Usaha Luar Biasa Sir Alex Ferguson Membeli dan Membentuk David De Gea

spot_img

David De Gea telah menjelma menjadi kiper terbaik dunia. Ia tak diragukan terus menjadi pemain terbaik di tengah kemerosotan prestasi Manchester United. Penyelamatan demi penyelamatan, baik menggunakan kaki maupun tangan, terus dilakukannya di banyak pertandingan The Red Devils.

Para suporter pun mencintai De Gea. Kiper yang didatangkan khusus untuk menggantikan legenda Edwin Van Der Sar tersebut berhasil memenangi hati publik Old Trafford. Dalam lima musim terakhir, ia empat kali dipilih suporter sebagai pemain terbaik United.

Jika dirunut pada awal kedatangannya, De Gea merupakan kiper yang dipilih Sir Alex Ferguson sendiri. Skuad Ferguson kala itu baru ditinggal kiper tangguh yang pensiun dalam usia 41 tahun, dan Ferguson sendiri menunjuk De Gea sebagai pengganti, kiper 20 tahun yang minim pengalaman.

Cerita mengenai perekrutan De Gea pernah dikisahkan Eric Steele. Ia adalah pelatih kiper Manchester United dalam dua musim pertama De Gea. Ia berandil besar atas perubahan  De Gea dari kiper mentah menjadi kiper dengan mental sekeras baja.

Ia mengisahkan. Ia mendapati seorang kiper berumur 19 tahun punya kemampuan yang amat berbakat. Ia lalu mengirimkan video kompilasi save sang kiper ke Sir Alex. Sir Alex juga terkesima. Pelatih legendaris tersebut memutuskan ingin menonton langsung aksi sang kiper muda.

Steele lalu mengingat, Sir Alex hanya absen memimpin laga Manchester United hanya dalam dua kesempatan. Yang pertama adalah pada 2000 saat menghadiri pernikahan putranya, sedangkan yang kedua untuk memantau langsung sang kiper, David De Gea dalam laga Atletico Madrid melawan Valencia.

Dan sejarah mulai tertulis. Hanya dalam 65 menit, Sir Alex tahu De Gea muda yang sedang ditontonnya adalah kiper utama bagi United untuk generasi berikutnya. De Gea mempertontonkan konsentrasi, reflek, ketenangan, bahkan save luar biasa dalam laga tersebut.

Pada akhirnya, sebulan setelah Van der Sar pensiun, De Gea diboyong dengan harga 18,9 juta pounds, nominal yang tergolong mahal untuk kiper berusia 21 tahun.

Namun, jika kita mengingat di musim pertama De Gea, kita akan mendapati kiper baru dari Spanyol tersebutcenderung tampil di bawah standar. Tubuh kurusnya tak mampu bersaing dengan tuntutan fisik Premier League.

Eric Steele, sang pelatih kiper, kembali membagikan kisahnya. De Gea pada awalnya kesulitan beradaptasi dengan kehidupan di Inggris. Ia punya kebiasaan tidur dua hingga tiga kali dalam sehari. Dengan bobot hanya 71 kilogram, tubuhnya terlalu kurus.

Steele jadi harus berusaha ekstra keras untuk meningkatkan kualitas De Gea. Sayangnya, De Gea kadang terlihat terlalu lelah di sesi latihan. Ia bahkan menyebut De Gea menjalani latihan dengan buruk. Satu hal lagi, De Gea malas mempelajari bahasa Inggris. Demi mendekatkan diri dengan De Gea, Steele bahkan memilih mempelajari bahasa Spanyol!

Di awal musim, kelemahan De Gea terekspose. Dalam dua laga pertama melawan Manchester City dan West Brom, ia selalu kebobolan menghadapi tembakan di bawah lutut. Di musim itu, kiper cadangan Anders Lindegaard juga mendapat banyak kesempatan tampil.

Namun apa keputusan Sir Alex Ferguson? Well, Sir Alex selalu mengatakan hal baik tentang De Gea pada media. Meski kadang merotasi kiper, Sir Alex tetap menjadikan De Gea sebagai kiper nomor satu.

Hasilnya bisa dilihat pada masa sekarang. Kehebatan De Gea tak lain dan tak bukan adalah karena Sir Alex Ferguson dan Eric Steele.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru