Trofi dan Penghargaan Paling Langka di Dunia Sepakbola

spot_img

Kalau kata agen Agung, “Juara itu cuma satu. Kalau cuma jadi runner up, ya buat apa?” Begitu kira-kira petuah agen Agung saat mempersiapkan pemain-pemain bawaannya ketika akan bertanding di liga tarkam. Agung menekankan setiap pemainnya harus memberikan yang terbaik guna menjadi juara di manapun berada. 

Tapi, ngomong-ngomong soal gelar juara. Kalian tahu nggak sih, kalau di dunia sepakbola ada trofi atau penghargaan yang sangat langka. Tidak banyak yang memilikinya. Bahkan, beberapa trofi langka ini hanya ada satu di dunia. Belum ada yang meraihnya lagi. Kok bisa ya? Penasaran, penghargaan sepakbola apa saja yang disebut langka?

Perubahan Nama Piala Dunia Antarklub

Yang sedang hangat-hangatnya adalah soal Piala Dunia Antarklub. Menurut beberapa sumber, FIFA telah resmi mengubah nama Piala Dunia Antarklub yang masih menggunakan format lama menjadi Intercontinental Cup. Jadi, secara penulisan, klub-klub yang menjuarai Piala Dunia Antarklub sebelum edisi ini, tidak lagi disebut sebagai “Juara Piala Dunia Antarklub” melainkan sebagai “Juara Intercontinental Cup”.

Wacana ini sebetulnya sudah ada sejak tahun 2023. Bersamaan dengan munculnya rencana FIFA untuk mengubah format Piala Dunia Antarklub agar diikuti oleh lebih banyak klub. Dengan perubahan nama tersebut, FIFA ingin menegaskan perbedaan antara turnamen global yang baru dan versi lamanya, sekaligus memberikan identitas historis yang lebih konsisten.

Nah, dengan demikian, klub yang keluar sebagai juara di edisi pertama Piala Dunia Antarklub format baru, Chelsea menjadi pemenang pertama dan satu-satunya. Setidaknya, Chelsea akan menyandang status tersebut sampai empat musim kedepan. Sebab, kini CWC akan diadakan empat tahun sekali.

Piala Emas Premier League

Chelsea tak boleh sombong dulu, sebab Arsenal punya yang lebih “mewah”. Arsenal tercatat sebagai satu-satunya klub Inggris yang memiliki trofi emas Premier League. Sebuah penghargaan eksklusif yang tak dimiliki klub mana pun. Bahkan untuk sekelas Manchester United atau Manchester City.

Trofi ini diberikan secara khusus pada akhir musim 2003/04 sebagai bentuk penghormatan atas pencapaian luar biasa Arsenal yang menjuarai liga tanpa sekalipun mengalami kekalahan. Itu jadi rekor yang hingga hari ini belum bisa disentuh siapa pun. Trofi ini dibuat khusus, berlapis emas, dan belum pernah diberikan lagi sejak saat itu.

Tapi, kenapa cuma Arsenal yang punya? Kan yang invincible bukan cuma mereka? Benar, kompetisi lain juga pernah punya tim yang unbeaten. Kayak Juventus di Serie A atau seperti Bayer Leverkusen di Bundesliga. Tapi, kenyataannya cuma Premier League yang punya ide demikian. Liga lain tidak menganggap invincible sebagai prestasi yang harus diistimewakan. 

FIFA Club The Century

Dari London, kita bergeser ke Spanyol untuk membahas penghargaan langka lainnya, yakni FIFA Club The Century. Ini adalah gelar prestisius yang hanya pernah diberikan sekali oleh FIFA. Dan satu-satunya trofi itu dimiliki oleh Real Madrid. Penghargaan ini diumumkan secara resmi pada tahun 2000, sebagai bentuk pengakuan FIFA terhadap klub paling berpengaruh, paling dominan, dan paling sukses sepanjang abad ke-20

Penghargaan ini bukan sekadar soal trofi, tapi tentang warisan. Penilaian dilakukan lewat kombinasi suara dari jurnalis olahraga internasional, panel ahli FIFA, serta data prestasi domestik dan internasional sejak tahun 1900 hingga 1999.

Gelar ini seperti pahatan di batu sejarah: abadi dan tidak tergantikan. Real Madrid, dengan segala kejayaan dan pengaruhnya, tak hanya menjuarai pertandingan dan kompetisi. Mereka memenangkan hati dan waktu. Kabarnya, penghargaan ini baru akan muncul lagi pada tahun 2100. Itu pun kalau belum kiamat.

Trofi Jules Rimet

Bukan cuma di level klub, di kelas internasional pun ada trofi langka. Tapi yang ini kasusnya agak beda. Namanya trofi Jules Rimet. Trofi ini menjadi salah satu benda paling langka dan legendaris dalam sejarah sepakbola dunia. Bukan hanya karena nilainya yang tinggi, tapi karena kisah tragis di balik keberadaannya.

Trofi Jules Rimet adalah trofi asli pertama untuk kejuaraan Piala Dunia. Digunakan dari edisi perdana tahun 1930 hingga 1970. Dibuat dari perak berlapis emas, trofi ini dirancang oleh seniman Prancis Abel Lafleur dan hanya ada satu versi fisiknya sepanjang sejarah. Tidak seperti trofi Piala Dunia sekarang yang punya replikanya.

Nah, setelah Timnas Brazil memenangkan Piala Dunia untuk ketiga kalinya yakni edisi 1958, 1962, 1970, mereka diamanahi trofi Jules Rimet. Sesuai aturan FIFA saat itu, mereka berhak menyimpan trofi Jules Rimet selamanya. Sialnya, pada tahun 1983, trofi itu kembali dicuri setelah sempat hilang juga pada tahun 1966. 

Meski beberapa orang ditangkap, trofi aslinya tidak pernah ditemukan kembali. Konon, trofi tersebut telah dicairkan dan dijual sebagai emas batangan di pasar gelap. Jika di masa kini masih ada, itu pun replika yang bersifat simbolik. Jadi, satu-satunya yang pernah memiliki trofi asli ya Brazil. Negara lain belum sempat mencicipinya. 

Super Ballon d’Or

Selain trofi, ternyata juga ada penghargaan-penghargaan langka. Salah satu yang mungkin akrab di telinga kalian adalah Super Ballon d’Or. Saking langkanya, penghargaan ini lebih disebut sebagai mitos yang berwujud sebagai trofi. Karena banyak dari kalian yang pasti belum pernah lihat bentuk trofinya kayak gimana.

Super Ballon d’Or adalah penghargaan khusus dan ultra-eksklusif yang diberikan oleh France Football pada 24 Desember 1989. Tujuannya adalah untuk menobatkan pemain terbaik sepanjang masa Eropa. Ya, bukan hanya terbaik tahun itu, tapi terbaik selama lebih dari tiga dekade.

Penilaiannya melibatkan jurnalis, penggemar, dan dewan teknis France Football. Kala itu, pemenangnya adalah Alfredo Di Stéfano, ikon Real Madrid. Ia mengalahkan nama-nama legendaris lain dalam nominasi seperti Johan Cruyff dan Michel Platini. Saking istimewanya, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, dua nama paling dominan dalam sejarah sepakbola belum pernah menyentuhnya.

Ballon d’Or Dream Team

Masih seputar Ballon d’Or, ada Ballon d’Or Dream Team. Proses penilaiannya hampir sama. Melibatkan 140 jurnalis dari berbagai negara untuk memilih pemain terhebat. Bedanya, ini untuk membentuk sebuah tim. Bukan penghargaan yang dimenangkan oleh perorangan saja. Penghargaan ini hanya diberikan sekali, yakni tahun 2020. 

Menurut CNN, gelar ini diberikan untuk mengganti Ballon d’Or 2020 yang ditiadakan lantaran pandemi. Sebanyak 11 pemain terhebat sepanjang masa telah dipilih. Sebelumnya ada 110 pemain yang menghiasi daftar nominasi seperti Andrea Pirlo hingga Zinedine Zidane. Kebanyakan, yang terpilih adalah pemain-pemain legendaris.

Contohnya, seperti di posisi penjaga gawang. Alih-alih diisi oleh Manuel Neuer atau David De Gea, posisi ini justru diisi kiper Uni Soviet, Lev Yashin. Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi jadi dua pemain aktif yang berhasil masuk nominasi ini. Fyi saja, jika tetap diadakan, Ballon d’Or tahun 2020 harusnya jadi milik Robert Lewandowski yang tampil menggila bersama Bayern Munchen.

FIFA Player of the Century / Centennial Player Award 

Terakhir, ada penghargaan FIFA Player of the Century. Trofi ini bukan bagian dari rangkaian penghargaan rutin seperti Ballon d’Or atau The Best FIFA Awards. FIFA Player of the Century adalah penghargaan istimewa dan hanya diberikan sekali dalam sejarah FIFA. Penghargaan ini diberikan pada tahun 2004 berbarengan dengan memperingati 100 tahun keberadaan organisasi sepakbola dunia tersebut.

Yang menarik, ada kontroversi di baliknya. Awalnya, FIFA berniat memilih satu pemenang saja, yakni Pele. Namun, saat dilakukan pemungutan suara secara online, Maradona ternyata unggul jauh atas Pelé. Ini menciptakan dilema. Di lain sisi, Presiden FIFA kala itu, Sepp Blatter dikenal sangat menghormati Pelé, yang lebih lekat dengan citra FIFA sebagai “pemain profesional sempurna”.

Sementara Maradona, meski jenius di lapangan, punya sejarah kontroversial dengan FIFA, termasuk soal doping dan kritik keras terhadap organisasi tersebut. Alih-alih menyingkirkan salah satu, FIFA akhirnya mengambil jalan damai dan simbolik. FIFA memberikan Centennial Player Award kepada keduanya dalam dua seremoni berbeda.

___

Sumber: FIFA, Arsenal, Goal, One Football, The Athletic

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru