10 Transfer Paling Buruk Musim 2021-22

spot_img

Musim 2021/22 hampir selesai, tinggal menunggu beberapa pertandingan saja. Dulu, sebelum musim bergulir, klub-klub papan atas telah mempersiapkan diri dengan mendatangkan para pemain. Hal itu dilakukan agar kekuatan tim makin meningkat, dan membuat klub tetap di jalur perburuan juara.

Namun, tidak semua pemain yang didatangkan memberikan dampak positif bagi klub. Bahkan aktivitas transfer ke sebuah klub, justru membuat performa si pemain tidak sama dengan klub sebelumnya. Dan malah bisa lebih buruk. Nah berikut ini transfer paling buruk musim 2021/22. Siapa saja mereka?

Saul Niguez (Atletico Madrid ke Chelsea)

Entah faktor apa yang membuat manajer Chelsea, Thomas Tuchel mendatangkan Saul Niguez dari Atletico Madrid. Tepat di saat pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone sendiri sudah tidak lagi menaruh kepercayaan pada Saul. Apalagi Saul sengaja dipinjamkan Los Rojiblancos lantaran performa yang mengempis.

Beberapa musim di Atletico, performa Saul memang kelihatan mengalami penurunan, meski hanya perlahan. Tapi hal itu justru dimanfaatkan Chelsea untuk mengambil jasa Saul. Konon untuk memberinya kesempatan dan mengembalikan performanya.

Namun, apa yang terjadi justru sebaliknya. Thomas Tuchel dibuat kecewa dengan peminjaman itu. Saul mencatatkan kesan tak bagus pada debutnya bersama The Blues, seperti ketika menghadapi Aston Villa pada 9 November 2021 lalu.

Pada laga itu, meski beroperasi di posisi gelandang bertahan, Saul gagal melakukan intersep dan tekel. Akurasi umpannya pun hanya 81 persen. Ia gampang terpancing oleh pemain lawan. Di laga melawan Watford, Saul juga melakukan hal yang hampir mirip. Jelang musim ini berakhir, Saul Niguez lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan di skuad The Blues.

Sergio Ramos (Real Madrid ke PSG)

Kedatangan Sergio Ramos ke klub kaya, Paris Saint-Germain menjadi peristiwa yang menggemparkan. Sayang, transfer itu hanya gemerlap di depan. Pada kenyataanya kedatangan Ramos ke PSG menjadi salah satu transfer terburuk musim 2021/22.

Meski begitu, Ramos memang tidak memiliki catatan buruk ketika bermain di PSG. Hal itu karena sejak berseragam PSG, Ramos malah menepi cukup lama lantaran cedera dan dalam fase membangun kembali kebugarannya. Mauricio Pochettino bahkan harus menggunakan duet Marquinhos dan Presnel Kimpempe, karena belum bisa memainkan Ramos.

Sejauh ini Ramos hanya bermain sebanyak 9 kali di Ligue 1, dan satu kali di Coupe de France. Namun, Ramos sudah mencetak dua gol ketika ia mendapat kesempatan tampil di liga. Itu artinya, kehadiran Ramos juga sebetulnya tidak buruk-buruk amat. Namun, bagaimanapun ia mengecewakan para fans.

Georginio Wijnaldum (Liverpool ke PSG)

Selain membeli Sergio Ramos, PSG juga mendatangkan Giorginio Wijnaldum dari Liverpool pada musim ini. Tapi sayang banget, namanya jadi tenggelam setelah berseragam PSG. Wijnaldum yang tampil luar biasa saat berseragam Liverpool dan mampu mengantarkannya juara Liga Champions, justru memble ketika berada di PSG.

Saat bermain untuk Liverpool, Klopp selalu menempatkan Wijnaldum di lini tengah, sebagai pengatur tempo permainan yang sangat lugas dan atraktif. Namun, di PSG, Wijnaldum tak memiliki peran vital di bawah Pochettino.

Meski ia termasuk dalam skuad PSG juara Ligue 1 musim ini, tapi perannya bisa dihitung jari. Wijnaldum hanya bermain 28 kali di liga, dan hanya sanggup mencatatkan 3 asis dan 1 gol saja. Selama di PSG, secara keseluruhan performa Wijnaldum cenderung tak maksimal.

Jadon Sancho (Dortmund ke Manchester United)

Sulit untuk mengakui, terutama bagi penggila Manchester United, bahwa Jadon Sancho adalah pembelian terburuk Setan Merah. Namun kenyataannya memang demikian.

Ketika masih bermain di Bundesliga, Jadon Sancho hanya butuh 24 pertandingan untuk mengemas 8 gol dan 11 asis. Sementara, ketika memperkuat Setan Merah, ia baru tampil 29 kali di liga, dan hanya mencetak 3 gol dan 3 asis. Statistik ini tak sebanding dengan uang 85 juta euro (Rp1,2 triliun) yang MU salurkan ke Dortmund untuk membeli Sancho.

Sancho sudah memberikan gambaran buruk sejak debutnya saat MU menghadapi Wolverhanmpton. Kala itu, Sancho hanya sanggup mengemas nol tembakan, nol umpan kunci, dan nol drible tuntas.

Eric Garcia (Manchester City ke Barcelona)

Musim ini Eric Garcia kembali ke klub yang membimbingnya dari Manchester City. Namun, kembalinya ke Barcelona dengan status bebas transfer, ternyata meleset dari harapan. Garcia yang digadang-gadang menjadi seorang Gerard Pique versi terbaru, justru penampilannya jauh di bawah standar.

Apalagi jika kita melihat penampilan Garcia saat menghadapi Benfica di Liga Champions. Garcia beberapa kali diganggu plus dikelabui Darwin Nunez. Hal itu membuat dirinya jadi pusat perhatian karena menjadi lubang, yang membuat Barcelona kebobolan tiga gol tanpa balas.

Marcel Sabitzer (RB Leipzig ke Bayern Munchen)

Tak jelas apa yang membuat sang juara Bundesliga, Bayern Munchen merekrut Marcel Sabitzer dari RB Leipzig. Bahkan dengan harga yang mencapai 16 juta euro (Rp243,4 miliar). Namun, memang, Sabitzer kerap dimainkan Julian Nagelsmann.

Ia setidaknya sudah menjadi line up 7 kali di Bundesliga, dan memulai bermain dari bangku cadangan 18 kali. Namun, soal peran Sabitzer ini patut dipertanyakan. Sang pemain hanya mampu mencetak 1 gol dan 1 asis di 25 laga Bundesliga. Maka, wajar kalau Bayern Munchen pada akhirnya akan menjual kembali Sabitzer meski baru semusim.

Luuk de Jong (Sevilla ke Barcelona)

Saat melatih Barcelona, Ronald Koeman mendatangkan Luuk de Jong dari Sevilla. Padahal kiprahnya di Sevilla sama sekali tidak mengesankan. Tercatat di musim sebelumnya, dari 34 pertandingan di liga bersama Sevilla, Luuk de Jong hanya mencetak 4 gol. Padahal ia seorang striker.

Penandatanganannya di Barcelona pun mengecewakan penggemar. Karena pada saat itu, justru Barcelona lebih memilih menyingkirkan Antoine Griezmann demi mendatangkan Luuk de Jong. Sejauh ini, ia hanya mencetak 6 gol di La Liga dan lebih sering jadi penghuni bangku cadangan.

Romelu Lukaku (Inter ke Chelsea)

Penulis olahraga Stefan Bienkowski terang-terangan menulis, Romelu Lukaku bisa menjadi pembelian terburuk di Premier League sepanjang sejarah. Harganya yang mencapai Rp1,7 triliun lebih, tak sepadan dengan performanya di bawah Thomas Tuchel.

Lukaku gagal mengulangi catatan 30 gol dalam 44 pertandingannya ketika di Inter. Bersama skuad The Blues, Lukaku sudah bermain 22 kali di liga dan baru mengemas lima gol saja. Hal itu membuka kemungkinan Chelsea bakal menjual kembali Lukaku. Ya, biar nggak rugi-rugi amatlah.

Jack Grealish (Aston Villa ke Manchester City)

Jack Grealish menjadi aset terpenting Aston Villa. Pemain itu berhasil mendatangkan uang ke klub berkat aktivitas transfernya. Grealish dibeli Manchester City dengan harga selangit, yaitu Rp1,7 triliun lebih. Tentu ini menjadi transfer yang sensasional.

Namun, kehidupannya di Etihad tak sesuai harapan. Grealish gagal menebus harganya dengan penampilan yang ciamik. Dari 22 pertandingan yang ia lakoni untuk Manchester City, Grealish hanya mencetak 2 gol dan 2 asis saja.

Ia juga pernah dikeluarkan dari skuad City karena alasan kedisiplinan. Bagaimana? Sangat tidak sepadan dengan harganya bukan?

Lionel Messi (Barcelona ke PSG)

Terakhir, tentu saja Lionel Messi. Perpisahan La Pulga dengan Barcelona untuk merapat ke PSG bikin semua fans Barca menangis. Tapi, kita lupakan kesedihan itu. Messi sendiri pun bisa jadi sedih berpisah dengan Barcelona.

Selain kemungkinan tertutupnya peluang juara Liga Champions, Messi juga harus berjuang ekstra keras di PSG. Hal yang mungkin bisa ia lakukan sambil merem ketika bermain untuk Barcelona.

Ia memang mencatatkan rekor pribadi dengan meraih gelar Ligue 1 untuk pertama kalinya. Namun, peran Messi di PSG sangatlah minim. Dari 22 pertandingannya bersama Paris Saint-Germain di Ligue 1, sang mega bintang baru mencetak 4 gol saja. Meski ia sanggup mencetak 13 asis. Wajar kalau pada akhirnya, muncul rumor kalau Messi bakal pergi dari PSG.

https://youtu.be/af3l1g8Bi04

Sumber referensi: Marca, FootballTransfers, BavarianFootballWorks, MED Sport, Transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru