WOW! Bagaimana Bisa Nilai Pasar Timnas Indonesia Melebihi Australia?

spot_img

Kalian sepakat nggak sih kalau bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Ya, bagaimanapun bangsa Indonesia jangan sampai dipandang sebelah mata oleh dunia, begitupun juga dengan sepakbolanya, ya nggak? Timnas Indonesia sekarang ibarat artis yang sedang viral diperbincangkan banyak orang di seluruh penjuru dunia.

Gimana nggak viral coba, Fabrizio Romano saja mengabarkan penunjukan seorang Patrick Kluivert hingga Jordi Cruyff ketika gabung Timnas Indonesia. Oh iya, yang tak boleh ketinggalan juga, yakni soal semakin populernya materi skuad Timnas Indonesia. Dengan penambahan pemain naturalisasi, kini nilai pasar skuad Timnas Garuda mampu melebihi calon lawannya seperti Australia. Lantas, kenapa bisa seperti itu?

Nilai Pasar Kalah Jauh Dari Australia

Bicara soal nilai pasar skuad Garuda di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini, awalnya Timnas Indonesia ini termasuk yang terendah lho. Bayangkan saja, sebelum laga melawan Australia di GBK bulan September 2024 lalu, Timnas Indonesia hanya punya nilai pasar 16,73 juta euro atau tiga kali lipat di bawah Australia.

Dilansir dari Transfermarkt, saat itu The Socceroos memiliki total harga pasar 42,85 juta euro. Bek mereka yang dari Parma, Alessandro Circati, jadi pemain penyumbang nilai pasar tertinggi, yakni mencapai 8,5 juta euro. Sedangkan pemain dengan harga tertinggi di skuad Merah Putih hanyalah bek Venezia, Jay Idzes yang berkisar 2,5 juta euro.

Lalu kalau soal karier, pemain Australia juga lebih banyak tersebar di liga-liga top Eropa. Dari 24 nama yang dibawa ke Jakarta, hanya dua pemain yang bermain untuk liga lokal, A-League. Sisanya bermain di liga top seperti Jerman, Inggris, hingga Italia. Coba bandingkan dengan skuad Garuda, paling hanya Jay Idzes satu-satunya pemain yang berlaga di liga top Eropa seperti Serie A. Saat itu bahkan 9 pemain berasal dari klub lokal.

Jelang Pertemuan Kedua Melawan Australia

Nah, jelang pertemuan kedua Indonesia vs Australia di Sydney 20 Maret mendatang, keadaan tiba-tiba berbalik. Nilai pasar skuad Timnas Garuda melesat bak roket. Australia yang unggul tiga kali lipat di bulan September itu, disalip tanpa permisi oleh Indonesia.

Nilai pasar Indonesia kalau ditotal per Maret 2025, mencapai angka 60 juta euro. Nilai tersebut juga membuat kaget salah satu media China, Sohu. Kalau mengacu data dari Transfermarkt, skuad The Socceroos per Maret 2025, ditaksir memiliki nilai pasar mencapai 39 juta euro. Artinya, kini Indonesia unggul hampir setengahnya dari segi nilai pasar skuad.

Penyumbang Nilai Pasar Tertinggi

Kalau footbal lovers melihat fenomena tersebut, pasti seketika muncul pertanyaan di kepala, kenapa sih kok bisa berubah seperti itu? Nilai pasar kedua tim berubah karena adanya beberapa faktor. Seperti halnya penambahan pemain, maupun nilai pasar dari sang pemain yang mengalami kenaikan.

Jika kita melihat dari sisi Australia, kenapa sih mereka akhirnya tertinggal dari Indonesia? Jawabannya sederhana, tidak ada penambahan pemain naturalisasi dengan harga besar, juga tidak ada pemain yang nilai pasarnya naik signifikan.

Di Australia, pemain yang banyak menyumbang nilai pasar skuad, masih dipegang oleh bek Parma, Alessandro Circati. Itupun nilainya masih sama dari sebelumnya di bulan September, yakni masih di angka 8,5 juta euro. Mereka juga tak ada penambahan pemain baru.

Berbeda dengan skuad Timnas Indonesia. Tengok saja dengan adanya penambahan pemain seperti Mees Hilgers. Pemain FC Twente itu menyumbang nilai pasar yang cukup signifikan. El Nyengir kini nilai pasarnya mencapai 9 juta euro.

Penambahan Pemain Baru Indonesia

Tak hanya faktor gabungnya Mees Hilgers yang membuat nilai pasar Timnas Indonesia melonjak. Penambahan pemain naturalisasi baru di bulan Maret seperti Joey Pelupessy, Dean James, Ole Romeny, serta Emil Audero juga berpengaruh.

Keempat pemain tersebut bukan pemain sembarangan. Mereka punya nilai pasar yang cukup tinggi. Terutama Emil Audero yang kini membela Palermo, punya nilai pasar sekitar 5 juta euro. Lalu bek kiri baru dari Go Ahead Eagles, Dean James punya nilai pasar sekitar 580 ribu euro.

Sementara gelandang baru Timnas yang membela Lommel SK, Joey Pelupessy, punya nilai pasar berkisar 300 ribu euro. Jangan lupakan juga Ole Romeny, pemain Oxford United ini menyumbang nilai pasar sebesar 1,3 juta euro.

Selain penambahan keempat pemain baru tersebut, jangan lupakan juga penambahan pemain seperti Kevin Diks maupun Eliano Reijnders. Kevin Diks sendiri mampu memberikan sumbangan nilai pasar sebesar 4,5 juta euro. Sedangkan Eliano, meski hanya punya nilai pasar sebesar 530 ribu euro, namun adik Tijjani Reijnders itu cukup punya andil dalam mengubah total nilai pasar skuad garuda.

Perubahan Harga Pemain

Tak hanya penambahan pemain baru saja yang membuat nilai pasar Timnas Indonesia melaju melewati nilai pasar Timnas Australia. Ada faktor lain yakni perubahan harga pemain. seperti apa yang terjadi pada Jay Idzes. Kapten tim Venezia ini nilai pasarnya melonjak drastis di bulan Desember 2024.

Performanya yang kian meroket bersama I Lagunari, berpengaruh pada perubahan harganya. Lihat saja, di bulan Juni 2024 pemain kelahiran Mierlo itu berada di harga 2,5 juta euro. Sedangkan di bulan Desember 2024, harga Bang Jay naik menjadi 3 juta euro.
Selain Bang Jay, ada juga kiper Dallas FC, Maarten Paes. Ia menyumbang nilai pasar yang cukup signifikan. Ketika menghadapi Australia di GBK, Paes masih bernilai 1,4 juta euro. Namun pada Desember 2024, nilainya melonjak menjadi 1,8 juta euro.

Sektor Belakang Mewah

Melihat beberapa kenaikan tersebut, kontribusi terbesar kenaikan ternyata banyak disumbangkan oleh pemain bertahan. Begitu mewahnya pemain bertahan kita secara nilai.
Sudah ada Maarten Paes dan Jay Idzes yang nilai pasarnya terus meroket, ditambah juga dengan pemain baru seperti Emil Audero maupun Dean James.

Barisan pertahanan skuad Garuda tersebut, kini punya nilai pasar hampir menyentuh angka 23 juta euro. Fyi aja nih football lovers, kemewahan harga nilai pasar lini belakang Timnas Indonesia ini tak hanya menyalip Australia, melainkan juga banyak negara timur tengah seperti Qatar, Bahrain, maupun Arab Saudi.

Sebagai juara Piala Asia 2023, lini pertahanan Qatar hanya punya nilai pasar cuma 6,4 juta euro. Sementara itu lini belakang Arab Saudi yang diperkuat pemain AS Roma seperti Saud Abdulhamid sekalipun, total nilai pasarnya hanya mencapai 7,9 juta euro. Yang lebih nasib lagi, nilai pasar lini belakang Bahrain yang hanya berkisar 2,7 juta euro saja.

Kepercayaan Diri

Ya, dengan melihat data seperti itu harusnya Timnas Indonesia makin pede. Apalagi jelang laga melawan Australia, pemain termahal mereka seperti Alessandro Circati maupun Harris Souttar diragukan tampil. Peluang meraih poin di Sydney harusnya terbuka. Jadi, buat apa gentar dan minder dengan mereka?

Pada akhirnya, serdadu Garuda harus punya semangat kepercayaan diri lebih untuk menghancurkan setiap lawannya dengan modal kemewahan ini. Yakinlah saja wahai serdadu garuda, bahwa di Amerika Serikat 2026 nanti lagu Indonesia Raya pasti akan kau kumandangkan.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru