13 Hal Yang Tidak Kamu Ketahui Tentang Phil Foden

  • Whatsapp
13 Hal Yang Tidak Kamu Ketahui Tentang Phil Foden
13 Hal Yang Tidak Kamu Ketahui Tentang Phil Foden

Saat ini Manchester City tengah berada di level tertinggi. Mereka punya prestasi sekaligus skuad luar biasa, termasuk Phil Foden. Phil Foden merupakan salah satu pemain andalan City saat ini. Sudah bergabung dengan the Citizens sejak usia belia, kecintaan Foden kepada klub tersebut akhirnya berujung kebahagiaan.

Dia yang dulunya cuma menjadi pendukung dan duduk di tribun, kini bisa berdiri dengan pemain bintang lainnya yang tampil di tim utama.

Bacaan Lainnya

Namun meski sudah menjadi sosok yang banyak diketahui orang, ada beberapa fakta tersembunyi dari pemain berusia 20 tahun ini. Apa sajakah itu? Simak ulasannya berikut ini.

Sudah Mendukung Manchester City Sejak Kecil

Sedari kecil, Phil Foden sudah menjadi penggemar berat Manchester City. Dia sejak tahun 2009 sudah bergabung dengan akademi Manchester City, hingga pada akhirnya, tepat di tahun 2016 lalu dia mendapat debut pertamanya di tim utama. Hal tersebut menjadi sesuatu yang amat mengagumkan mengingat dirinya saat ini baru berusia 20 tahun.

Saat ditanya apa momen terbaiknya selama menjadi penggemar Manchester City, Foden menjawab bahwa gol Aguero ke gawang Queens Park Rangers adalah yang terindah. Dia masih ingat ketika duduk di belakang gawang stadion dan ikut merayakan kemenangan City yang begitu krusial.

Ayahnya Pendukung Manchester United

Apakah ini menjadi hal yang cukup mengejutkan?

Phil Foden mengaku bahwa dirinya merupakan penggemar Manchester City sejak kecil. Akan tetapi, sang ayah merupakan penggemar berat Manchester United.

Meski berbeda pandangan, hal tersebut justru membuat suasana rumah jadi semakin meriah. Menurutnya, selalu ada canda dan tawa ketika dua rival abadi itu bertemu. Sang ayah selalu berteriak ketika MU berhasil mencetak gol. Sementara Foden dan ibunya baru akan merasa bahagia ketika City melakukan hal yang sama.

Hobi Memancing

Phil Foden dikenal sebagai sosok yang santai. Dia selalu menghabiskan waktu di luar lapangan dengan kegiatan yang menenangkan. Satu aktivitas yang paling disukainya selain bermain bola adalah memancing.

Foden mengaku sudah diajak memancing oleh sang ayah saat masih kecil. Bahkan, sudah ada banyak sekali kumpulan ikan besar yang didapat, termasuk Lele. Dia juga mengaku memancing sebagai kegiatan relaksasi diri usai menjalani pertandingan yang berat.

Catat Rekor Dunia

Phil Foden memang pantas disebut sebagai pemain yang sangat bertalenta. Di usianya yang masih sangat muda, namanya bahkan sudah masuk ke dalam buku catatan rekor dunia. Foden, ketika masuk ke dalam skuad utama tahun 2018, berhasil memenangkan trofi Liga Primer Inggris.

Saat itu juga, namanya tercatat sebagai pemain termuda yang berhasil memenangkan trofi prestisius tersebut. Foden membukukan rekor tersebut pada usianya yang baru menginjak usia 17 tahun 350 hari. Prestasinya ketika itu berhasil mengalahkan Gael Clichy yang memenangi Liga Inggris bareng Arsenal pada musim 2003/04.

Cetak Rekor Di Liga Champions

Selain berhasil cetak rekor dunia, Phil Foden juga berhasil catatkan namanya di buku rekor Liga Champions Eropa. Pertama, pada Desember 2017 lalu, Foden menjadi pemain pertama yang lahir setelah tahun 2000, yang tampil di pertandingan Liga Champions ketika City kalah 2-1 dari Shakhtar Donetsk.

Kemudian, dia juga menjadi pemain Inggris termuda yang tampil di kompetisi Eropa (17 tahun dan 192 hari), mengalahkan rekor sebelumnya yang dibuat oleh mantan pemain muda Chelsea Josh McEachran.

Belum lama ini, dia juga sukses memecahkan rekor Wayne Rooney setelah mencetak gol kemenangan City pada menit ke-90 kontra Borussia Dortmund. Foden sah menjadi pemain asal Inggris termuda (20 tahun dan 313 hari) yang mencetak gol kemenangan pada menit ke-90 dalam laga Liga Champions.

Peraih Golden Ball di Piala Dunia U17

Phil Foden berhasil mengantar Inggris meraih gelar juara di ajang Piala Dunia U17. Dia sukses membawa Inggris kalahkan Spanyol di ajang tersebut yang digelar di India. Foden sukses menginspirasi kemenangan Inggris setelah timnya lebih dulu kalah dengan skor 2-0.

Dalam pertandingan tersebut Foden mencatat akurasi operan sebesar 95,3 persen. Dinilai sebagai pemain paling krusial di turnamen, Foden lalu dinobatkan sebagai pemain terbaik.

Penghargaan Penting Lainnya

Usai beberapa prestasi yang disebutkan, Foden masih memiliki prestasi yang tidak bisa diremehkan. Pada 2017 silam, Foden mengikuti jejak Wayne Rooney dan Andy Murray dengan memenangkan penghargaan penghargaan Young Sports Personality of the Year dari BBC.

Nomor Punggung 47

Seorang pemain muda memang begitu akrab dengan nomor punggung besar, termasuk Phil Foden. Dia memilih untuk memakai nomor punggung 47 ketika tampil bersama tim utama.

Setelah ditelusuri, angka tersebut ternyata menyimpan arti. Foden memilih nomor tersebut karena sang kakek yang merupakan penggemar berat Manchester City meninggal di usia 47 tahun dalam sebuah kecelakaan motor. Untuk menghormati sekaligus mengingat mendiang kakeknya, dia lalu mengenakan nomor punggung 47.

Mengidolakan David Silva

Segala hal yang ada dalam diri Foden ternyata dipengaruhi oleh sosok bersahaja. Ketika ditanya siapa idolanya, Foden menjawab dengan tegas bahwa dia begitu mengagumi sosok David Silva. Foden mengaku sudah mengikuti perjalanan Silva di City sejak pertama kali didatangkan ke Etihad.

Sayangnya, dia kini sudah tidak tampil lagi bersama sang idola, setelah mantan bintang Valencia itu putuskan pulang ke Spanyol. Beruntung, dia sempat memiliki kesempatan tampil bersama sang idola di musim terakhirnya.

Membeli Rumah Mewah Untuk Keluarga

Di usia 18 tahun, Foden sudah mampu membelikan rumah untuk keluarganya senilai 2 juta poundsterling atau setara dengan 40 miliar rupiah. Dia merasa bahwa apa yang telah diraihnya kini berkat dukungan keluarga.

Foden ketika itu membawa keluarganya dari Edgeley di Stockport ke wilayah Bramhall di Manchester selatan.

Sudah Menjadi Ayah Di Usia 18 Tahun

Phil Foden, tepat setelah membelikan rumah keluarganya, langsung diberi mandat untuk menjadi ayah di usia yang baru menginjak 18 tahun. Anak laki-laki yang diberi nama Ronnie itu merupakan hasil hubungan dengan teman masa kecilnya bernama Rebecca Cooke.

Meski sempat merasa kesulitan dalam mengurus anak, Foden lantas merasa bahagia karena mulai saat itu kebahagiaan nya tidak hanya terletak di atas lapangan saja.

Memiliki Panggilan Ronnie

Phil Foden tidak lantas dipanggil sesuai dengan namanya sekarang. Keluarganya memanggil Phil dengan sebutan Ronnie. Entah apa arti nama tersebut, yang pasti nama Ronnie dipakai untuk menghindari kebingungan anggota keluarga lainnya, mengingat ayah Phil Foden juga memiliki nama Phil Foden.

Namun seperti pada fakta sebelumnya, Phil Foden malah menamai anaknya dengan sebutan Ronnie. Jadi, apakah hal tersebut akan timbulkan kebingungan lainnya?

Lebih Baik Dari Lionel Messi

Anggapan ini diciptakan langsung oleh pelatihnya saat ini, Pep Guardiola. Pelatih asal Spanyol tersebut mengatakan bila Phil Foden merupakan pemain paling bertalenta yang pernah dia latih. Padahal, kita semua tahu bila Pep pernah tangani pemain sekelas Lionel Messi.

“Dia memiliki segalanya untuk menjadi salah satu pemain terbaik,”

“Aku telah mengatakannya berkali-kali dalam konferensi pers, tetapi mungkin tidak mengatakan itu di hadapannya, Phil adalah pemain paling, paling, paling berbakat yang pernah aku lihat dalam karirku sebagai manajer.” kata Pep Guardiola.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *