Era trio maut Casemiro-Kroos-Modric di Madrid tinggal cerita. Casemiro akhirnya memilih cukup untuk mengabdi di Bernabeu, dengan mencari tantangan lain yang tak pasti di Manchester United. Dengan hilangnya Casemiro, kini banyak orang bertanya apakah trio gelandang Los Blancos akan lahir kembali? Lantas siapa penggantinya yang sepadan?
Jika melihat ancang-ancang yang dilakukan oleh manajemen El Real, dengan menyiapkan pemain muda seperti Camavinga maupun Tchouameni agaknya publik Bernabeu tak perlu risau. Sebab, dua gelandang tersebut digadang-gadang akan menjadi penerus sah Casemiro. Tapi di antara keduanya, siapa sih yang lebih cocok?
Tchouameni and Camavinga have complimenting attributes that could be hard for opponents to deal with for years to come
Article by @KiyanSo:https://t.co/g0ZYYgDjJF
— Managing Madrid (@managingmadrid) August 24, 2022
Daftar Isi
Tipe Casemiro
Penerus Casemiro nantinya akan mengemban tugas berat di lini tengah Los Merengues. Standar yang telah ditancapkan oleh gelandang Brasil itu sangatlah tinggi. Kemampuan Casemiro dalam menjaga kedalaman lini tengah Madrid selama bertahun-tahun akan selalu diingat kehebatannya.
Jadi, siapa pun penggantinya akan selalu dibanding-bandingkan. Bukan tidak mungkin juga ia akan berada di bawah bayang-bayang Casemiro. Selain beban itu, calon penerus Casemiro juga paling tidak harus mempunyai skill yang paling tidak mendekati.
Perlu diketahui, Casemiro ini dulunya ditempa dan diberi kepercayaan jam terbang oleh Zidane setelah era Xabi Alonso maupun Khedira berakhir. Selain itu, Casemiro juga tumbuh dengan gemblengan dua gelandang senior di sampingnya yakni Modric dan Kroos.
Peran dia selama bertahun-tahun di bawah Zidane lebih kepada gelandang bertahan tunggal yang berfungsi sebagai perusak. Posisinya tepat berada di depan barisan 2 center bek. Casemiro juga difungsikan sebagai pemain pertama yang mengalirkan bola sekaligus build up serangan dari bawah.
Casemiro terbukti sangat ahli dalam membaca permainan dan memotong alur serangan lawan. Maka tak jarang intersep, tekel, maupun duel keras sering ia lakukan. Kalau melihat data statistik, dari 32 laga musim lalu yang dijalani Casemiro, ia mencatatkan sapuan per pertandingan di angka 1,2. Sedangkan tekelnya per pertandingan di angka 2,5.
Sebagai gelandang “Nomor 6” di Madrid, peran Casemiro selalu memberikan kenyamanan bagi Kroos dan Modric untuk hanya fokus dalam menyerang. Maka dari itu, sosok pemberi kenyamanan lini tengah inilah yang akan dicari dalam diri penerus Casemiro.
In 2015/16, Toni Kroos, Luka Modrić and Casemiro played their first season together at Real Madrid:
🏆🏆🏆🏆 #UCL
🏆🏆🏆 Club World Cup
🏆🏆🏆 Supercopa
🏆🏆🏆 LaLiga
🏆🏆🏆 Super CupAfter 16 trophies, it’s the end of an era. 😭 pic.twitter.com/DYQ4NgrClt
— Squawka (@Squawka) August 19, 2022
Tchouameni Agak Mirip
Apakah itu ada dalam diri Tchouameni? Bisa jadi. Pemain yang ditebus dengan mahar 100 juta euro dari AS Monaco itu memiliki bentuk fisik yang hampir mirip dengan Casemiro. Pria 22 tahun itu tinggi dan juga kekar secara postur.
Casemiro and Tchouameni moves show Real Madrid know what they’re doing 🧠
▪️ Eyebrows raised by Brazil hero’s Man United deal 👀
▪️ Stats show his replacement is ready 📊
▪️ May add new dimension to Los Blancos attack ⚽️🎤 | @andywest01 pic.twitter.com/ouiK1SRa0r
— Sport360Football (@Sport360Foot) August 28, 2022
Namun, dari segi permainan dan atribut, Tchouameni mungkin agak sedikit berbeda dari Casemiro, termasuk naluri bertahannya. Ia bukan pemain perusak sebagaimana Casemiro. Tchouameni musim lalu di Monaco hanya mencatat tekel sukses di area defensif jauh lebih rendah yaitu 43,9%, dibandingkan dengan 56,5% milik Casemiro.
Namun, kemampuan Tchouameni lebih kepada caranya dalam mendistribusikan bola. Pemain asal Prancis itu lebih suka menjemput bola, untuk kemudian mengalirkannya dengan umpan-umpan akurat.
Seperti ketika di partai melawan Espanyol musim ini. Tchouameni dipasang di posisi Casemiro, tapi alih-alih kuat dalam bertahan, ia justru melakukan progresi umpan. Alhasil Tchouameni mampu melepaskan umpan akurat yang berbuah gol dari Vinicius Junior.
Berkat torehannya itu, Menurut Opta, Tchouameni kini melangkahi rekor assist milik Casemiro yang hanya mampu melakukan assist di pekan ke-18. Sedangkan ia sekarang mampu menorehkannya di pekan ke-3. Bahkan di posisi dan fungsi yang sama.
1 – Aurélien Tchouaméni 🇫🇷 has made his first assist in just three appearances for Real Madrid in LaLiga – Casemiro 🇧🇷 failed to make a single assist in his last 18 league games for Real Madrid. Premiere. pic.twitter.com/pVkpauefwM
— OptaJose (@OptaJose) August 28, 2022
Dari jumlah golnya musim lalu pun semakin menguatkan jika atribut menyerangnya lebih menonjol. 6 gol yang dicetaknya melebihi apa yang dicetak Casemiro yang hanya mengemas 1 gol.
Kemudian sebagai tambahan saja, yang semakin menunjukan bahwa dirinya mungkin pilihan pertama sebagai pengganti Casemiro musim ini adalah, ia telah dipakai sebagai starter dalam 3 pertandingan pertama Madrid di La Liga, persis di posisi yang ditinggalkan Casemiro.
Camavinga Serupa Tapi Tak Sama
Lantas bagaimana dengan sosok Camavinga? Tak dipungkiri ia telah mengambil daftar antrian terlebih dahulu di Real Madrid sebelum Tchouameni datang.
Camavinga jika dilihat dari atribut skill-nya sebagai gelandang, tipenya sangat masuk dengan apa yang dipunyai Casemiro, yakni tipe perusak. Jiwa perusaknya terlihat dari cara dia bermain, baik dari intersep, duel, maupun tekel yang dilakukan.
What a talent, @Camavinga 💫 pic.twitter.com/ChVaQKt3FM
— Madrid Zone (@theMadridZone) August 29, 2022
Camavinga menjadi perebut bola yang baik. Ia juga handal dalam menjaga kedalaman dan memotong alur serangan lawan. Namun tunggu dulu, ada beberapa perbedaan gaya bermain Camavinga dan Casemiro musim lalu.
Musim lalu, ia sering dicoba Ancelotti untuk mengisi pos yang ditinggalkan Casemiro. Namun, dalam perannya itu, ia malah lebih sering bergerak dinamis ke depan. Camavinga lebih sering berani meninggalkan posisinya. Hal itu membuat gelandang senior seperti Toni Kroos harus menambal posisi yang ditinggalkan Camavinga.
Pada prinsipnya, Casemiro lebih statis dalam menjaga kedalaman, sedangkan Camavinga lebih dinamis dan fleksibel. Bahkan dari segi skill dan kelincahan, Camavinga ini lebih stylish. Dengan kaki kirinya, ia sering melakukan skill individu melewati lawan serta melakukan progresi umpan yang akurat.
Ancelotti pun baru menyadarinya setelah ia diplot untuk tidak sendirian menjaga kedalaman. Di situlah peran Camavinga lebih menjanjikan. Pada musim lalu, ia rata-rata melakukan 6,68 operan ke sepertiga akhir dengan akurasi 82,7%. Dari data itulah, mengapa ia lebih cocok diposisikan lebih maju sebagai penerus Kroos maupun Modric.
🇫🇷 Ancelotti’s idea this season is to use Camavinga more to provide rest for Kroos & Modric. @marca pic.twitter.com/3FmM5JFlFj
— Madrid Xtra (@MadridXtra) August 24, 2022
Tipe Trio Gelandang Ancelotti Lebih Fleksibel
Alih-alih memainkan salah satu, Ancelotti bisa jadi memasang keduanya, tapi dengan dua peran yang berbeda. Karena taktik Ancelotti yang fleksibel, trio gelandang yang selalu dipasang di lini tengah juga bisa dengan mudah menyesuaikan.
Life after Casemiro won’t be easy but Ancelotti has a planhttps://t.co/h7dPoWqggz
— MARCA in English (@MARCAinENGLISH) August 30, 2022
Ancelotti bisa juga sesekali mengubah formasinya dari pakem andalannya 4-3-3 mungkin menjadi 4-2-3-1, 4-1-4-1 maupun 4-4-2 untuk mengakomodir kapasitas Camavinga dan Tchouameni secara bersamaan.
Pasalnya, bila berkaca dari tiga laga awal El Real musim ini di La Liga, keduanya sering dicoba bersama dengan Tchouameni di tengah, sementara Camavinga bisa menempati sisi kiri maupun kanan, bergantian dengan Toni Kroos maupun Luka Modric. Dan sampai sekarang strategi semacam itu terbukti berjalan lancar.
Kombinasi racikan lini tengah Ancelotti ini lebih dinamis dan saling mengisi, sehingga lebih mudah para pemain menyesuaikannya. Dengan begitu, Real Madrid jadi tidak perlu khawatir untuk mencari pengganti Casemiro. Karena toh baik Aurelien Tchouameni maupun Eduardo Camavinga, keduanya bisa dipakai secara bersamaan.
🤯Carlo Ancelotti tiene que decidir: Tchouaméni o Camavinga ante la vuelta de Toni Krooshttps://t.co/08Wv1t1GSI
— Defensacentral.com (@defcentral) August 24, 2022
Kini tinggal bagaimana Ancelotti menyesuaikan taktiknya. Kedua gelandang muda calon pengganti Casemiro ini mungkin masih jauh dari kualitas Casemiro. Persamaan dan perbedaanya pun ada. Namun yang terpenting sekarang dengan adanya Camavinga dan Tchouameni adalah, El Real tak perlu risau masa depan mesin lini tengahnya akan kropos setelah ditinggal Casemiro.
https://youtu.be/LSwtYYlg3Gg
Sumber Referensi : managingmadrid, panditfootball, espn


