerajaan sepakbolanya sendiri. Ia pun membeli hak klub ekspansi MLS seharga 25 juta dolar atau setara dengan Rp358 miliar.
Usahanya itu dimulai pada tahun 2014. Beckham memilih Miami, Florida sebagai markas tim barunya tersebut. Hingga pada akhirnya klub tersebut dapat melakukan debut di MLS pada 2020 lalu dengan nama Inter Miami.
Inter Miami menjelma jadi klub glamor MLS, kini klub tersebut berisikan pemain-pemain jebolan Liga top Eropa seperti, Kieran Gibbs, Blaise Matuidi hingga Gonzalo Higuain.
Paolo Maldini – Miami FC
Sebelum Inter Miami milik Beckham, Paolo Maldini telah lebih dulu meluncurkan klub yang bernama Miami FC pada tahun 2015. Maldini bergabung dengan konsorsium investor yang dipimpin oleh Riccardo Silva untuk menjadi pemilik bersama Miami FC.
David Beckham is out there playing with Inter Miami CF’s academy players.
A moment they’ll never forget 👏
(via davidbeckham/Instagram) pic.twitter.com/PODTMxWJOq
— ESPN FC (@ESPNFC) January 14, 2021
Miami FC bergabung dengan Kejuaraan USL pada tahun 2020 dan finis di tempat keempat musim lalu. Maldini memiliki porsi yang cukup penting di manajemen klub.
Ia berperan penting saat mendatangkan Alessandro Nesta sebagai manajer pertama klub pada tahun 2015. Kala itu Nesta membantu Maldini untuk melatih Miami FC hingga 2017. Selain itu, kini ia juga merangkap sebagai direktur teknik dan pengembangan olahraga di AC Milan.
Zlatan Ibrahimovic – Hammarby IF
Zlatan Ibrahimovic dikenal memiliki banyak bisnis di berbagai sektor, tak terkecuali investasi di sektor sepak bola. Cukup menarik kala Zlatan lebih memilih Hammarby, salah satu klub yang bermain di divisi tertinggi sepak bola Swedia.
Keputusan yang cukup kontroversial lantaran Hammarby merupakan rival utama dari Malmo FF, yang mana Malmo merupakan klub masa kecil dari Zlatan. Oleh karena itu, ketika Ibra mengumumkan untuk menjadi pemilik Hammarby, penggemar Malmo pun marah.
Zlatan Ibrahimović investerar i AEG Sweden och blir delägare i Hammarby Fotboll AB. Läs mer här: https://t.co/JmFKS5dYuW@Ibra_official #Bajen pic.twitter.com/e1nyew3oaS
— Hammarby Fotboll (@Hammarbyfotboll) November 27, 2019
Ibrahimovic membeli 23,5% saham dari pemilik lain, Anschutz Entertainment Group, yang juga pemilik LA Galaxy. Demi menaati regulasi federasi Swedia, angka tersebut hanya menjadikan Ibra sebagai pemilik minoritas.
Demba Ba dan Hazard – San Diego
Selanjutnya ada Demba Ba dan Eden Hazard. Kedua mantan pemain top Chelsea itu memutuskan untuk mulai mendirikan klub sepak bola mereka sendiri di San Diego pada 2016 lalu.
Mereka memberi nama klub tersebut San Diego 1904 dengan mengacu pada S sebagai huruf ke-19 dari alfabet dan D sebagai huruf ke-4. Saat ini, San Diego 1904 tengah berada di National Independent Soccer Association atau divisi ketiga Amerika Serikat.
Namun, ada kabar yang tersiar bahwa Demba Ba sudah mengundurkan diri dari jabatanya sebagai pemilik klub. Hal itu tak berpengaruh kepada status klub. Mereka tetap bermain hingga sekarang.
Sumber: Foot The Ball, 90min, All Football, Planetfootball, Talksport


