Siprus adalah surga bagi para pecinta kucing. Kabarnya, populasi kucing di negara ini lebih banyak daripada populasi manusianya. Tak heran jika Siprus dijuluki sebagai “Island of Cats”.
Walaupun negaranya dikuasai kucing, bukan berarti Siprus tak punya sepak bola. Meski identik dengan kucing, bukan berarti kekuatan tim-tim sepak bola di Siprus jadi seimut kucing. Sebaliknya, tim-tim sepak bola Siprus tak boleh dianggap remeh.
🏟 Congratulations to AEK and Omonoia for the victories that secured them a spot in #UEL group stage🔥
Congratulations to Apollon for the effort and participation to #UECL group stage🚀
Three clubs in Eurocups group stages means Cyprus football keeps growing✨#Cyprus pic.twitter.com/YkIwYwipLI
— Aris Limassol FC (@ArisLimassol) August 26, 2022
Siprus Punya 3 Wakil di Kompetisi Eropa 2022/2023
Wakil-wakil Liga Siprus sukses mencuri perhatian di kompetisi Eropa musim ini. Bagaimana tidak, musim ini, Cypriot First Division sukses mengirim 3 wakilnya ke babak grup kompetisi antarklub Eropa.
AEK Larnaca dan Omonia Nicosia jadi wakil Siprus di Liga Europa. Sementara Apollon Limassol jadi wakil Siprus di babak grup Liga Konferensi Eropa. Siprus bisa saja mengirim 4 wakilnya ke kompetisi Eropa musim ini. Sayangnya, APOEL Nicosia yang tinggal selangkah lagi lolos ke babak grup Liga Konferensi Eropa, kalah dari wakil Swedia Djurgårdens IF di babak playoff.
Terlepas dari kegagalan APOEL musim ini, kelolosan AEK Larnaca, Omonia Nicosia, dan Apollon Limassol jadi sebuah rekor dan prestasi tersendiri bagi Liga Siprus. Pasalnya, ini adalah kali pertama Siprus mampu mengirim 3 wakilnya ke babak grup kompetisi Eropa.
Berdasarkan catatan UEFA, jumlah wakil Liga Siprus di babak grup kompetisi Eropa musim ini hanya kalah dari negara-negara top Eropa yang juga punya nilai koefisien lebih tinggi. Lolosnya AEK, Omonia, dan Apollon juga membuat Siprus mengirim lebih banyak wakilnya ke Eropa ketimbang beberapa negara yang tim sepak bolanya lebih familiar, seperti Serbia, Swiss, Kroasia, atau Yunani. Mengejutkan, bukan?
🏆 The 96 European group stage participants in the 2022/23 season are spread across 36 countries:
8 🇩🇪
7 🏴🇮🇹 🇪🇸
6 🇫🇷
4 🇧🇪🇳🇱🇵🇹🇹🇷
3 🇦🇹🇨🇾🇨🇿🇩🇰🏴🇺🇦
2 🇮🇱🇳🇴🇷🇴🇷🇸🇸🇪🇨🇭
1 🇦🇲🇦🇿🇧🇬🇭🇷🇫🇮 🇬🇷🇭🇺🇮🇪🇽🇰🇱🇻🇱🇮🇱🇹🇲🇩🇵🇱🇸🇰 pic.twitter.com/RRUHY2HpXS— The Sweeper (@SweeperPod) August 31, 2022
Banyaknya wakil Siprus di Eropa musim ini tak lepas dari jatah tiket yang mereka dapat. Berdasarkan peringkat koefisien UEFA di musim sebelumnya, musim ini Siprus mendapat 5 tiket ke babak kualifikasi, dengan rincian tim juara mendapat tiket ke kualifikasi babak ketiga Liga Champions, tim peringkat 2 mendapat tiket ke kualifikasi babak kedua Liga Champions, dan tim peringkat 3 serta 4 yang mendapat jatah tiket ke kualifikasi babak kedua Liga Konferensi Eropa.
Sementara itu, 1 jatah tiket lagi jadi milik juara Piala Siprus yang berhak langsung mengikuti babak playoff Liga Europa. Keistimewaan tersebut tak lepas dari masih dicabutnya hak keikutsertaan tim-tim Rusia di kompetisi UEFA.
Rahasia Siprus Mampu Mengirim 3 Wakil ke Eropa
Prestasi yang ditorehkan AEK Larnaca, Omonia Nicosia, dan Apollon Limassol di kompetisi Eropa musim ini membuat mereka ketiban untung. Lolos ke babak grup Liga Europa membuat AEK dan Omonia mendapat prize money sebesar 3,63 juta euro. Sementara Apollon Limassol berhak mengantongi 2,94 juta euro atas keberhasilan mereka lolos ke babak grup Liga Konferensi Eropa.
Angka tersebut hanyalah prize money yang sudah pasti mereka kantongi. Tiga wakil Siprus itu masih bisa mengantongi lebih banyak uang tergantung performa mereka di babak grup nanti. Belum lagi masih ada distribusi uang berdasarkan ranking koefisien liga serta pendapatan dari hak siar TV dan kesepakatan sponsor.
Uang hadiah tersebut terhitung kecil untuk tim-tim besar Eropa, tetapi cukup membantu perekonomian para wakil Siprus yang terhitung sebagai tim kecil di Eropa. Dari data transfermarkt, Omonia jadi tim dengan nilai skuad termahal di Liga Siprus. Meski jadi tim dengan skuad termahal, nilai skuad Omonia yang dihuni 33 pemain hanyalah sebesar 18,8 juta euro saja.
Sementara juara Liga Siprus musim lalu, Apollon yang dihuni 33 pemain hanya punya nilai skuad sebesar 14,95 juta euro saja. AEK Larnaca yang musim lalu jadi runner-up di Liga Siprus punya nilai skuad yang lebih kecil lagi. 35 pemain mereka musim ini hanya bernilai 14,03 juta euro saja.
Dengan nilai skuad yang sangat kecil, keberhasilan 3 wakil Siprus menembus babak grup kompetisi Eropa musim ini patut dijadikan inspirasi bagi negara lain. Siprus hanyalah negara kecil dan timnas sepak bola mereka juga tak punya prestasi di kancah internasional.
Siprus sendiri adalah negara pulau yang menguasai 2/3 pulau di wilayah Laut Tengah. Berbatasan dengan Turki di sebelah selatan dan Suriah di sebelah barat, jumlah penduduk di “Pulau Kucing” ini juga sedikit. Berdasarkan sensus penduduk 2021 kemarin, jumlah penduduk di Siprus diperkirakan hanya sekitar 1,2 juta jiwa saja. Populasi manusia di Siprus bahkan lebih sedikit dari populasi kucing yang diperkirakan mencapai 1,5 juta.
Dengan populasi manusia yang sedikit, wajar bila sepak bola Siprus tak punya banyak pemain bertalenta. Siprus belum pernah tampil di Piala Dunia ataupun Piala Eropa. Menempati peringkat 108 dunia, timnas Siprus juga hanya berlaga di Divisi C UEFA Nations League.
Namun, dengan kondisi serba minim, wakil Liga Siprus nyatanya bisa berbicara di kancah internasional. Fakta tersebut harusnya menampar tim sepak bola dari negara kepulauan lain yang terlalu nyaman bermain di liga lokalnya yang penuh drama.
Lalu, apa rahasia wakil Siprus bisa menembus kompetisi Eropa? Jawabannya sederhana. Mereka banyak mengandalkan pelatih dan pemain asing.
Berdasarkan catatan transfermarkt, dari total 467 pemain yang tersebar di 14 tim, jumlah pemain asing yang berlaga di divisi 1 Liga Siprus musim ini mencapai 293 pemain. Dengan persentase 62,7%, jumlah pemain asing di Liga Siprus jauh lebih banyak dari pemain lokal.
Selain itu, musim ini, hanya ada 3 tim Liga Siprus yang memakai pelatih lokal. Keberhasilan AEK, Omonia, dan Apollon menembus babak grup kompetisi antarklub Eropa musim ini juga tak lepas dari andil pelatih dan pemain asing mereka.
Apollon Limassol musim ini dilatih oleh pelatih asal Spanyol, David Catala. Beberapa pemain asing yang jadi tulang punggung mereka, antara lain bek Norwegia Haitam Aleesami, gelandang asal Prancis Hervin Ongenda, dan gelandang asal Bulgaria, Ilian Iliev Jr.
Nenad Tomović i Ivan Tričkovski stižu u Humsku. Aek Larnaka će biti protivnik Partizana u kvalifikacijama za Ligu Evrope. pic.twitter.com/nfCm39jBEj
— Mozzart Bet (@MozzartBet) July 26, 2022
AEK Larnaca juga dilatih oleh pelatih asal Spanyol, yakni Jose Luis Oltra, pelatih yang pernah menjuarai Segunda Divison bersama Deportivo La Coruna di tahun 2012. Di dalam skuad AEK terdapat mantan bek Fiorentina dan timnas Serbia, Nenad Tomovic serta bek timnas Venezuela, Roberto Rosales. AEK juga dikapteni oleh striker haus gol asal Makedonia Utara, Ivan Trichkovski.
Sementara itu, Omonia Nicosia dilatih oleh mantan pelatih Celtic, Neil Lennon. Dalam skuad mereka ada kiper timnas Nigeria Francis Uzoho, bek timnas Hungaria Adam Lang, dan mantan striker timnas Slovenia Tim Matavz.
Terlepas dari andil pelatih dan pemain asingnya, secara keseluruhan penampilan para wakil Liga Siprus di babak kualifikasi kompetisi Eropa musim ini memang luar biasa. Lolosnya mereka ke babak grup juga jadi bukti bahwa wakil Liga Siprus tak boleh dianggap remeh.
Sebagai runner-up Liga Siprus musim lalu, AEK Larnaca memulai perjalanannya dengan bersua wakil Liga Denmark, Midtjylland di kualifikasi babak kedua Liga Champions. Kalah adu penalti, AEK kemudian terlempar ke kualifikasi babak ketiga Liga Europa.
Secara mengejutkan, AEK Larnaca yang baru berusia 28 tahun sukses mengalahkan wakil Liga Serbia, Partizan Belgrade dengan skor agregat 4-3. AEK memastikan satu tempat di babak grup Liga Europa usai menang mudah atas wakil Ukraina, SC Dnipro dengan skor agregat 5-1 di babak playoff.
⚠️RESUMO AEK X DNIPRO⚠️
⚽️AEK Larnaca 3×0 Dnipro⚽️
21′ Gyurcso (A: Gonzalez)
45′ Rafael Lopes (A: Oier)
78′ Englezou (A: Gyurcso)Uma boa partida na Aek Arena para classificar o Aek para fase de grupos da UEL pela terceira vez na sua história!
Segue o fio 👇 pic.twitter.com/ctiwnniBom
— Futebol Cipriota 🇨🇾 (@FutebolCipriota) August 25, 2022
Kesuksesan AEK kemudian disusul oleh wakil Siprus lainnya, Omonia Nicosia. Meski musim lalu hanya finish di peringkat 7 liga, Omonia mendapat jatah tiket langsung ke babak playoff Liga Europa sebagai juara Piala Siprus.
Di babak playoff, Omonia mendapat rintangan berat dengan bertemu wakil Liga Belgia, KAA Gent. Namun, sekali lagi, wakil Siprus mengejutkan Eropa. Omonia lolos ke babak grup Liga Europa musim ini setelah sukses mempecundangi Gent dengan skor agregat 4-0.
Neil Lennon and his Omonia side pulled off a massive shock in Europa League qualifiers on Thursday night. The Cypriot side beat Gent 2-0 away from home!
Former Hoops star Adam Matthews was part of the squad as was Brandon Barker who scored the second. Big result. pic.twitter.com/czob3u8gmv
— Craig (@CraigCelt) August 19, 2022
Sementara itu, dibanding AEK atau Omonia, perjalanan Apollon Limassol menembus babak grup kompetisi Eropa musim ini cukup berliku. Sebagai juara Liga Siprus musim lalu, Apollon kebagian jatah tiket ke kualifikasi babak ketiga Liga Champions. Dipertemukan dengan wakil Israel, Maccabi Haifa, Apollon kalah agregat 4-2.
Apollon kemudian terlempar ke babak playoff Liga Europa. Bersua dengan Olympiacos yang punya pengalaman segudang di Eropa, Apollon kalah adu penalti. Hasil tersebut secara otomatis membuat juara 4 kali Liga Siprus itu terlempar ke babak grup Liga Konferensi Eropa.
[Conférence Ligue]
🇪🇺 Le groupe E de AZ :
🇨🇾 Apollon
🇱🇮 FC Vaduz
🇺🇦 Dnipro-1 pic.twitter.com/jsenFptcNS— 🇫🇷 Foot néerlandais 🇳🇱 (@Foot_NL) August 26, 2022
Peluang Wakil Siprus di Kompetisi Eropa Musim Ini
Berdasarkan hasil undian babak grup, AEK Larnaca masuk dalam Grup B Liga Europa bersama dengan Dynamo Kyiv, Rennes, dan Fenerbahce. Sementara Omonia Nicosia tergabung dalam Grup E bersama Manchester United, Real Sociedad, dan Sheriff Tiraspol. Sementara itu, Apollon Limassol tergabung dalam Grup E Liga Konferensi Eropa bersama AZ Alkmaar, FC Vaduz, dan SC Dnipro.
Europa league draw done pic.twitter.com/ddue8BiYZX
— The thinker man (@kwekuedilson) August 26, 2022
Sejauh ini, rekor pencapaian terbaik wakil Siprus di kompetisi Eropa masih dipegang oleh APOEL Nicosia. APOEL pernah mencapai babak perempat final Liga Champions musim 2011/2012. Kala itu, langkah mereka baru terhenti di tangan Real Madrid. APOEL juga pernah menembus babak 16 besar Liga Europa di musim 2016/2017.
Pencapaian APOEL di masa lalu sepertinya sulit untuk diulang. Berdasarkan hasil undian babak grup Liga Europa dan Liga Konferensi Eropa musim ini, kesempatan wakil Siprus untuk lebih bersinar cukup berat. Di atas kertas, kesempatan paling besar dimiliki oleh Apollon di Liga Konferensi Eropa.
Namun, melaju jauh atau tidak, keberhasilan ketiga wakil Siprus sudah jadi sesuatu yang membanggakan. Lebih daripada itu, semoga keberhasilan mereka bisa jadi inspirasi tim kecil lainnya untuk gigi di ganasnya kompetisi antarklub Eropa.
https://youtu.be/zVPrIGE9lYo
***
Referensi: Kompas, UEFA, Financial Mirror, Transfermarkt, Financial Mirror, Financial Mirror.


