Yakin Nih Real Madrid Berhenti Beli Pemain?

spot_img

Saat roda bursa transfer sedang berjalan kencang-kencangnya, justru juara Eropa, Real Madrid malah santai-santai saja. Ada apa gerangan? Bahkan Los Blancos sepertinya akan stop membeli pemain lagi di bursa transfer musim panas kali ini. Memangnya sudah mantap?

Ya, bagaimanapun Real Madrid tetaplah Real Madrid. DNA juaranya tak usah diragukan lagi. Ditambah faktor maestro taktik dari Don Carlo membuat mereka masih pede menatap musim depan. Namun, persaingan musim depan bagaimanapun akan semakin sengit. Sehingga Madrid harus benar-benar mempersiapkannya dengan matang.

Arah Baru Madrid Yang Konsisten

Seperti yang sudah banyak dibahas. Real Madrid di era sekarang ini sudah mengubah arah kebijakan klubnya. Mereka yang dulu hobi mengumpulkan para pemain bintang dengan harga mahal, kini hobi itu perlahan mulai hilang. Perez dan manajemen Madrid makin sadar dan berupaya menyusun tim seefektif mungkin.

Sebenarnya Madrid bisa saja seperti Barca yang menghambur-hamburkan uang untuk beli pemain. Tapi mereka sadar dan tetap istiqomah pada jalan era barunya. Bagaimanapun faktor situasi keuangan pada pandemi menjadi salah satu petimbangan Real Madrid. Krisis pandemi yang lalu benar-benar memukul beberapa kondisi keuangan klub dengan keras, termasuk Real Madrid.

Los Merengues juga sadar akan aturan salary cap. Yang artinya, klub harus membatasi gaji-gaji para pemainnya dan tak sembarangan dalam mendatangkan bintang dengan gaji selangit. Dari hal itulah, Madrid kini jeli memanfaatkan celah agar tidak tersandung masalah financial fair play.

Sebab arah baru itu toh pada kenyataannya masih mengantarkan El Real ke tangga juara. Los Galacticos masih bisa tuh meraih banyak trofi. Kemarin saja double winner.

Percaya Ancelotti

Musim lalu Real Madrid hanya membayar transfer untuk Camavinga dan mendapat David Alaba secara gratisan. Dua pemain itu mampu berpengaruh besar bagi performa El Real. Mendatangkan keduanya terbukti efektif, karena mereka masih mampu mendapat gelar La Liga sekaligus Liga Champions.

Tampaknya Ancelotti akan mengulanginya lagi musim depan. Mengacu pada perkataannya, Ancelotti mengindikasikan bahwa belanja Madrid untuk musim depan sudah selesai. Ancelotti mengaku puas dengan dua rekrutan baru, yakni Rudiger dan Tchouameni. “Sekarang saya bisa bilang kalau kami tidak akan merekrut pemain lagi. Kami baik-baik saja,” ujar Ancelotti seperti dilansir Football Espana.

Pola seperti itu tampaknya hampir sama dengan musim lalu ketika mereka mendapat satu pemain gratisan dan satu pemain muda yang dibayar mahal. Perez tampaknya menuruti apa mau Ancelotti. Itu artinya Carletto sangat berpengaruh pada arah kebijakan pemain Real Madrid.

Hal itu kelihatan bukan sebuah masalah serius. Apalagi dengan pemain yang terbatas, Don Carlo masih sanggup memanfaatkan kapasitasnya. Selain itu, ia juga bisa mengembalikan kemampuan para veteran-veteran Madrid seperti Dani Carvajal, Toni Kroos, Casemiro, Luka Modric, dan Benzema.

Oleh karena Ancelotti lebih menyukai memanfaatkan pemain dengan kualitas individu yang baik itu, ia sering dikatain “miskin taktik”. Namun, kualitas seorang pelatih yang semacam ini justru langka. Tidak mudah untuk mengontrol para pemain veteran agar kemampuannya keluar maksimal. Rasa-rasanya tidak ada pelatih yang memiliki sentuhan magis seperti dirinya.

Kebutuhan Tim Terpenuhi?

Lantas, benarkah kedalaman skuad yang dianggap Ancelotti itu benar-benar sudah mencukupi? Kalau itu soal lini belakang, tentu saja. Kehadiran Rudiger membuat pertahanan Real Madrid bertambah kokoh. Terlebih di belakang masih ada David Alaba, Nacho, dan Eder Militao. Nama-nama itu sudah cukuplah untuk diandalkan musim mendatang.

Sementara di lini tengah Real Madrid sudah memiliki susunan permata. Kehadiran Tchouameni jadi opsi untuk menambal pemain yang sudah bangkotan. Nah, masalahnya sekarang di lini depan. Mau sampai kapan Real Madrid bergantung pada Benzema? Sampai lebaran kucing?

Tentu tak selamanya Karim Benzema tersedia. Cedera bisa saja mendatangi, atau kemungkinan penurunan juga bisa terjadi. Hal ini semestinya diperhatikan Don Carlo, mengingat musim lalu ia sendiri kewalahan mencari pengganti Benzema yang sepadan. Lihatlah bagaimana mudahnya Real Madrid takluk 4-0 atas Barcelona ketika Benzema tidak dalam skuad.

Hal ini makin jadi masalah pelik karena pelapis Benzema, Luka Jovic dan Gareth Bale sudah dilepas. Kendati begitu, Ancelotti sebetulnya masih punya opsi, yaitu membuat Eden Hazard sebagai pelapis Karim Benzema. Walau bagaimanapun Ancelotti juga sudah terkesan dengan perkembangan bintang Belgia itu. Meski pada musim lalu, Hazard lebih sering dibekap cedera.

Kemungkinannya, jika Karim Benzema tak tersedia, Hazard akan mengemban peran false nine. Don Carlo bisa melakukan itu karena untuk mencari pengganti Karim Benzema yang sepadan dalam waktu dekat sangatlah sulit. Namun, itu tidak boleh dilupakan Real Madrid. Karena regenerasi harus tetap berjalan.

Persaingan Domestik dan Eropa

Mengingat sepakbola sekarang ini semua bergerak dinamis. Sepakbola tidak hanya untuk jangka pendek tapi juga untuk masa depan. Tidak hanya terus-menerus mengandalkan pemain yang itu-itu saja. Mereka pun bukan robot yang bisa tampil prima kapan pun. Belum lagi variasi-variasi sepakbola yang dibangun oleh para pesaing Madrid baik di domestik maupun Eropa, membuat Real Madrid juga harus berhati-hati dengan kebijakan seperti ini.

Seyogianya Ancelotti tidak kepedean bilang stop membeli pemain. Memang sih,sudah terpenuhi. Namun musibah kan tak tau kapan datangnya. Virus, cedera, akumulasi kartu adalah beberapa penyakit yang dapat menghinggapi semua tim. Apalagi musim depan adalah musim yang tak normal. Di mana pemain juga harus berjibaku membela negaranya di Piala Dunia.

Maka dari itu, kedalaman skuad tetaplah penting, termasuk bagi klub sebesar Real Madrid. Sebagai contoh, kita lihat kedalaman Manchester City, Chelsea, dan Liverpool. Toh, mereka masih berbondong-bondong menyempurnakan permainan dengan mendatangkan beberapa amunisi baru.

Efektif sih boleh saja. Real Madrid kali ini memang sudah keluar 100 juta euro (sekitar Rp1,5 triliun) untuk mendapat Tchouameni. Salah satu kebijakan transfer yang patut dinanti keberhasilannya dengan mahar sebesar itu. Kalau mau disebut efektif, seharusnya El Real tak menggelontorkan uang sebanyak itu hanya untuk satu pemain saja.

Kini ketika Ancelotti tetap bersikukuh stop untuk membeli pemain, toh nyatanya diluar sana masih banyak rumor yang beredar tentang transfer Real Madrid. Brahim Diaz contohnya. Pemain itu kabarnya santer dikaitkan dengan El Real. Brahim Diaz dikabarkan akan diambil kembali Real Madrid musim depan untuk memadati sektor penyerangan. Kemungkinan hal itu terjadi pun harus menunggu nasib Marco Asensio maupun Isco.

Waktu bursa transfer masih panjang. Segala hal masih bisa terjadi. Bahkan hal yang terduga sekalipun. Tapi kalau mau pegang omongan sang juru taktik sih, ya segini saja cukup. Jadi, kalau ada masalah kedalaman skuad di tengah kompetisi, ya, segala resiko harus siap ditanggung, terutama oleh Carlo Ancelotti.

Sumber Referensi : therealchamps, foottheball, mangingmadrid, 90min

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru