Ulasan Grup A UCL 2023/24: Mimpi Buruk Manchester United?

spot_img

Mari sudahi membicarakan kekalahan Manchester United atas Arsenal pekan kemarin. Kekalahan yang sebenarnya sudah bisa ditebak bahkan sebelum kick off dimulai. Masih ada barisan kekalahan lainnya mengantre, terutama barangkali di Liga Champions.

Manchester United yang tergabung ke Grup A harus bertatap muka dengan Bayern Munchen, tim kedua yang diprediksi akan membawa pulang trofi itu. Setelah satu musim tidak menjamah Liga Champions, Setan Merah harus mengalami mimpi buruk bertemu dengan Bayern Munchen sekaligus Harry Kane, striker yang pernah diminati United.

Tidak hanya itu, Manchester United juga berada satu grup dengan klub Turki, Galatasaray. Klub berjuluk Cimbom Aslan bukan tim mudah. Apalagi Galatasaray pernah memberi kenangan pahit bagi kubu Setan Merah. Jadi, mungkinkah pasukan Ten Hag akan pulang lebih dulu di Liga Champions musim ini?

FC Copenhagen Tim Terlemah?

Nyatanya FC Copenhagen lah yang boleh dibilang menjadi tim terlemah di Grup A. Juara Liga Super Denmark ini melalui perjalanan yang sangat panjang untuk bisa menembus ke putaran final Liga Champions musim ini. Status juara tidak bisa membantu mereka langsung ke Liga Champions.

Copenhagen mesti melewati babak play off terlebih dahulu. Mesti memulainya dari kualifikasi babak kedua menghadapi klub Islandia, Breidablik UBK. Lalu harus menjalani laga yang sulit melawan wakil Ceko, Sparta Praha. Dan yang terakhir, mengalahkan wakil Polandia, Rakow Czestochowa.

FC Copenhagen memang salah satu klub kuat di Denmark. Namun, mereka tak lebih dari sekadar penggembira di Liga Champions. The Lions memang pernah lolos ke babak 16 besar. Tapi itu terjadi lebih dari 10 tahun yang lalu. Bahkan dengan kekuatan eks pemain Southampton seperti Mohamed Elyounoussi, Copenhagen tampaknya masih akan sulit bersaing.

Mereka cuma berharap bisa menyulitkan tim-tim lain di Grup A. Tepat di titik itu, Copenhagen bisa menjadi ancaman lain bagi klub seperti Bayern Munchen dan terutama, Manchester United. Musim lalu saja, tim bermarkas di Parken Stadium itu berhasil menahan imbang sang juara, Manchester City.

MU vs Bayern Partai yang Menarik

Dari Grup A tentu saja partai yang paling menarik adalah Manchester United vs Bayern Munchen. Setan Merah akan lebih dulu bertamu ke Allianz Arena. Bayern dan United punya kisah panjang yang sangat menarik. Keduanya memiliki hubungan spesial, terutama di Liga Champions.

Manchester United sejauh ini baru 11 kali bertemu Bayern Munchen. Tapi Bayern sejak dulu adalah pawangnya Manchester United. Ketika tim-tim lain dulu sangat sulit mengalahkan MU-nya Fergie, Bayern adalah tim yang hampir selalu menang.

Setan Merah baru memenangkan dua pertandingan saja melawan Die Roten. Tapi dari dua kemenangan itu, ada satu yang sangat berharga. Benar sekali, kemenangan United di final Liga Champions 1999. Para penggemar sepak bola totok tidak akan pernah lupa kemenangan hebat United di Camp Nou itu.

MU nyaris saja pulang dengan tangan kosong karena sampai menit ke-89 tak mampu mengejar satu gol Munchen yang dicetak Mario Basler di awal babak pertama. Namun, Fergie punya yang namanya Fergie Time. Siasat memasukkan Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer di penghujung babak kedua berbuah manis.

Ole dan Sheringham mencetak gol di menit 90 lebih. Kemenangan yang sudah digenggam anak asuh Ottmar Hitzfeld lepas. MU menang sekaligus melengkapi trofinya menjadi tiga. Kemenangan MU lainnya terjadi di perempat final Liga Champions 2009/10. Tapi Franz Beckenbauer menggambarkan bahwa itu adalah kekalahan terindah Bayern Munchen.

Meski kalah 3-2 di Old Trafford, The Bavarians tetap lolos. Franck Ribery yang waktu itu berulang tahun ke-27 mengirim umpan silang ke Arjen Robben. Robben pun mencetak gol. Bayern lolos berkat agresivitas gol tandang. Nah, pertemuan terakhir keduanya terjadi pada 2014. Meski memberi kenangan manis untuk Patrice Evra, kekalahan 3-1 di Jerman itu tetap menyakitkan buat United.

Ancaman Ultras Galatasaray

Selain kisah spesial antara Bayern dan United, di mana kedua tim pernah “bertukar” pemain seperti Owen Hargreaves yang pindah dari MU ke Munchen maupun Mark Hughes dan Bastian Schweinsteiger yang pindah dari klub Jerman ke MU, Setan Merah juga punya kisah menarik kala melawan Galatasaray.

Ah, ketimbang menarik mungkin lebih cocok disebut kisah menyedihkan. United asuhan Fergie melakukan perjalanan ke Istanbul demi melakoni leg kedua putaran kedua Liga Champions pada 3 November 1993 silam. Tak dinyana, sesampainya di Istanbul, pasukan Fergie disambut dengan cara yang jauh dari kata menyenangkan.

Alih-alih menyambutnya dengan kalimat “Selamat Datang di Corong Negara Islam Eropa”, para penggemar Galatasaray justru menyambut skuad United dengan kalimat “Welcome To The Hell” yang artinya “Selamat Datang di Neraka”. Coba bayangkan, setan si penghuni asli neraka disambut di neraka.

Para pendukung Galatasaray memang terkenal kejam. Bahkan keganasannya melebihi tifosi tim-tim Italia maupun hooligan di Inggris. Manchester United pada waktu itu menjadi korban betapa beringasnya ultras Galatasaray. Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Istanbul saja, awak Manchester United sudah diancam.

Di Ali Sami Yen, markasnya Galatasaray, pendukung sudah siap untuk mencaci maki habis-habisan Manchester United. Tribun memerah menyala. Api dan suar di mana-mana. Tensi pertandingan pun meninggi. MU pada waktu itu harus menang karena di Old Trafford, Galatasaray yang menahan imbang 3-3 unggul agresivitas gol.

Galatasaray Menjegal MU

“Ada banyak diving, pelanggaran, membuang-buang waktu, mengintimidasi wasit. Mereka (Galatasaray) melakukan segala cara untuk menjegal kami dengan aturan gol tandang,” kenang Roy Keane pada pertandingan itu.

MU gagal mencetak gol di laga tersebut. Di ujung laga, Eric Cantona yang kesal terhadap Reinhard Stumpf hilang kesabaran. Sebelumnya pemain Galatasaray itu melanggar Denis Irwin. Cantona yang kesal berseteru dengan para pemain Galatasaray. Sang pemain bahkan menghina wasit Kurt Rothlisberger yang membuatnya diusir. 

Cantona yang kesal karena laga malam itu berakhir 0-0 juga memukul-mukul bola tak jelas di akhir laga. Ketika masuk ke ruang ganti, para pemain United juga mendapat serangan dari pendukung Galatasaray. Bahkan Cantona kabarnya diserang dari belakang. Lewat otobiografinya, Bryan Robson merasa pukulan itu berasal dari aparat kepolisian.

Laga pun berakhir rusuh. Steve Bruce yang saat itu berseragam United hampir cacat karena lemparan batu. Dilansir The Guardian, sekitar 164 fans United justru dijebloskan ke sel tanpa makanan dan minuman sebelum akhirnya dideportasi. Kejadian mengerikan itu bisa saja terjadi lagi ketika MU berkunjung ke Galatasaray. Tinggal siapa yang akan jadi Eric Cantona-nya.

Prediksi

Dari Grup A, Manchester United bersama Bayern Munchen tentu saja akan difavoritkan lolos ke babak berikutnya. Namun, Galatasaray juga punya cadangan tenaga yang bukan tidak mungkin akan memberikan kejutan. Selain ultras mereka yang intimidatif, Galatasaray sudah mendatangkan muka baru.

Sebagian dari mereka adalah pemain-pemain yang bisa diandalkan. Wilfried Zaha, Hakim Ziyech, Mauro Icardi, sampai Angelino tak bisa diremehkan. Zaha dan Ziyech sudah pengalaman menghadapi United. Angelino yang pernah bermain di Bundesliga juga akan menularkan pengalamannya menghadapi Bayern Munchen.

Selain itu, Die Roten yang memecat Julian Nagelsmann juga sedang meraba permainan. Thomas Tuchel masih belum terbukti di Liga Champions. Laga kontra United nanti juga menjadi laga pertama Tuchel beradu taktik dengan Ten Hag. Itu jika salah satu dari keduanya tidak dipecat.

Harry Kane di kubu Die Roten jelas bakal menebar ancaman, terutama buat United. Well, Bayern Munchen yang diunggulkan bisa jadi akan duduk di posisi pertama. United sendiri mungkin akan lolos dengan finis di posisi kedua. Sementara Galatasaray favorit untuk menuju ke Liga Malam Jumat. Dan…. soal Copenhagen, kamu tidak perlu bertanya!

Sumber: TheGuardian, ManUtd, FCBayern, TFA, TheAthletic, 90Min, Telegraph, TheGuardian

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru