Bursa transfer musim dingin 2022 telah dibuka. Meski tak seramai bursa transfer di akhir musim, bursa transfer musim dingin juga tak kalah menarik.
Apalagi dari bursa transfer musim dingin ada yang berniat menambah amunisi guna mengejar titel juara, atau menambah pemain baru untuk sekadar menyelamatkan klubnya dari jurang degradasi guna bertahan di kompetisi level tertinggi. Seperti yang dilakukan oleh klub kaya baru, Newcastle United yang baru saja memboyong Kieran Trippier.
Tak jarang pembelian di Bulan Januari justru menghadirkan dampak positif terhadap performa klub. Mereka mampu memberikan warna baru dalam permainan tim meski baru bergabung di paruh musim kedua.
Berikut kami sajikan beberapa daftar nama pemain yang didatangkan pada bursa transfer Januari yang terbukti sepadan dengan kocek yang mereka rogoh.
Daftar Isi
Nemanja Vidic (Dari Spartak Moscow ke Manchester United)
Nama pertama datang dari Kota Manchester. Vidic didatangkan United pada musim dingin tahun 2006 dengan biaya 7 juta Poundsterling, atau sekitar 137 Miliar rupiah.
ON THIS DAY : 5 Januari 2006 – Nemanja Vidic resmi menjadi pemain United dengan biaya transfer £7 juta. pic.twitter.com/kZZid1YwFW
— ManchReds (@ManchReds) January 5, 2015
The Serbian Monster mencatatkan beberapa gelar individu bergengsi seperti empat kali PFA Team Of The Year dalam delapan musim, dan dua kali FIFPro World XI.
Vidic adalah seorang pemimpin. Dia memimpin tim terakhir pada dinasti Ferguson. Hasilnya? Sukses mengangkat lima gelar juara Liga Inggris dengan dua di antaranya sebagai kapten si Setan Merah, satu kali Piala Dunia antar klub, dan satu kali menjuarai Liga Champions.
Sempat tak diperhitungkan, perlahan namun pasti Vidic menjadi salah satu bek tengah paling handal dalam sejarah Manchester United. Skill, penempatan posisi, pembacaan permainan, dan duel fisik yang selalu bisa diandalkan.
Setelah ia dipasangkan dengan Rio Ferdinand, keduanya langsung menjadi duet bek yang dijadikan role model bagi setiap bek tengah yang ada di liga-liga top dunia.
Virgil Van Dijk (Dari Southampton ke Liverpool)
Nama kedua datang dari rival abadi United, Liverpool. Liverpool merekrut Virgil Van Dijk dengan mahar 75 juta pounds atau sekitar 1,4 Triliun Rupiah dari Southampton pada Januari 2018. Transfer itu menjadikan Van Dijk bek termahal sepanjang sejarah Liga Inggris, sebelum dipecahkan Harry Maguire yang pindah ke MU dari Leicester City tahun 2019 sebesar 78,3 juta pounds.
https://t.co/icyQRmYeBk – Transfer Virgil van Dijk Sukses Ubah Wajah Liverpool pic.twitter.com/M02UOeZvlm
— Bola (@Bolanet) December 6, 2018
Dengan tetap mengindahkan kepiawaian Jurgen Klopp meracik strategi dan koneksi trio Firmansah Liverpool yang gacor di beberapa musim terakhir, Van Dijk bisa dibilang sebagai roda penggerak penting di lini belakang The Reds.
Van Dijk sudah mengantongi beberapa gelar seperti Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, Piala Super UEFA, dan membantu Liverpool menyudahi 30 tahun puasa gelar Liga Inggris dengan menyumbangkan gelar pada musim 2019/2020.
Klopp sangat bijak dengan menggunakan uang keuntungan dari hasil menjual Coutinho untuk berinvestasi pada sosok Virgil Van Dijk. Van Dijk cukup baik dalam membangun serangan dari bawah, dengan ketenangan dan kualitasnya dalam mengontrol bola. Van Dijk bak Rolls-Royce-nya pemain bertahan di sepak bola.
Nemanja Matic (Dari Benfica ke Chelsea)
Nemanja Matic awalnya sempat bergabung ke Chelsea pada musim 2009/2010, namun ia gagal mengamankan slot di skuad utama Chelsea saat itu, dan akhirnya di lego ke Benfica. Menariknya, bersama Benfica Matic justru tampil apik setelah disulap menjadi pemain yang lebih condong bertahan. Hal itu membuat Chelsea kembali mendatangkannya pada Januari 2014, dengan mahar 25 Juta pounds atau sekitar 490 Juta Rupiah.
Is Nemanja Matic a Chelsea icon? pic.twitter.com/QuIjqRfjs4
— Theo (@CFCTHE0) November 16, 2020
Perubahan posisi Matic bak keberkahan baginya dan Chelsea. Terlebih pada laga debutnya saat melawan Manchester City, ia sudah menjadi Man Of The Match pada laga tandang tersebut.
Kala itu di bawah asuhan pelatih Jose Mourinho, Nemanja Matic menjadi gelandang bertahan terbaik yang dimiliki The Blues. Matic merupakan gelandang bertahan pekerja keras yang sangat cerdik dalam membaca permainan.
Pemain Timnas Serbia itu, menjadi sosok penting dalam memenangkan dua dari tiga gelar Liga Inggris yang diperoleh Chelsea. Dengan pembacaan permainan yang baik, ia dapat mengeluarkan potensi terbaik dari gelandang Chelsea lainnya seperti Cesc Fabregas dan N’golo Kante.
Luis Suarez (Dari Ajax Amsterdam ke Liverpool)
Luis Suarez menjadi salah satu pembelian terbaik dalam sejarah Liverpool. Didatangkan dari Ajax Amsterdam pada Januari 2011 dengan merogoh kocek sekitar 530 miliar rupiah, seketika Suarez menjelma sebagai salah satu penyerang paling tajam di Liga Inggris.
Liverpool FC @LFC
Luis Suarez pic.twitter.com/8ISOVdqgfn— Superb Footy Pics (@SuperbFootyPics) January 11, 2022
Didatangkan di hari yang sama dengan Andy Carrol, Suarez bak magnet media yang sanggup menenggelamkan nasib Carrol. Suarez pun diproyeksikan untuk mengisi post lini depan yang ditinggalkan oleh Fernando Torres.
Selama tiga setengah tahun di Anfield, Suarez mampu melesakkan 82 gol dalam 133 pertandingan bersama The Reds. Namun sayang, Suarez tak mendapat gelar apa pun bersama Liverpool selain penghargaan Top Skor dengan 31 gol pada musim 2013/2014.
Di tengah kariernya yang menanjak, Suarez justru melakukan beberapa kontroversi, seperti ucapan bernada rasis kepada Patrice Evra hingga gigitan terhadap bek Chelsea, Branislav Ivanovic.
Clint Dempsey (Dari New England Revolution ke Fulham)
Siapa yang tak kenal dengan ikon Timnas Amerika pada era 2000-an? Clint Dempsey meninggalkan klub New England dan bergabung ke klub “Old England”, Fulham pada Januari 2007 dengan nilai transfer yang mencapai hampir 3 Juta Pounds yang jika dirupiahkan nilainya menjadi 58 Miliar rupiah.
Prestasi Dempsey di Fulham tak sementereng nama-nama sebelumnya, tapi Dempsey berhasil menjadi top skor The Cottagers dan mengantarkan Fulham untuk finish di urutan ke-7 di tangga klasemen Liga Inggris, yang mana itu cukup apik bagi klub sekelas Fulham.
Is @clint_dempsey‘s chip our greatest ever goal? @ErikNevland & @HangelandTV2 relive that famous magic moment ▶️ https://t.co/QJ0Obo30iY pic.twitter.com/6uneQ1kRyp
— Fulham Football Club (@FulhamFC) September 2, 2017
Pemain depan serba bisa itu juga sempat mencetak gol chip indah saat bertemu Juventus pada leg kedua kompetisi Liga Malam Jumat. Dengan gol indahnya tersebut, sudah cukup untuk membalikan keadaan di leg kedua dan membawa Fulham ke final. Dempsey jadi orang Amerika pertama yang bermain di final Europa League pada tahun 2010.
Bruno Fernandes (Dari Sporting Lisbon ke Manchester United)
Bruno Fernandes menjadi rekrutan terbaik MU dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Didatangkan dari klub Sporting CP dengan mahar 55 Juta Pounds atau 895 Miliar Rupiah pada Januari 2020, Bruno langsung menjadi pemain andalan Ole Gunnar Solskjaer di lini tengah.
Really happy to celebrate my 100th appearance for this club with a win and with our fans. Hopefully, many more games to come 🙏🏻
Also wanted to say thank you to Michael Carrick, a great Manchester United legend. pic.twitter.com/gitF3pvxtU
— Bruno Fernandes (@B_Fernandes8) December 2, 2021
Bahkan berkat Bruno Fernandes lah, Ole Gunnar Solskjaer bertahan di kursi kepelatihan United lebih lama dari yang seharusnya. Kontribusinya yang signifikan dan bermain dengan penuh passion, praktis membuat tagar #saveole pun kembali memuncaki daftar trending di media sosial.
Selain piawai dalam membangun serangan, Bruno juga terkenal jago mengeksekusi bola mati. Pemain Timnas Portugal itu memiliki visi bermain tinggi dengan akurasi operan-operan bola yang akurat. Tak heran jika Bruno langsung mendapatkan satu tempat di skuad utama MU.
Pada tahun 2020, Bruno berhasil mendapatkan empat kali penghargaan individu Player of The Month bersama United. Bruno juga mencatatkan 46 kontribusi gol dalam setengah musim berseragam Setan Merah. Bahkan sempat mengantarkan United hingga final Liga Malam Jumat. Ya meskipun akhirnya harus kalah dalam adu tos-tosan melawan Villareal.
Danny Drinkwater (Dari Manchester United ke Leicester City)
Danny Drinkwater bernasib sama dengan pemain muda lainnya yang tak dapat menembus skuad utama Manchester United. Setelah menyelesaikan proses menimba ilmu di akademi, ia justru lebih sering menghabiskan waktu dalam masa peminjaman.
You’ll never guess what’s happening in this picture.. pic.twitter.com/UfBMS5vFCs
— Danny Drinkwater🐐 (@DanDrinksWater) September 5, 2017
Selama beberapa musim peminjaman, ia membuktikan dirinya di kasta kedua sebagai gelandang yang mampu mendikte permainan dan memotivasi tim untuk maju.
Sampai akhirnya pada Januari tahun 2012, Drinkwater bergabung dengan The Foxes dengan rincian biaya yang tak diungkapkan. Drinkwater akhirnya menjadi salah satu tokoh kunci dalam membantu Leicester promosi ke Liga Premier, dan kemudian kisah dongeng pun terjadi, ketika ia juga berhasil mengantarkan The Foxes meraih gelar Liga Inggris di tahun pertamanya setelah promosi.
Sumber: Sportingnews, Fourfourtwo, Langit7


