Walaupun Minim Trofi, Klub Ini Hasilkan Pemain Hebat

spot_img

Sebuah klub sepakbola itu hanya ada dua kemungkinan. Meraih trofi sebanyak-banyaknya atau menghasilkan bakat pemain hebat sebanyak mungkin. Karena kedua hal itu bisa mendatangkan keuntungan sekaligus citra yang bagus bagi sebuah klub.

Banyak klub yang fokus dua-duanya. Mereka tetap menghasilkan pemain hebat dan tetap menelurkan prestasi yang trofinya jelas bisa dilihat di lemari trofi. Ambil contoh Barcelona dan Real Madrid. Kedua tim itu memiliki segudang prestasi. Sementara alumninya terkenal seantero dunia.

Selain dua klub itu, masih ada Chelsea yang dengan Cobham bisa menghasilkan bibit-bibit unggul. Bahkan para pemain ini terbilang sukses mengantarkan The Blues juara, termasuk gelar Liga Champions dan Piala Super Eropa.

Ya, itu contoh yang bagus. Semua klub menginginkan hal yang demikian. Tapi kita juga tidak bisa menampik bahwa ada klub yang begitu hebat menghasilkan pemain berbakat. Namun soal prestasi, mereka seretnya setengah mati. Nah, berikut klub yang banyak menghasilkan bakat hebat, meski minim trofi.

Athletic Bilbao

Mengenal sosok kiper nyentrik dan banyak gaya seperti Kepa Arrizabalaga? Yes, benar sekali. Kepa hanya segelintir pemain yang berhasil mentas berkat akademi Athletic Bilbao. Klub masyarakat Basque ini memang punya kebijakan yang cukup unik.

Bilbao konsisten memenuhi 85 persen jatah skuad utama dengan produk akademi asli. Misi mereka sejak awal berdiri jelas. Menampung para bakat hebat dari Basque, untuk kemudian memperkuat tim utama. Alih-alih menghamburkan euro hanya untuk membeli pemain.

Melalui Lezama, anak muda berbakat di sekitar Basque ditempa. Mereka berlatih di lapangan dekat perbukitan Basque. Mengembangkan kekuatan kognitif mereka dan kemampuan olah bola.

Dari sinilah Athletic Bilbao menjadi penyumbang pemain di Timnas Spanyol, sekaligus mendatangkan keuntungan finansial dari hasil penjualan pemain yang sudah dipoles.

Tentu kalian tahu nama pemain seperti Aymeric Laporte bukan? Nah ia berkembang di Los Leones, dan berhasil mendatangkan keuntungan buat Bilbao. Sebagai contoh, Bilbao mendapat sekitar 145 juta euro atau sekitar Rp2,2 triliun kurs sekarang untuk Laporte dan Kepa.

Southampton

Dari Spanyol kita beralih ke negeri Ratu Elizabeth. Southampton jadi salah satu klub di Inggris yang menghasilkan banyak pemain hebat. Kendati soal trofi kita hanya bisa menemukan satu trofi FA Cup, satu trofi EFL, satu trofi kasta ketiga yang sudah berdebu.

Pengembangan pemain muda Soton mulai kelihatan sejak musim 2009/10. Di mana ketika itu, Southampton mendekam di League One. Lalu, mantan ketua eksekutif klub, Nicola Cortese datang untuk membangun Southampton.

Ketika itu prioritas Cortese adalah meningkatkan mutu akademi. Karena bagi Cortese akademi posisinya sangat krusial pada kelanjutan bisnis yang akan datang. Dan benar saja. Pelan namun pasti. Bakat-bakat hebat bermunculan dari rahim Southampton.

Nama-nama seperti James Ward-Prowse, Adam Lallana, Luke Shaw, sampai tentu saja Gareth Bale bermunculan. Setelah promosi, pada musim 2012/13 performa Soton meningkat. Dengan Pochettino di bawah kendali, ia bisa memaksimalkan pemain muda yang dihasilkan untuk tetap bertahan di Premier League.

VfB Stuttgart

VfB Stuttgart memang bukan klub besar. Terseok-seok di papan tengah sampai bawah di Bundesliga sudah jadi makanan sehari-hari Stuttgart. Dan kalau kita melihat lemari trofinya, sudah banyak yang berdebu. Stuttgart terakhir kali kampiun Bundesliga adalah tahun 2007.

Tapi soal menghasilkan pemain, Stuttgart adalah jagonya. Diakui atau tidak, hampir semua klub Eropa memakai jasa pemain yang dulunya hasil didikan akademi Stuttgart. Sebutlah misalnya Antonio Rudiger.

Pemain yang merapat ke Real Madrid itu adalah salah satu didikan terbaik VfB Stuttgart. Rudiger didatangkan Stuttgart U-19 dari Dortmund secara bebas transfer, untuk kemudian dipoles jadi pemain hebat. Yang mengejutkan, ternyata bukan hanya Rudiger hasil polesan akademi Stuttgart.

Timo Werner, Joshua Kimmich, Sami Khedira, Sebastian Rudy, Bernd Leno, sampai Serge Gnabry dan Mario Gomez adalah produk Stuttgart tulen. Mereka sudah menoreh prestasinya di klub barunya masing-masing.

Stade Rennais

Jangan terkejut dengan nama klub Stade Rennais yang masuk daftar ini. Kenapa kok Rennais masuk? Iya karena tim ini minim trofi. Tercatat di Transfermarkt, Rennais hanya memiliki satu trofi yang diraih tiga kali.

Stade Rennais pernah menjuarai Piala Prancis pada musim 1964-65, 1970-71, dan 2018-19. Setelah itu, tidak ada trofi lain lagi. Namun, meski Rennais tak memiliki banyak trofi, mereka menghasilkan para bakat hebat, dan kamu pasti tidak akan menyangka.

Pemain-pemain yang ditelurkan Rennais menjadi sosok penting bagi klub mereka sekarang. Tentu kalian mengenal Eduardo Camavinga dong? Yup, pemain yang sekilas mirip Ronaldo Kwateh dan baru saja juara Liga Champions bersama Real Madrid itu adalah produk Stade Rennais.

Selain Camavinga, bagi fans Arsenal mungkin lebih mengenal Sylvain Wiltord. Benar, Wiltord adalah alumni akademi Rennais. Bukan dua pemain itu saja, nama lain seperti Tiemoue Bakayoko, Mikael Silvestre, Yoann Gourcuff, sampai nah ini, Ousmane Dembele adalah alumni sini.

“Memupuk bakat selalu menjadi DNA Klub,” itulah kata Silvestre soal Stade Rennais. Dan mereka benar-benar sukses melakukannya. Meski pada akhirnya harus kehilangan para pemainnya dan pada akhirnya minim trofi.

RC Lens

Klub di Prancis lainnya, yang sama-sama menghasilkan banyak pemain hebat meski miskin trofi adalah RC Lens. Ya, kamu sama sekali nggak salah dengar. Lens hanya punya dua trofi saja, yaitu Ligue 1 dan Piala Liga Prancis yangmasing-masing diraih pada musim 1997-98 dan 1998-99.

Namun jumlah pemain hebat Lens jauh lebih banyak dari jumlah trofinya. Bahkan beberapa di antara mereka membantu klub-klub barunya meraih titel. Salah satunya Raphael Varane. Bek tangguh itu adalah alumni RC Lens yang terbilang sukses.

Ia menjadi juara di Liga Champions bersama Real Madrid. Bahkan Varane merupakan bek kuat yang mengantarkan Prancis juara Piala Dunia 2018. Well, bukan hanya Varane tentu saja.

Pemain bintang mulai dari Benoit Assou-Ekotto, Geoffrey Kondogbia, Adel Taarabt, Serge Aurier, sampai Thorgan Hazard adalah alumni RC Lens. Mereka yang sukses itu bahkan mendatangkan keuntungan finansial yang berarti untuk RC Lens.

Celta Vigo

Selain Real Madrid dan Barcelona, sebenarnya di Spanyol banyak klub yang berhasil menelurkan pemain hebat. Real Sociedad hanya segelintir saja, dan Sociedad tak bisa masuk ke daftar ini karena trofi mereka banyak. Nah selain Sociedad sebenarnya ada Celta Vigo.

Menurut laporan Football Espana, Celta Vigo termasuk salah satu klub tradisional di Spanyol. Celta Vigo juga menjadi klub yang mewakili daerah bernama Vigo yang berada di wilayah otonomi Galicia. Letaknya di barat laut Spanyol.

Maka dari itu, Celta Vigo menjadi wadah bagi bocah-bocah berbakat di sana. Banyak pemain berbakat lahir dari sini. Sebut saja Iago Aspas, Santi Mina, Brais Mendez, Franco Cervi, sampai Denis Suarez.

Nah, itulah klub-klub yang menghasilkan banyak pemain hebat. Karena kebutuhan finansial agar klub tidak mencapai titik terendah alias bangkrut, mereka terpaksa harus menjualnya. Ya begitulah nasib klub yang tidak besar, baik tidak besar secara prestasi dan nama, atau tidak besar dalam spektrum dana.

https://youtu.be/hrd6NgvdWx4

Sumber referensi: Sportsbrief, Sportbibble, TheGuardian, BR, Bundesliga, Squawka, Ligue1, Yahoo

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru