Barcelona menjadi salah satu klub yang paling aktif dalam bursa transfer musim panas 2022. Tidak hanya membeli pemain, Barca juga termasuk sebagai klub yang banyak melepas pemainnya sendiri.
Para pemain muda pun tidak terhindar dari proses “pembersihan” yang dilakukan manajemen Barca. Seperti Riqui Puig dan Oscar Mingueza yang dilepas karena tidak memenuhi ekspektasi sang pelatih, Xavi Hernandez.
Namun, ditendang dari Blaugrana bukanlah akhir dari segala. Bisa jadi kita akan melihat pemain-pemain tadi bersinar di klub lain. Apalagi dalam sejarah, justru tak sedikit pemain yang sukses setelah pergi dari Barcelona. Berikut adalah daftar pemain-pemain yang malah meraih kesuksesan setelah tinggalkan Barcelona.
Daftar Isi
Zlatan Ibrahimovic
Zlatan datang dari Inter Milan pada musim 2009/2010. Barcelona saat itu rela melepas Samuel Eto’o ke Inter, dan merogoh kocek sebesar 46 juta euro demi mendatangkan Ibrahimovic. Karir Zlatan sebagai pemain Blaugrana tidak berjalan mulus. Gaya bermain Ibra ternyata tidak sesuai dengan permainan tiki taka khas Pep Guardiola. Zlatan hanya bermain 46 laga dan mencetak 22 gol selama karirnya di Barcelona.
Zlatan Ibrahimovic spoke on Barca’s 2009-10 Champions League failure.
Paging: Pep Guardiola. http://t.co/zQEhkqKnOq pic.twitter.com/QGCeVKSJlG
— B/R Football (@brfootball) September 29, 2014
Zlatan pun merasa tidak nyaman, karena hanya menjadi pilihan kedua Pep setelah Messi. Ia pun hanya bertahan satu musim di Barca. Setelah itu, Zlatan memilih pergi dengan status pinjaman ke AC milan pada tahun 2010.
Langsung nyetel dengan gaya permainan sepak bola Italia, Zlatan akhirnya membantu Rossoneri memenangkan scudetto dan mengakhiri dominasi Juve musim itu. Pada tahun 2012, Zlatan pergi ke PSG dan menjadi salah satu pencetak gol paling mengerikan di Ligue 1 Prancis. Ia mencetak 156 gol dalam 180 penampilannya. Di Usianya yang tak lagi muda saat ini, Zlatan masih menjadi sosok penting di AC Milan.
Yaya Toure
Yaya Toure hengkang dari Barcelona pada musim 2010. Pemain Afrika tersebut pergi ke Manchester City dan tergabung dalam rencana City untuk membangun ulang klub. Kepergian Yaya Toure dari Barca tersebut terjadi karena konflik antara dirinya dan Pep Guardiola. Sang pemain mengaku bahwa Pep terus terang menyuruhnya untuk pergi dari Camp Nou.
Roberto Mancini is trying to sign Yaya Toure for a second time.
Full story: https://t.co/jkb0xg3NLm pic.twitter.com/LzWYIohSNb
— BBC Sport (@BBCSport) June 20, 2016
Bergabung dengan Manchester City, Yaya Toure berubah menjadi gelandang andalan Roberto Mancini. Yaya Toure sudah mencetak 79 gol dan 50 assist dari 316 penampilannya bersama The Citizen.
Dirinya pun sudah mempersembahkan tiga Piala Liga Inggris dan satu Piala FA untuk Manchester City. Yaya Toure berperan besar dalam kesuksesan Manchester City di liga Inggris dan menjadi legenda klub tersebut.
Ricardo Quaresma
Quaresma tergabung dalam skuad Barcelona sejak dirinya berusia 20 tahun. Sebagai pemain muda, Quaresma sulit untuk menembus tim utama Barca. Dirinya hanya menjalani 22 pertandingan La Liga bersama Blaugrana. Pemain Portugal tersebut mengaku dirinya tidak cocok dengan Rijkaard, manajer Barca saat itu.
🗣 Quaresma on his stint at Barcelona.
“I changed my playing style to please him (Rijkaard), but it always ended up in the same result. Either I was on the bench or ruled out of the side altogether.
📸: Adam Davy – EMPICS (Getty Images) pic.twitter.com/Z36zn6TtZx
— Sports Brief (@sportsbriefcom) December 30, 2021
Quaresma pun memilih pergi dari Barca untuk bergabung dengan klub kampung halamannya, FC Porto. Bergabung bersama Porto merupakan karir keemasannya. Pemain sayap tersebut menjalani 114 laga dan mencetak 24 gol pada 2004-2008 saat dirinya berkarir di Porto.
Sempat beberapa kali gonta-ganti klub saat itu, Quaresma pun kembali ke Porto pada tahun 2014. Pemain yang terkenal dengan tendangan Trivela-nya tersebut juga meraih kesuksesan bersama timnas Portugal. Ia menjadi salah satu pemain kunci Portugal dalam menjuarai Euro 2016.
Mikel Arteta
Arteta merupakan produk asli La Masia. Ia sempat memperkuat tim Barcelona C dan B ketika masih menjadi pemain muda. Namun, Arteta tidak cukup bagus bahkan untuk duduk di bangku cadangan Barca.
Karir Arteta semakin cemerlang ketika dirinya bergabung dengan klub Inggris, Everton. Delapan musim dan 209 laga dijalani serta 34 gol dan 35 assist sudah ditorehkannya selama berseragam Everton.
Arsene Wenger’s first 100 games in charge of Arsenal: 54 wins
Mikel Arteta’s first 100 games in charge of Arsenal: 53 wins. pic.twitter.com/KCscBK4S5s
— GoonerTalk (@GoonerTaIk) August 27, 2022
Dari Merseyside, ia pun hijrah ke London untuk bergabung dengan Arsenal pada musim 2011/2012. Bersama Arsenal, Arteta menjadi gelandang kesayangan Arsene Wenger. Ia berhasil meraih trofi Piala FA dua tahun beruntun bersama Arsenal.
Luis Garcia
Kisah Luis Garcia serupa dengan Mikel Arteta. Luis Garcia memulai karirnya sebagai pemain akademi dan bermain di Barcelona B. Walau begitu, penyerang tersebut tidak juga mendapatkan kesempatan bermain bersama tim utama. Garcia justru dipinjamkan ke beberapa klub.
Luis Garcia pun dilepas Barca dan akhirnya bergabung dengan Atletico Madrid. Dianggap sukses di Atletico, Luis pun kembali ke Camp Nou, tapi hanya bertahan selama semusim di sana. Luis Garcia pun mencari peruntungan lain di Inggris. Bergabunglah ia ke Liverpool pada tahun 2004.
Champions League semi-final at Anfield, can’t help but think of THAT Luis Garcia “goal” vs. Chelsea back in 2005.
Hit ❤️ if you remember that. pic.twitter.com/pTkUpagWfC
— Coral (@Coral) April 24, 2018
Keputusan untuk meninggalkan Barca pun merupakan keputusan yang terbaik baginya. Luis Garcia meraih banyak trofi semenjak kepergiannya dari Camp Nou. Trofi yang diraihnya antara lain Liga Champion, UEFA Super Cup, FA Cup, dan Community Shield. Ia bahkan menjadi legenda The Kop setelah dirinya berperan penting dalam kejayaan Liverpool di Liga Champions musim 2004/2005.
Diego Maradona
Diego Maradona adalah salah satu pemain terhebat yang pernah ada dalam sejarah sepak bola. Sebelum bergabung dengan Barcelona, ia merupakan sensasi bagi klub yang dibelanya, Boca Junior. Tahun 1982, Barcelona memboyong pemain Argentina tersebut dengan status sebagai pemain termahal pada saat itu.
Maradona. Barcelona. 1983. pic.twitter.com/ttsseDowea
— Nostalgia Futbolera ® (@nostalgiafutbo1) September 4, 2022
Bersama Barcelona, Maradona bisa dibilang sukses. Copa del Rey, Supercopa, dan La Liga sukses diraihnya bersama Blaugrana. Namun, kesuksesan Maradona juga berbanding lurus dengan kontroversi yang ia ciptakan.
Di Barcelona lah Maradona menggunakan narkoba. Maradona juga terlena dengan pesta dan kehidupan malam Barcelona. Hal tersebut membuatnya sering terlambat dan tidak fokus pada saat sesi latihan.
Ulah Maradona yang membuatnya didepak dari klub adalah insidennya dengan pemain Athletic Club di final Copa del Rey tahun 1984. Maradona memicu kerusuhan yang berbuah perkelahian antar pemain kedua tim. Beberapa bulan setelahnya, Maradona pun dijual ke Napoli dan sisanya telah menjadi sejarah manis. Maradona berhasil membawa Napoli menjuarai Serie A, Coppa Italia, dan UEFA Cup.
Maradona juga sukses bersama timnas Argentina. Gol tangan Tuhan melawan Inggris, juara Piala Dunia bersama Argentina, dan momen-momen lainnya menjadikan Maradona legenda sepak bola.
Itulah pemain-pemain yang meraih kesuksesan setelah meninggalkan Barcelona. Para pemain tersebut membuktikan bahwa gagal dan keluar dari klub sebesar Barcelona bukan akhir dari segalanya. Disiplin dan siifat pantang menyerahlah yang membantu mereka kembali meraih kesuksesan. Bahkan, mereka bisa menjadi legenda bagi klub yang dibelanya.
https://youtu.be/lE052VviiCs
Sumber: Sun, Planet Football, Marca, Goal, 90min, Topscorers, Tirto


