Setelah sukses menggelar ajang Copa America 2024 lalu, Amerika Serikat dijadwalkan akan menggelar gelaran sepak bola terakbar, Piala Dunia, pada 2026 mendatang. Bersama Meksiko dan Kanada, Negeri Paman Sam akan kembali menerima penggila bola yang bertamu ke tempatnya setelah terakhir kali mereka juga menjadi tuan rumah pada 1994.
Sepak bola sendiri sebenarnya bukanlah olahraga paling populer di Amerika. Sepak bola berada di bawah baseball, basket, dan american football. Sungguh sebuah anomali mengingat olahraga ini merupakan olahraga nomor satu bagi hampir seluruh warga di belahan dunia yang lain.
Namun, dari rendahnya minat warga Negeri Paman Sam terhadap sepak bola, pernah lahir beberapa pemain sepak bola top dari sana dan juga cukup sukses di Eropa. Lantas, siapa saja mereka? Berikut adalah 10 pemain Amerika Serikat yang sukses di Eropa.
Daftar Isi
Claudio Reyna
Dikutip dari Four Four Two, Claudio Reyna adalah pemain Amerika Serikat pertama yang bisa 4 kali dipanggil untuk mewakili Negeri Paman Sam di Piala Dunia. Ayah dari Giovanni Reyna tersebut menghabiskan sebagian besar karirnya di Eropa. Tiga negara Eropa telah dicobanya di sepanjang karir.
Datang ke Bayer Leverkusen secara cuma-cuma, pemain yang masih memiliki darah Portugal tersebut datang ke Jerman pada Agustus 1994, beberapa saat setelah Piala Dunia 1994 selesai. Karirnya di Jerman berlangsung selama 5 tahun dengan berseragam Bayer Leverkusen dan Wolfsburg.
Kemudian, Reyna pindah ke Glasgow Rangers. Di Ibrox, dirinya berhasil meraih double winner pada musim 1999/00 dengan menjadi juara liga dan piala liga. Sempat semusim bermain untuk Sunderland pada 2002/03, Reyna menghabiskan sisa karirnya di Eropa untuk Manchester City. Setelah puas bermain untuk The Citizen hingga Januari 2007, Reyna akhirnya pulang ke Amerika Serikat.
⚽ GOAL OF THE DAY: Claudio Reyna v Hearts pic.twitter.com/3JeuFrzO0W
— Rangers Football Club (@RangersFC) April 30, 2021
Brian McBride
Sama seperti Claudio Reyna, Brian McBride pertama kali ke Eropa pada musim panas 1994. Dirinya bergabung ke klub Jerman, Wolfsburg selama semusim. Sempat kembali ke Amerika, sempat pula membela Preston North End dan Everton, pada Januari 2004 dirinya bergabung ke Fulham.
Bersama Fulham, striker kelahiran 1972 tersebut bermain selama 154 laga dan berhasil mencetak 40 gol. Pada Januari 2008, dirinya kembali lagi ke MLS dan bermain selama beberapa musim sebelum memutuskan untuk pensiun.
#TBT to April 2008 when Brian McBride scored this goal against our opponents this weekend, Reading. #COYW pic.twitter.com/c9C7anjeyX
— Fulham Football Club (@FulhamFC) December 1, 2016
DaMarcus Beasley
Bek kiri asal Indiana, DaMarcus Beasley merupakan salah satu pemain asal Paman Sam yang cukup bergelimang gelar di Eropa. Dirinya datang ke Eropa pada musim panas 2004 dan bergabung ke PSV Eindhoven. Bersama PSV, dirinya berhasil meraih 2 trofi Eredivisie dan 1 trofi KNVB Beker.
Sempat semusim di Manchester City, Juli 2007 dirinya pergi ke Skotlandia untuk bergabung ke Glasgow Rangers. Di Ibrox dirinya berhasil meraih 4 trofi dalam 3 musim, yakni 2 trofi Liga, 1 trofi Piala Liga, dan 1 trofi Scottish Cup. Setelahnya, bek dengan 126 caps Timnas Amerika Serikat tersebut sempat ke Hannover dan Meksiko sebelum akhirnya pensiun di MLS.
DaMarcus Beasley reveals how his car was BLOWN UP during his time at Rangershttps://t.co/r5JdrBShuK pic.twitter.com/PttGWkAWtR
— Scottish Sun Sport (@scotsunsport) March 25, 2020
Steven Cherundolo
Steven Cherundolo menghabiskan hampir seluruh karirnya di Jerman bersama Hannover. Bek kanan tersebut datang ke Jerman pada Januari 1999 dan pensiun di sana pada Maret 2014. Dirinya memiliki 415 caps bersama Hannover dengan 302 diantaranya adalah laga di Bundesliga. Bersama Die Roten, Steven berhasil meraih satu trofi, yakni saat mereka promosi ke Bundesliga setelah menjadi juara 2. Bundesliga pada musim 2001/02.
Steve Cherundolo aka ‘The Mayor of Hannover’ has retired from playing professional soccer. #ThankYouCherundolo pic.twitter.com/QSdTHVnlgf
— U.S. Soccer Men’s National Team (@USMNT) March 19, 2014
Tim Ream
Bek kokoh asal Missouri, Tim Ream, pertama kali datang ke Eropa saat bergabung ke Bolton Wanderers pada Januari 2012. Penampilannya di Bolton membuat pemain yang sudah 2 kali meraih CONCACAF National League tersebut dipinang oleh Fulham pada Agustus 2015.
Sejak saat itu, dirinya menjadi pilar penting di lini belakang The Cottagers. Hingga musim 2023/24, Transfermarkt mencatat dirinya sudah 312 kali berseragam Fulham. Kontraknya bersama Fulham juga akan berakhir pada 30 Juni 2025.
USMNT’s Tim Ream made his EPL debut with Bolton as a 24-year-old in January 2012. 🏴
He has played 63 Premier League matches with Bolton & Fulham across four different seasons 👀
He finally gets his first Premier League goal at the age of 35. 🫡 pic.twitter.com/JQVBZupVKK
— CBS Sports Golazo ⚽️ (@CBSSportsGolazo) December 26, 2022
Tim Howard
Kiper yang masih berdarah Hungaria, Tim Howard merupakan salah satu pemain yang paling diingat dari berbagai pemain Amerika Serikat lain. Kiper kelahiran New Jersey tersebut memulai karirnya di Old Trafford pada Juli 2003. Tiga musim menjadi kiper cadangan di Manchester United, Howard mendapatkan sebuah trofi FA Cup, sebuah trofi Piala Liga, dan sebuah trofi Community Shield.
Pada Juli 2006 dirinya dipinjamkan ke Everton untuk semusim kemudian David Moyes mempermanenkan kontraknya. Bersama The Toffees, Howard tampil sebanyak 414 kali dengan 399 kalinya adalah laga Premier League. Dirinya bermain di Goodison Park hingga musim 2015/2016 untuk pulang ke tanah airnya dan pensiun di sana.
Dikutip dari 90 Mins, performanya saat melawan generasi emas Belgia pada Piala Dunia 2014 adalah performa paling fenomenal dalam sepanjang sejarah pemain Amerika Serikat. Pada laga tersebut, Howard mencatatkan 16 kali penyelamatan. Edan!
#TBT My @Everton debut in 2006! Ready to get it started again on Saturday! pic.twitter.com/cguxWgeddL
— Tim Howard (@TimHowardGK) August 14, 2014
Christian Pulisic
Meskipun masih bermain dan berada di usia emasnya, lulusan akademi Borussia Dortmund, Christian Pulisic juga termasuk salah satu talenta terbaik yang pernah dilahirkan oleh Negeri Paman Sam. Pemain yang memiliki darah Kroasia kelahiran Pennsylvania tersebut mewarisi darah sepakbolanya dari sang ayah, Mark Pulisic, yang merupakan seorang pelatih sepak bola.
Bersama Dortmund Pulisic mencatatkan 19 gol dan 26 assist dalam 127 laga. Pada musim 2019/20, dirinya dipinang oleh Chelsea. Karirnya di Stamford Bridge bisa dibilang cukup sukses. Pulisic bermain sebanyak 145 kali dan berhasil mencetak 26 gol dan 19 assist. Kemudian, pada Juli 2023 Pulisic, diboyong AC Milan dan dikontrak hingga Juni 2027.
Sejauh ini, karirnya di Eropa diwarnai dengan 1 gelar DFB Pokal, 1 gelar Champions League, 1 gelar UEFA Super Cup, dan 1 gelar Piala Dunia Antarklub.
Christian Pulisic in big games:
✅ Won a penalty in the 2017 DFB-Pokal Final
✅ Scored against Bayern Munich in the 2017 German Super Cup
✅ Assisted against Liverpool in the 2019 UEFA Super Cup
✅ Scored against Arsenal in the 2020 FA Cup FinalClutch. pic.twitter.com/VY36hT0Y4G
— ESPN FC (@ESPNFC) April 14, 2021
Brad Friedel
Kiper memorable lain asal Amerika Serikat adalah Brad Friedel. Pemain kelahiran Ohio yang masih berdarah Inggris tersebut pertama kali datang ke Eropa bergabung dengan Newcastle United pada Mei 1994. Pada awal karirnya, Friedel sempat menjadi musafir. Pernah ke Brondby di Denmark, Galatasaray di Turki, dan sempat pulang ke Amerika.
Barulah pada Desember 1997, Liverpool menyemen kakinya agar sisa karirnya ia dihabiskan di bawah mistar klub Inggris. Pada November 2000, dirinya pergi ke Blackburn Rovers dan menghabiskan sebagian besar karirnya di sana. Barulah pada musim 2008/09, Friedel dipinang oleh Aston Villa.
Tottenham Hotspur pada akhirnya menjadi klub terakhir di Inggris setelah dipinang pada musim 2011/12 dan bermain di sana selama 4 musim. Selama karirnya, Friedel memiliki 450 caps di Premier League dan berhasil meraih 2 Piala Liga, satu di Blackburn dan satu di Galatasaray.
🎂 Happy birthday to #Rovers legend Brad Friedel! 🧤
🔵⚪️ pic.twitter.com/PnuODYoYIG
— Blackburn Rovers (@Rovers) May 18, 2020
🎂 Happy birthday to #Rovers legend Brad Friedel! 🧤
🔵⚪️ pic.twitter.com/PnuODYoYIG
— Blackburn Rovers (@Rovers) May 18, 2020
Landon Donovan
Give Me Sport menyebutkan bahwa Landon Donovan merupakan pemain paling penting dalam sejarah sepak bola Amerika Serikat. Pemain kelahiran California tersebut merupakan pemegang caps terbanyak Timnas Amerika Serikat dengan 157 laga.
Meskipun begitu, karirnya di Eropa tak berjalan cukup lama. Donovan memulai karirnya di Eropa setelah diboyong Bayer Leverkusen pada Juli 1999. Mantan kapten Paman Sam tersebut sempat menjadi musafir antara Amerika Serikat dan Eropa. Setelah Bayer Leverkusen, Donovan sempat bermain untuk 2 klub Eropa lagi, yakni Bayern Munchen dan Everton.
.@landondonovan‘s first professional club was also #Bayer04 and he was with us from 1999-2005 (2001-2004 loan to San Jose Earthquakes) pic.twitter.com/hBpBMZ4MQb
— Bayer 04 Leverkusen (@bayer04_en) December 6, 2016
Clint Dempsey
Kompetitor terdekat Donovan dalam perbincangan pemain terbaik dalam sepanjang sejarah sepak bola Paman Sam adalah Clint Dempsey. Meski sama-sama menjadi top scorer Timnas Amerika Serikat bersama Donovan dengan mencetak 57 gol, Dempsey memiliki jumlah laga yang lebih rendah, yakni 141 laga.
Pemain kelahiran Nacogdoches, sebuah kota tua di Texas tersebut juga memiliki karir yang lebih terhormat di Eropa dibanding Donovan. Dirinya datang ke Fulham pada Januari 2007. Sejak saat itu, namanya akan selalu dikaitkan terhadap klub yang berada di pinggiran sungai Thames tersebut.
Musim 2009/10 akan menjadi musim tak terlupakan Dempsey di Eropa. Sebab, pada musim tersebut Dempsey berhasil membantu Fulham mencapai final Europa League. Meskipun, di final mereka harus kalah setelah Diego Forlan mencetak brace di babak tambahan waktu.
Namun, pada kompetisi tersebut, Fulham menjadi sensasi setelah melakukan comeback fenomenal menghadapi Juventus. Pada babak 16 besar, mereka kalah 3-1 di Turin. Di leg kedua, Clint Dempsey menjadi pahlawan setelah tendangan kaki kanannya pada menit ke-83 berhasil merobek jala Si Nyonya Tua dan mengubah skor menjadi 4-1 untuk kemenangan Fulham.
Setelah bersama Fulham, Dempsey sempat bermain untuk Tottenham Hotspur selama semusim dan sempat kembali berseragam Fulham selama dua bulan saja. Setelahnya, Dempsey menghabiskan sisa karirnya di MLS.
Never forget Clint Dempsey’s goal against Juventus. pic.twitter.com/vkGGE8HPCX
— USMNT Only (@usmntonly) January 11, 2019
Sumber: Four Four Two, Transfermarkt, 90 Mins, dan Give Me Sport


