Pelatih adalah pekerjaan yang rumit sekaligus sulit. Apalagi dari seorang pelatih, jutaan pasang mata melihat kemajuan atau kemunduran sebuah tim. Nggak percaya? Lihat saja kelakuan fans MU.
Maka dari itu, terkadang seorang pelatih atau manajer bisa jadi orang yang sangat temperamental. Gampang emosian dan terkadang emosinya meledak persis saat laga berjalan. Penyebabnya bisa keputusan wasit yang merugikan, atau pemain yang seenak jidat bermain, tanpa mengikuti instruksi seorang pelatih.
Sebab itulah, tak sedikit juga pelatih sepakbola yang pada akhirnya menjadi sangat menjengkelkan. Bukan hanya bagi seorang pemain, tapi pelatih tersebut juga menjengkelkan bagi para penggemar dan mungkin juga wasit. Well, siapa saja pelatih sepakbola paling menjengkelkan itu?
Daftar Isi
Louis Van Gaal
Mantan manajer Manchester United, yang sekarang berstatus sebagai pelatih Timnas Belanda, Louis Van Gaal terkenal sebagai sosok pelatih yang rada bengis. Ia adalah tipikal pelatih yang menuntut lebih dan keras dalam melatih sebuah tim.
Van Gaal sangat agresif baik secara verbal maupun fisik untuk menggembleng para pemain yang ia latih. Pelatih yang dari wajahnya saja sudah tampak sangar itu, kerap memicu para pemainnya untuk mengeluarkan kekuatan terbaiknya. Apa pun itu caranya.
Louis van Gaal: “I still get a lot of offers, although that sounds annoying to some people. But it’s true. I now have an offer I can’t refuse, I think. But if I don’t have a new club in July or August, you can assume that I’m retired.” pic.twitter.com/nzP0blyXSk
— Indy Football (@IndyFootball) April 26, 2018
Ia bahkan tak segan mendorong pemain hingga batas daya tahan mereka. Sehingga kekuatan dan kualitas para pemainnya bisa muncul. Akibat metode yang cenderung keras ini, Van Gaal menjadi sosok pelatih yang menyebalkan. Beberapa pemain Manchester United pun pernah merasakan frustrasi dan muak ketika dilatih Van Gaal.
Antonio Conte
Jika menatap wajah Antonio Conte, ia tampak seperti orang yang dingin dan bersahaja. Namun, jangan terkecoh dengan itu. Manajer Tottenham Hotspur itu namanya sudah terukir emas sebagai pelatih yang sangat temperamental. Mudah marah, dan punya metode pelatihan tanpa kompromi.
Conte akan melakukan protes keras apabila keputusan wasit dianggap tidak sesuai. Ia bahkan tak segan-segan untuk memarahi seorang pengadil di lapangan. Manajer yang juga pernah melatih Timnas Italia itu pun mungkin menjadi salah satu pelatih paling dibenci para pemilik klub.
Angry Antonio Conte shouts at the bench pic.twitter.com/luYqYhoZee
— Arsenal Centro (@ArsenalCentro) August 25, 2021
Seorang Conte sangat tangguh dalam mempertahankan argumennya. Ia kerap merengek untuk dibelikan pemain yang sesuai keinginannya. Ingat bagaimana ia lebih memilih mundur dari Inter Milan, padahal ia yang membuat Inter tangguh lagi? Tentu kita juga tidak akan lupa masa awal Conte di Tottenham yang diterpa isu ketegangan dengan Daniel Levy.
Rafael Benitez
Pria asal Spanyol ini mungkin akan mencatatkan dalam autobigrafinya sebagai pelatih paling dibenci di Inggris. Ya, Rafael Benitez bukanlah sosok pelatih yang membuat orang memeluknya erat-erat. Sebaliknya, apa yang diucapkan Benitez selalu mengundang kebencian.
Ia seakan tidak pernah menaruh kepercayaan penuh pada para pemainnya, seperti saat di Liverpool maupun Valencia. Benitez selalu mengulang-ulang perintah, seolah-olah pemainnya dungu dan tidak memahami instruksinya. Padahal yang terjadi sang pemain malah hafal instruksi Benitez.
Metode semacam itu memang membantu. Tapi si pemain juga membutuhkan waktu untuk mengimplementasikan dalam permainan. Hal itu pernah dikatakan Fernando Torres saat berseragam Liverpool.
Kebencian terhadap Benitez makin membuncah bukan sekadar taktik dan caranya melatih. Tapi, mantan pelatih Everton itu juga kerap menuai kontroversi. Apalagi ketika menukangi The Reds. Benitez pernah mengkritik Sir Alex Ferguson.
Benitez juga pernah menuduh bos Manchester United punya hubungan dengan federasi sepakbola Inggris (FA), sehingga menguntungkan MU. Para penggemar The Blues bahkan tak sudi memberi dukungan pada Benitez ketika ia menginjakkan kaki di Stamford Bridge.
Roy Hodgson
Mantan pelatih Liverpool lainnya, Roy Hodgson pernah membuat rakyat Inggris membencinya. Kelakuannya memang sangat menjengkelkan. Apalagi ketika ia melatih sebuah tim, termasuk Timnas Inggris.
Roy Hodgson punya catatan karier yang buruk. Selama melatih tim-tim di Inggris termasuk Timnas Inggris, Hodgson kerap mengeluarkan keputusan-keputusan yang menjengkelkan. Apalagi bagi penggemar Liverpool.
#OnThisDay in 2010 Roy Hodgson is appointed @LFC manager. He sold Torres & signed Suarez & Carroll @bykevinclark @TonyIncenzo @talkSPORT @90min_Football @Football__Tweet @thefootballpink @BBCSport @offtheball #LiverpoolFC pic.twitter.com/NYdwXXMw7N
— Football On This Day (@ThreeLionsThen) June 30, 2021
Salah satu kesalahan yang membuat para kopites membenci Hodgson adalah ketika ia menjual Fernando Torres. Padahal El-Nino adalah striker kunci Liverpool. Sontak hal itu melahirkan kemarahan tingkat dewa dari pendukung Liverpool.Sampai-sampai membuat Roy Hodgson mundur pada 2011. Kini ia sedang melatih Watford, tim zona degradasi.
Marcelo Bielsa
Leeds United belum lama ini memecat Marcelo Bielsa. Orang Argentina yang membawa The Whites tampil impresif sehingga menjadi penantang klub-klub di Liga Primer Inggris. Tapi, itu hanya penggambaran di permukaan. Sementara, di ruang ganti Bielsa menjadi sosok yang suka menuntut.
Why does Marcelo Bielsa look like the angry old man in the street who shouts at the kids for playing #LEECRY pic.twitter.com/E3lAaSz3OT
— Chris (@TophamToon) February 8, 2021
Ia punya metode latihan yang keras dan terbilang padat. Saat latihan, Bielsa selalu menerapkan pola permainan yang sama dan diulang-ulang. Ia juga pelatih yang enggan memberikan jatah istirahat lama, paling-paling beberapa menit saja.
Luke Ayling, seperti dikutip Planet Football menjelaskan, Bielsa hanya akan memberi istirahat lima menit, lalu berlari lagi. Bielsa adalah pelatih yang punya metode sendiri. Ia akan meminta para pemain untuk berlari, sekalipun dalam posisi yang memungkinkan offside maupun pelanggaran.
Paolo Di Canio
Paolo Di Canio mulai terkenal ketika ia melatih klub asal Inggris, Sunderland. Keterkenalannya di dunia kepelatihan beriringan dengan masyhurnya ia sebagai sosok pelatih yang posesif.
On this day in 2013, Paolo Di Canio led to Sunderland to a 3-0 win at St James’ – the first of the 5 in a row. #safc pic.twitter.com/Yep0vUmnpJ
— Sunderland Stats (@SunderlandStats) April 14, 2015
Di Canio, saat melatih Sunderland menjadi seseorang yang sangat menyebalkan. Ia hampir melarang semua hal pada pemainnya, seperti penggunaan saus tomat, es dalam minuman, mayones, bahkan bernyanyi. Tapi yang paling ia larang adalah penggunaan ponsel saat latihan.
Metode latihannya juga terbilang sangat menyebalkan. Di Canio kerap mengkritik individu seorang pemain, ia juga tak segan jika diajak berkonfrontasi. Mantan pelatih Sunderland itu juga tiada ampun mencoret pemain jika tidak sesuai apa yang ia inginkan. Meski itu sudah terdaftar.
Hector Cuper
Hector Cuper memang tidak mentereng sebagai pelatih. Hari ini saja, Cuper terdampar menjadi pelatih Timnas Kongo. Namun, Cuper punya masa-masa yang mungkin tidak akan pernah ia lupakan. Momen yang membuatnya menjadi salah satu pelatih yang dibenci di Italia.
Cuper dianggap menyia-nyiakan skuad Inter musim 2002/03. Ketika itu, Nerazzuri dipenuhi pemain seperti Javier Zanetti, Ronaldo, sampai Vieri. Inter yang hanya perlu memenangkan pertandingan terakhir untuk mengunci scudetto.
Namun, Cuper gagal. Inter yang menghadapi musuh enteng, Perugia justru hanya meraih hasil imbang. Sementara, Juventus yang di peringkat kedua mampu menang atas Chievo. Hal itulah yang membuat penggemar Inter tidak akan pernah memaafkan Hector Cuper.
Diego Simeone
Dulu saat menjadi pemain, Simeone adalah gelandang yang luar biasa. Ia sangat mampu mengontrol bola dengan taktis. Nah, hal itu ia terapkan saat melatih. Para pemain Atletico Madrid, oleh Simeone selalu dituntut untuk bermain taktis.
Diego Simeone terkenal sosok pelatih yang keras dan banyak menuntut. Simeone selalu mengarahkan para pemainnya agar bermain sesuai taktik yang ia bikin. Ia termasuk pelatih yang bertipe selalu ingin memprovokasi pemainnya agar mencapai batas kemampuan.
Tak jarang hal itu membuat pemain mengalami kegelisahan. Selain itu, kalian masih ingat ketika Atletico Madrid menghadapi Manchester City di leg pertama kemarin? Ya, taktiknya itu membuat semua orang jengkel padanya.
Jorge Sampaoli
Jorge Sampaoli termasuk pelatih asal Argentina yang menjengkelkan banyak orang. Ia pernah melatih Timnas Argentina. Dan di saat itulah ia menghancurkan negaranya sendiri dengan membawa Argentina ke jurang kegagalan. Hal itu tentu membuat publik Argentina membenci pelatih bertato tersebut.
BREAKING: Jorge Sampaoli and Argentina have agreed to go their separate ways. pic.twitter.com/hg6aXmVx4r
— ESPN FC (@ESPNFC) July 15, 2018
Namun, perlu diakui juga bahwa Sampaoli sosok pelatih yang punya visi bagus. Ia punya taktik yang luar biasa untuk menyulap sebuah klub menjadi lebih hebat. Tengok saja apa yang ia lakukan terhadap Marseille, yang kini membuntuti PSG di peringkat kedua Ligue 1.
Jorge Sampaoli boleh saja dibenci rakyat Argentina dari tragedi di Piala Dunia 2018. Tapi ia bisa jadi disanjung-sanjung penggemar Marseille. Apalagi jika ia sukses membawa Marseille juara UEFA Conference League dan lolos ke Liga Champions.
Jose Mourinho
Nama terakhir, tentu semua orang tahu. Yup, ia adalah Jose Mourinho. Pelatih yang sangat menjengkelkan. The Special One benar-benar spesial. Karena selain punya fans yang militan, ia juga punya haters yang tak kalah memekakkan telinganya.
Mourinho adalah sosok pelatih yang tinggi hati. Ia sombong, arogan, dan seenaknya sendiri. Ia akan memilih pemain sesuai kemauannya, kadang bahkan hanya berdasarkan pada, pemain itu mau menurut dengannya atau tidak.
Jose Mourinho happy angry referee argue pic.twitter.com/vNeNALFItp
— funnyvideosbot (@linusmufcvideos) January 26, 2022
Mou juga punya kecenderungan gaya bermain yang perfeksionis. Ia juga tak segan-segan mencari-cari kesalahan jika timnya sedang dalam performa jelek, termasuk menyalahkan pemain. Namun, di sisi lain, ia adalah sosok pelatih serial winner yang luar biasa.
https://youtu.be/DeDffnjufIQ
Sumber referensi: BR, BR, Sportszion, Football London, 90Min, Independent


