[Include wawancara Kobbie Mainoo di TNT Sport, jangan di-VO]
Kobbie Maino: “Ini luar biasa! Ini seperti mimpi yang jadi kenyataan. Bahkan, untuk saat ini saya merasa belum terbangun dalam mimpi itu, jadi beri aku waktu sebentar untuk mencerna semuanya.”
Pernyataan Kobbie Mainoo itu keluar usai ia menjadi penentu kemenangan MU di markasnya Wolverhampton Wanderers. Gol di menit 90+7 itu sekaligus gol perdananya di Premier League selama membela Manchester United.
Permainan apiknya itu bahkan mendapat sanjungan dari sang kapten, Bruno Fernandes. Bruno mengatakan bahwa dengan talenta yang dimilikinya, Kobbie bisa memberi United tiga poin yang sangat penting. Namun, apakah Bruno tak berlebihan dalam menyanjungnya? Tidak juga, karena Mainoo memang sehebat itu.
Daftar Isi
Kobbie Mainoo dan Manchester United
Tak berhenti di Alejandro Garnacho, Manchester United kembali menerbitkan satu lagi talenta terbaik dari akademi. Dia adalah Kobbie Mainoo. Pemuda 18 tahun itu berhasil membius puluhan ribu fans dengan ketenangannya.
Kabarnya, meski memiliki darah Ghana dari orang tuanya, Kobbie merupakan produk asli Manchester. Sebab ia lahir dan besar di Stockport, Greater Manchester. Menjadi putra daerah, akan aneh apabila tak membela salah satu dari dua klub lokal terbesar yang ada di Manchester.
Meski secara geografis lebih dekat dengan Manchester City, Kobbie Mainoo kecil lebih memilih untuk bergabung dengan akademi Manchester United. Kobbie Mainoo sudah terdaftar sebagai salah satu bagian United sejak berusia sembilan tahun. Itu usia yang tepat untuk membangun karir sebagai pesepakbola profesional.
Pemain berzodiak Aries itu akhirnya naik kelas ke Manchester United U-18 pada tahun 2021 dan tampil cemerlang di bawah bimbingan Travis Binnion. Pelatih asal Irlandia tersebut yang pertama kali menyadari potensi Kobbie Mainoo. Travis merasa kualitas sang pemain di atas pemain-pemain lain seusianya.
Disamakan dengan Paul Pogba
Oleh karena itu, Travis Binnion tak menyia-nyiakan waktu Kobbie Mainoo. Usai membantu Manchester United U-18 menjuarai FA Youth Cup pada musim 2021/22, Travis langsung mengirim Kobbie ke skuad Manchester United U-21. Padahal kala itu Kobbie baru berusia 17 tahun. Namun, Travis meyakini Kobbie punya daya serap ilmu yang cukup untuk bersaing dengan pemain U-21.
Di Manchester United U-21, akurasi Mainoo dalam melepaskan umpan serta kemampuan teknisnya begitu mencuri perhatian. Di usianya yang masih muda, sangat jarang melihat pemain yang memiliki kedewasaan dan visi bermain sepertinya.
Kobbie tampil memukau di Premier League 2 musim 2022/23. Menurut pelatihnya kala itu, keunggulan Kobbie adalah kontrol bola di ruang sempit. Bola seakan tak mau jauh-jauh dari kakinya ketika menguasai bola. Caranya meloloskan diri dari tekanan lawan dan bagaimana Kobbie menggunakan kaki luar bahkan sempat disamakan dengan seniornya, Paul Pogba.
Menembus Skuad Utama
13 penampilan di Premier League 2 dengan mencatatkan empat kontribusi gol bersama Manchester United U-21 telah menarik perhatian Erik ten Hag selaku pelatih kepala MU. Pelatih asal Belanda itu akhirnya memanggil Kobbie untuk ikut berlatih dengan skuad utama di pertengahan musim 2022/23.
Kegembiraan yang dirasakan Kobbie tak bisa disembunyikan. Kesempatan untuk membela skuad senior terlihat akan datang lebih cepat dari perkiraannya. Setelah beberapa sesi latihan yang memuaskan, Ten Hag memasukan nama Kobbie Mainoo ke skuad United yang akan menghadapi Charlton Athletic di perempat final Carabao Cup musim 2022/23.
Kobbie diberi kehormatan untuk turun sebagai starter. Ia membentuk trio dengan dua gelandang lainnya, yakni Scott McTominay dan Fred. Meski hanya bermain selama 60 menit, Kobbie tampil cukup optimal. Ia membantu tim menang tiga gol tanpa balas. Laga itu yang membuat Kobbie layak mendapat medali juara Carabao Cup di akhir musim.
Sementara di Liga Inggris, Kobbie hanya bermain sepuluh menit kala Manchester United menjamu Leicester City pada pertengahan Februari 2023. Sisanya, Kobbie menjadi cadangan saja. Sebagian besar menit bermainnya dihabiskan di tim muda Manchester United. Ten Hag tak mau buru-buru memberikan tempat untuk Kobbie di skuad utama.
Sempat Cedera
Setelah kepergian Fred ke Fenerbahce, Kobbie Mainoo diproyeksikan sebagai penggantinya. Oleh karena itu, ketika United datang dengan tawaran kontrak jangka panjang hingga 2027, Kobbie tanpa pikir panjang langsung menerimanya. Sayang, musim 2023/24 yang seharusnya diawali dengan manis justru menjadi mimpi buruk. Kobbie justru mengalami cedera.
Kobbie masuk dalam skuad Manchester United yang melangsungkan tur pramusim ke Amerika Serikat. Di setiap jumpa pers, Ten Hag tak henti-hentinya memuji sang gelandang. ia mengatakan kalau Kobbie akan memainkan peran yang jauh lebih besar pada musim ini. Sontak, para pengamat sepakbola pun menantikan kiprah Kobbie di Amerika Serikat.
Nahas, setelah tampil apik di tiga pertandingan pramusim, Kobbie mengalami kesialan di pertandingan melawan Real Madrid. Di awal pertandingan, ia mengalami cedera di bagian pergelangan kaki setelah Rodrygo yang dijatuhkan Casemiro justru menabrak dirinya sehingga kakinya terlipat.
Sempat terduduk dan tak bisa bangkit, Kobbie akhirnya keluar lapangan dengan dipapah oleh tim medis MU. Raut wajah yang penuh kekhawatiran menandakan kalau cedera yang dialami cukup parah. Benar saja, ia harus menggunakan alat bantu jalan dan menjalani pemulihan selama hampir empat bulan.
Kembali Mengesankan
Cedera membuat debutnya di musim 2023/24 tertunda. Tapi itu sama sekali tidak mengurangi rasa percaya Ten Hag kepadanya. Mantan pelatih Ajax itu memilih sabar menunggu Kobbie Mainoo pulih ketimbang harus mendatangkan pemain baru di bursa transfer.
Setelah melewatkan 12 pertandingan Premier League, Kobbie Mainoo akhirnya kembali menginjak lapangan hijau pada akhir November 2023. Kala itu, United harus bertandang ke markas Everton. Kita semua tahu, laga yang dimainkan di Goodison Park tak akan pernah berjalan mudah bagi tim tamu.
Namun, dengan percaya diri Ten Hag langsung menurunkan Kobbie Mainoo sebagai starter. Berduet dengan Scott McTominay, Kobbie kembali membuat penonton berdecak kagum. Dalam bahasa jawa, “Mainoo” berarti “bermainlah” dan Kobbie menjadikan Goodison Park layaknya taman bermain. Di tengah performa beberapa pemain lain yang tak konsisten, Kobbie tetap menunjukan level permainan yang stabil di pekan-pekan berikutnya.
Bersyukurlah MU
Di pertandingan lain, Kobbie Mainoo selalu jadi salah satu pemain yang paling menonjol dibandingkan dengan pemain Manchester United lain. Ketimbang hanya menunggu di area sepak mula, Kobbie lebih gemar menjemput bola dari lini bertahan agar terlibat dalam permainan. Ia selalu ingin berperan sebagai otak dari permainan Manchester United.
Dengan awareness yang tinggi, ia selalu mengamati area sekitarnya sebelum dia menerima bola. Kepekaan dengan sekitar memang jadi atribut yang penting bagi seorang pemain tengah. Kita bisa lihat bagaimana gelandang sekelas Frank Lampard atau Xavi Hernandez selalu melakukan scanning sebanyak tujuh bahkan sepuluh kali sebelum menerima bola.
Didukung dengan kemampuan kontrol bola yang lengket, Kobbie Mainoo dengan sangat mudah bergerak dan mengecoh pemain lawan yang akan melakukan pressing kepadanya. Kemampuan inilah yang dicari Ten Hag selama ini. Gelandang yang mampu memecah tekanan lawan dan mengubahnya menjadi skema serangan yang berbahaya.
Selain itu, Kobbie juga dibekali kemampuan bertahan yang luar biasa. Pemain berusia 18 tahun itu sabar dan memiliki kemampuan pengambilan keputusan yang bagus. Itu terlihat di beberapa laga salah satunya lawan Liverpool. Luis Diaz dan Dominik Szoboszlai dibuat frustrasi lantaran bolanya selalu berhasil direbut oleh Kobbie.
Jika sudah begini, Erik Ten Hag sudah tak perlu repot-repot mengejar Frenkie De Jong yang memang dasarnya enggan meninggalkan klub kesayangannya. Ten Hag kini bisa fokus untuk mengawal perkembangan Kobbie Mainoo.
Usianya masih sangat muda, ini baru sebagian dari kemampuannya. Ten Hag pasti bisa membimbing Kobbie untuk mencapai potensi maksimalnya. Yaaa, asal nggak dipecat duluan sama Sir Jim Ratcliffe.
Sumber: Premier League, Goal, MEN, Telegraph


